Catatan :
Untuk Bapak-Ibu dan Kakek-Nenek yang barangkali sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta (karena sudah puluhan tahun menikah), ini sekedar untuk refreshing, penyegaran kembali, gitu lhooh …
Bukan karena saya sedang jatuh cinta … he he …
CINTA
(Kahlil Gibran)
Pabila cinta memanggilmu, ikutilah dia
Walau jalannya terjal berliku-liku
Dan pabila sayapnya merangkummu, pasrahlah serta menyerah
Walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu
Dan jika dia berbicara kepadamu, percayalah
Walau ucapannya membuyarkan mimpimu
Bagai angin utara mengobrak-abrik petamanan
Sebab sebagaimana cinta membahagiakanmu
Demikian pula dia menyengsarakanmu
Demi pertumbuhanmu, begitu pula demi pemangkasanmu
Sebagaimana dia membubung, mengecup puncak-puncak ketinggianmu
Membelai mesra ranting-ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari
Demikian pula dia menghujam ke dasar akarmu
Mengguncang-ngguncangnya dari ikatanmu dengan tanah
Demikian pekerti cinta atas diri manusia
Supaya kau fahami rahasia hati
Dan kesadaran itu menjadikanmu segumpal hati Kehidupan
Namun jika dalam kecemasan, hanya kesenangan cinta yang kau cari
Maka lebih baiklah bagimu menyingkir dari papan penempaan
Memasuki dunia tanpa musim
Dimana kau dapat tertawa, namun tidak sepenuh tawa
Tempat kau pun dapat menangis, namun tidak sehabis air mata
Cinta tak memberikan apa-apa
Kecuali keseluruhan dirinya, utuh-penuh
Pun tidak mengambil apa-apa
Kecuali dari dirinya sendiri
Pun jangan mengira, bahwa kau dapat menentukan arah cinta
Karena cinta, pabila kau telah dipilihnya
Akan menentukan perjalanan hidupmu
Cinta tiada berkeinginan selain mewujudkan maknanya
Namun jika kau mencintai disertai berbagai keinginan
Ujudkanlah dia demikian :
Meluluhkan diri, mengalir bagaikan kali
yang menyanyikan lagu persembahan malam
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
Istirahat di terik siang merenungkan puncak-puncak getaran cinta
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada
Terlena dalam doa bagi yang tercinta dalam sanubari
Dan nyanyian puji syukur tersungging di bibir senyum
(demikianlah konon kisahnya …..)









wah..Puisinya bikin klepek – klepek bagi yang baca nie
bunda tuti emang paling bisa yachhhhh….
wah kalo gitu aku jadi punya id buat bikin puisi juga.Tolong jangan ditertawain ya bunnn…….
Saat cinta bersemi
seluruh bunga mekar mewangi
semua mendung berlalu menjauh
langitpun berwarna pelangi
Saat cinta berbunga
tiada wajah selain wajahnya
tiada kata selain ucapannya
tiada hari selain penantian berjumpa dengannya
tiada rindu dapat terobati karenanya
Semua tampak indah
yang sulit berubah mudah
yang berat menjelma ringan
yang jauh jadi tak terasa
tiada kata pengorbanan
tapi persembahan penuh keikhlasan …
Andrean El-Fachri
http://andreanelfachri.wordpress.com
Tuti :
Lha iya … ini kan puisinya Kahlil Gibran, penyair besar dari Libanon yang sangat kesohor. Puisi-puisi Kahlil Gibran yang lain juga bagus, kalau Andrean tertarik, silahkan cari buku kumpulan puisinya yang berjudul “Sang Nabi”. Puisi Kahlil Gibran bukan hanya sekedar permainan kata-kata, tetapi ada makna yang mendalam, yang bisa kita pelajari dari sana.
Puisi Andrean juga bagus kok. Terus nulis ya …