APA YANG TERJADI DALAM HIDUP SANG ISTERI?
Tulisan ini saya buat karena terusik oleh postingan Bang Mikekono berjudul “Semua Pria Berbakat Selingkuh” . Sudah barang tentu tulisan Bang Mike adalah opini yang debatable, bukan hasil survey yang valid. Saya tidak akan mendebat tulisan Bang Mike di sini (cukup di blog Bang Mike saja … ), melainkan ingin melihat fenomena ini dari sisi yang lain, yaitu “Apa yang terjadi pada para isteri yang suaminya selingkuh?”
Pertama-tama, yang muncul dalam benak saya adalah Hillary Clinton. Skandal memalukan yang dilakukan Clinton dengan Monica Lewinsky disiarkan media massa di seluruh dunia. Saya tak dapat membayangkan, bagaimana perasaan Hillary ketika itu. Mengetahui suami selingkuh saja sudah sangat menyakitkan hati, apalagi detil kisahnya diketahui orang di seluruh dunia, menjadi bahan olok-olok dan tertawaan. Sakit hati, marah, malu, terhina …. adalah perasaan yang pasti menggelora di dada, ketika dikhianati oleh pasangan tercinta.
Dan bagaimana sikap Hillary ?

Clinton, tampak seperti seorang suami dan ayah yang baik. Tapi dibalik itu? (foto : Wikipedia)
Apa pun yang dirasakan Hillary, betapa pun luka dan remuk redam hatinya, ia dengan teguh berdiri di samping Clinton, dan siap membela suaminya di depan publik maupun terhadap ancaman impeachment Senat Amerika. Hillary bahkan tampak lebih tegar dari Clinton, yang terpuruk seperti anak nakal kehilangan akal.
Hillary, seorang perempuan yang cerdas, teguh, memiliki komitment kuat pada keluarga dan perkawinannya, berhasil menepiskan badai hebat yang melanda hidupnya. Kita tidak tahu apa yang terjadi di balik dinding kediaman mereka di Gedung Putih, tetapi yang jelas, pernikahan mereka masih utuh hingga sekarang. Skandal ini sungguh memperlihatkan kualitas seorang Clinton dan kualitas seorang Hillary.
Di tanah air, perselingkuhan paling heboh tahun lalu dilakukan oleh putra mantan presiden Soeharto, Bambang Tri, dengan penyanyi Mayangsari. Halimah, isteri Bambang, habis kesabaran melihat ulah suaminya, dan menabrak pintu gerbang rumah Mayangsari hingga jebol, memecahkan kaca jendela, dan mengobrak-abrik rumah Mayang. Ledakan emosi Halimah sangat bisa dipahami, meskipun sebagian orang mengatakan itu bukan tindakan yang bijaksana. Meskipun tangannya berdarah terkena pecahan kaca jendela, Halimah lega telah melepaskan amarahnya. Dari segi psikologi, it’s good for her.

Bambang & Halimah, masa-masa indah itu sudah berantakan menjadi kepingan … (foto : http://www.rileks.com)
Pernikahan Halimah – Bambang yang sudah berlangsung puluhan tahun akhirnya berantakan dengan cara yang sangat menyakitkan. Yah, perkawinan adalah komitmen antara dua orang, maka jika salah satu pihak sudah tidak menginginkan terikat pada pernikahan itu, apa pun tidak akan bisa membuat pernikahan itu berjalan baik.
Yang tak kalah menggemparkan dari kisruh rumah tangga Bambang -Halimah, adalah heboh poligami Aa’ Gym. Kelakuan Dai kondang ini mengejutkan, membuat syok, dan menyulut amarah jutaan pengagumnya dari seluruh nusantara (terutama para wanita). Sedemikian teganya Aa’ menyakiti hati Teh Ninih, yang telah mendukung dan mendampinginya selama puluhan tahun, dan yang telah memberinya tujuh anak. Tak ada sebutan lain bagi Aa’ selain LELAKI PALING EGOIS di Indonesia. Ia mengejar kebahagiaannya sendiri, tak peduli dengan kehancuran hati isteri sholihah yang telah dengan setia mendampinginya, dan menghantarkannya ke puncak kesuksesan.

Teh Ninih, iman dan tawakal kepada Allah membuatnya tetap tegar (foto : radiodakwah.or.id)
Banyak suami yang selingkuh berdalih, ia pergi kepada wanita lain karena isterinya begini-begitu, memiliki kekurangan ini-itu. Oh, apakah ia sendiri suami yang sempurna? Manusia sebaik apakah dia, yang dalam berselingkuh itu pasti telah melakukan kebohongan, pengkhianatan, dan perzinaan? Lebih muliakah dia dari sang isteri yang ia kecam dengan kejam?
Sebagian orang mengatakan, menikah siri bukanlah selingkuh. Benarkah demikian? Faktanya, hampir tidak ada pernikahan siri yang tidak didahului dengan perselingkuhan. Bagaimana mungkin tiba-tiba menikah dengan seseorang, jika sebelumnya tidak ada hubungan yang sedemikian dekat dan mesra, sehingga mereka memutuskan untuk menikah? Mungkin saja hubungan itu tidak sampai ke perzinaan, tetapi menjalin cinta dengan orang lain yang bukan pasangan resmi, apa namanya jika bukan selingkuh?
Dan jika nikah siri itu memang ‘baik-baik’ saja, mengapa dilakukan dengan sembunyi-sembunyi? Mengapa suami tidak dengan sikap jantan menyampaikan pada isteri, dan menanggung segala konsekwensi reaksi isteri? Bukankah itu menunjukkan sikap pengecut seorang suami yang hanya ingin memuaskan nafsunya sendiri, dan tidak berani bertanggung jawab pada isterinya yang syah?

Seorang teman saya, selama belasan tahun menderita batin yang luar biasa karena suaminya sering terlibat hubungan cinta dengan wanita lain. Sang suami ini sangat pandai menyembunyikan perselingkuhannya, dan kalaupun ada bukti, ia dengan lihai memutar balikkan bukti itu sehingga justru teman saya ini yang jadi pihak tertuduh. Berkali-kali teman saya berniat mengajukan gugatan cerai, tetapi tiga anak mereka yang masih kecil-kecil selalu membuat ia mengurungkan niatnya.
Semula, teman ini mencoba mencari bukti perselingkuhan suaminya dengan mencari info ke beberapa sumber, diam-diam menyelidiki kepergian suaminya, meneliti barang-barang pribadi sang suami, dan seterusnya. Tetapi langkah ini membuatnya lelah lahir batin. Ia tak pernah tenang, selalu was-was dan curiga, yang mengakibatkan konsentrasinya pada pekerjaan buyar (ia bekerja di sebuah bank swasta) dan hidupnya kehilangan arah. Hubungan dengan suaminya pun selalu tegang dan tak jarang pecah menjadi pertengkaran yang menorehkan luka sangat mendalam.
Ia lalu merenungkan hidupnya, dan mengambil langkah balik. Ia tahu suaminya sering selingkuh, tetapi ia tak pernah bisa mendapatkan bukti yang benar-benar telak, dan tak cukup alasan untuk mengajukan perceraian. Akhirnya ia ‘mengembalikan’ hidupnya pada Tuhan. Ia berdoa, “Jika suamiku berselingkuh, bukakanlah kedoknya. Berilah ia petunjuk, jauhkanlah ia dari godaan setan”.
Ia ‘melepaskan’ sang suami dari hatinya, dan berjuang untuk membangun kebahagiaannya sendiri. Ia mencurahkan hati dan pikiran untuk anak-anaknya. Ia belajar berbagai hal baru untuk menggali bakat dan potensi dirinya. Dan ia tumbuh berkembang menjadi perempuan yang mandiri, penuh rasa percaya diri, memiliki kompetensi, bahagia dan siap menghadapi hidup dengan segala tantangannya.
Bagi Teh Ninih, Aa’ Gym dulu adalah pria paling hebat dalam hidupnya. Tapi setelah lelaki itu menginjak-injak kebahagiaannya, Teh Ninih berkata dengan senyum, “Ternyata ia tak sehebat yang saya duga. Ia ngejungkel (terjerembab) juga. Ternyata yang hebat hanya Allah Swt.”
Hillary, Teh Ninih, Nia Daniati, dan jutaan wanita lain yang telah dikhianati suaminya, mungkin tetap mempertahankan pernikahannya dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Tetapi barangkali, sang suami bukan lagi ‘raja’ di hati mereka ….
mmm kadang aku juga suka mikir, koq kayaknya suami selingkuh itu banyak banget ya tapi kalau istri jarang karena masih mikir gimana perasaan suaminya, keluarganya, anak-anaknya … nah apakah para suami yg selingkuh itu ga pada mikir ya?? kalaupun ada istri selingkuh itu ga sebanyak kayak suami selingkuh
Para wanita yang masih bertahan di samping suami yg selingkuh itu termasuk wanita yang hebat, mereka belajar memaafkan kesalahan suaminya, karena memang suaminya juga manusia…. dulu hati mungilku berontak, bunda rasanya aku ga terima gitu sbagai sesama wanita, koq kayaknya kita tuch di rendahkan gitu lho….
Semoga ga ada lagi suami-suami yang selingkuh….
Semoga para wanita yang bertahan disamping para suami yg selingkuh diberi ketabahan & kekuatan… Amien
Tuti :
Memang butuh perjuangan berat untuk bisa tetap bertahan dalam perkawinan yang sudah dinodai oleh perselingkuhan. Tetapi hidup kadang-kadang memang tidak seindah yang kita inginkan. Jika perkawinana masih bisa dipertahankan, meskipun tak begitu indah lagi, ya sebisa mungkin dipertahankan.
Doa Retie agar tidak ada lagi suami-suami yang selingkuh semoga didengar Tuhan. Demikian juga doa agar para isteri diberi ketabahan dan kekuatan, semoga dikabulkan Tuhan … Amin.
salam kenal ya
Tuti :
Terimakasih, salam kenal juga …
aku gak termasuk dalam kategori ini lho bu…
suami setia je…. hehehe…
Nabi Muhammad pernah bersabda: “…….. keperkasaan yg sebenarnya adalah ketika engkau mampu untuk menahan amarah”
kalau kita pahami lebih luas, “amarah” di sini bisa diartikan sebagai “emosi atau nafsu”.
menurut saya, lelaki yg perkasa itu adalah lelaki yg mampu menahan hasratnya untuk berselingkuh, meski terbentang kesempatan besar di hadapannya.
maka, bila ada lelaki yg berselingkuh, itu pertanda kalau dia tidak perkasa, meski badannya berotot dan kekar…
Tuti :
Ya ya yaaa …. saya percaya Uda Vizon nggak termasuk dalam kategori yang disebutkan Bang Mikekono.
Saya juga setuju banget tulisan Uda, “Lelaki yg perkasa adalah lelaki yg mampu menahan hasratnya untuk berselingkuh, meski terbentang kesempatan besar di hadapannya. Maka, bila ada lelaki yg berselingkuh, itu pertanda kalau dia tidak perkasa, meski badannya berotot dan kekar…”
Ayo, ayooo …. jadi lelaki perkasa (tapi latihan body building tetap boleh kan, Uda?
)
sedihnye bace postingan nii…..(Ernut mengusap airmataku…tiba-tiba mak sentrup….!…Ernut ngabur kamigilonen…)
Tuti :
Mbak Ayik …. ini tisu sekotak, silahken dihabisin … tapi jangan dibuang sembarangan ya, bikin kamigilonen ….. (apaan tuh?)
tidak ikut komen
Tuti :
)
Komennya Mas Sunar : “tidak ikut komen” (lho, jadi komen juga dong …
asyik……asyik…….


saya tersanjung sekaligus
minta maaf, krn postingan
saya membuat Mbak Tuti merasa terusik
tapi, saya tetap keukeuh mengatakan,
semua pria memang berbakat selingkuh
cuma saja tak semua mau dan mampu
menyalurkan bakat selingkuhnya itu……
saya setuju dengan Mbak Tuti,
nikah sirri itu awalnya juga sebagai
akibat dari perselingkuhan
bahkan seseorang yg beristri lebih
dari satu, juga merupakan pengejawantahan
dari bakat selingkuhnya itu
tapi, lagi-lagi para istri tak usah
khawatir, masih ada berjuta-juta suami
yg tetap setia pada istrinya kok…hehehe
Namun….harus diakui pula para istri
memang acap menderita dan terpaksa
mempertahankan rumah tangganya walau
tau suaminya selingkuh. Tapi tetap saja
rumah tangga yg sdh pernah dicemari
perselingkuhan, tdk akan pernah seceria
sebelumnya, sebab para istri yang
dikhianati pastinya akan memegang
prinsip forgiven but not forgotten
btw, ini betul-betul nyata,
saya punya 10 orang sahabat di Medan
sudah berstatus istri orang……, 7 di antara
10 orang ini terlibat dlm perselingkuhan
(ini fakta, bukan mengada-ada)
so……..bagaimana pula perasaan
suami, jika istri yg selingkuh ? hayoooo
Tuti :
Iya nih, Bang Mike membuat saya terusik menulis tentang perselingkuhan. Tapi semoga saja tulisan saya bukan seperti gosip murahan di infotainment yang isinya cuma mengaduk-aduk masalah rumah tangga orang ya. Saya hanya ingin mengupas beberapa contoh perselingkuhan suami, dan apa yang terjadi pada isteri-isteri mereka (ditambah opini saya, tentu).
Saya tidak sepenuhnya membantah, meskipun juga tidak sepenuhnya setuju (lho … jadi gimana dong?
) pendapat Bang Mike bahwa semua lelaki berbakat selingkuh. Yang jelas, saya sudah ‘eneg’ banget mendengar berita suami-suami yang selingkuh. Ada yang membungkusnya dengan nikah siri, dengan alasan ‘indah’ bahwa itu diperbolehkan agama, mengikuti sunah Rasul. Ditambah embel-embel, “dari pada zina”.
Halah, mengikuti sunah Rasul? Menurut saya, ini justru penghinaan kepada Rasulullah SAW, karena Beliau TIDAK PERNAH menikahi wanita karena alasan “dari pada zina”. Rasulullah menikahi banyak wanita (ingat, semua wanita yang dinikahi Rasulullah adalah janda-janda yang usianya sudah tua dan sebagian buruk rupa, kecuali Aisyah) adalah untuk melindungi janda-janda tersebut dari orang kafir yang memusuhi agamanya, serta untuk tujuan dakwah. Sangat berbeda dengan poligami yang dilakukan para lelaki jaman sekarang, yang benar-benar hanya untuk memenuhi nafsu syahwat.
Betul, Bang … forgiven but not forgotten. Para isteri mungkin bisa memaafkan perselingkuhan suaminya, tetapi luka akibat pengkhianatan itu sangat sukar sembuh. Apalagi kalau perselingkuhan itu terjadi berkali-kali, diiringi perlakuan kasar dari sang suami (biasanya, suami yang selingkuh menjadi pemarah dan menindas isteri, untuk menutupi kesalahannya sendiri dan agar sang isteri takut).
Aduuuh ….. saya prihatin 7 dari 10 sahabat-sahabat Abang kok pada selingkuh. Apakah Abang tidak mencoba menyadarkan mereka? Selingkuh hati atau sudah sampai selingkuh fisik?
Kalau pun ‘terpaksa’ selingkuh (lho, selingkuh kok terpaksa, emang siapa yang memaksa?? hehe … ) yah … batasi sampai selingkuh hati saja. Karena meskipun seseorang sudah menikah, bisa saja tiba-tiba dan tanpa dikehendaki jatuh cinta kepada orang lain. Kalau yang seperti ini, apa daya … (hah? apa daya? maksod lo?). Maksud saya, cinta kadang memang datang semaunya dan tidak bisa kita atur, tetapi kita kan manusia berakal dan beriman yang bisa mengendalikan diri, dan tahu mana yang boleh mana yang tidak, mana yang baik mana yang buruk. Jadi kalau seseorang yang sudah menikah tiba-tiba jatuh cinta lagi pada orang lain, ya sudah, disimpan saja dalam hati sebagai mutiara yang memperkaya jiwa …. Setuju Bang?
Bagaimana perasaan suami yang isterinya selingkuh? Ya, sama saja dengan isteri yang suaminya selingkuh. Hanya biasanya, suami lebih reaksioner, langsung memutuskan untuk bercerai. Mungkin karena ego laki-laki yang lebih tinggi sehingga harga dirinya terluka, laki-laki berkuasa atas keuangan sehingga tidak memikirkan masalah ekonomi (beda dengan isteri yang tidak bekerja), selain pertimbangan kepentingan anak-anak tidak seperti wanita.
Wah… salut dengan skrinsutnya. Hehehehe… Nggak kuat….
Tuti :
Nggak kuat? Pakai buldozer Bang …
itulah seorang istri
seberat apapun derita batin yg dia terima karena ulah suami
masih sj tetap berusaha tegar dan bertahan demi anak anak
jaman skrg ini sulit mbak utk mengklaim para suami bener2 clean dari selingkuh
apalagi kalau hidupnya sudah berkecukupan, semuanya dengan mudah didapatkannya.
salam saya
Tuti :
Betul, Mbak. Apalagi masyarakat kita ini semakin permisive saja dengan hal-hal yang sebenarnya melanggar syariat, moral, dan etika. Orang korupsi, selingkuh, danmelakukan pelanggaran-pelanggaran lain sudah tidak malu lagi, karena masyarakat cepat lupa dan tidak memberikan hukuman moral kepada para peselingkuh ini. Artinya, kehadiran mereka tetap diterima di masyarakat, apalagi kalau mereka ‘membayar’ masyarakat dengan harta mereka … (menyumbang, beramal, dll)
Ibu Tuti (-)K
Perkenankan saya untuk menjadikan Postingan ini sebagai pengingat bagi saya Bu …
Berfikir dua tiga … bahkan puluhan kali untuk cem-macem …
Once again
Thanks Ibu …
Salam saya
Tuti :
Memang begitu Om, harus berpikir dua – tiga … bahkan sampai jutaan kali sebelum cem-macem … (kalau berpikirnya jutaan kali, pasti nggak jadi cem-macem Om, lha kapan sempat merealisirnya, wong mikirnya nggak selese-selese ….. hehehe …. )
saya tidak suka suami selingkuh! apa sih sebetulnya maksudnya? emang apa yang dia cari di dunia ini? mau berapa lama sih kita hidup? kok golek perkoro begitu?
apa ndak sebaiknya pasangan yang kita punya itu anggap saja sudah nasib? kaluk ada yang ndak cucok ya dibicarakan baik-baik..dicucok-cucokin gitu…saling menerima, saling menyayangi, saling menggembirakan…
just leads the simple life, ora sah neko-neko…apalagi bikin dosa!
piye?
(naah…mbak tut bagian menggambarkan ekspresi wajah dalam penyampaiannya ya qiqi)
btw yg diidak itu mawar plastik ya, mbak?
salam setia!
Tuti :
Ekspresi wajah Mbak Ernut : alis terangkat naik bertemu di jidat, mata mendelik, bibir mecucu, hidung kembang kempis menahan nafas berat, wajah merah padam (ha? disumet meneh to!) ….
Waduh, beginilah kalau foto dipirsani oleh ahli mawar, langsung tahu kalau itu mawar keramik (bukan plastik, Mbak). Lha iyo, wong gagange bengkong gitu, mana ada mawar hidup batangnya bisa dibengkokkan …. hihihi ….
Maklum kesusu selak di upload Mbak, jadi nyamber bunga sak kecekele …. besok deh saya ganti mawar beneran (beli tapi, soalnya kalau motong mawar sendiri di taman, aduuh …. sayang!)
Baguuuus mbak….jadi balance dengan postingannya Bang Mikekono…
Hmmmm…. gak bisa bayangkan ya mbak kalau jadi mereka. Tapi yang jelas… untuk bisa bertahan, harus ada upaya2 saling menghargai, punya hak dan kebebasan menentukan apa saja, ikut memutuskan …. wis…komplit pokoke. ITU yang harus dipunyai oleh setiap perempuan dalam berumah tangga. Plus…mandiri secara ekonomi dan sosial juga, biar gak dihina begitu….
Tapi…. Hillary yang pinter, cerdas, mandiri, cantik… nasibnya sama juga? Itulah uniknya…hanya mereka yang tahu…
Tuti :
Sebetulnya tulisan ini justru melengkapi tulisan Bang Mike. Bang Mike bilang, “semua lelaki berbakat selingkuh” …. lha saya terus mencoba melihat, seperti apa isteri-isteri yang suaminya selingkuh.
Saya setuju sekali dengan Mbak Dyah, bahwa seorang isteri harus punya kemandirian ekonomi, mental maupun sosial, sehingga ia punya keberanian ketika harus memutuskan ‘seperti apa ia akan menjalani hidupnya’. Ketika terjadi musibah dalam perkawinan (suami selingkuh), ia lebih punya pegangan, lebih tegar menghadapi permasalahan. Karena seandainya pun harus berpisah, ia tidak perlu mengkhawatirkan kehidupannya.
Jika Hillary tetap bertahan, saya kira bukan karena ia takut hidup sendirian (ia sangat sanggup untuk itu), tetapi mungkin ia masih menemukan hal-hal positif pada pernikahannya dengan Clinton. Mungkin lho, ini cuma dugaan saya …
Saya selalu berpikir dan merasa bahwa pada dasarnya setiap wanita itu telah diperlengkapi dengan kemampuan ‘wonder woman’ yang akan membuat mereka tegar bertahan dalam hidupnya. Termasuk juga dalam hal bagaimana dia mempertahankan kehidupan keluarganya pada kasus ini, masing-masing punya pola pemikirannya, entah itu Hillary, Teh Ninih, atau yang lainnya.
Dan Mbak… hikss… saya jadi nangis
karena… mawar kuning yang cantik itu.. teganya yang sudah menginjaknya… huhuhu….
Tuti :
Benar sekali, Mbak Tanti. Menurut buku yang pernah saya baca, “Female Brain” tulisan Louann Brizendine (seorang psikiater neurologist) berdasarkan penelitiannya selama 20 tahun terhadap otak perempuan, memang perempuan memiliki naluri dan pola berpikir ‘membina dan mempertahankan hubungan’, beda dengan lelaki yang lebih cenderung ‘menguasai dan menjadi pemenang’. Saya pernah menulis ini di http://tutinonka.wordpress.com/2008/09/16/otak-perempuan/
Tentang sepatu yang menginjak mawar kuning itu … ceritanya setelah saya publish, saya lihat di bagian belakang kok narasinya terlalu panjang, nggak ada ilustrasinya, jadi kurang menarik. Lalu saya mendadak saja mendapat ide untuk memvisualkan suami yang menyakiti dan menginjak harga diri isterinya dengan perselingkuhan. Jadi saya pinjam sepatu suami, dan saya comot kembang dari vas, lalu saya potret. Memang menyayat hati ya …. aduuuh, mudah-mudahan tidak terjadi pada kita semua …
Bah ….. koq jadi cerita selingkuh ini …. weleh weleh weleh …. lha kalau Panglatu kaya saya nggak bisa selingkuh dong …?! bagaimana ini ….. he..he..he….
Tetapi kalau menurut saya sih di jaman edan dan gonjang ganjing ini, Pria Wanita, Suami Istri sama saja punya peluang untuk selingkuh …. tergantung pada pribadi masing masing …. dengan berbagai macam cerita dan alasan sebagai latar belakang …. yang jelas Selingkuh akan mengakibatkan masalah bagi orang orang yang terkait ….. hayo … masih mau Selingkuh …?!
Salam dari Belgia ……..
Tuti :

Kalau Bang Michael nggak bisa selingkuh, dua-lingkuh bisa kan Bang?
Betul Bang, selingkuh bisa dilakukan oleh lelaki maupun perempuan, tergantung kepada kepribadiannya. Alasan bisa seribu satu, dua ribu dua, tiga ribu tiga …. dan seterusnya. Intinya sama saja : selingkuh. Isi selingkuh adalah : berbohong, berzina, dan mengkhianati janji pernikahan. Jadi, apa pun alasannya, minumnya teh botol S …. (weleh, kok jadi iklan … hehehe) … apa pun alasannya, selingkuh tetap saja salaaaah!!
Wah, Bang Michael sudah pindah ke Belgia toh? Nggak kerasan lagi di Amrik?
saya pikir memang ada pentingnya bu untuk tidak percaya 100% dengan pasangan kita. sisakanlah satu persen atau berapanya untuk tidak percaya. Karena yang berhak untuk mendapat kepercayaan seratus persen menurut saya hanya Tuhan yang selalu menepati setiap komitmennya.
Tuti :
Hmm … nggak boleh percaya seratus persen ya? (*mikir-mikir*). Kalau saya, lebih suka merumuskan begini : percaya, tapi selalu siap siaga jika terjadi sesuatu. Artinya, jangan menggantungkan kebahagiaan kita seratus persen kepada pasangan hidup. Harus ada ruang untuk diri kita sendiri, harus ada kebahagiaan yang sumbernya adalah diri kita sendiri, sehingga jika tiba-tiba pasangan hidup berpaling, kita tidak hancur lebur …
Tentang Tuhan yang selalu menepati janjiNya, setuju seratus persen.
Hmmm
selingkuh ya
saya sih setuju dengan guswal, sisakan 1 persen untuk curiga dan 80 persen pemikiran seandainya Suami tidak ada. Maksud saya tidak ada ini mungkin karena selingkuh atau mungkin karena meninggal duluan. Sama toh? apakah kita sebagai istri bisa kuat menjadi kepala rumah tangga. kudu siap lahir batin loh.
Lalu saya juga berpikir bahwa wanita perlu juga mengaca kenapa suami berselingkuh. Apakah hobinya atau karena istri yang menuntut/ dominan atau kesepian? (Kalo hobi ya get lost aja mending cerai!) Pasti ada sebabnya juga. Saya termasuk wanita yang dominan, sehingga saya selalu berusaha tidak memutuskan sesuatu yang seharusnya diputuskan oleh kepala keluarga. Dan itu berat sekali (bagi saya). Di lain pihak saya juga orang yang kesepian sehingga malah kemungkinan saya selingkuh itu lebih besar dari suami saya. Sebelum berpikir ttg suami, kita juga harus mengaca pada diri kita sendiri. Itu pointnya deh. Karena selingkuh bisa dilakukan oleh pria atau wanita baik yang sudah menikah maupun belum hehehe. Gitu mbak…
EM
Tuti :
‘…. sisakan 1 persen untuk curiga dan 80 persen pemikiran seandainya Suami tidak ada ….’ jadi yang 19 persen apa Mbak?
Zaman dulu, ibu dan nenek-nenek kita mengajarkan “kalau suami selingkuh, maka yang salah adalah isterinya, karena berarti dia tidak bisa menyenangkan hati suaminya”. Weleh!
Kasihan bener nasib perempuan, sudah dikhianati, masih disalahkan pula. Ini adalah pola pikir dimana perempuan diposisikan sebagai sub-ordinat laki-laki. Perempuan itu tugasnya menyenangkan laki-laki, nggak peduli apakah laki-laki menyenangkan dia atau tidak ….
Hehe … bukan berarti saya membela buta perempuan. Tentu saja masing-masing pihak perlu mawas diri, selalu mengevaluasi apakah dia sudah melakukan yang sebaik-baiknya sebagai pasangan hidup bagi yang lain. Kalau pun ada yang kurang sempurna, yah … namanya juga manusia. Tapi kalau sudah BERSELINGKUH, menurut saya sudah lain persoalan. Karena ini bukan wilayah ‘kekurangan manusia’ lagi, tetapi merupakan ‘pelanggaran’ yang disengaja, baik terhadap etika, kesakralan pernikahan, norma susila, dan norma agama …
Aduuuh … mbak Imel jangan sampai selingkuh yaa …. ihiks (*nangis terisak-isak*)
Tulisan yang cukup menarik, namun sayang terlalu subjektif dan kurang menempatkan pada proporsi yang tepat. Kenapa tidak coba diteroka mengapa suami selingkuh….? beberapa kasus yang sempat kami tangani menunjukkan bahwa seorang istri ikut berperan terhadap perselingkuhan suaminya.
Saya mempunyai seorang teman yang berselingkuh. Tentu saja saya senantiasa mengingatkan kawan itu agar mengakhiri berselingkuhannya. Dia bilang bahwa saran saya itu sarang yang baik. Dia juga bilang bahwa dia salah telah berselingkuh. Dia melanjutkan ocehannya, “kenapa kau tak bertanya mengapa aku selingkuh?” mendengar pertanyaan itu aku seolah-olah tersadarkan bahwa tentu saja perselingkuhan itu ada sebab musababnya.
Akhirnya kawan tersebut menceritakan secara panjang lebar mengapa ia berselingkuh. Tapi intinya karena ia tidak “diperlakukan” layaknya suami oleh istrinya. “Saya ingin dihargai dan diperlakukan sebagaimana layaknya suami2 yang lain. Bisa bercanda mesra, saling melayani, saling mengerti, dan selalu saling mendukung dikala senang maupun susah. Hal itu tidak pernah aku dapatkan dari istriku. Ia terlalu sibuk dengan aktivitasnya sampai seolah-olah dia “tidak” mempunyai suami. Kebutuhan biologisku pun tidak dia pedulikan. Bahkan, yang lebih menyakitkan, aku merasa ia hanya memanfaatkan keberadaanku.” kata temanku seolah2 mohon pengertian padaku.
“Kenapa kau tidak menceraikan istrimu saja? dengan demikian, kau bisa mencari istri baru yang mau mengerti, menyanyangi, dan menghargai dirimu sebagai laki-laki?” kataku menncoba menyakinkan dia bahwa yang ia lakukan salah.
Dia pun menjawab, “Aku sudah beberapa kali berdisksi dengan istriku tentang kemungkinan kita bercerai, tapi dia selalu menolak dan menolak. Akhirnya cara inilah yang yang saya tempuh.”
khusus dalam kasus ini, siapa yang salah ya….? apa si suami yang berselingkuh atau si istri yang kurang tau diri, yang dengan keegoisannya hanya berorientasi mempertahankan statusnya sebagai seorang istri dari seorang tokoh.
Perlu diketahui, kaanku itu seoarang tokoh dengan jaringan kerja yang sangat luas.
Mungkin ada baiknya kita tdak melihat segala sesuatunya secara hitam putih… dan tidak mengabsolutkan sebuah kesalahan. perlu kiranya melihat dari arah yang berbeda sehingga tidak bias. Ada banyak laki-laki yang berbakat selingkuh, tapi tidak kalah banyaknya dengan perempuan.
Salam…
Tuti :
Mas/Mbak (mohon maaf, saya tidak bisa mengidentifikasi sekse anda) Peka, terimakasih atas komennya yang panjang lebar.
Oke, tanggapan saya begini :
Betul sekali, bahwa di dalam sebuah perkawinan, hubungan antara suami-isteri adalah merupakan jalinan sebab akibat yang berkait erat. Sikap dan tindakan masing-masing pihak merupakan reaksi dari sikap dan tindakan pihak yang lain.
Dalam kasus yang Mas/Mbak contohkan, disebutkan bahwa isteri tidak berlaku sebagaimana isteri ideal. Lalu suami ‘membalas’ dengan berselingkuh. NAH! Jadi apakah suami ini suami yang ideal, lebih ideal dari isterinya?
Lebih buruk mana : TIDAK MEMPEDULIKAN PASANGAN atau MENGKHIANATI PASANGAN?
Sebagaimana jawaban saya kepada Mbak Imelda, ada perbedaan yang sangat besar antara “kekurangan seseorang” dengan “pelanggaran terhadap kesakralan perkawinan, norma susila, dan norma agama”.
Ngomong-ngomong …. apakah Mas/Mbak pernah bertemu dan bicara dengan isterinya? Apa yang dia rasakan dari hubungannya dengan suaminya? Jangan-jangan dia pun punya sederet panjang keluhan dan ketidak bahagiaan atas perilaku suaminya …
Salam ….
Nambah komen ya Bu …
Memang lelaki suka begitu … menyebalkan …
Itu sebabnya saya tidak pernah suka dengan yang namanya lelaki …
(Lha ??? )
(trainer.ngaco.com)
Tuti :
)
Wahaha … tumben Om, nambah (enak ya?
Om tidak pernah suka dengan yang namanya lelaki ya Om? Ya iyalah …. kalau Om suka lelaki, saya nggak panggil “Om”, tapi panggil “Mbakamas” …. gitchuu …
bener bro NH…
ya lelaki memang begitu
suka seenaknya sendiri….
ya seperti selingkuh itu….tuh
kepada para suami kita
imbau, hindarilah selingkuh !
selingkuh cuma kenikmatan semu
selingkuh pasti berujung duka,
baik di dunia, apalagi di akhirat
ihhhhh……ngeriii ah
Tuti :
Ayooo …. siapa mau pilih Bang Mike? Dijamin aman dan setia sampai mati. Penampilan oke, pemikiran brilian, kepribadian mengesankan, masa depan cerah. Masih terbuka lowongan lho ….
Yang mau ndaftar bisa lewat saya, formulir sudah tersedia, tinggal diisi, lengkapi dengan foto diri seluruh badan ukuran 20R (tampak depan, samping, dan belakang), fotokopi KTP dan SIM (emang mau dijadiin sopir?) …. qiqiqiqi …
Syarat utama : belum punya suami (waduuh, saya nggak bisa ndaptar dong …. uhuhuuu
)
Soal suami selinkuh, sebenarnya saya punya banyak cerita, bahkan saya punya rencana tak bukukan. Yang jelas gak bakalan kalah dengan JAKARTA UNDER COVER, soalnya ini bener-bener diceritakan oleh yang ngalami.
Bahkan teman-teman dekat saya yang tahu persis sangat mendukung, mereka bahkan bilang kalau dibukukan bisa jadi best seller, he….he.
Tapi bu Tuti, setiap kali saya di depan komputer, jemari ini rasanya berat untuk menyentuh tuts-tust keyboard. Pandangan saya terus lari ke ibunya anak-anak yang tidur pulas, betapa setia dan tabahnya wanita ini mendampingi saya selama ini. Khayal saya pun menerawang ke cucu-cucu yang berlarian dengan wajah tanpa dosa ditunggui ayah ibunya yang notabene anak-anak saya.
Saya tak bisa bayangkan, apa yang ada di benak mereka bila suatu ketika membaca ”pengakuan seorang lelaki” yang ternyata adalah suami, ayah dan kakek mereka.
Adakah semua ini akan menjadi rahasia kecil kehidupan saya sampai akhir zaman, entahlah.
Tapi kalau ada pertanyaan: Mengapa suami selingkuh???? Jelas jawabnya tidak bisa memakai bahasa matematika. Karena begitu banyak alasan, yang terkadang sulit diterima dengan akal sehat.
Tuti :
Maksud Pak Totok, pelaku perselingkuhan itu Bapak sendiri? Waduuuh … ampun, Pak. JANGAN DITULIS, EVEN THINK ABOUT IT!
Jangan hancurkan hati dan hidup isteri, anak-anak, dan cucu-cucu Bapak. Lagi pula, apa yang bapak inginkan dengan menulis cerita tersebut? Kebanggaan karena telah memiliki petualangan yang hebat? Nama populer dan materi berlimpah karena buku bapak menjadi best seller? Seimbangkah itu dengan kehancuran hati orang-orang yang paling mencintai Bapak?
Aduh, Pak …..
weleh weleh weleh ini tulisan sangat emosional dan subyektif Seolah2 yang menyakiti hanya kaum laki2 saja, dan wanita yang selalu jadi korban??? anda keliru BU!
saya salah satu laki2 yang dikhianati istri. Saya bekerja siang malam untuk menafkahi keluarga apa yang saya peroleh? sebuah pengkhianatan!! anda hanya melihat dari perspesktif anda sendiri, sangat tidak adil! dan anda seperti membenarkan bagiamana tindakan Halimah terhadap mayangsari? mayangsari juga manusia.
jika suami/istri selingkuh pasti ada sebab akibat, dan saya instropkesi diri saya kenapa istri saya mengkhianati saya, ternyata harta saja tidak cukup, saya sibuk dengan pekerjaan saya dan melupakan kewajiban saya sebagai suami dan ayah, dan akhirnya istri saya mencari perhatian dari laki2 lain.
Tulisan anda subyektif dan anda bukan korban, dan anda tidak tahu masalah apa yang terjadi dalam rumah tangga orang dan apa yang dirasakan masing2 individu. Perlu diingat, tidak hanya wanita yang jadi korban pengkhianatan, perselingkuhan akan tetapi laki2 juga banyak jadi korban! bahkan di eksploitasi oleh istrinya untuk kepentingan sendiri. Bahkan yang dipertahankan bukan keutuhan cinta atau rumah tangga tapi status dan takut kehilangan harta.
laki2 dan wanita di dunia ini punya hak yang sama, sama2 manusia, sama2 punya hati dan perasaan, jangan timpakan semua kesalahan kepada laki2,perlu anda tahu, saya tidak menceraikan istri saya, dan saya besarkan anak yang dia kandung yang bukan benih saya. apakah selalu wanita yang dizolimi?
Tuti :
)
Pak Rony …. ehm, sebelum membaca jawaban saya, saya mohon Bapak cooling down dulu …. nampaknya Bapak sangat emosional (meskipun Bapak mengatakan saya yang emosional
Pertama, sebagaimana saya sampaikan di awal tulisan, tulisan ini saya buat untuk menanggapi tulisan Bang Mikekono di blognya, yang mengatakan bahwa “Semua Lelaki Berbakat Selingkuh”. Jadi topiknya memang “perselingkuhan lelaki” Pak, dan saya lalu mencoba melihat “apa yang terjadi dengan hidup isterinya”.
Saya setuju bahwa yang berselingkuh bukan hanya lelaki, perempuan pun berselingkuh. Nah, itu topik yang lain lagi, judulnya “Jika isteri Selingkuh”. Mungkin Bapak bisa menulisnya? Tetapi jangan hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja Pak, harus ada contoh dan analisis kasus yang lain, sehingga tidak menjadi tulisan yang emosional dan subyektif.
Oh ya, Mayangsari juga manusia, tetapi manusia seperti apa? Siapakah yang lebih kejam dan jahat, Mayangsari yang menghancurkan rumahtangga Halimah dengan Bambang Tri dan anak-anaknya, atau Halimah yang mengobrak-abrik rumah (hanya ‘rumah fisik’ lho Pak, bukan rumahtangga) Mayangsari?
Bahwa Bapak bersedia membesarkan anak yang dikandung isteri bukan dari benih anda, itu adalah sikap yang sangat mulia, jika Bapak melakukannya benar-benar dengan tulus ikhlas. Tapi jika hal itu menorehkan luka yang berkepanjangan di hati Bapak, mungkin Bapak bisa mempertimbangkannya kembali. Tidak ada seorangpun yang akan menyalahkan jika Bapak menolak memelihara anak itu. Bapak tidak harus menderita selamanya kok Pak, karena jika Bapak menderita, terluka, sedih, dan marah, maka keutuhan rumahtangga Bapak hanya SEMU saja. Tanpa sadar mungkin Bapak akan menunjukkan sikap-sikap yang juga akan membuat isteri dan anak bukan benih Bapak itu menderita.
Barangkali buku “After the Affair” yang saya review pada tulisan lain di blog ini akan bisa membantu Bapak dan isteri.
Selamat berjuang ya Pak. Saya mendoakan dengan sepenuh hati, semoga Bapak dan isteri bisa memperbaiki kerusakan yang pernah terjadi dalam pernikahan Bapak, dan menemukan kebahagiaan kembali.
Salam,
Tuti
Hallo Bung Rony Waluyo,
Anda sungguh suami yg berjiwa besar …
bagi emailnya dong …
Saya punya masalah yg sama dg anda (tp tdk seberat anda)
saya ingin share … pls
tx
Tuti :
Semoga Pak Rony membaca komen Pak Tanri ini …
Lam kenal dulu Mbak..!
ehm.. aku pernah ngomong sama hubby.. mas kalo kamu ada seseorang yang ehmm tiba-tiba aja klik di hatimu, jangan sembunyikan ya? kenalkan sama aku..
eh temen-temen bilang aku ni gila…
Iya toh mbak aku ni gila…?
Tuti :
Lam kenal juga, Mbak Erna …
Wah, naluri dasar lelaki itu pemburu dan petualang lho Mbak, jadi jangan ditantang dengan umpan atau disodori kesempatan gitu. Nanti kalo bener-bener kejadian, dan hubby bilang “Kan dulu kamu sendiri yang suruh”, apa Mbak Erna nggak mati berdiri? Emang sih, kita semua juga akan mati, tapi enakan mati sambil tiduran kan ….
Kalau saya boleh menyarankan, jangan deh Mbak. Jangan membangunkan macan tidur (biarpun tidurnya ngorok, nggak papa …
)
Jangan terlalu yakin bahwa hubby kita tidak akan pernah tergoda, jangan terlalu yakin bahwa perkawinan kita tidak akan terguncang malapetaka …
hay mbak…
aku hanya membaca tulisan ini …komplit sama semua komentar dan balasan komentar mu…
sambil berpikir dan merenung dalam hati.
Sore mbak,,,sayang ya aku gak ikutan ke jogja…huhuhu
Tuti :
Wakakaka …. Yessy sekarang panggil aku ‘mbak’ (*langsung ngaca*). Gitu dong, biar aku berasa muda dikit …. kalo dipanggil “bu” rasanya gue jadi sebaya emak lo
Yessy bisa juga berpikir dan merenung dalam hati? Ah, jangan-jangan lagi kesambet lo …
Lah, kenapa nggak ikut ke Yogya? Nggak pengin ketemu aku, yang maniez dan gurih ini? Hihihi …
tulisan ibu beserta komen2nya menambah pengkayaan hati saya dalam menghadapi hidup.
Tuti :
Kita saling berbagi ya Mbak Noengki, belajar dari pengalaman orang lain (kalau belajar dari pengalaman diri sendiri, pahit banget … )
Baiknya dibuat seminar dengan pembicara:
1. Mikekono
2. Tuti Nonka
Pembahas
1. Roni Waluyo
2. Totok
kemudian Moderatur:
1. Yessi Muchtar
2. Erna Lilis
Penyedia tempat (host)
Mbak Dyah Suminar dengan PKK Kota Yogya.
Donatur/Penyangdang Dana:
Persatuan Poligami Indonesia.
Tuti :

atau topik berubah menjadi “Perselingkuhan Politik” (wah, seru juga yah … )
Hwahahaha …..
Kalau saya ketemu Bang Mike, nanti obrolan beralih ke politik, atau Bang Mike malah sibuk kampanye caleg …
Nah, kalau pembahasnya Pak Ronny Waluyo dan Pak Totok, cocok tuh. Yang satu korban, yang satu pelaku … supaya saling bisa merasakan peran yang berbeda.
Moderator Yessy? Wakaka … nanti jalannya diskusi bakal riuh-rendah. Nah, kalau Mbak Erna Lilis mungkin akan membuat Pak Totok lega, karena mendapat persetujuan …
Host Bu Dyah Suminar dan PKK, cocok juga. Agar bisa dihadiri oleh seluruh ibu-ibu. Tapi bapak-bapak harus datang juga, lha wong pelaku utama je ….
Donaturnya Persatuan Poligami Indonesia? Nah, ini saya tentang keras. Saya nggak akan pernah mau berhubungan dengan organisasi peselingkuh itu!
amboooi…..menarik juga
komentar dan reply komen
di postingan ini
itulah kelebihan Mbak Tuti,
tanggapan atas komentar2
yg masuk selalu cerdas,
menggelitik, dan menarik….
sukar dicari tandingannya
thanks…..saya jadi ikutan
makin ngetop lewat postingan ini
kl nampang di media cetak dan
elektronik udah dipungut bayaran tuh…,
tapi kl memberi kompensasi ke Mbak Tuti,
sama saja ibarat membuang garam ke laut
hmmmmm
Tuti :
)
Ah, Abang bisa aja …. (*tertunduk malu, senyum tersipu-sipu, meremas-remas ujung baju, lari ke balik pintu, mengusap air mata haru ….
Bang, kalau punya foto Abang yang bagus (kalau jelek dipermak dulu pake photoshop … qiqiqiqi … ) kirim aja, nanti saya pasang di blog untuk kampanye caleg. Tapi fotonya harus lengkap dengan slogan, janji politik, visi dan misi, kayak baliho yang dipasang di jalan itu lho …
Membuang garam ke laut? Ah, siapa yang bakal nemu? Mending membuang koruptor ke laut, Bang …
Makasih pituah-nya. Memang, hidup saya penuh petualangan. Ada yang bilang, orang baru punya inspirasi kalau sudah pegang sebatang rokok. Nah, bedanya di saya bu Tuti, bukan sebatang rokok yang membuat inspirasi saya mencuat, tapi justru ketika saya lagi hunting asmara.
Rasanya (waktu itu) ketika saya sedang ”berburu”, yang namanya kreatifitas, ide, semangat hidup etc…etc, jadi membara bagaikan api diguyur premium satu truk tangki. Tapi ya itu bu, setelah buruan ketangkep, nggak tahu mau diapain dan dikemanain. Sebab saya punya prinsip, saya hanya ingin membangun 1 rumah, tak ingin punya rumah kedua ketiga dan seterusnya.
Tapi penyakit berburu itulah yang membuat saya sebenarnya pengin lari. Tapi langkah masih menyusuri jalan yang itu-itu juga.
Saya juga nggak tahu, kalau ingin nulis itu untuk apa. Yang jelas bukan untuk materi atau kebanggaan, karena sebenarnya sekarang saya tahu, predikat yang saya dapat dulu tidak membanggakan. Mungkin, saya ingin bicara jujur sebelum kejujuran itu terlanjur terbawa pergi. Cuman lewat apa? Kata LOBO, How can I tell her about it.
Padahal saya yakin se-yakin-yakinnya, isteri saya sangat tahu petualangan saya waktu itu. Tapi saya sekarang paham, ia sangat bijaksana dengan tidak membuat persoalan menjadi semakin rumit untuk dipecahkan.
Karena itu mungkin ada satu pelajaran baik untuk mereka-mereka yang saat ini sedang kasmaran lagi. ”ISTRI PERTAMA ADALAH YANG PALING TEPAT UNTUK KITA, KARENA MEREKA MAU MENDAMPINGI KITA, SAAT KITA BELUM JADI APA-APA. ISTRI (KEKASIH) YANG DATANG BELAKANGAN, ADALAH MEREKA YANG DATANG KETIKA KITA JAYA. JADI, SUNGGUH GILA KALAU ADA LAKI-LAKI HARUS MENINGGALKAN ANAK DAN ISTRI HANYA KARENA KENAKALAN KEDUA KITA.
Barangkali itu pesan sponsor yang ingin saya sampaikan, bila ada keinginan untuk menulis semua itu. Sebab kita tahu, pengalaman orang lain, merupakan guru juga buat yang lain.
Tuti :
Kejujuran memang baik, tapi kalau kejujuran itu membuat orang lain sakit, maka kejujuran itu menjadi tidak baik. Mungkin Pak Totok akan lega setelah “mengakui” semuanya, tetapi yang lega hanya Pak Totok sendiri, adapun keluarga justru menjadi “tidak lega” (apalagi jika anak-anak tadinya tidak tahu). Isteri yang mungkin sudah melupakan masa lalu itu, juga malah diingatkan lagi pada kisah yang pasti melukai hatinya. Meskipun isteri Pak Totok tahu, dan diam saja, bukan berarti hatinya tidak sakit lho!
Kalau Pak Totok ingin menyampaikan ‘pesan sponsor’ atau ‘pesan moral’ itu kepada masyarakat, bisa saja ditulis, tetapi dengan disamarkan, tidak perlu dengan identitas Bapak sendiri. Bukankah yang penting pesannya, bukan tokoh pelakunya? Kisah itu akan menjadi pelajaran moral atau justru mengobral amoral (seperti Jakarta Undercover) tergantung dari bagaimana menceritakannya.
Itu menurut saya lho, Pak …
Nambah Bu Tuti…..
Maaf, saat saya nulis yang di atas belum baca komentar yang lain.
Saya setuju dengan usulan Bang Bobby kalau mau diseminarkan. Soalnya masalah yang satu ini akan selalu ngetrend sepanjang zaman.
Bagaimana kalau Bu Tuti nyeponsori bikin seminar di Yogya. Pak Roni Waluyo yang jadi korban biar nyampaikan uneg-unegnya, saya juga bisa jadi narasumber untuk pelakunya he…he…he. Soalnya saya punya daftar panjang korban. Ada calon artisnya (maklum wartawan), ada (maaf) selir raja, ada orang biasa, dan…….ada yang ”TERNYATA” pembantu rumah tangga kwekekekekek….. Wah, yang terakhir saya sebut itu, ceritanya sangat lucu, dari perkenalan, hubungan sampai ketahuan. Kalau ada sutradara film lucu-lucuan, atau selingkuh-selingkuhan, itu sih bisa dibikin film laris manis…..ha….ha…..ha….
Sekali lagi ini bukan untuk kebanggaan lho bu. Tapi saya justru ingin bilang bahwa selingkuh itu dikit enaknya ketimbang nggak enaknya. Resiko pun sangat besar, apalagi bagi mereka yang nalarnya tidak seimbang.
Tuti :
Soal seminar, NO WAY Pak.
Seminar tentang masalah perselingkuhan, kalau pembicara dan pembahasnya bukan pakar psikologi atau pakar ilmu sosial-keagamaan, hanya akan menjadi ajang sensasi …
No, I don’t think it’s a good idea …
Permasalahan terjadi karena dua belah pihak, bukan karena salah satunya saja. Tidak ada yang mutlak benar atau mutlak salah. It’s a relationship of two people, kalau ada apa-apa, berarti keduanya musti introspeksi.
Selain tiga istri di atas, saya kenal betul dengan seorang istri lagi yang suaminya berselingkuh. Saya tahu sekali bagaimana perasaan perempuan itu ketika mengetahui suaminya berselingkuh. Saya tahu sekali betapa remuk hatinya saat itu. Dan saya masih ingat, apa kata-kata perempuan itu ketika dia sudah putus asa lalu memilih untuk menguatkan hati demi ketiga anak-anaknya yang mulai beranjak dewasa.
Kata Mami saya saat itu:
“Semoga kehidupan kalian kelak jauh lebih baik daripada Mami sekarang ya…”
Dan kami menangis.
But I still love my Dad, apapun kesalahan yang telah beliau lakukan. Itulah hebatnya Mami…. selalu berusaha tetap patuh pada Papi, tetap hormat, tetap menganggapnya sebagai Ayah yang hebat…
And at the end of her life, July 2002, Dad knew, that he lost his true love… the one who really loved him with all her heart…
(Bunda, aku nangis bentar yaa…. kangen banget sama Mami…)
Tuti :
Quote :
“Permasalahan terjadi karena dua belah pihak, bukan karena salah satunya saja. Tidak ada yang mutlak benar atau mutlak salah. It’s a relationship of two people, kalau ada apa-apa, berarti keduanya musti introspeksi.”
Memang betul, Lala … tapi tidak selalu demikian juga. Kata beberapa psikolog yang menjadi konsultan perkawinan, pada zaman sekarang ini perselingkuhan bisa terjadi bahkan pada perkawinan yang baik-baik saja dan tidak ada masalah. Hal ini bisa disebabkan oleh karakter salah satu pasangan yang memang tidak setia, ditunjang oleh situasi pergaulan di tempat kerja yang membuat orang menghabiskan sebagian besar waktunya bersama rekan kerja atau relasi kerja. Kebersamaan yang intens dan dalam waktu panjang ini membuka peluang berkembangnya hubungan kerja menjadi hubungan asmara.
Lala sayang, aku menangis membaca tentang Mami ….
Semoga Mami bahagia di sisi Allah Swt …. (aku masih nangis, Lala … )
Aduh, komentar yang pertama dihapus aja, Bunda… Kepencet… hehehehe…
Tuti :
Udah tak hapus, La … lain kali mbok kepencetnya itu salah transfer ke rekening bankku via sms banking, gitu lho …
salam kenal bu…….boleh saya sharing di sini?
Tuti :
Salam kenal juga Lizie, silahkan … beranda ini memang untuk sharing apa saja yang menarik minat kita.
maaf bu maksud tulisan ibu ttg temen ibu yg ibu ceritakan di atas “melepaskan sang suami dari hatinya” apakah itu bercerai?
sekarang ini saya punya temen yg suaminya sdg selingkuh malah sudah merencanakan untuk nikah siri sebelum ke nikah resmi..suaminya ini mengajak temen saya untuk bercerai hanya saja temen saya ini menolak untuk cerai dgn alasan masih sayang ke suaminya sekaligus pertimbangan putrinya yg baru mau 2 tahun…o iya temen saya ini dia seorang pegawai..usia pernikahan mereka sebenar nya baru 3 tahun, dan ini ke dua kalinya suaminya selingkuh yg pertama ketika temen saya tuh hamil 6 bulan. sekarang ini dia sedang bingung banget apa yg harus dia lakukan, dia juga mengijinkan suaminya menikah lagi dgn selingkuhannya itu asalkan tdk di cerai..
kebetulan saya ketemu web ini dan baca tulisan ibu di atas. maksud “melepaskan” itu apa ya bu?
sekalian deh minta bantuan ibu untuk kasih sarannya…hehehe
temen saya ni sekarang tertekan sekali karena ulah suaminya…disamping itu ibu nya temen saya ini sedang sakit parah salah satunya penyakit jantung…makanya dia menolak untuk cerai…minta tolong sarannya ya bu…..banget banget banget…makasih ya bu…hehehe kok malah jadi konsultasi ya….
Tuti :
Saya sungguh ikut prihatin pada masalah yang sedang melibat teman Lizie. Semoga ia diberi kekuatan hati dan fisik untuk menghadapi semuanya.
Yang saya maksud dengan “melepaskan sang suami dari hatinya”, bukanlah bercerai, tetapi mengikhlaskan perilaku sang suami, dan tidak lagi menjadikan suami sebagai obsesi hidupnya. Ia tetap menerima suaminya, tetap menjalankan kuwajibannya sebagai isteri dengan sebaik-baiknya, tetapi tidak lagi menjadikan sang suami sebagai sumber kebahagiaannya.
Kemampuan membuat hati ikhlas adalah kunci untuk bisa memperoleh ketenangan dan kebahagiaan hidup. Bagi orang yang beriman, dengan ikhlas ini maka semua dikembalikan pada Tuhan, Sang Pemilik Segalanya. Bukankah kita, semua yang ada pada diri kita ini, adalah milik Tuhan? Suami, anak, harta, semua itu adalah milik Tuhan yang hanya ‘dipinjamkan’ kepada kita. Jadi kalau suatu saat diambil kembali, ya kita harus ikhlas. Bersyukurlah bahwa kita ‘sempat dipinjami’ milik Tuhan tersebut, sempat merasakan kebahagiaan dari ‘menikmati pinjaman’ tersebut. Jika kesadaran bahwa SEMUA BUKAN MILIK KITA ini sudah mampu kita bentuk, maka keikhlasan akan datang dengan sendirinya.
Jika memang masih mencintai suami dan tidak mau bercerai, terimalah kenyataan dengan sepenuhnya, dengan segala konsekwensinya. Ikhlaskan suami menikah lagi, jangan membuat huru-hara atau melakukan tindakan bodoh lainnya, karena itu hanya akan merendahkan martabat diri sendiri. Tetap tegar, tampil penuh percaya diri sebagai seorang isteri yang terhormat. Insya Allah, orang akan semakin menghargai dan menghormati isteri yang mampu bersikap demikian.
Tetap mencintai suami, tetapi dalam bentuk yang mungkin agak berbeda dengan cinta ketika suami belum mendua. Sayangilah suami sebagai saudara, sebagai teman, sehingga rasa cemburu itu bisa diredam. Lalu pernikahan dijalani untuk apa? Untuk beribadah kepada Tuhan. Dari mana sumber kebahagiaannya? Dari diri sendiri. Ciptakan kebahagiaan sendiri, jangan menunggu atau meminta suami membahagiakan kita.
Kembangkan potensi diri, perluas pergaulan, berikan sesuatu (material maupun spiritual) kepada orang lain agar hidup kita memiliki arti. Jika kita sudah mampu berdiri tegak, dan menciptakan kebahagiaan kita sendiri, suami mau jungkir balik juga ‘nggak ngaruh’ (kata anak muda … ). Ohya, kemandirian finansial sangat penting, sebab kalau kita punya uang sendiri, kita tidak khawatir akan kelaparan dan kedinginan tak punya atap tempat berlindung.
Hanya itu yang bisa saya sarankan Lizie, semoga teman Lizie, bisa mengatasi cobaan hidup dan tumbuh menjadi wanita yang lebih dewasa, lebih arif, dan lebih kuat.
He…he, serius amat.
Memang, kadang kala orang jujur ajur. Makanya, banyak suami yang diam-diam kalau punya selingkuhan, padahal di rumah ceileee……alimnya minta ampun.
Tuti :
Kalau jujurnya bilang :”Aku habis nyuri ayam”, ya pasti dihukum Pak. Tapi kalau jujurnya “Aku nggak pernah nyuri ayam” mosok ajur sih?
ibuku…terima kasih sekali sarannya…temen saya pasti seneng sekali dapat masukan seperti ini. sekali lagi terima kasih ya ibuku…
Tuti :
Sama-sama, Lizie. Semoga teman Lizie menemukan jalan yang terbaik bagi dirinya, karena setiap permasalahan, dan setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikannya. Salam.
Hi….mbak,
mungkin aku agak telat neh…tuk nimbrung.
aku salah satu korban perselingkuhan dan suamiku sudah minta maaf dan mengakui semua perselingkuhan yang dia lakukan dan aku juga tau semua silsilah keluarga tuh cw dari suami, anak2 dan keluarga besarnya, karna kita suka diundang disetiap acara yg mereka buat. aku pernah minta pisah tuk intropeksi diri kita masing2 tapi dia gak mau. aku pernah menegur tuh cw dengan sopan kalau apa yang dilakukan antara mereka berdua itu tidak baik berdasarkan norma agama dan suami tuh cw juga sudah tau tapi sepertinya dia acuh saja menanggapi masalah rumah tangganya. apa mungkin suaminya juga seperti itu??? atau dia juga takut kehilangan istrinya dan membiarkan perselingkuhan itu terjadi aku gak tau… aku bertahan mempertahankan rumah tangga ini juga karna anak2 dan ibu mertuaku. anakku yg besar sudah tau masalah yg dihadapi papahnya, mbak…
cuma yang jadi masalah buat aku sekarang, semakin aku ikhlas dan pasrah semakin aku gak suka sama tuh cw, pasalnya dimanapun, kemanapun jam berapapun tuh cw suka SMS atau telp, gak peduli urusan kantor atau pribadi dan aku sudah mengutarakan kalau aku tidak suka dia selalu SMS dan telp dan kadang aku suka iseng buka SMS dari tuh cw yg isinya masih mengharapkan suamiku dengan punya panggilan kesayangan, suamiku gak tau kalau aku suka buka SMSnya, padahal itu mengganggu menurutku, karna suami pulang kerja dini hari, sabtu juga masuk dan seharusnya hari libur dia manfaatkan tuk lebih banyak komunikasi ke keluarga terutama ke anak2 ku yg dua2nya jagoan yang lebih butuh figur seorang bapak, tapi jawaban yg aku dapat dari suami adalah marah, sok ngatur, yg profesional lah katanya, ya sudah seperti biasa akhirnya aku memilih diam dan membiarkan suami berargumen sendiri. terus terang aku yg lebih banyak membiayai kebutuhan rumah tangga padahal aku tinggal di mertua (tinggal ibu mertua aja), tapi itu semua aku gak ukur dengan materi, yang aku mau komunikasi dan kejujuran, suami sendiri aja sudah banyak masalah, kok malah terjerumus ke masalah tuh cw, gimana donk mbak??? maaf ya mbak, aku jadi curhat hanya minta solusi aja dari mbak Tuty, kalau yang aku lakukan tuh udah benar atau harus bagaimana? karna aku gak mau ngerepotin keluarga ku dengan mereka tau semua masalah ku….
Thanks mbak….???
Tuti :
Semua pilihan kembali kepada Nenenk sendiri, karena Nenenklah yang menjalani. Yang penting, harus yakin dengan pilihan yang diambil, dan jalani dengan ikhlas. Be strong, be nice, be wise ….
salam hangat,
tuti
Emang hati ini ancur rasanya, ketika liat suami selingkuh palagi dengan pembantu, dan liat dengan mata kepala sendiri. Ini pernah kualami beberapa tahun yang lalu. Namun aku masih bertahan demi anak anak
Tuti :
Mudah-mudahan sekarang semuanya sudah berlalu ya, Yola. Perbaiki dan tingkatkan kualitas hubungan dengan suami. Kubur dalam-dalam luka yang lama, jadikan musibah itu sebagai jalan untuk memperkuat diri. Semoga ke depan akan lebih baik. Salam untuk anak-anak …
berulangkali saya baca tulisan jeung tuti dan berulangkali pula saya menangis membacanya. pedih rasanya mengetahui ada cinta lain di hati suami dan pada saat yang bersamaan tak ada cinta untuk saya, istri yang telah dinikahinya selama 13 tahun. Dulu, saya menerima dia apa adanya termasuk perlakuannya yang tidak romantis dan kurang perhatian, tapi sekarang saya jadi sakit hati karena ternyata suami bisa begitu romantis dan perhatian pada selingkuhannya. saya terluka membaca sms suami dalam bahasanya yang sederhana; terlihat betapa dia merindukan, mengkhawatirkan dan begitu mencintai selingkuhannya.
Saya kasihan pada suami karena dia jatuh cinta pada perempuan penggoda yang sudah bersuami. dari fakta yang saya dapat perempuan itu menginginkan suami saya jadi pemuas nafsunya, terang-terangan dia siap melakukan apapun (bila terjadi sesuatu) tanpa melibatkan suami saya asal keinginannya di penuhi. Dia terlihat profesional untuk urusan ini. Saya melihat hubungan mereka timpang, suami tulus mencintainya sampai tidak berani melakukan apapun karena takut menodainya tapi perempuan ini terus menggoda suami dengan kalimat-kalimat intim.
jeung Tuti, suami saya pada dasarnya adalah laki-laki yang baik, sederhana dan bertanggung jawab maka dengan ltr blk sifatnya itu dia juga bertanggung jawab dan setia pada selingkuhannya. Sekarang suami sudah memutuskan nya dan meminta maaf kepada saya, tapi saya tetap khwatir dengan kadar cintanya pada perempuan itu; dan saya merasa walau sekarang dia memilih saya tapi alasannya bukan karena cinta. Tidak mudah juga bagi saya untuk meninggalkan dia karena saya masih mencintainya juga saya memikirkan kesejahteraan mental anak-anak saya. Duh…Jeung Tuti sulit sekali bagi saya untuk belajar menerima kenyataan bahwa dia mencintai perempuan lain ketika dia masih menjadi suami saya….
Masalah lainnya adalah saya dan suami tinggal berjauhan karena suami bekerja di lain kota dan malangnya lagi perempuan itu adalah teman sekantornya. Makasih banyak ya Jeung dengan tulisan anda saya merasa tidak sendiri….
Tuti :
Mbak Nei, perselingkuhan memang bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada suami yang sesungguhnya pria yang baik. Penyebabnya bisa macam-macam, mungkin karena suami tidak tahan digoda wanita lain, mungkin juga suami memang jatuh cinta kepada seorang wanita meskipun wanita tersebut tidak menggodanya. Perselingkuhan juga bisa hanya semata-mata karena dorongan nafsu seksual, bisa karena memang (lagi-lagi) cinta.
Apa pun penyebabnya, perselingkuhan suami sudah pasti membuat hati isteri hancur. Lalu apa yang bisa dilakukan jika suami terlanjur selingkuh dan hati isteri terlanjur sakit, serta kepercayaan pun terlanjur hilang? Jika suami sudah menghentikan perselingkuhannya, dan sudah minta maaf, sementara isteri dan anak-anak masih membutuhkan kehadirannya, memang sebaiknya pernikahan dipertahankan. Rumahtangga dibangun kembali dari awal. Pasti tidak semudah ketika memulai pernikahan dulu, ketika belum terjadi prahara, tetapi dengan kemauan dan itikad kuat, insya Allah bisa.
Apa kunci bagi seorang isteri untuk menerima kembali suami yang pernah selingkuh? Pertama, sudah pasti memaafkan. Suami adalah manusia biasa, yang tak lepas dari kesalahan. Kedua, memperbaiki diri dalam segala hal. Memperbaiki diri ini bukan semata-mata untuk merebut kembali hati suami, tetapi yang lebih utama adalah untuk meningkatkan kualitas diri. Jika seorang isteri memiliki kualitas diri yang tinggi (pandai, baik hati, ramah, sabar, penyayang, bermoral, merawat diri sehingga kelihatan cantik), ia akan memiliki rasa percaya diri yang juga tinggi. Rasa percaya diri yang tinggi ini sangat penting, karena dengan memiliki percaya diri yang tinggi, orang tidak akan mudah hancur. Jika seorang isteri adalah wanita yang mulia, maka kalau suaminya selingkuh, siapa pun akan bisa menilai siapa yang salah.
Tetapi, menyalah-nyalahkan suami juga tidak ada gunanya, apa lagi kalau dia sudah menghentikan perselingkuhannya. Jangan lagi diungkit perselingkuhan yang pernah dilakukan suami, karena itu hanya akan membuatnya marah, dan mungkin justru mendorongnya untuk kembali selingkuh.
Bagaimana kalau suami kelihatannya masih mencintai bekas selingkuhannya? Apa boleh buat, tidak ada seorang pun bisa menghapus rasa cinta dari hati seseorang. Yang bisa dilakukan isteri adalah menciptakan suasana rumah tangga dan komunikasi yang sebaik-baiknya dengan suami, agar suami merasa nyaman dengan pernikahannya. Penuhi waktu dan pikirannya dengan suasana yang menyenangkan : rumah yang tenang dan ceria, anak-anak yang manis, obrolan yang hangat dan akrab. Jika ia merasa dicintai oleh isteri dan anak-anaknya, nyaman di rumahnya, lambat laun cinta kepada ‘orang luar’ itu akan terkalahkan.
Kondisi Mbak Nei yang berpisah kota dengan suami memang agak menyusahkan. Cobalah sekuat tenaga untuk bisa berkumpul dengan suami, sebab kedekatan fisik tidak bisa digantikan bahkan oleh telepon atau sms. Apa yang akan dilakukan suami sepulang kantor jika di rumah tidak ada isteri dan anak-anak yang menunggu? Bagaimana ia tidak akan kesepian dan tergoda untuk mencari ‘teman’ jika di rumah tidak ada kehangatan yang melingkupinya?
Jangan putus asa ya Mbak Nei, coba sekuat tenaga untuk membangun kembali pernikahan Mbak. Insya Allah berhasil jika Mbak bersungguh-sungguh. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa dan memohon perlindungan Tuhan.
salam hangat,
masih boleh nyambung ya jeng…
Setelah membaca komentar anda, berseliweran bantahan dalam pikiran saya yang intinya ingin menjelaskan bahwa saya sudah melakukan apa yang jeng Tuti sarankan jauh sebelum dia selingkuh. saya sudah bertanya apa yang kurang dari saya yang kira-kira bisa saya perbaiki dan jawabnya tidak ada. Saya pilihkan pakaiannya dan dandani tampilannya karena saya pikir dia harus menyesuaikan dengan lingkungan pergaulan kantornya yang menurut saya agak hedonis. Semampu saya diperhatikan juga soal makanannya karena saya khawatir dia sakit, saya berusaha patuh padanya dan saya dukung apa yang dia mau, saya juga belajar lebih banyak lagi dengan harapan bisa meningkatkan kualitas diri dan dia bisa bangga pada saya. itulah mungkin, ada rasa tidak bersalah yang bercokol dalam hati saya yang jadi penyebab mengapa saya tidak pernah bisa menerima mengapa dia selingkuh. Hal lain, saya terlalu percaya kepadanya, karena menurut saya dia suami terbaik yang saya punya dibanding para suami dalam lingkup pergaulan teman atau keluarga saya.
Tapi sekarang saya tersadarkan bahwa saya terlalu pede, yakin suami saya tidak akan berpaling karena sudah sekian belas tahun kami menikah maka kami punya orientasi dan pola pikir yang sama. Saya juga terlalu pede suami saya mencintai saya apa adanya sehingga kadang dalam tampilan juga saya sewajarnya saja, tetapi ternyata paradigma suami tidak seperti itu, selingkuhannya berpenampilan modern (?) bercat rambut, ber cat kuku, merokok ( maaf bukan mendiskreditkan perempuan yang merokok) menggunakan soft lens untuk gaya serta pencinta salon dan spa. Intinya secara fisik perempuan itu menyenangkan untuk dilihat laki-laki, termasuk suami saya. dan jujur saja saya tidak berpenampilan seperti itu, karena saya hidup dalam lingkungan yang sederhana dan saya juga berpikir bahwa itu bukan prioritas penting dalam hidup. Awalnya saya berpikir hal-hal seperti itu sudah lewat dalam hidup suami, saya mengira dia sudah dalam fase matang dan bisa melihat kecantikan tidak dari fisik semata, tapi dugaan saya seratus persen salah. Selain tampilan, secara fisik saya juga kalah dari selingkuhannya. perempuan itu lebih tinggi dan kulitnya lebih terang dari saya.
Harga diri saya benar-benar runtuh, karena ternyata harga saya tidak lebih dari warna rambut, warna kuku, warna kulit dan tinggi badan, oh ya satu lagi perempuan itu punya keterampilan seni yang membuat suami saya terkagum-kagum padanya.
Mungkin Jeng Tuti berpikir saya menyalahkan suami melulu, tidak juga Jeng, Saya mengaku salah dengan keterlenaan dan kepedean saya, saya tidak sadar bahwa lingkungan juga bisa sangat mudah merubah seseorang. dan seperti yang jeng Tuti bilang mungkin dia kesepian dan membutuhkan pendamping secara fisik. Kami sudah diskusi untuk soal ini, dan sepertinya agak berat bagi suami untuk meninggalkan karirnya di kota tsb. Sementara bila saya dan anak-anak ikut suami khawatir dengan lingkungan dan fasilitas pendidikan yang pasti tidak akan sesuai untuk tumbuh kembang anak-anak, selain karena saya juga bekerja.
Rumit ya Jeng ? tapi itulah hidup yang harus saya jalani….
Bekal saya sekarang adalah kesediaannya untuk memperbaiki kesalahan dan harapan bahwa dia masih mencintai saya. Walau dengan susah payah saya juga harus mulai belajar menata diri dan menata hati sebelum kehidupan kami terlanjur rusak. Dan diatas semuanya, saya kembalikan hidup kami kepada Yang Maha Memiliki kita.
Terima Kasih Jeng sudah mau berbagi dengan saya.
Salam kenal dan salut saya pada anda.
Ytk. Ibu Nei,
Boleh kiranya saya berusaha mbembantu masalah ibu. Suami ibu kan memilih ibu dan meninggalkan “gebetannya”, serta ibu masih mencintai suami ibu, ya terimalah begitu adanya.
Positif thinking perlu selalu dipupuk dalam diri ibu, dan setiap orang dicetak oleh Tuhan istimewa, termasuk ibu. Tugas pertama kali ibu sekarang yaitu menyembuhkan sakit hati ibu. Caranya hanya ibu yang tahu, yang jelas positif thinking, jangan membandingkan diri dengan orang, memanjakan atau menghargai diri sendiri, termasuk kalau suami berbuat dan berkata kasar harus dilawan (hanya permainan psycs – ibu kan yang paling tahu bagaimana psykhis suami), kalau suami pulang milik ibu -diterima apa adanya, dan berfikir kalau dia diluar milik masyarakat (dia sudah dewasa mana yang berbahaya bagi diri dan mana yang tidak), lebih berkonsentrasi kepada kesejahteraan anak.
Adalah omong kosong, kalau orang tidak bisa mempunyai cinta untuk diri sendiri namun dapat memberi cinta pada orang lain. Syarat orang dapat memberi cinta pada orang lain yaitu dia sendiri harus sudah mempunyainya.
Percayalah bu dengan sikap pikir seperti itu hidup ibu dan anak-anak akan lebih tenang, begitu juga untuk suami ibu.
Salam
SELINGKUH,,???
Selingkuh, dari segi bahasa saja sudah mengandung makna negative.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, selingkuh mempunyai makna yang banyak :
1. tidak berterus terang
2. tidak jujur atau serong
3. suka menyembunyikan sesuatu
4. korup atau menggelapkan uang
5. memudah-mudahkan perceraian
Pertanyaan,,
Kebalikannya seandainnya seorang pria(suami)
1. berterus terang
2. jujur
3. tidak menyembunyikan sesuatu
4. tidak korup
5. menjaga krukunan hub suami istri (menjauhi perceraian)
Apakah pria tersebut boleh menikah lagi sesuai syariat islam?
mohon pencerahannya menurut pandangan islam bagaimana?
Yang dikemukakan oleh pak arjuna ini menandakan anomali, suami berdarah dingin alias psikopat. Saran saya suami model seperti ini baiknya ke psikolog secara rutin walau ndak ada obatnya.
Salam
emang selingkuh itu krn faktor lingkungan yg mendukung jg krn dlu saya pernah merasakan ketika suami saya punya ‘wil’ dikantornya, tp Allah Maha Baik biarpun saya hanya ibu rumah tangga biasa tp ada saja jalan yang membuka aibnya mulai dari perilakunya yg aneh, tp yang saya heran wanita zaman sekarang lebih agresif & berani krn ‘wil’ suami saya itu lebih berani daripada saya, sering dia tlp ke hp suami saya & terang2an.
Ketika saya tegur wanita itu eh suami saya malah membelanya padahal waktu itu saya sedang hamil anak ke 2 sampai2 ketika saya melahirkan dia tanpa ragu mengucapkan selamat, begitu sakit hati saya luka cesar belum pulih. Krn selama hamil begitu banyak beban yg saya tanggung anak yang saya lahirkan tdk sehat. Sampai sekarang saya sulit sekali memberi kepercayaan lg kepada suami saya.
salam kenal……….
sedih klo tau suami kita selingkuh, tp bukti yg nyata sulit tuk didapatkan. tanpa bukti kita dianggap menfitnah, tp perasaan seorang istri ga salah klo ada yg salah dari sikap suami…. utk menerima suami setelah perselingkuhan akan sangat berat rasanya… aku lebih memilih bercerai. alhamdulillah aku mempunyai karir yg cukup tuk memenuhi kebutuhan anak2ku….Tapi dia selalu menyangkalnya…
Ass wr wb,
Ibu, saya adalah korban wanita yg suaminya tidak saja selingkuh tapi benar2 diakui wil itu sbg istrinya secara agama (NIKAH SIRI ? Aku tidak tahu dan tidak pernah mau tahu. Yang pasti suamiku tdk pernahminta ijin kalo mau menikah dan aku juga tdk pernah rela / mengijinkan dia menikah lagi walau ajalku tiba. Alsannya macam2 dan tdk bisa aku terima krn itu menunjukkan keegoisannya. Kalaupun aku bertahan juga karena demi ke 3 jagoanku yg msh kecil. Jujur rasa cinta, saling memiliki, kedamaian tdk lagi ku rasakan. Dia termsk org yg arogan, egoin dll. Tp yah begitulah … pelan-pelan aku mencoba “melepas” suami dari hatiku, walaupun rasa sakit blm juga sirna.
aku mungkin ga bs kasih komentar. justru butuh saran ni..
aku (28 thn) menikah sdh 4 thn dgn suami ku (26 thn). masuk tahun ke 3,5 suami ku ketahuan selingkuh yg sdh. dan pd saat itu suami ku tdk bisa memilih, dia ingin kedua2nya. aku tdk bs terima itu. parahnya ternyata si cewe sdh pernah hamil dan digugurkan. aku beri dia waktu berfikir 1 bln, tetapi yg ada itu hanya merekatkan hub mreka berdua. aku mencoba memperbaiki diri aku sbg istri yg pasti ada kekurangan&kesalahan. aku minta suami ku pulang&aku akan menerima keadaan dia sementara dgn blm bs memilih itu. dan sdh berjalan 6 bln aku bertahan dgn suamiku, dia tdk jg mengakhiri dgn wanita itu. parahnya, dia mulai membungkam aku dgn perlakuan kasar yg membuat aku takut. dulu dia sering skali ucap cerai tp saya tdk mau. akhir2 ini saya 2 kali minta cerai & dia tdk mau, malah memukuli saya jika saya meninggalkan dia. akhirnya dgn bujuk rayu nya saya terima dia kembali. bbrp hari kemudian dia bilang hambar dgn saya dan minta waktu lg utk menyendiri&mendekatkan diri dgn Allah. tidak akan komunikasi dgn saya & jg tidak komunikasi dgn perempuan itu. saya bilang terserha, akhirnya dia pergi, tp ternyata dia langsung k rumah perempuan itu & hari berikutnya mereka berdua datang ke rumah teman suami saya menunjukkan hasil USG bayi 6 minggu, lalu setelah itu mreka pergi rekreasi berdua. sedangkan saya, semenjak dia pergi dari rumah, saya hancur, drop, mimpi dan terbangun meneriakkan nama dia, menangis. hampir berasa gila. temannya yg slalu mnjd saksi / kambing hitam dr suami saya sdh tdk tahan melihat saya diperlakukan spt ini. makanya dia slalu menginformasikan saya…tp saya tetap saja keukeuh bertahan dgn suami saya.. kabar terbaru skrg dia sdg proses pengguguran lg, makanya dia minta waktu 7 hari itu. tp suami saya di hari ke 4 menelfon saya terus, dan saya tdk angkat. lalu dia menelfon pembantu saya d rumah, dan suami saya sdh tahu kl saya sdh mengepak barang2 dia. saya sdh mengambil surat gugatan, tinggal saya kembalikan..krn cinta saya yg sangat besar saya bingung hrs melangkah apa. fyi saya blm punya anak dan aktif bekerja.
selain itu kesakitan saya krn menyaksikan video porno mreka di hp suami saya. tp saya tetap bertahan. dan suami saya pernah mengatakan, dia tahu kelemahan saya (terlalu mencintai&takut kehilangan dia), maka dari itu dia berbuat begini. selain itu, yg saya tahu semua bos2 nya dia marah dgn nya krn memperlakukan saya spt ini. sehingga itu membuat dia takut meninggalkan saya. saya pernah lihat sms dia yg berbunyi “apakah kala saya meninggalkan istri saya, saya akan dzalim dan hidup saya akan hancur? tp saya cintai slingkuhan saya&tdk bs hidup tanpanya”. oiya tambahan lg, suami saya pernah bilang sama saya kl dia tdk bs hidup dgn 1 wanita&hati dia sudah terbagi dgn wanita itu.
so, what should i??? apakah saya harus menceraikannya walaupun saya sangat mencintainya???dan dia skrg kt nya sdh berubah dan berkali2 sms sayank&penyesalan ke saya&minta kesempatan terakhir lg. (sbnrnya saya sdh memberikan kesempatan terkahir itu 2 kali & ini yg ketiga). sabtu ini dia minta bertemu saya. saya hrs gmn ya??kalau mengikuti perasaan, owww saya ingin sekali menerima dia kembali. tapi apa itu yg terbaik utk saya???
tambahan lagi keluarga saya sdh tdk menyukai dia. krn dia slama ini terlalu vulgar di depan umum saat bersama cewe itu. termasuk teman2 saya sering melihat dia bersama cewe itu sdg bermesraan di mal ataw dimana saja..
need ur help friends….
many thx…
maaf panjang. sbnrnya ini sdh saya potong2. krn msh bnyk kesakitan dr dia yg blm saya critakan disini. tp yg penting2 nya sdh sih..
cheers,
RARA
ytk. mbak Rara,
Komentar saya, suami mbak itu sebenarnya mencintai diri saja nggak ngerti, apa lagi mencintai orang lain (mana bisa orang nggak punya cinta.mau memberi cinta pada orang lain…apa yang diberi), ditambah lagi orang yang sangat tidak bertanggung jawab alias monster (kasihan sekali tuh cewek dan anak-anak yang digugurkan), untung mbak belum punya anak. Jadi walau dia bilang cinta, tapi dia nggak ngerti apa itu cinta. Mbak Rara belum punya anak dan masih muda (28 th), kalau sudah punya anak dengan bapak seperti dia……amit-amit…… penderitaan sekarang hanya seujung kukunya mbak…………..hidup ini indah sekali jika kita bisa menikmati dengan berprinsip “siapapun tidak boleh menghancurkan diri kita” dengan pertama kali mencintai diri sendiri supaya dapat memberi………….pasti kita sukses. Caranya membuang “sampah” itu, cari kegiatan dan pergaulan yang banyak,baca buku, berpikir positip dan optimis. Yang menentukan diri kita senang atau sedih itu kita sendiri, kalau inging hidup sedih, ya berfikir yang sedih-sedih, pasti dijamin hidupnya sedih……..begitu juga sebaliknya…
Salam, semoga dapat cepat menikmati hidup ini……
Lam kenal mbak…..
Saya salah satu istri yang dulunya punya suami super baik, ganteng, alim. Saking percayanya, saya malah ikut mendukung ketika sang suami berniat mencarikan jodoh untuk seorang kenalan perempuan yang masih jomblo di usia 35 tahun……
Namun……. Ketika perjodohan itu tak berhasil si perempuan malah melirik suami saya, dan suami saya kesenangan dilirik juga. Tapi dasar mungkin ia merasa bersalah suami saya malah ngak tahan sendiri dengan ulahnya. Ia mengaku sendiri sambil menangis karena ingat saya dan anak-anak katanya……, selingkunya juga hanya sebatas sms mesra dan ketemuan sambil suami saya belanja untuk toko di toko grosir sang perempuan……..
Reaksi saya…….?
YA……maaaaaaraaaaahhhhhh besar lah ya………
Tapi saya akhirnya punya pikiran begini……….
Saya wanita dengan penghasilan bagus, otak cukup encer….(hii….hiiii), dua anak yang manis……… Saya bilang aja pada suami…. silahkan aja kalau mau kawin lagi, tapi ceraikan saya terlebih dahulu, anak-anak saya bawah, karena saya yakin bisa menghidupi mereka….
Reaksi suami…..
minta maaf, berhenti berselingkuh, sampai saat ini.
Tapi……
Kenapa ya mbak, susah sekali untuk bisa percaya lagi pada suami. Walaupun kehidupan kami sudah mesra lagi tapi dalam hati saya selalu menyimpan kekesalan pada suami karena sudah merusak kepercayaan saya.
Saran saya paada para istri…… Jadilah istri sholehah, bukan istri yang lemah. Tunjukkan pada suami bahwa kita juga punya martabat dan tidak bisa ia perlakukan seenaknya. jangan lupa berusahalah untuk mandiri secara ekonomi.
Kok jagi curhat ya…..
Laki-laki begitu juga perempuan adalah manusia biasa, bisa tergoda dan lupa daratan….jadi ingetnya di air dan udara saja ya…..he….he….. Itu manusiawi!!!!!!!!. Masalah keluarga tetap lanjut atau tidak sih tergantung kedua belah pihak atau salah satu pihak, kalau dirasa membahayakan perkembangan salah satu atau kedua belah pihak, dan pertimbangannya juga akan merugikan perkembangan kesehatan jiwa anak2 ……..mendingan sampai disini saja lah…….. make the best of it…………
Pada akhirnya, Pernikahan itu cuman status doang dong mbak…kalo situasinya seperti ini.
Gak ada lagi istilah berbagi kebahagiaan dengan pasangan.
Lepas dari hati, mencari kebahagian sendiri. Untuk apa punya status menikah??
salam kenal,
Saya adalah salah satu istri yang merasakan akibat dari selingkuh. SAkitnya tidak dapat diucapkan. Tapi karena anak dan suami berjanji akan bertoubat, saya mencoba untuk memaafkan walau berat.
Apakah saya dapat meniti hidup kembali???
dan para suami jangan karena khilaf kalian tidak mengingat istri dan anak. Jangan mau enak sendiri. Para pria bisa hebat dan hancur salah satunya karena wanita
Saya adalah korban dari suami yang selingkuh hati. sakitnya bukan main, tapi saya belajar ikhlas. Dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya masih punya anak yang mencintai saya dengan sepenuh hati……..
Saya hanya memiliki raga bukan hati suamiku
saya jg slh satu korban dr perslngkuhn suami,& ini sdh sering dilakukn bahkn berulang2.janji mw berubah tp msh sembunyi2 jg.seberapa jauh dia sembunyi2 pasti sy tau jg.yg ada sy jd mrh besar ngomong jd ngawur & sll didngr anak2.mba sy jg bngung pngen bls selingkuh tp tkut dosa.jd yg ada nerima walau sakit.minta cerai dia tdk mau ceraikn sy.kt dia sy dan anak2 tetap no. 1 dihatinya.duuuttt..kt sy.berarti yg lain no.2…3…10,mb sy jd mls ngurus diri & ngurus suami.pdhl sy sll dandan u dia.tp kyny sia2 dimata dia sy tdk sesempurna selingkuhannya.yg cantik,seksi ,mulus,tinggi senang merawat diri kesalon pokoknya sempurna menurut suami.pdhl mngkn uang kesalon jg dr suami.suami tdk prnh jujur bnyk yg ditutup2i.klo memberi uang dijatah harian.mb gmn rasanya perasaan sy.mb bs byngkn.sakit mb…sy sering diam2 buka hpny.kdg sy lht smsny atau miss call ny.sakit bnget.mb sy bngung anak2 jg menganjurkn sy u jgn peduli sm papa ny.krn anak2 syg sy.mb sy hny bs pasrah & doa dlm sholat.krn dr awal sdh serahkn sm Allah biarkn Allah yg memilihkn jln bg sy & anak2.mb doakn sy smg sy kuat.Insya Allah sy Ikhlas.
Ngurus diri dong mbak Nur, biar diri segar dan kelihatan semangat hidup, dengan catatan itu pertama untuk menyenangkan diri sendiri dan anak-anak melihatnya senang karena ibunya ada semangat hidup. Ngontrol diri, Nggak usah lihat hp suami, hanya ngotorin pikiran dan berdampak negatif pada diri mbak saja. Biarin saja dia mau ngapain, nggak usah diurus dan diperhatikan. Semangat hidup dan keberanian mbak penting untuk mendukung perkembangan jiwa anak-anak. Cari jalan bagaimana supaya tidak diperlakukan seperti pembantu dengan dijatah harian untuk uang belanja, dan kalau bisa mulai cari penghasilan sendiri. Kebahagiaan hidup mbak ditangan mbak sendiri, jangan biarkan suami yang hobynya selingkuh menghancurkan hidup mbak. Jadi mbak harus berani memutuskan untuk kehidupan mbak di masa depan, mau apa dan bagaimana ?. Hidup perlu strategi mbak.
mau berbagi cerita boleh???
saya wanita pekerja anak tunggal 30 th sudah 4 th menikah anak saya dua-duanya laki2. yg besar 2 th 7 bln yang kecil 7 bln. sudah lama saya tau suami saya berselingkuh di dunia maya ga jarang juga sering kopy darat ato bertukar gambar2 yg ga seharusnnya…. dengan banyak wanita. dia suka selaki on line dengan hpnya sering ketawan tp jg ga berusaha berubah malah mengajukan pisah saja kalo saya protes tentang sikap dia. saya sangat ingin cerai.. tp banyak pertimbangan orang tua, nama baik, juga anak2 yg kecil2.
saya selau berusaha memaafkan berusha menerima tp selalu salah. hp, email, fb semua rahasia. dalihnya hanya iseng sms, telp2 ato penghilang rasa jenuh dia seorang karyawan IT diperusahaan swasta. saya berusaha memakluminya tp rasa sudah tidak kuat lg tp hrs bertahan krn anak2. saya tidak pnya teman berbagi cerita krn tidak mau bikin susah orang tua saya yang sudah menjaga anak2 saya selama saya bekerja kebetulan memang km semua satu rumah dengan orang tua saya. suami selalu pulang kerumah dia ikut komunitas salah satu anak motor tiger di jakarta selatan. itu yang bikin dia jarang di rmh suka touring beberapa hari. kami jadi sering tegang ribut riap waktu krn dia risi dengan sikap saya yg curigaan pada hal dia tidak selingkuh secara nyata. kmarin dia mengakui kalo banyak wanita yang mau jadi istri ke 2 dan nikah siri dengan dia jadi kalo saya tidak mau menerima dia lg tidak masalah dia dengan senang hari keluar dari rumah. saya heran egois sekali dia tidak memikirkan perasaan saya, juga anak2 yg kecil2. yg saya mau tanya kan hrs bagai manakah saya sekarang… saya mencinatai dia takut kehilangan tp rasa lelah menjadi istrinya sangat2 menekan sekarang ini…. tanpa sadar ingin dia prg maaf atau mati saja… dan tidak usah kembali kepada saya dan anak2. terima kasih…
Hallo mbak Venny yang sedang galau,
ada beberapa hal yang perlu dipikirkan,
1. apakah suami tinggal di (dengan) mertua indah sudah cukup puas dan berbahagia ?. Hal ini untuk mencari salah satu akar permasalahan
2. Walaupun sudah dalam perkawinan seharusnya minum anggur tetap di gelasnya sendiri-sendiri. Hal ini supaya masing-masing tetap mempunyai kepribadiannya sendiri, ingat saja cinta itu tanpa syarat. Namun yang diberikan “hanya”cinta bukan jiwa.
3. apakah dengan kelakuan suami berpengaruh baik terhadap anak-anak sehingga mbak tidak memutuskan cerai karena alasan anak-anak ?. Hal ini supaya jangan sampai anak-anak dipakai sebagai alasan untuk menindas atau memperbudak diri.
3. Cinta diri itu prioritas pertama (sehingga dapat memberi cinta yang lain terutama untuk anak-anak), dan nilainya jauh diatas nilai cerai, jadi nggak usah perdulikan apa kata orang.
4. Sebagai manusia yang bebas (punya akal dan budi) kita memang diberi karunia oleh YME, yaitu dihadapkan pada pilihan-pilihan untuk dapat memutuskan mana yang paling baik (ciri manusia)
good luck
Sungguh sangat mulia hati para istri yang dapat memaafkan kesalahan sang suami ,,,, sadar dan bersyukurlah para pria yang mempunyai istri seperti itu,,,teh ninih sosok wanita yang saya kagumi keberaniannya menghadapi kenyataan,,menerima semua dengan ikhlas dan tetap tegarberdiri mendampingi Aa Gym,,,,kenapa laki2 seperti itu sangat berperilaku egois ketika dia merasa tak nyaman dan tergoda wanita lain dengan alasan dia lebah baik,,,tapi tidakkah dia berpikir bagaimana sakitnya hati yang telah memberinya pengorbanan lahir batin,,,,tak punyakah rasa n tak pernahkah dia berpikir bagaimana dia sendiri yang mengalami hal tersebut,,,Ya Alloh Sadarkanlah laki2 seperti itu n bukakanlah hati mereka untuk menjadi laki2 yang bertanggung jawab dan bisa menjadi Imam yang soleh,,,,,akupun alami hal yang sama tapi aku belum bisa setegar teh ninih,,,,,
ibu..saya sedikit punya pengalaman mengenai isu perselingkuhan ini, suami saya pada awal pernikahan menunjukkan bahwa ia adalah suami yang setia, lemah lembut peduli dan penuh kasih sayang, suatu ketika dia dipindah kerja ke daerah atau kabupaten propinsi hal ini yang membuat kami terpisah pada bulan2 awal terlihat tidak ada masalah, namun sepandai-pandainya menyium bangkai pasti akantercium juga..bukan begitu bu!alat komunikasi atau hpnya selalu aktif untuk sms an ini yang membuat sy curiga, masa iya liburan masih ada urusan kantor, sekali2 ya istirahat..saya yang semula tidak pernah berniat untuk membaca isi smsnya, akhirnya membuka hp tersebut dan berderet2 sms dgn kt2 syang..cinta dari seorang wanita ada didalamnya….hancur lebur hatiku bu, serasa tidak memijak bumi lagi….lalu saya tanyakan kepada suami mengapa ia lakukan ini kepada saya, suami menjawab dengan ringan hanya iseng dek katanya”iseng” saja katanya dan ia minta maaf kepada saya, mengapa ya bu lelaki dengan mudah dan entengnya menjawab perbuatan tersebut hanya bagian dari keisengannya saja….sampai sekarang tentu msh ingat akan luka selingkuh ini, tapi saya ingat dengan putri kecil saya yang lebih membutuhkan perhatian saya….
salam,
saya ocha lahir di balikpapan dan menikah di siborong-borong.Kehidupan rumah tangga di batu kajang (kalimantan timur).suami saya nababan kerja di PAMA PERSADA NUSANTARA mempunyai isteri simpanan dan simpanannya memiliki ilmu guna-guna.Hingga sekarang suami saya masih dgn wanita tsb.anak2 saya suka rewel dibuatnya saya dikasih penyakit dan tidak pernah berhenti dan bervariasi kadang penyakit kulit dan kadang kepala saya yg diserang.Tapi saya tetap bertahan demi anak2.saya selalu berdoa buat rt saya dan tuhan menjawab ketika anak saya berumur 3,6thn. god bilang saya musti bertahan dan tetap ame dia.saya bilang saya mau mencobanya tapi sampai ku tak mampu.karena saya bukan wanita besi.tapi selama saya bertahan saya selalu ditemani anak2 yg rewel penyakit kulit yg buat aq gatal di malam dan siang hari(wah jago nih cewek simpanan suami buat kita gak tahan,profesi kali yah….???)juga suami yg berkarat alias umur yg mulai tua dan cinta yg sdh berkarat. wek….!!!dari cerita diatas saya mohon keteman-teman apa yg harus saya pilih?
a.saya berpisah sementara (saya akan isi dgn kerja di luar negeri dan anak2 dijaga ame ortu).
b.menunggu suami bertobat dan dimakan umur.(melihat suami diporotin ceweknya sampai dia menguasai semua uang suami saya yg sedikit itu.
c. saya tunggu saran dan masukan Anda disini.
terima kasih
Ngapain sih Ocha mikirin barang-barang busuk gitu. Biarin aja ntar kan akibatnya mereka akan merasakan nerakanya sendiri, mungkin sekarang malahan sudah merasakan. Nggak usah ditunggu..ngapain kok kurang kerjaan. Ngurus saja diri sendiri dan anak-anak, cari rejeki dan menebar sosial bagi yang memang benar-benar membutuhkan, kan badan dan pikiran tambah seger dan hidup tambah kreatif.
salam
terima kasih buat masukan dari ibu Wati. Teman2 saya juga banyak yang bilang seperti itu.cuman saya masih ragu.sekarang saya yakin sekali,baiknya saya isi hidup saya dengan hal yg berguna dan kreatif.sambil mengawasi anak2 dari dekat.
ocha
mau berbagi bu… saya adalah istri dari suami yang selama ini saya anggap sempurna, baik terhadap istri, anak2 maupun keluarga. tdk pernah sedikitpun terlintas suami saya akan selingkuh. bahkan waktu kami pisah pulau (saya disumatera) selama dua tahun, hubungan kita baik2 saja. setelah kami berkumpul lagi dan mempunyai anak 4 yang masih kecil2.. saya secara tidak sengaja membuka hp suami (sebelumnya juga pernah buka hpnya tp tidak pernah ada sms aneh2). alangkah syoknya saya membaca sms mesra suami (walaupun cuma 2 sms)kepada cewek lain. stlh sy buka semuanya terlihat banyak laporan sms keluar (setiap sms dia hapus) dan telpon keluar.. dunia terasa mau runtuh dan seketika kepercayaan saya hilang. bahkan saya menemukan tiket pesawat (ternyata dia tinggal di pulau lain) atas nama cewek itu didalam tas nya. sewaktu saya konfirmasi, semula dia tidak mengaku, tetapi setelah saya lihatkan bukti2nya barulah dia mengakui dan meminta maaf. dia mengatakan hubungannya tidaklah seperti yg saya pikirkan..cuma iseng2an…
what?? iseng2? sy tidak percaya..semalaman kami membahas dan akhirnya sy memaafkan dengan syarat tidak mengulangi lagi. bila terjadi lagi pulangkan saja ke rmh org tua (lagunya betharia sonata lahh..)
hingga sekarang ( baru 3 hari dari hari H) suami terlihat baik2 saja. hubungan kita malah bertambah intim. akan tetapi ternyata tidak mudah melupakannya. ada rasa cemburu yg luarbiasa membayangkan ada perempuan lain di hati suami..
sekarang sy mencoba untuk ikhlas dan menata kembali hati yng sudah remuk2. mencoba membuka lembaran baru (spt kt suami sy)..
ternyata disimak dari tulisan2 disini,banyak sekali wanita yg nasibnya sama seperti saya!!!! suami saya jg selingkuh!! padahal menurut dan bagi saya, dia adalah laki2 baik yg pernah saya temui!!! memang benar,melihat orang jgn hya dari penampilan luarnya saja!!! untuk saat ini,saya berusaha sabar dan tabah!!! saya berusaha rela melepaskan suami dari hati!!! cinta pun akhirnya lama2 ilang dgn sendirinya!!! tapi benar2 tersiksa sekali hidup seperti ini, penuh dendam,penuh kebencian,dan selalu terbayang2 pengkhianatan suami!!! ingin cerai,karna rasanya hati ini gak akan seperti dulu lagi,tapi kasihan kalo liat dan ingat sama sikecil yg masih butuh kasih sayang dan figur seorang ayah!! semoga semuanya cepat berlalu dan lewat dgn indah!!! amin!!!
Topiknya sangat bagus dan menyentuh hati. tapi setelah dibaca-baca,gimana cara or solusinya ya untuk menghadapi suami yang berselingkuh??
Cinta ,tiada cinta yang abadi melainkan cinta kepada Allah SWT, kita tidak akan sedikitpun menyesalinya dan tidak akan dirugikan. Kita harus meniatkan dalam diri bahwa keluarga sebagai salah satu alat untuk menggapai cinta kepada Allah. Dimanapun wanit, sesholeh apapun wanita tidak akan rela bila suaminya membagi dua hati dengan orang lain.
Lelaki, kitapun harus dapat memahami sifat laki-laki yang memiliki sifat mudah tertarik kepada wanita, karena wanita itu indah. dan tantangan diluar lebih besar bagi laki-laki, makanya Rasulullah menyuruh umatnya untuk menjaga pandangan dan kemaluannya agar tidak terjerumus kepada perjinahan. Mungkin sebagai salah satu interospeksi kita para istri apakah sudah memperhatikan suami kita, dikala pulang, memberikan senyuman yang indah walau hati kita kesal. memberikan ketenangan, penampilan yang menarik atau rapi saat suami pulang dsb.
Ternyaa laki-laki memiliki WIL bukan karena penampilan yang menarik. kadang mereka mencari tempat pelarian dari kekurangan istrinya seperti enak diajak berbicara, supel, atau iner beauty yang dimiliki wanita lain.
Kita interospeksi diri juga mulai dari sekara dan komunikasikan dengan pasangan, dan biarkan suami kita mengungkapkan perasaannya atau isteri sebagai tempat curhat dan mencari solusi bagaimana menyelesaikannya secara bijaksana dan dewasa tanpa emosi. memang berat tuugas seorang istri. Tapi ingat jihad istri sebagai IBU RT sangatlah besar, maka berjuanglah para isteri agar menjadi istrei yang sholehah, semoga Allah selalu memberikan kesabaran dan bimbingan-Nya.
Jangan berhenti untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya.. Insya Allah kita mendapaklan pahala ketika bersabar dalam menghadapi berbagai ujian dalam berumah tangga. Amiin
karena itu agama islam mengajarkan:
-jaga pandangan
-jaga hati
-jaga pikiran.
dan luruskan niat untuk ibadah.
Diluar sepengetahuan saya, suami saya masih berhubungan “istimewa” dengan mantan2nya. Sampai suatu saat saya tahu dan saya menanyakan kepada suami saya.
Suami saya akhirnya mengaku, dia bilang bahwa “Ada sebagian hatinya yang tidak mungkin bisa tergantikan” dan suami saya tidak mau untuk melepaskan saya tetapi juga tidak mau untuk melupakan mantan2 pacarnya.
Apa yang harus saya lakukan?
Mohon sarannya
saat ini sy sedang merasakan apa yang dirasakan istri yg diselingkuhi oleh suaminya. sedihnya bukan main. hancur segalanya! ketika bertanya pada diri, apa kurangnya sy?sejauh ini sy mencoba menjalankan hak dan kewajiban sebagai istri dan ibu bagi anak-anak.intuisi seorang istri yg suaminya selingkuh lebih tajam. pernah sy coba cari bukti, dan ketauan. tapi dia mengelak. lalu sy berdoa pada Allah swt, mungkin jalan yg kutempuh kurang baik di mata-Mu ya Allah. terserah pada-Mu. Engkau yg lebih berkuasa. sampai akhirnya tiba-tiba tanpa sengaja sy buka FB nya, Ya Allah…aib itu langsung terlihat. karena sy sudah punya bukti, sy langsung temui -maaf- lacur itu, setelah diitanya dengan adanya bukti. akhirnya dia ngaku. dan suami pun ngaku. ingin rasanya langsung cerai. sy sudah tidak percaya lagi laki-laki. tapi ketika anakku(3,5thn) nanyain bapaknya?sy ga sanggup jawab. nangis aja. alasan dia selingkuh adalah melampiaskan ML fantasinya saja katanya. ya ga tau klo dibelakang itu sudah pernah melakukan asli dengan lacur itu. yg sy tak habis fikir, suami sy dan wanita (dgn berat hati sy perhalus) itu, adalah sama-sama pendidik agama…sampai saat ini sy belum memberikan keputusan…
Allah sudah menggariskan nasib masing-masing. Kalau nasibnya dapat suami yang suka selingkuh, itulah bentuk sayangnya Allah dengan mengujinya berupa korbankan perasaan.
kEtika suami menimbulkan gelagat berselingkuh, saya tetap tenang dan mencari strategi jitu u menghadapinya…..saran saya g usah mencari bukti atau menghubungi selingkuhan…rugi banget, buat terapi tersendiri u suami kita….wanita harus cerdas meski kadang juga selalu kalah…percayalah Allah selalu melindungi dan mengabulkan doa orang yang teraniya….
Assalamu’alaikum….
Saat ini saya sedang memperjuangkan rumahtangga karena kasus serupa. MashaAllah mbak….
Dasyatnya cobaan hati ini….
Suami menjalin hubungan dengan mantan rekan kerjanya yang sudah berstatus istri orang. Mereka bahkan nyaris sudah mau menikah, dan wanita itu hampir resmi bercerai. Beberapa kali ‘tertangkap’ baik oleh saya maupun oleh suami perempuan itu namun tidak membuat mereka jera.
Dalih perasaan cinta yang terlanjur ada dan kasihan karna wanita itu sering dipukuli suaminya menjadi alasan.
Duh… Kalo diceritakan semua bisa jadi novel deh mbak… Saking rasanya gak mungkin banget semua kejadian ini….. Perasaan sakit dan terluka itu biar gimanapun mempengaruhi kehidupan saya…. Pekerjaan saya yang kebetulan di bidang kreatif jadi cukup berantakan….
Sekarang saya masih berjuang…. Sambil terus memohon petunjuk Allah…. Beberapa kali suami terus menyatakan bahwa semua telah usai dan dirinya benar2 telah kembali… Karena Allah dan ingin menghentikan semua kedzaliman yang ia telah lakukan.
Dia bersikeras tidak ingin menceraikan saya karena menganggap saya tidak bersalah. Dia bahkan bercerita kalo awal perselingkuhan dimulai dgn curhat wanita itu dan saat wanita itu bertanya, suami menjawab kalo pernikahan kami baik2 saja.
Saya mencoba berlapang dada Tp hati saya masih trauma dan merasa tersakiti… Perasaan was2 dan curiga itu begitu hebatnya menghantui.
Allah maha besar, baru-baru ini saya mengetahui kalo saya mengandung anak kedua kami (saya memang tetap melayaninya sbg istri) dan dia meyakini kalo ini petunjuk Allah kalo kita harus tetap bersama.
Sekarang saya sedang ingin berpisah sementara…. Masih menjernihkan pikiran….. Bangkit dan mandiri dengan kuat memang pilihan yang terbaik…. Sambil terus berserah pada kekuatan Allah…..
1. bu, saya ijin untuk copas di blog saya, visit mine : simplicity.blogspot.com
), ternyata memang kami tidak sendiri, kami komunitas orang2 tertindas, tapi alhamdulillah.. bukan kami yang menindas, so biarkan Tuhan yang akan menilai, men judge siapa yang baik dan untuk siapa kebaikan kami nanti..
2. udah capek jg bahas masalah ini, smuanya akan berpulang kpd Tuhan YME, Yang Maha Kasih dan Penyayang, yang baik akan kembali ke kita dan yang buruk pun akan kembali ke kita, jika kezoliman itu masih terus dilakukan, Allahu Akbar, tunggu saja sampai Tuhan murka semurka murkanya, Dia tidak tidur, Dia Maha Melihat.
sebagai wanita bekerja, sudah cukup lelah kami melihat kecurangan yang mereka perbuat, sudah cukup lelah energi ini kami limpahkan smua cinta untuk anak dan keluarga, sekarang waktunya, kami memusatkan energi untuk kebahagiaan kami sendiri.
be happy, be proud, be thankful, be more beautiful (narsis dikit gapapa kan bu
thanks sebelumnya ya bu..
waw…..bagus skl tulisan m.tuty..sy pernah mengalami suami yg selingkuh,walau saat iti dia jobless..dia akir nya dpt kerja di Sby,mulai lah lagi p’slinkuhan itu.Bahkan smp dia skt kelamin. thn 1-ke2,msh m’ngigm nafkah,tp selanjut nya,smp dia kmbl ke jkt,tak secuil pun nafkah diberi.Pdhl anak km akan m’nikah.Untung besan km m’ngerti,n mrk yg m’nannggung catering.Begt jg wkt anak ke 2 km mau nikah,mrk pakai uang patungan dgn calon nya,n pinjam ke bank.Wkt anak ke 3 nikah,biaya jg dr adik2sy.Kel suami mmng broken,(ortu na cerai),sebelum memutuskan pisah,sy shalat istikaroh tiap hari,n terjawab stelah 1 bln kemudian. tiba2 selingkuhan nya sms ke anak sy,minta maaf karena telah merusak kebahagiaan kami.Saat itu suami sy sudah dikeluarkan dr tempat nya kerja,krn korupsi u.nenafkahi isrti muda nya(ternyata mrk sdh menikah di Sby,n naku bujangan).Saat itu sy hny b’fikir,kasihan anak2 sy,krn klu mrk m’nikah,pasti akan d’tnya olh kel.calon nya,ttng kluarga nya.Wlw pun skrng sudh 10thn b’llu,sy msh skt hati,tp klu lihat anak cc sy,hilang rasa itu..skrng,sy menikmati keaddan ini,n barang x bs bwt cermin dr teman..Tak ada kekuatan selain Allah,sholat tatawu,n istikaroh mungkin jd solusi ny.Mmng berat rasa nya,tp yakin lah,Allah pasti mengabulkn
apa yang ibu sampaikan mengenai cerita halimah,teh nini dan hillary,,mengingatkan saya akan kejadian 1 tahun silam ketika saya terpuruk di hati yang hancur ketika mengetahui suami selingkuh,dan itu terjadi sampai sekarang,,,,namun saya cepat menyadari kenapa saya harus terpuruk??untuk apa saya terpuruk? keadaan membuat saya bangkit menata hidup yang hampir hancur,,dan saat ini saya alhamdulilah saya mampu mngendalikan hati saya bahwa dalam setiap doa saya agar suami menyadari kesalahannya,,,”melepaskan suami dihati ” saya setuju,untuk isteri2 yang saat ini tersakiti,masih banyak harus diperbuat oleh kita untuk kita menjadi wanita perkasa.
Saya mengalaminya sendiri. .
Saya nikah baru 1 bulan lngsung dtinggl suamiku 2 th krj di amrik, , ternyt suamiku selingkuh dng wnita bule
Saya Sangat Tau Persis Rasanya,,,Sakit!!
Saking Sakitnya,,,saya bingung harus menceritakannya darimana dn ending’y sperti apa,,,
Yupzt betul banget forgiven but not forgotten,,,padahal sudah 2 tahun berlalu tapi masih saja terasa perih,,,
selamat malam bunda dan semuanya,
malam ini saya baru mengetahui suami saya telah berselingkuh di belakang saya, dan ketika kami menikah ternyata selang beberapa bulan dya juga menikah siri dengan selingkuhannya dan skrg sudah memiliki anak, umur anak selingkuhan dan anak saya hampir sama cuma lebih tua anak saya. karna anak saya lahir lebih dahulu beberapa bulan. bedanya anak selingkuhannya sehat dan anak saya cacat.
saya menangis dalam hati bunda,
hancur hati saya, suami saya bahkan tidak tahu klo saya sudah tahu perselingkuhannya,
semua ini saya lakukan hanya demi anak saya bunda.
saya tidak tahu harus berbuat apa.
haloooo semuanya
dikhianati itu memang bener2 menyakitkan, bahkan seorang wanita bisa nekat bunuh diri atau membunuh. dari pengalaman saya, utk mengatasi suami yang selingkuh adalah kita harus mandiri, dan jagan membarikan cinta 100% ke suami, tapi berikan cinta yang lebih besar kepada Illahi, ya walaupun itu sangat sulit dilakukan, seperti halnya saya, biarpun dah hampir 2 thn pengkhianatan itu tetap setiap saat membayangi rmh tgga kami. menjalani hidup menjadi tidak seindah sbelumnya. Dan wahai para suami atau istri yang selingkuh, ingatlah bagaimana rasanya jika pasangan hidupmu tidak pernah ikhlas dengan perlakuanmu? tidak takutkah kalian dengan azab yang dijanjikan Allah yag pasti sangat pedih?
1 bulan yang lalu saya memergoki sms “kangen” suami yang ditujukan kepada “teman laki2nya” yang ternyata nomer seorang perempuan yang dinamai laki2 di HPnya. Saya sempat mencatat nmr perempuan sialan itu. Karena setelah terpergok suami langsung menghapus nmr tersebut. Karena suami berkelit bahwa itu cuma guyonan dia dengan temen laki2nya, akhirnya saya menelpon dan ternyata perempuan!! suami tidak bisa berkelit lagi. Dan berterus terang bahwa hubungan itu baru 2 minggu.
Sungguh hancur hati saya…. Pernikahan yang sudah dibina 12 tahun dan dikaruniai 3 orang anak yang manis2 dan pintar harus ternoda karena ulah suami..
Dunia serasa runtuh, saya merasa tidak di”manusiakan”, tidak berharga, tidak cantik lagi, tidak bergairah hidup. Tapi disisi lain anak2 masih membutuhkan saya..
Saya harus bangkit, meski susah menghilangkan rasa sakit yang teramat sangat.. Karena saya penasaran terus.. seperti apakah wajah perempuan itu? Meski suami bilang saya lebih cantik, saya tidak percaya. Rasanya ingin MEMBUNUH perempuan yang sudah membuat hidup saya berantakan!! Bahkan sampai detik ini pun saya belum bisa memaafkan suami..
Saya tidak tau harus bagaimana menghadapi semua rasa sakit ini .. andai waktu bisa kembali, saya memilih untuk tidak menikah sama suami saya saat ini!!!SUNGGUH MENYAKITKAN..
Mbak aku jadi nangis kalau ingat itu….xixixiixix. thanks ya mbak sudah shering.
asalamualaikum…..mbak yg baik saya sebut saja mr x dan istri saya mrs y….saya mau tanya saya pada bulan desember 2011 kerja diluar kota….dan baru kembali bulan maret 2012 saya dan mrs y baru ketemu saya di bulan maret,tepatnya pertengahan maret 2012 dia ketahuan selingkuh di facebook….trus saya tanya dia bilang hanya di fb kata mrs y istri saya……minggu ke 3 bulan maret istri saya hamil saya tanya sama istri saya ini ank siapa? kata dia ank saya… trus kata2x kata dia dengan laki2x di facebook menjurus sudah ketemuan ….dan dia tetap bilang tidak ketemuan dengan laki2x itu….skr saya mao tanya 1. mungkinkah yg di kandung istri saya ank saya ? 2, bagaimana cara peyelesaian masalah ini yang terbaik?
3 salahkah bila saya trauma dengan istri saya, dan apa artinya kata istri saya sebelum ketahuan saya dia bilang tidak bisa melupakan laki2x itu…apa artinya??? sebelumnya terima kasih…
Saya pernah mengalami perselingkuhan suami,setelah 3 bulan menikah..hingga saya d tinggalkan,tdk d beri nafkah..hingga jatuh talaq,karna dia berniat menikahi selingkuhany,rasany sakit,marah,dendam…apalagi ga da rasa bersalah dari pihak suami,akhrny sy serahkan smwany sm Allah,jika dia bkan jodoh q jauhkanlah,jika dia jodoh q tolong dekatkanlah,akhrny qt balikan lg..tp tetap luka yg dulu tdk pernah bisa lupa..benar memaafkan tp tdk bsa melupakny,pernikahan jd hambar..cekcok,egois yg ada,hingga punya anak pun dia sma sekali ga nunjukin sikap bersalah n mw memperbaiki diri,selalu marah,memaki maki,sering kabur n ga mw bekerja kalau ad masalah,meski cma hal sepele..boleh minta pendapat..ap yg harus sy lakukan?bertahan atau merelakan dia,thanx..
Istri bsa memaafkan suami yg selingkuh..bahkan perselingkan yg mengarah ke hal yg d tabukan agama,tetap bsa d maafkan tetapi knapa ktika istri ketahuan selingkuh,karna d guna2 laki2 lain,misalnya …suami tdak bsa memaafkan yang ad kt cerai..