DARI MAWAR SAMPAI MELATI
Lihat kebunku, penuh dengan bunga
Ada yang putih, dan ada yang merah
Setiap hari kusiram semua
Mawar melati, semuanya indah
Teman-teman semua pasti tahu lagu itu, kan? Iya, lagu anak-anak yang mungkin pertama diajarkan oleh bunda waktu kita masih balita. Nah, di halaman Caty’s House, saya suka menyanyikan kembali lagu itu.
Di halaman rumah mainan ini saya memelihara berbagai tanaman hias. Tentu saja saya minta bantuan penata taman waktu pertama kali mendandani halaman ini, tetapi beberapa tanaman kemudian mati sehingga saya ganti sendiri dengan tanaman baru, antara lain mawar.
Oh, saya selalu dilanda histeria jika melihat tanaman mawar yang sedang berbunga! Kelopak bunganya yang begitu indah dan warnanya yang cerah membuat saya begitu terpesona pada ‘ratu bunga’ ini. Lagi pula, berbeda dengan bunga lain, mawar memiliki makna romantik yang universal, dan menjadi legenda sepanjang masa bagi seluruh bangsa di dunia.
Lihatlah mawar-mawar saya. Foto-foto ini asli saya ambil dari halaman rumah saya, swear! Mawar-mawar indah ini saya persembahkan untuk sahabat-sahabat saya yang tercinta :

Mbak Dyah Mbak Imelda Mbak Edratna

Mbak Yulis Mbak Ely (Jrmn) Mbak Tanti

Ayik & Ernut Yessy Lala

Elindasari Idawy Dewifatma

Mamavino Yu2n Donapiscesa

Retie Yoga Zahliy

Mbak Silly Lisa & Ly Mbak Prameswari

Rumpun mawar ini untuk semua saja yang mohon maaf mungkin belum saya sebut namanya, dan para ’silent readers’. Silahkan ambil sendiri-sendiri ….
Jika ada di antara sahabat-sahabat yang tidak cocok dengan pilihan bunga dari saya, silahkan saling tukar sendiri …. hehehe. Untuk para bloger pria tidak saya persembahkan bunga mawar, soalnya lucu dan aneh kalau pria diberi bunga (pantesnya sih diberi jangkrik ….. qiqiqi …. oh nggak, para blogerwan dikasih pacul aja … maksudnya buat nanam mawar, gitu … ).
Ketika mati-matian mencari ensiklopedi mawar, saya bermaksud mencari tahu nama-nama mawar yang ada di taman saya. Tapi di ensiklopedi mawar yang saya temukan, ternyata ada sekitar seribu jenis, dan meskipun semua dilengkapi dengan foto full color, saya pusing mencocokkan foto mawar saya dengan foto di ensiklopedi. Jadi ya sudah, nggak jadi deh mawarnya saya beri nama …
Mawar adalah jenis bunga yang sudah memiliki sejarah panjang. Ada jenis mawar ‘lama’, ada jenis mawar ‘baru’ yang merupakan hasil silangan dari beberapa mawar ‘lama’. Salah satu jenis mawar ‘lama’ adalah Chinese Rose, yang rajin berbunga sepanjang waktu, tetapi tidak berbau harum dan batangnya kurang kuat. Kemudian ada jenis lain yang bernama Damask Rose, yang menghasilkan keharuman aroma dan batang yang lebih kokoh. Kedua jenis mawar ini disilangkan untuk memperoleh masing-masing sifat baiknya, dan dihasilkan Bourbon Rose yang rajin berbunga, harum, dan memiliki batang kokoh.

Mawar pink, merah, dan putih di taman Caty’s House. Ouii ….. cantik kan?
Selain bentuk dan ukuran kelopaknya yang bermacam-macam, mawar juga ada beberapa jenis. Ada jenis mawar semak rendah yang cocok untuk penutup tanah (ground cover), ada yang berbatang tinggi, ada yang memanjat, dan ada juga yang merambat. Ada jenis yang cocok ditanam di tanah karena bisa tumbuh besar, ada yang cocok di tempatkan dalam pot dan diletakkan di bendul jendela.
Mawar membutuhkan perawatan yang tidak terlalu mudah. Batang-batang mawar secara periodik harus dipotong, demikian juga bunga yang sudah layu harus dipotong supaya tumbuh tunas-tunas baru. Mawar selalu menginginkan cahaya matahari penuh, sirkulasi udara yang baik, dan tanah yang cukup air tapi tidak tergenang. Jika tanah terendam air, akar mawar akan busuk dan daunnya akan rontok. Tanah yang gembur, sedikit mengandung kapur dan lumpur sangat baik untuk tempat tumbuh mawar.
Cara menanam mawar juga membutuhkan perhatian khusus. Mawar memiliki akar yang panjang, sehingga untuk menanam mawar kita harus menggali lobang yang cukup dalam, lebih dalam dari panjang akar. Selanjutnya mawar dipegang dengan akar tergantung di dalam lobang, tanah dimasukkan di sekitar akar dan dipadatkan dengan perlahan-lahan. Mawar juga perlu diberi pupuk jenis NPK. Nitrogen (N) untuk menyuburkan pertumbuhan daun, sedangkan phosphate (P) dan potassium (K) untuk merangsang mawar berbunga. Menyemprot daun-daun mawar dengan susu segar juga akan membuat daun kelihatan berkilau, sekaligus melindunginya dari jamur (tentu saja susunya nggak usah dicampur kopi dan gula … hehehe).

Terimakasih mawar-mawarku, kalian telah membuat halamanku indah …
Sampai saat ini saya belum sukses menanam mawar. Yah, karena pengetahuan tentang mawar juga baru saja saya peroleh dari buku ensiklopedi, yang baru kemarin dibeli. Foto-foto mawar di postingan ini saya buat dalam beberapa kurun waktu yang berbeda, ketika mawar-mawar itu belum lama saya tanam dan masih berbunga bagus. Setelah beberapa bulan, sebagian rumpun mawar tidak mau lagi berbunga, bahkan ada yang mati.
Dua hari yang lalu, saya berniat menanam mawar lagi. Di tempat penjualan tanaman, kebetulan baru saja datang kiriman mawar dalam jumlah banyak. Woow …. saya mengalami histeria melihat mawar-mawar yang masih dalam polibag itu. Bunganya mekar sempurna dalam warna-warna cerah tak bercela, sebagian masih kuncup. Rasanya mau saya membeli semuanya, tetapi mau ditanam dimana, wong halaman saya sempit. Yang membuat saya sungguh terharu sekaligus gemas, harga satu polibag mawar itu sangat murah, hanya Rp. 3.000 rupiah! Tega betul orang menghargai bunga seindah itu dengan harga yang sangat murah. Saya semakin gemas membandingkan harga mawar dengan harga anthurium yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta, padahal cuma daun doang!
Selain mawar, di taman Caty’s House juga ada beberapa bunga lain, seperti melati, soka, cocor bebek, lidah cecak, terompet ungu, kana, dan pedang-pedangan (halah, nama bunganya kok ‘tradisional’ banget … maklum saya nggak tahu nama kerennya dalam bahasa latin …. hehe). Soka tahan lama, dan rajin berbunga. Warna bunga lidah cecak sangat atraktif, dan selalu berbunga, sayangnya bunga lidah cecak hanya tahan mekar sehari. Bunga pedang-pedangan kuning ini sekilas mirip anggrek. Terompet ungu bagus sekali untuk ditanam di sepanjang pagar, rumpunnya bisa cukup tinggi dengan bunga yang lebat. Melati ini baru memunculkan kuncupnya, belum mekar. Cocor bebek sangat indah, tetapi sesudah rumpun bunganya habis, ia membutuhkan waktu lama untuk regenerasi.

Soka oranye, lidah cecak pink-ugu, dan pedang-pedangan kuning

Terompet ungu, kuncup melati, dan bunga cocor bebek
Ada pepatah yang mengatakan “rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau”. Tentu saja ini kiasan, maksudnya sih : isteri orang selalu kelihatan lebih cantik dari isteri sendiri (ya iyalaah … karena nggak pernah lihat isteri orang baru bangun tidur dan masih awut-awutan … hehehe). Bagi saya, rumput di halaman Caty’s House kadang lebih hijau, kadang lebih coklat dibanding rumput tetangga.
Rumput manila yang menutup halaman harus dipotong secara berkala. Jika terlalu lama tidak dipotong, bentuknya menjadi tidak karuan : ada yang panjang dan tebal seperti rambut gadis model shampo, ada yang pendek cepak kayak rambut serdadu. Biasanya, setiap dua atau tiga bulan sekali saya memanggil mas tukang taman untuk memangkas rumput, sekalian menyiangi tanaman bunga agar tidak menjadi liar.

Rumput tidak rata, sudah waktunya untuk dipotong agar rapi kembali

Eksekusi penjagalan rumput tengah dilakukan …
Saya sedih setiap kali rumput habis dipotong, karena batang-batang yang tersisa akan tampak cokelat dan kering. Tetapi ‘kekejaman’ ini memang harus dilakukan, sebab kalau tidak dipotong, rumput akan rusak bentuknya. Dalam waktu 2-3 minggu rumput akan tumbuh menghijau kembali. Sebenarnya ada jenis rumput yang tidak perlu dipotong, misalnya rumput gajah mini, tetapi saya kurang suka karena teksturnya agak kasar. Rumput manila ini, jika sudah tumbuh subur, tampak halus lembut seperti karpet tebal. Berjalan tanpa alas kaki di atas rumput tebal ini sungguh nikmat …

Beringin juga harus selalu dipotong agar bentuknya tetap rapi. Dua beringin bundar ini tampak lucu setelah selesai di’kerjain’ si mas tukang taman.
Merawat bunga di taman bisa menjadi cara untuk menyegarkan pikiran, sekaligus mempelajari kehidupan. Mengamati setiap tunas daun baru yang tumbuh, setiap kuncup bunga yang menyembul dan setiap kelopak yang mekar, mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Seperti melihat satu kehidupan yang baru tumbuh. Sering saya sapa tanaman yang baru tumbuh itu dengan gembira, “Hei, kamu tumbuh ya. Sehat-sehat ya, jangan layu …”.

Selesai berkebun, istirahat melepaskan lelah di ayunan …
Bagaimana dengan taman di rumah teman-teman?









wow … banyak sekali mawarnya mbak Tuti … cantik-cantik lagi … makasih banyak mawarnya buat aku ya mbak, tersanjung nih n terharu juga dpt mawar dr Yogya
btw, kebonku lagi bobo winter mbak …. jadi nunggu spring tuk liat wajah warna-warni kembang spring
met wiken ya mbak
Tuti :
Iya mbak, mawarnya memang cantik-cantik … Tapi mawar-mawar yang saya foto itu nggak barengan mekarnya, gantian gitu lho … Kalau semua mekar bareng, waahh …. pasti saya sudah nangis saking terharunya … ihiks
Nanti kalau kebonnya sudah bangun pada musim semi, dan mekar bunga warna-warni, difoto ya Mbak …
Met wiken dan liburan akhir tahun Mbak Ely …
Alangkah Indahnya jika taman hati kita dipenuhi dengan Bunga melati,selain indah,harum semerbak mewangi juga bisa mengobati
Jenis-jenis melati
Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau Oleaceae.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kelebihan ASI, Sakit mata, Demam, Sakit Kepala, Sesak Napas.
Pemanfaatan :
1. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan
Bahan: 1 genggam daun melati
Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus
Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi
sebelum mandi.
2. Sakit mata (mata merah atau belek)
Bahan: 1 genggam daun melati
Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus
Cara menggunakan: ditempel pada dahi, apabila sudah kering
diganti baru, ulangi sampai sembuh.
3. Bengkak akibat serangan daun lebah
Bahan: 1 genggam bunga melati
Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas sampai halus
Cara menggunakan: ditempel pada bagian yang disengat lebah.
4. Demam dan sakit kepala
Bahan: 1 genggam daun melati, 10 bunga melati
Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas dengan tangan,
kemudian direndam dengan air dalam rantang
Cara menggunakan: air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi
5. Sesak napas
Bahan: 20 lembar daun melati dan garam secukupnya
Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai
mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring.
Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi
sebelum mandi.
Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Melati mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan. Kandungan kimia yang ada tersebut antara lain indol, benzyl, livalylacetaat.
Tuti :
Andrean, terimakasih sekali kiriman resep-resep dengan bunga melati. Wah, kok tahu ilmu beginian juga? Emang pernah jadi dukun ya …. qiqiqiqi ….
Saya nanam melati juga, tapi bunganya belum banyak. Baru kuncup-kuncup, yang mekar baru satu-dua. Mungkin perlu saya tambah pupuk P dan K supaya banyak keluar bunganya.
Saya juga suka melati. Terutama karena harumnya. Karakter mawar dan melati memang beda banget. Mawar memiliki penampilan mewah, sementara melati mungil indah.
Hehehe …
Aku pasrah dikasih Jangkrik sama Pacul saja …
BTW …
Bunganya bagus-bagus ibu …
Salam saya
Tuti :

Jangkriknya jangan dipacul lho Om …..
dimasukin tempolong aja (tahu tempolong nggak Om? Itu lho, kaleng bekas susu kental manis), terus ditaruh di bawah meja, jadi nggak perlu musik lagi, cukup diganti bunyi jangkrik … kriiik … kriiik …
Terimakasih Om …
makasih mbak, mawarnya… bagus banget!
hangat, seperti yang ngasih
manis, seperti yang menerima… (hihihi…)
sebagai balasannya aku kirim kecupan sayang untuk mbak tuti… mmmuaah….. (terima ya, mbak…
)
Tuti :
Makasih kembali, Dewi. Buat Dewi saya pilihkan mawar putih, soalnya menurut peneropongan batin saya (halah!) Dewi manis dan baik hati seperti mawar putih …. hihihi …
Iyaaa, saya terima mmmuaahnya …. dan bales mmmuaahh juga (lha, tapi kok potona adik kecil???)
lho lho…yg kerja mas tukang taman… menggunduli rumput manila dan memangkas bambu, kok yg leyeh-leyeh berayun-ayun malah mbak tuti… wah empu kebon yg aneh!
kaluk aku.. wareg banget meng-ekspos kebon susuh di blog mbak..
Tq untuk mawar cantiknya, untuk bagianku dan ayik ada dua mbak.. pasti mbak tut sudah itungan, kaluk hanya satu kami bakal cakar-cakaran di cathy’s house berebutan (emang kucing)
Tuti :
Weeehh …. saya juga kerja keras lho, sampai peluh dleweran, napas ngos-ngosan dan boyok pegel linu … tapi emoh difoto, soalnya keliatan jelek banget … hihihi.
Iya, mawarnya memang saya pilih yang dua kuntum, lha kan itu cerminan duo kribo … (makanya mawarnya juga kribo ….
).
Tapi mawarnya gede-cilik, pasti Mbak Ernut pilih yang gede … iya to?
Mbak Tuti…
Mawarnya cantik-cantik! Pepatah “Rumput tetangga nampak lebih hijau” harus diakui benar kalau ini digunakan untuk mengungkapkan perasaan hati saya sekarang..
Bagaimana nggak..
Wong kebun saya itu morat marit nggak karuan! Beneran… Makanya, begitu melihat kebun secantik ini, sumprit saya langsung ngiri pol2an.. hihihi…
Eniwei,
I always love yellow roses.
Saya ambil ya, Mbak…
*kecup sayang di kedua pipi Mbak Tuti*
Tuti :
Wah, sayangnya rumput di Caty’s House sekarang masih belang-belang coklat, habis dipotong kemarin belum tumbuh sempurna. Dua minggu lagi mungkin baru kelihatan hijau merata lagi.
Ohya, tadi saya nanam mawar baru, banyak kuntum-kuntum baru yang sudah mekar. Karena ada bunga baru yang lebih bagus, bunga untuk Jeung Lala saya ganti ya. Kemarin, karena stok nggak cukup, kebetulan yang kuning ada dua kuntum, maka saya berikan untuk Jeung Lala dan Yessy (yang kayaknya karakternya hampir sama …
).
Bebun saya juga biasa-biasa aja kok, Lala. Saya aja yang nganggap paling indah se dunia … qiqiqiqi ….
Silahkan diambil mawarnya, kecup sayang juga untuk dua pipi Lala yang
montokmuluskhob khun ma khaa….
saya juga pengen ngasih anggrek dari Doi Suthep Chiang Mai yang saya capture hari ahad kemarin..
semoga bisa kelihatan hehehe
Tuti :
Wadoow … apa itu artinya, ‘khob khun ma khaa’ … ? ‘penulis blog ini manis sekali’, gitu ya (huahaha … *Jeng Zahliy melongo* )
Sayang sekali kiriman anggreknya nggak muncul Jeng. Mungkin si anggrek belum punya visa ya, jadi nggak bisa masuk ke Indonesia …
Thanks eniwei …
Walah kok cowok pada dikasih cangkul mbak… (sambil menggaruk pala…
)
Rencana awal seh mo minta bunga mawar sama mbak, buat dikasi sama sang Pujaan Hati, berhubung hari ini hari Ibu, rencana mo kasih mawar buat sang pujaan hati (cieeee… romantis euy…)
Tapi ngga papa deh aku rela bantuin mbak bersihin taman na, tapi ntar kasih setangkai bunga mawar na ya….
Ok mbak salam kenal dari aku
klep3xs@Gmail.com
dan selamat hari Ibu yah
Tuti :

Garuk kepalanya nggak pake cangkul toh
Tapi kalo mau minta mawar, boleh kok, silahkan ambil aja mana yang suka. Ngomong-ngomong, Pujaan Hatinya sudah ibu-ibu ya?
Terimakasih ya Lang, mau bantuin saya macul …
Salam hangat Bu
Wah Bu, masiy kebagian mawarnya gak Bu…… saya penggemar bunga Bu, tapi saya suka adenium. Saya gak berjodoh dengan bunga mawar ini Bu….selalu saja mati karena busuk….atau tiba2 ada ulat menyerbu…….
Tuti :
)
Salam hangat juga, Mbak Noengki (berapa derajad ya hangatnya …
Masih, masih kebagian kok Mbak, kebetulan tadi nanam mawar baru, terus saya poto, jadi ada tambahan stok. Tuh, udah saya pasang mawar untuk Mbak Noengki.
Ya, saya juga suka adenium, tapi mahaaal
Lha ini saya juga lagi belajar nanam mawar, memang tidak terlalu mudah. Sesudah berbunga beberapa kali, banyak yang kurus terus mati. Tapi saya ‘bandel’ pokoknya pengin nanam mawar sampai bisa tumbuh bagus …
Saya mau jangkrik…. huahahaha… suaranya itu lho mba, biking ngelangut…. hehehehe… kalo bunga saya mau bunga bank aja, kekeke… bunga citra lestari juga ndak papa (lho… wong udah nikah e jap… jap… :p )
Kapan-kapan saya boleh main ke tamannya ya Mba, menginjak rumput nya tanpa beralas kaki, wah asik sekali…
salam -japs-
Tuti :
“Saya mau jangkrik” (waah … mau diadu ya Japs?)
Oh, ternyata untuk didengerin senandungnya toh? Iya, ngelangut, soalnya jangkrik nggak kenal irama ndangdut sih …
Hehehe, bunga bank Japs? Iya, itu emang bikin kantong tebal (ah, tapi bunga bank sekarang keciil, udah dibonsai semua). Nah, kalau BCL, musti nunggu jandanya Japs …. wakakaka …
Mau jalan-jalan di rumput saya tanpa alas kaki? Boleh, boleh (sstt … nggak takut ular toh Japs? Huwaaa …..
)
waaaaaaaahhhhh mbak Tuti
“terima kasih mawarnya …” a song by Rita Effendy dalam album “Telah Terbiasa”.
Bahagia hati ini
menerima mawar nan merah (kuning)
berikut ucapan rindu
Yang kau tulis hanya untukku
Setiap kuntumnya seakan berbicara
isyaratkan perasaan cintamu padaku
Terima kasih mawarnya indah
ku berharap selamanya kan merekah
terima kasih mawarnya indah
kan ku simpan selamanya di dalam kenangan
(fade out)
wah aku sih ngga bisa gardening seperti mbak Tuti….
(irihati.com)
EM
Tuti :
Waah … nggak sabar pengin ketemu Mbak Imelda, pengin dengerin Mbak nyanyiin lagu itu. Rita Effendy lewat deh, libas habiss ….
Hehe … saya gardeningnya juga cuma kalau sempat kok Mbak. Paling seminggu 1-2 kali. Kalau lagi sibuk (halah, jujur aja : males), kadang dua minggu baru saya tengok (tapi ada satpam yang nyiram tiap hari).
Wah bunga-nya bagus-bagus. Boleh minta satu kuntum utk istri? Hehehehe. Kan hari ini Hari Ibu.. (yeee … nggak modal)
Kwakakaka
Tapi, ada pepatah, bunga yg indah itu berduri…
Bunga mawar kan berduri…
Hehehehehe
Tuti :
Boleh mas Jay, silahkan ambil saja ….. semoga sang isteri suka.
Memang betul, bunga mawar yang indah itu berduri, soalnya untuk melindungi diri dari tangan-tangan jahil yang nggak bertanggung jawab. Jadi, kalau mau metik bunga yang indah harus pelan-pelan dan hati-hati, gitu …
mmmmmmmhhh mendadak blog ini jadi wangi mawar mbak!
Tuti :
Iya Pakde Kry (ehehe … bingung manggilnya, masih Pakde nggak sih?). Soalnya saya semprot pake parfum, habis satu botol …
mbak Tuti….
terimakasih banyaaak…waduuuh saya senang sekali….dapat mawar bersama teman teman yang lain…
Katakan dengan bunga….. begitu kira kira ya…. dan mawar dari mbak Tuti telah mengatakan segalanya… persahabatan, kasih sayang….. penghargaan… silaturahmi…. dan semuanya….
Saya jadi kangen ngobrol …. ikutan di ayunan itu …. kuat nggak ?? jangan jangan ada tulisannya … hanya untuk 1 tahun kebawah ….ha..ha…
Tuti :
Sama-sama, Mbak Dyah. Memang dengan blog ini kita ingin menjalin persahabatan, cinta kasih, dan silaturahmi, bukan? Kita yang jauh di seberang benua, juga yang dekat tapi sama-sama sibuk (seperti Mbak Dyah dan saya … hehehe ) jadi bisa tetap berhubungan. Kita harus berterimakasih pada para penemu IT ini ya …
Ayo, kapan ya bisa ngobrol. Jangan khawatir, ayunannya kuat kok dimuati dua orang. Memang ada tulisannya sih, yaitu “hanya untuk 100 tahun ke bawah” (soalnya kalau yang sudah di atas 100 tahun sudah nggak bisa naik …
)
Sewu sembah nuwun mawarnya ya Mbak Tuti, saya menerimanya dengan hati berbunga (mawar) sambil nyanyi…” Mawar….berduriii………”
Saya juga suka mawar, ada beberapa pohon mawar di dalem Badran, hanya tak sebanyak punya Mbak Tuti, tentunya, sepertinya mawar di tempat saya cuma basa-basi timbang ra duwe…qiqiqi….
Kalau bunganya sudah layu, ujung batangnya juga dipotong kan Mbak ? kata YangTi supaya segera trubus lagi… Saya juga pernah dikasih resep, supaya mawar rajin berbunga, suruh kambing makan batang dan daunnya…lha resep yang ini susah dipertanggungjawabken… jika kerusakan kebon berlanjut, silahken hubungi ahli mawarnya (Mbak Tuti Nonka)
Tuti :
Kondur sami, Mbak Ayik. Itu mawarnya dua sekawan, seperti Mbak Ayik dan Mbak Ernut dalam DuoKribo … hehehe …
Injih leres, kalau mawar sudah layu, harus segera dipotong pada pangkal batangnya, supaya segera tumbuh (trubus ya? wah, bahasa Karanganyar nih …).
Nah, kalau resep yang berhubungan dengan mas Kambing itu, saya nggak berani merekomendasi. Kalau batang dan daunnya dimakan, lha bunganya nemplok ke mana? Ke rambut Mbak ayik ‘kali ya …..
Asyik saya dapat juga, terima kasih Bu, saya suka.
*senyum-senyum senang!*
Ibu rupanya bertangan dingin, mawar-mawarnya indah sangat! Bu, mawar yang untuk Silly, itu namanya apa Bu? Saya punya yang merah tua “bergaris” kuning, dalam satu pohon ada tiga jenis warna/corak, kata penjualnya sih mawar batik, tapi saya nggak percaya.
Tuti :
Tapi saya penasaran, ingin mencoba terus sampai berhasil menanam mawar yang awet berbunga terus.
Syukurlah kalau Mbak Yoga suka mawarnya.
Hehe … tangan saya nggak dingin-dingin amat kok Mbak, banyak juga mawar yang tidak berumur panjang di tangan saya
Mawar untuk Mbak Silly itu kata penjualnya memang mawar “batik”. Tapi dia juga nyebut mawar ‘Candy’. Kayaknya sih lebih keren nama mawar ‘candy’ ya … hehehe
horeeee sambil loncat2 seneng
Makasih bu…. aku juga dapat mawar…..
uhhh mawarnya cantik-cantik, ini bukti kelembutan bu Tuti….
Mmmmm sebagai sayangku juga ke Bu Tuti, aku manggilnya jadi Bunda Tuti aja ya….
Tuti :
Loncat-loncatnya ati-ati, Retie … ntar jatuh … hehehe …
Syukurlah kalau Retie suka dengan mawarnya. Mau ngirim bunga aslinya nggak bisa, jadi saya kirim fotonya aja …
Wah … seneng banget dipanggil Bunda … Terimakasih, Retie.
taman bunga cerminan hati
yang selalu tulus dan suci….amboooi
sayangnya Mbak Tuti ngga adil,
kok mas NH 18 dikasi jangkrik
saya kok cuma kebagian
serangganya….. alaaamak
Tuti :
Lho, kan semua blogerwan saya kasih jangkrik dan pacul, jadi adil dong. Tapi kalau Bang Agus mau tambah serangga, kasih deeeech ….
[...] banget dapet kiriman bunga mawar dari Bunda Tutinonka Mmmm bunga cantik bangetttt dech. Makasih ya [...]
*muncul lagi…*
hhaaaha…. foto adek kecil itu putri pertamaku waktu umur sekitar 5 bulan, Mbak… Sekarang dia udah 10 bulan…
Tuti :
Wah, foto putrinya to. Dipasang dong fotonya yang baru, yang sudah 10 bulan. Pasti lebih cantik lagi …
Melihat warna2 yang indah seperti itu pantas saja jika bunga mawar menjadi suatu persembahan bagi pasangan yang sedang dilanda cinta.
Tuti :
)
Tidak hanya bagi pasangan yang sedang dilanda cinta, Mas Mufti. Bisa juga lho dipersembahkan untuk sahabat, orang tua, anak-anak tercinta, termasuk dipersembahkan kepada diri sendiri (kalau nggak dikasih orang lain … hehe …
kok nggak ada yang warnanya biru Bu?
Tuti :
Iya, kehabisan cat warna biru …
Cantiknyaa…..
Aduh Bu … kalo mamie-ku liat ini pasti seneng banget, beliau juga penggemar tanaman dan bunga2 seperti bu Tuti ini …
ck ck ck … pinter banget ngerawatnya, dari segala jenis dan warna ada semua euy…
pasti betah sore2 duduk disana sambil liatin taneman, kapan2 boleh maen ya ke Caty’s House nya bu.. hehe..
Asyikk … ada Mawar Pink untukku … cihuyy….
*petik terus bawa pulang..*
makasih bu Tuti…
Tuti :
Memang asyik menghabiskan waktu di taman sambil liatin bunga-bunga yang mekar. Nggak usah sore-sore, siang-siang pun asyik kok … hehe …
Ayuk, sekalian ajak mami Yu2n berkunjung ke Caty’s House. Mudah-mudahan bunganya pas pada mekar (soalnya tidak selalu bunga mawarnya mekar).
Terimakasih juga, Yu2n …
weleh-weleh bunda Tuti bisa aja,masak andrean dikatain dukun……(pengenya sie..gitu biar bisa keluar masuk blog orang tanpa ketahuan dan langsung nongol didepan monitor sambil makan kembang setaman biar yang lagi ngeblog langsung kaget…he…he…he…)andrean dari Sekolah kelas 5 SD suka baca baca ramuan traditional dan khasiat tumbuh-tumbuhan.makanya andrean sedikit banyak tau khasiat bunga melati bunda.
karena udah dapet predikat Dukun dari bunda Tuti Andrean mau kasih resep khasiat dari bunga mawar (yang penting kan dukunnya udah modern and gaul jadi kalau kasih resep gak pake kemenyan tapi lewat laptop qi..qi..qi..)
Hampir semua orang mengenal dan menyukai mawar (Rosa hybrida). Tanaman ini pantas dijuluki ”ratu bunga”. Sering dijadikan media bagi orang yang kasmaran, namun tak banyak yang mengetahui bahwa tanaman ini juga punya berbagai khasiat.
SECARA alami, tanaman mawar yang termasuk dalam ordo (suku) Rosanales ini terdiri atas puluhan spesies. Seiring dengan kemajuan teknologi dan rekayasa genetika, kini terdapat ratusan spesies mawar di seluruh dunia.
Warnanya pun kian bervariasi, mulai dari merah, ungu, hitam, hingga kombinasi beberapa warna. Begitu pula tampilan kelopak bunganya, ada yang berkuntum tunggal, ganda, atau bertumpuk.
Di balik keindahannya, mawar mempunyai banyak khasiat yang jarang diketahui orang. Di dunia Barat, mawar termasuk kelompok aroma terapi yang sangat penting.
Minyak esens mawar bertarif paling mahal dari sekian minyak sejenis, karena mengandung geraniol dan limonene yang berfungsi sebagai antiseptik, pembunuh jamur Candida albican (penyebab keputihan), dan menambah daya tahan tubuh.
Baunya yang harum sering digunakan sebagai aroma terapi yang sanggup menenangkan dan meningkatkan mood.
Mawar juga berkhasiat menyembuhkan ruam kulit, nyeri haid, TBC, kelenjar leher, campak, batuk darah, sembelit, pembengkakan payudara, rematik, desentri, sakit lambung, maag, dan antikejang.
Mawar juga mampu melancarkan aliran empedu, dan radang usus akut atau kronis, mengurangi rasa sakit pada perut, menghilangkan depresi dan menyegarkan ginjal. Akarnya juga dapat digunakan untuk penyembuhan haid yang tidak teratur, bengkak, dan keputihan.
Dalam terapi chi (qi), ma-war termasuk bahan penting yang mujarab. Sebab dapat digunakan untuk melancarkan peredaran darah dan mencairkan bagian tubuh yang menggumpal seperti memar.
http://andreanelfachri.wordpress.com
Tuti :
Wah … wah … wah … tulisan ini semakin memperkuat predikat Andrean sebagai ‘dukun’ (bukan dukun palsu, tapi dukun modern).
Terimakasih An, komentarnya sangat bermanfaat …
Tapi cara memanfaatkan mawar untuk kesehatan gimana ya? Apa dimakan gitu?
waa..mawarnya cantik2 sekali seperti saya, Bu
*narsis mode ON*
Kata orang tangan saya dingin, tiap tanaman yang saya rawat pasti umurnya ga lama
Waktu itu pernah dikasih satu pot Aster kuning mekar semua lagi cantik2nya. Tapi sayang sekali si Cantik jatuh pada tangan yang tidak tepat. Tidak lama umurnya. Layu semua
Tuti :
Bukannya terbalik, Lisa? Istilah ‘tangan dingin’ biasanya dipakai kalau apa-apa yang kita kerjakan berhasil …. hehehe …
Waduhhhh…Kayaknya Andrean suda mulai dapat pasien (Maksudnya bunda Tuti) niiicchhhh…???qick…qick….qick…
ya udah,berhubung bunda Tuti minta Resep dan cara kegunaannya Andrean Akan memberikan sedikit cara memanfaatkan bunga mawar sebagai Obat.Semoga bermanfaat ya Bunda….
Untuk pemakaian dalam.
Menyembuhkan insomnia, kelelahan, dan rileksasi:
100 gram kelopak mawar direbus dengan 100 cc air, hingga air berkurang menjadi 50 cc. Rebusan ini bisa dicampur dengan air putih matang atau air teh,kemudian dibagi menjadi tiga dan diminum pada pagi, siang, dan malam.
Jangan menambah gula pada sari teh bunga mawar ini.
Haid tidak teratur:
15-21 gram bunga mawar segar diseduh dengan air panas, lalu diminum beberapa kali sehari. Keputihan: 9-15 gram akar mawar direbus dengan air secukupnya, lalu disaring dan diminum airnya.
Penurun panas karena campak :
15 kuntum bunga mawar direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum dua kali sehari. Tiap kali minum sebanyak 200 cc.
Pembengkakan payudara:
15 gram bunga mawar dan 2,5 gram daun teh (camellia sinensis L) diseduh dengan air mendidih secukupnya, lalu disaring dan airnya diminum.
Radang usus akut dan kronis:
10 gram bunga mawar kering, 15 gram sambiloto kering (andrographis paniculata Nees), dan 30 gram krokot (portucala oleracea L), direbus dengan 600 cc air, hingga tersisa 300 cc. Air kemudian disaring dan diminum secara teratur.
Penyempitan pembuluh darah: 20 gram bunga mawar, 30 gram daun dewa kering (gynura segetum Merr), dan 15 gram temu hitam (curcuma aeruginosa Roxb), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum dengan teratur.
Rematik dan pegal linu:
10 gram bunga mawar kering dan 10 gram jahe merah (zingiber officinale Rosc), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc. Airnya kemudian disaring dan diminum 1-2 kali sehari.
Sakit maag:
6 gram bunga mawar kering dan 15 gram jahe direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya disaring dan diminum secara teratur.
Susah buang air besar (sembelit): 10 gram bunga mawar kering dan 5 gram bubuk temulawak (curcuma xanthorrhiza Roxb), direbus dengan 300 cc air, hingga tersisa 200cc. Airnya lalu disaring dan diminum dua kali sehari. Tiap akli minum sebanyak 100cc.
Untuk pemakaian luar
Digigit serangga:
Sekuntum bunga mawar, 10 kuntuk bunga melati (Jasminum sambac L.) dan 2 kuntumbunga kenanga (canangium odoratum Bail),dicuci bersih lalu digiling sampaihalus. Tambahkan satu sendok teh minyak kelapa (cocos nucifera L.) aduk rata lalu tempelkan pada bekas sengatan dan dibalut.
Berikut ini beberapa resep pemakaian bunga mawar Bunga mawar bisa digunakan secara tunggal, dan bisa juga diramu dengan beberapa bahan berkhasiat lainnya.
Jerawat:
Bunga mawar secukupnya dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, lalu dihaluskan sampai menjadi bubuk. Campurkan bubuk itu dengan sedikit air, lalu oleskanpada wajah yang jerawat
yang ini salah satu resep Jitu,sipa tau bunda tuti mau mencobanya
Kalau mau main Kuda lumping ada baiknya disiapin juga bunga mawarnya biar dedemitnya betah dan nggak minta Pizza atau Mc Donald,he..he..he…
Tuti :
Makacih … makacih … atas resep-resepnya. Tapi, akan lebih siiip lagi kalau Andrean sekalian membuatkan ramuannya, jadi saya tinggal pakai ….. qiqiqiqi (*ngelunjak.com*)
Tentang resep kuda lumpingnya, waduh … kalau dedemitnya betah, malah nggak sadar-sadar dong saya dari kesurupannya?
eh kebalik ya? lupa, ya pokoknya itu lah Bu
Tuti :
Iya deh … mau ‘tangan dingin’ atau ‘tangan panas’, yang penting nggak ‘pinjam tangan’ ya toh? Hehehe
huwaaaaaaaaaaaaaa…
aku dapet mawar!!!
*girang*
*joged joged*
hihihi
Makasih makasih makasihhhhhhhhhhhh…
Ini maniesss banget Bu
Banget maniessssss…
Yessy tersanjung sangat dapat mawar ini
makasih makasih makasih
Tuti :
Kembali kasih, Yessy …. saya juga senang sekali lihat Yessy girang dan joged-joged …
loh kok aku gak dikasih bunganya bun?? hehehehe
Tuti :
Minta? Beliiiii … !!
Hehehe … bunganya cuma untuk ibu-ibu saja, mas Indra.
Tapi kalau mau bantu motong rumput, boleh deh ambil satu tangkai …
Jualan bunga bund? hehehehehe
Tuti :
Iyaaa. Dari pada jualan kumbang, ntar disengat …
Roses are red,
violet are blue,
they are all beautiful
but not as pretty as you !!!
Mawar itu bunga kesayanganku
Thanks ya mbak….. aku dapet yang pink, cantik !
Mawarnya cantik-cantik mbak, tapi lebih cantik lagi pemiliknya
Tuti :
Ah, Mbak Tanti bisa aja ….. (*tersipu-sipu dengan wajah merah jambu monyet* eh … kok monyet ?? hihihi …. )
Subhanalloh…cantik sekali mawarnya. Saya adalah pembaca setia topik mbak Tuti…
Boleh ambil mawarnya ya…hehe.. Saya suka melihatnya tapi tidak suka untuk menanam nya..lebih suka menanam buah2an
Terima kasih atas sajian yang menarik mbak Tuti..
Sesungguhnya, cipataan Alloh SWT tidak ada yang menandingi dengan berbagai jenis, berbagai warna…Allohu Akbar
Tuti :
Terimakasih Tyas telah berkenan membaca tulisan-tulisan sederhana saya. Kok sebelum ini nggak pernah nulis komentar? Rupanya Tyas termasuk salah satu ’silent reader’ ya …. Sekali lagi terimakasih.
Silahkan ambil mawarnya. Bisa dikopi langsung kok. Tapi kalau mau dipublikasikan lagi, mohon disebutkan sumber fotonya …. hehehe …
Wah, Tyas nanam buah apa saja? Sering panen dong? Kapan-kapan saya mau juga lho dikirimin hasil panenannya (lho, kok terus jadi peminta-minta …
)
Cuit.. cuit.. si jilbab merah yang duduk di ayunan, sendirian yahh???
Bunganya cantik-cantik banget *kayak saya*
Ntar kalo ke Jogja, oc mampir ke rumah bude, trus ngerampok bunga-bunganya buat dibawa pulang.
Ati-ati..
Tuti :
Iya tuh … si jilbab merah lagi cari pasangan … hehehe …
Wah, ma’aaaaap, Oche belum kebagian bunganya ya? Soalnya lama nggak berkunjung, saya kirain sudah lupa sama saya
Iya deh, ntar kalau ke Yogya silahkan ngerampok (lho, rampok kok dipersilahkan? maksudnya, habis ngerampok dipersilahkan ke polisi … qiqiqi … )
mohon maaf
saya mw tanya bagaimana cara memelihara cocor bebek teresebut
saya baru saja membeli daun cocor bebek yg berbentuk hati yg d tunaskan d dlm pot kecil
bisa tolong kirim k email saya d atas
terima kasih atas perhatiannya
==> saya mw tau kpn hrs d siram
berapa kali d siram
apakah bisa tumbuh hanya dengan selembar daun yg
dtunaskan seperti itu
sekali lg saya ucapkan terima kasih byk
Tuti :
Waduh, maaf …. ternyata menanam cocor bebek itu mudah, tapi membuatnya berbunga tidak mudah. Sesudah berbunga indah (sewaktu saya beli), semua cocor bebek saya tidak berbunga lagi, bahkan mati …
(maaf, saya jawab disini saja ya, bukan di email …)
maaf
tapi yg saya tanyakan adalah bagaimana anda menyiramnya
sekali sehari atau dua kali sehari begitu
dan apakah dengan daun yang ditunaskan begitu tanaman tersebut akan benar2 tumbuh begitu?
Tuti :
Saya biasanya menyiram sehari sekali saja. Dan memang ada jenis cocor bebek yang bisa ditunaskan dari daun. Saya memiliki cocor bebek yang tumbuh anak-anak barunya dari daun yang sudah tua.