MARI MENGUNJUNGI, MEMOTRET, DAN MENULIS OBYEK WISATA
Dimanakah foto di atas dibuat? Melihat arsitektur bangunannya, siapa pun bisa menebak bahwa lokasinya pastilah di Sumatera. Betul sekali. Tetapi Sumatera mana? Berdasarkan bentuk atapnya yang runcing seperti tanduk kerbau, kita bisa menduga bahwa bangunan ini ada di Minangkabau (yang berasal dari kata ‘menang’ dan ‘kerbau’). Nah, dugaan yang terakhir ini salah, karena bangunan di atas terdapat di Riau. Ini adalah rumah adat dari daerah Kampar, yang memang berdekatan dengan Sumatera Barat, sehingga bentuknya mirip rumah adat Minangkabau.
Sebuah portal bernama www.wisatamelayu.com membuka kesempatan bagi siapa pun untuk mengirimkan tulisan tentang obyek wisata di seluruh Indonesia. Harap dipahami, yang dimaksud dengan ‘Melayu’ disini bukanlah dalam arti sempit ‘Melayu Sumatera’ saja, tetapi seluruh rumpun Melayu mencakup seluruh propinsi dan kabupaten di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, dll. Obyek wisata yang bisa ditulis meliputi apa saja (wisata alam, sejarah, budaya, kuliner, belanja, olahraga, dll). Data yang perlu dicantumkan antara lain deskripsi/selayang pandang tentang obyek wisata, keistimewaan, lokasi, jarak dari kota terdekat, transportasi dan akomodasi yang tersedia, harga tiket, dan keterangan lain yang perlu. Sebagai contoh, bisa dilihat pada Danau Maninjau
Portal wisata melayu ini bersaudara kandung dengan www.melayuonline.com dan rajaalihaji.com
Tulisan silahkan dikirimkan langsung ke portal www.wisatamelayu.com Akan lebih bagus kalau disertai foto obyek wisata yang ditulis. Kepada setiap penulis akan dikirimkan hadiah berupa buku Pantun Melayu karya Tenas Effendy .
Tunggu apa lagi? Segera masukkan kaki ke sepatu, kenakan topi penutup kepala, raih kamera, dan jelajahi Nusantara!










waw… rumah “lontiak” ternyata terkenal juga ya ??
tapi sayang mbak……rumah asli “lontiak” ini jarang kita jumpai di kampar.
Yang ada hanya rumah melayu “limas” pake selembayung dan menjadi icon semua bangunan perkantoran di riau.
Mas Alex,
Saya baru tahu kalau rumah seperti itu namanya rumah “lontiak”. Sayang sekali ya, kalau di Kampar sudah jarang ditemui rumah seperti ini. Bangunan dalam foto di atas terdapat di Bandar Serai, Pekanbaru.
Memang, semua gedung kantor di Riau (yang saya lihat sih di Pekanbaru) memakai model atap “selembayung” dan teritisan “lebah bergantung”.
Apakah Pak Alex asli dari ’sana’?
kalo mo liat ada di kampung ku, air tiris
tapi lom sempat foto neh
Tuti :
Aku belum pernah ke Air Tiris. Tulis dong di blog Herry, tapi difoto dulu, biar pembaca bisa lihat seperti apa keindahan kampung Herry …