PENGABDIAN, KEHORMATAN, DAN PATRIOTISME
Malam ini selama tiga jam penuh saya menjadi ‘couch potato’ (tapi yang ini kentangnya sudah diolah menjadi crispy, bukan kentang gundukan dalam karung …). Meskipun rencana browsing literatur gagal total, saya tidak merasa rugi, soalnya film yang saya tonton sangat bagus.
“The Last Samurai” dibintangi oleh Ken Watanabe dan Tom Cruise. Meskipun dalam film produksi tahun 2003 ini Tom Cruise (yang aslinya good looking) kelihatan nggak begitu ganteng, tapi aktingnya ‘oke punya’. Begitu juga Ken Watanabe yang memerankan sang Samurai, Katsumoto. Film kolosal yang melibatkan ratusan (mungkin malah ribuan) pemain ini digarap dengan sangat serius oleh Edward Zwick, sang sutradara.
Kisah yang ditulis oleh John Logan ini menceritakan masa-masa akhir kejayaan Samurai, ketika kekaisaran Meiji pada tahun 1800-an melakukan reformasi dengan melakukan modernisasi terhadap Jepang. Jepang yang tradisional diubah menjadi modern dengan mengacu ke Barat. Maka dibuatlah jalan rel, tentara baru dengan persenjataan modern, bahkan pakaian gaya western. Pembangunan jalan rel itu mendapat tentangan dari kaum Samurai. Kaisar kemudian mengundang penasehat-penasehat dari Barat, antara lain Kapten Nathan Algren (Tom Cruise) untuk melatih tentara Jepang menggunakan bedil dan peralatan perang modern. Tentara ini akan ditugaskan untuk menumpas perlawanan kaum samurai yang dipimpin oleh Katsumoto (Ken Watanabe).
Kapten Nathan Algren siap melatih tentara Jepang menumpas Samurai
Pada penyerangan pertama, tentara Jepang kalah, dan Algren ditahan oleh Samurai. Dia dibawa ke desa tempat para samurai itu hidup. Disinilah Algren mulai mempelajari cara hidup samurai, dan menemukan jiwa pengabdian, kehormatan, dan patriotisme samurai yang sangat mengagumkan hatinya. Algren pun akhirnya menjadi salah satu pejuang Samurai yang berdiri di baris paling depan.
Gambar-gambar dan dialog yang ditampilkan dalam film ini sangat efisien, tidak bertele-tele, indah dan penuh makna, sehingga sayang untuk dilewatkan bahkan sekedar untuk mengedipkan mata. Dialog orang Jepang tetap dalam bahasa Jepang (sehingga saya tidak perlu protes … he he). Penonton ‘ditolong’ oleh skenario bahwa Katsumoto bisa berbahasa Inggris, sehingga dialog yang dilakukannya dengan Algren dilakukan dalam bahasa Inggris.
Algren akhirnya berada di baris terdepan pasukan Samurai
Tumbuhnya rasa cinta antara Taka dengan Algren diceritakan dengan perlahan, tanpa banyak kata, hanya melalui tatapan mata yang diam dan bahasa tubuh, namun mampu mengungkapkan betapa dalam perasaan mereka. Sebaliknya, adegan perang besar antara tentara Jepang dengan para samurai ditampilkan dalam gambar-gambar kolosal yang sangat keras dan serius. Mengagumkan bahwa perang besar yang melibatkan ribuan pemain dan sekian banyak properti itu dibuat ‘hanya’ demi sebuah film.
Taka, cintanya berpaut dengan cinta Algren dalam diam …
Film yang patriotik ini membuat kita tidak perlu malu mengalirkan air mata. Kalaupun ada sedikit ‘kekurangan’ film ini, itu adalah ciri khas Hollywood yang nampaknya sukar dihilangkan : tokoh orang Amerika selalu menang dan ‘kagak ade matinye’ …
Beberapa film nasional yang cukup bagus menggambarkan semangat patriotik pernah dibuat beberapa belas tahun yang lalu, antara lain Cut Nyak Dien yang dibintangi Christine Hakim dan Tuanku Tambusai yang diperankan oleh Cok Simbara. Sudah nonton kan? Bagus kan? Iya kan?

aku malah bLom ngeliat fiLmnya, but aku seneng banget ma yang namanya samurai pa lagi samurai X … hehehe
Tuti :
Nonton filmnya dong …. bagus banget lho!
Aku dah 2x liat filmnya. Ngga bosenin, dan banyak hal2 positif yg dapat diambil dr film ini.
Tuti :
Saya juga nonton 2 kali, dan waktu nonton yang kedua, tetap saja nangis ketika Katsumoko ditembaki tentara Jepang … hiks …
aku salah 1 penggemar the last samurai. walupun di ulang beberapa kali, filmnya tetep menarik. karena banyak ilmu moral yang di dapat seperti perjuangan, kedisiplinan, pengabdian, dan kehidupan di alam yang sangat indah, pokoknya the best lah…
Tuti :
Setuju. Saya berniat untuk mereview film ini sekali lagi. Tunggu ya!
Wuih meski ktglan nonton..seruu..ru buanget film the last samurai,pelajaran berharga dr film ini adalah sikap pantang menyerah sampai titik darah penghabisan..n aku jd ngefans sm taka,hehe
Tuti :
Film ini sudah beberapa kali diputar di teve swasta. Saya nonton beberapa kali, dan tetap tak bosan. Adegan terakhir, ketika tentara Jepang bersujud menghormati kematian samurai, sangat mengharukan.
Aku suka kisah cinta Taka & Algren. Mereka saling mencintai dengan santun ya, Bu. Dan Taka bisa menerima Algren sbg pembunuh suaminya. Dia juga bisa mengajarkan anaknya utk tidak mendendam. Seorang istri & ibu yg hebat.
Aku juga suka adegan terakhir waktu gugurnya Katsumoto. Kematian yang dramatis dari orang2 yg berjiwa patriotik.
Mirip adegan gugurnya D’Artagnan di The Man in the Iron Mask. Menyongsong tembakan dari bangsanya/anak buahnya sendiri. Sehingga para penembaknya justru malah jadi menyesal & menghormat.
Berkali-kali nonton tetep aja nangis. Hehehe… malu ah.
g0o0okiIilLlL…..bgt niE film, Loe l0e CmUa kUdU NoNt0n tUhhh….
Tuti :
Lucu? Oh, lucu ya ….
Lapor! Saya sudah nonton empat kali lho!
Iya. Trutama taka. hm, dia pemain yg cantik skaligus baik. jujur, sampek trharu ngelihatnya.. itu pemainnya namanya siapa ya? (taka)
assalamualikum bu tuti
waa telat kasi komen yaa…film ini juga sudah saya tonton berkali kali….
film tentang benturan antara pendukung tradisi kuno jepang dalam hal ini keshogunan tokugawa (daimyo) melawan kaisar jepang dan pendukungnya (selama ini hanya sebagai simbol semata) yang berusaha memordenisasi jepang.
film ini menceritakan akhir zaman samurai…….padahal pengabdian, loyalitas dan semangat bertempur menyaingi bahkan melebihi para ksatria eropa jaman pertengahan….
hahahahahaha mau apa lagi zaman semakin modern gak mungkin org2 bawa katana kesana kemari
film ngak ad mati nya….
dvd aslinya g koleksi…
buku nya g jgh ad????
ostatni samurai>>>>
film yang sangat hebat.
mampu membuat banyak orang terharu.
tapi yang paling menarik adalah taka, dia cantik n baik.
tau nama putra matsumoto yg mati di saat membebaskan matsumoto gak ?
yg berperan sebagai pemanah ?
nah dia kan punya putra laki2 yg akhir nya menjadi sahabat algren (tom)
itu siapa namanya ?