JAGO PERANG YANG KABUR DIKEJAR KELINCI
Anda kenal Napoleon? Bukan, bukan anjing cerdik yang sangat setia kepada tuannya itu. Ini Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis yang terobsesi terus-menerus mengobarkan perang, untuk memperluas wilayah dan kekuasaannya di daratan Eropa. Meskipun sama-sama cerdik, Napoleon yang ini sama sekali tak suka menggonggong …
Tapi ia pernah lari terbirit-birit dikejar kelinci. Sudah baca ceritanya? Belum? Oke, nanti saya akan cerita. Tapi nanti. Sekarang kita kenalan dulu dengan Napoleon Bonaparte. Yuuuk …. (bagi para sahabat Napoleon yang sudah kenal baik dengannya, dari ujung jempol sampai ujung kuping, silahkan skip dan langsung baca ke paragraf akhir).
Napoleon dilahirkan di pulau Korsika pada tanggal 15 Agustus 1769. Nama aslinya adalah Napoleone di Buonaparte, yang kemudian diubahnya menjadi Napoleon Bonaparte agar lebih berbau Perancis. Ia menjadi siswa di Akademi Militer Brienne tahun 1779 pada usia 10 tahun … (Tunggu dulu, wait a minute! Usia 10 tahun menjadi siswa Akademi Militer? Nggak salah nih referensi yang saya baca? Emang dia nggak pernah melewati TK, SD, SMP, dan SMA ya?). Kecerdasan Napoleon membuatnya lulus akademi pada usia 15 tahun. (Busyeet … bener-bener deh! Tetangga saya, si Badu, usia 15 tahun masih pake celana pendek, ngeces dan main gundu, lha ini si Napo sudah lulus akademi militer. Ck ck ck … )

Antoine Jean Gros melukis Napoleon ketika masih muda. Woii, ganteng dan cerdas …. sapa juga yang nggak terpikat? (gorila pasti …)
Karier militernya menanjak pesat setelah ia berhasil menumpas kerusuhan yang dimotori pendukung kaum royalis dengan cara yang sangat mengejutkan : menembakkan meriam di kota Paris dari atas menara. Peristiwa itu terjadi tahun 1795 ketika ia baru berusia 26 tahun. Rupanya, tembakan meriam itu membuat para perusuh ketakutan dan kocar-kacir melarikan diri (ya iyalaa … lha wong disemprot air saja sudah cukup membuat demonstran kita bubar … )
Pada masa kejayaannya, Napoleon menguasai hampir seluruh daratan Eropa. Saudara-saudara dan kerabatnya kemudian diangkatnya sebagai penguasa di negara-negara yang sudah ditaklukkannya. Louis Napoleon berkuasa di Belanda, Joseph Napoleon di Spanyol, Jenderal Bernadotte di Swedia (yang tragisnya kemudian melakukan pengkhianatan).

Lukisan terkenal “Napoleon Melintasi Alpen” karya Jacques-Louis David. Lukisan ini disimpan di Musee du Louvre, Paris.
Bagaimana dengan kehidupan cinta Jenderal Perang ini? Ia menikahi seorang janda bernama Josephine de Beauharnais. Sayangnya mereka sama-sama suka selingkuh. Salah satu selingkuhan top Napoleon adalah Maria Walewska dari Polandia. Untunglah Josephine akhirnya bosan berpetualang dan menjadi isteri yang setia. Tetapi perkawinan mereka tidak berlangsung selamanya, Josephine akhirnya dicerai karena perkawinan itu tidak menghasilkan anak.

Penobatan Josephine sebagai Ratu Perancis di Katedral Notre Dame. Lukisan karya Jacques Louis David ini berukuran 6,2 x 9,8 meter!
Perbesaran lukisan Josephine dari lukisan penobatan di atas. Lukisan ini sungguh karya seni yang luar biasa. Selain ukurannya yang sangat besar, detailnya juga sangat rinci.
Setelah bercerai dengan Josephine, Napoleon menikah lagi dengan putri Kaisar Francois I dari Austria, Marie Louis. Tetapi pernikahan ini pun berakhir, setelah Napoleon dikalahkan oleh serangan Rusia, Austria dan Prusia, dan dibuang ke pulau Elba. Marie Louis sendiri diselamatkan oleh ayahnya yang bersekutu dalam penyerangan tersebut (loh, gimana sih, mertua kok menyerang menantu?) dan dibawa pulang ke Wina.
Meskipun pernah menguasai hampir seluruh daratan Eropa, sebenarnya Napoleon pun berkali-kali mengalami kekalahan dalam peperangan. Kekalahan yang mengakhiri kariernya sebagai Kaisar Perancis dialaminya di Waterloo. Perang di Waterloo terjadi setelah Napoleon berhasil melarikan diri dari pengasingannya di pulau Elba, dan berkuasa kembali di Perancis selama 100 hari. Pada perang di Waterloo, Napoleon berhadapan dengan Inggris, Belanda, dan Prusia. Kekalahan di Waterloo ini membuat Napoleon dibuang ke pulau Saint Helena hingga akhir hidupnya.
Napoleon pada masa tuanya, sudah agak bulet …
Begitulah sejarah hidup Napoleon Bonaparte, jenderal perang yang sangat cerdas, penuh ambisi, dan pada suatu masa berhasil menaklukkan hampir seluruh daratan Eropa. Hidupnya yang penuh kemewahan, kejayaan, dan cinta dari banyak wanita, berakhir dalam pengasingan yang sunyi dan sendiri di sebuah pulau terpencil …
Lhoo …. jadi bagaimana ceritanya Napoleon terbirit-birit dikejar kelinci?
Oh, ya ya ya …. Jadi ceritanya, pada tahun 1807 Napoleon sangat bersemangat setelah menandatangani Perdamaian Tilsit, sebuah perjanjian penting antara Perancis, Rusia, dan Prusia. Untuk merayakannya, dia mengusulkan agar staf kerajaan bersenang-senang dalam sebuah perburuan kelinci di sore hari.
Acara perburuan tersebut diatur oleh kepala stafnya yang terpercaya, Alexandre Berthier. Untuk menyenangkan majikannya, Berthier membeli ribuan kelinci yang akan dilepas di padang perburuan, agar para staf kerajaan mendapatkan banyak ‘binatang buruan’.
Kocap kacarito, para staf kerajaan tiba, dan perburuan dimulai. Para penjaga kelinci pun melepaskan ‘binatang buruan’. Tetapi bencana tak terduga terjadi. Berthier ternyata membeli kelinci-kelinci jinak, bukan kelinci liar. Kelinci-kelinci piaraan itu menyangka mereka akan diberi makan, dan bukannya dibunuh. Maka ketika mereka melihat lelaki kecil mungil (ohya, saya belum cerita ya, bahwa Napoleon itu bertubuh pendek?), bukannya melarikan diri, mereka malah datang mendekati Napoleon karena mengira akan diberi makan. Kelinci-kelinci yang kelaparan itu berlarian ke arah Napoleon dengan kecepatan tertinggi mereka, yaitu 56 kilometer per jam!
Peserta perburuan itu menjadi kacau balau, dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan para kelinci yang sudah menjadi kalap karena kelaparan. Napoleon pun tidak punya pilihan lagi selain lari dan memukuli binatang-binatang tak sopan itu dengan tangan kosong. Tetapi kelinci-kelinci itu tidak mau mengalah dan memaksa Sang Kaisar lari kembali ke kereta kerajaannya yang megah, sementara para bawahannya memukuli binatang-binatang lucu yang sudah tidak lucu lagi itu dengan cambuk kuda.
Konon, Kaisar Perancis itu kabur dengan keretanya, babak belur, dan dirundung malu … Oohh, dasar kelinci!

Inilah dia binatang yang telah membuat Napoleon lintang-pukang. Simbol play boy mengejar play boy beneran ….
(Sumber : Wikipedia, “Apakah Hitler Vegetarian?” oleh John Lloyd & John Mitchinson)









Lah…lawong kelinci iku binatang yang menggemaskan koq malah disebut binatang yang menakyutkan…piye toh? Katane kesatria perang tapi koq…takyut dengan kelinci.
Atau jangan2 karena Kang Napoleon ini termasuk playboy jadi agak tersinggung dengan kelinci….
Atau Jangan2 mbak Tuti lagi asyik memelihara kelinci dihalaman belakang?
Sebentar…saya harus menganalisa dulu nih…..
Tuti :
Mungkin Napo takut sama kelinci, karena mengira simbol play boy itu adalah nenek moyangnya …
Iya, saya pengin piara kelinci nih. Tapi kalau saya piara kelinci, pasti saya yang ngejar-ngejar kelinci, bukan dikejar kelinci … hehehe …
Pakde, nganalisanya jangan lama-lama, ntar keburu kelincinya pada beranak pinak dan menguasai dunia …
Ha ha ha. Lucu bu ceritanya. Nah, soal pernah kembali dari pulau Elba menjadi inspirasi salah seorang novelis Perancis (saya lupa namanya) untuk membuat cerita lanjutan petualangan Napoleon.
Setelah di buang di P Saint Helena, Napoleon tetap berusaha untuk kembali ke Perancis. Maka dia memakai strategi menyamar untuk dapat pulang. Dia lalu menyamar jadi pengemis tua. Karena sangat menjiwai, awak kapal tidak ngeh kalau yang dibawa Napoleon. Namun pihak sipir tahu kalau Napoleon lepas lagi dan menyamar sebagai pengemis. Berita dikirim lebih cepat dari kapal Napoleon yang sering mampir-mampir. Pemerintah geger dan buat strategi. Mengumumkan kalau Napoleon sudah wafat. Seluruh Perancis berkabung.
Kocapo, Napoleon asli sudah mendarat di Perancis. Lalu menghubungi kroni-kroninya. Hanya sedikit sisa kroni yang masih hidup. Celakanya mereka percaya kalau Napoleon sudah wafat. Jadi Napoleon asli dianggap pengemis gila yang mengaku-ngaku Napoleon. Akhirnya Napoleon asli meninggal sebagai pengemis tua miskin yang terlunta-lunta di negerinya sendiri.
Tuti :
Waah …. jangan-jangan kisah ini bener ya? Melas tenan nasibe Mbah Napo iku …
Jaman dulu belum ada tes DNA ya Pak, jadi nggak bisa membuktikan kebenaran jati diri seseorang. Untunglah sekarang teknologi DNA sudah maju pesat dan banyak dipakai. Saya mau nyimpen contoh DNA saya aah …. Jadi kalau suatu saat saya menyamar menjadi Luna Maya, terus bosen dikejar-kejar penggemar, saya bisa membuktikan diri saya sebagai Tuti ….. wakakaka!
lucu ya jago perang takut sama kelinci.
Tuti :
Mungkin bakat terpendam Napo memang melucu …
Kenapa ya playboy dilambangkan dengan kelinci?
*komennya ga nyambung*
Tuti :
(*garuk-garuk kepala*)
Pertanyaan sulit nih …. wahai para play boy, kenapa kalian melambangkan diri dengan kelinci?
Hahahha …
Kok bisa dikejar kelinci gitu toh …
Jendral besar gitu loh …
Eniwei thanks Bu …
Salam saya
Tuti :
Berarti kelincinya lebih ‘besar’ dari Sang Jenderal ya Om …
Thanks juga Om, udah lihat kelinci saya … eh, kelinci yang nguber Napoleon
Hahaha, mbak Tuti ternyata dibalik kisah Napoleon yg gagah berani itu, ada bagian yang kocak juga yach, wakakak
Tapi Mbak Tuti saya lebih terkekeh-kekeh lagi ketika mbak Tuti balesin komentarnya Mas Eko:
“Saya mau nyimpen contoh DNA saya aah …. Jadi kalau suatu saat saya menyamar menjadi Luna Maya, terus bosen dikejar-kejar penggemar, saya bisa membuktikan diri saya sebagai Tuti ….. ”
hahaha, boleh juga trik-nya dicoba, hehehe

(Celoteh2 Mbak Tuti ini suka bikin saya
cekikan dan selalu penasaran utk baca sampe ke komentar2nya, hahaha).
Best regard,
Bintang
Tuti :
)
Lha iyaa ….. dari pada menyamar jadi pengemis kayak Bang Napo, mending menyamar jadi Luna Maya kan? (holoh holoh … memangnya bisa? manjat bangku aja tinggi badan saya belum bisa nyamain Luna, apalagi menyamai cemerlang wajahnya yang kayak luna (rembulan) purnama … saya mah bukan bulan purnama, tapi bulan gerhana …
Ssst … Pak Eko itu teman dosen saya di UII, tapi beda fakultas. Dan tahu nggak Mbak, saya belum pernah lihat orangnya …. qiqiqi …
)
(mudah-mudahan saja seganteng Bang Napo
Jaman semono, apa belum ada resep sate kelinci ya MBak…qiqiqi….kalau saja jadi napoleon, saya akan tangkep kelinci tak sopan itu sambil bilang ” iki dadaku, endi dadamu…? dadamu akeh daginge, tak sate sisaaann…”
Tuti :
“iki dadaku, endi dadamu?” … wah, bisa-bisa jadi pornoaksi Mbak Ayik, lha dada si kelinci itu nggak ditutup apa-apa alias telanjang jee …
Kalau kelincinya betina, piye horo?
Aku kepingkel-pingkel, bukan kok membayangkan Napoleon dikejar kelinci, tapi gaya cerita mbak Tuti iku lho…lucu banget.
Padahal kelinci itu lucu lho…dan aku lahir di tahun kelinci…:P
Dulu aku juga punya kelinci peliharaan di rumah, dan daging kelinci enak (mirip daging ayam)…
Tuti :
)
Hehehe … saya bisanya melucu ya cuma di tulisan, Mbak Enny. Kalau tampilan asli … wakaka, bukan lucu tapi wagu ….
Iya, saya pernah makan sate kelinci, memang enak, lembut. Lha wong binatangnya aja waktu masih hidup kalau dipegang ya empuk.
Makanya, Bang Napo kok kabur lho dikejar binatang empuk gitu … (apalagi saya yang ngejar sambil ngacung-acungkan sapu lidi ya
hahaha! setiap membicarakan kelinci saya jadi ingat orang yang suka mengolok-olok saya dengan perumpamaan hewan ini.
ternyata sehebat apa pun seorang manusia, tetap ada kelemahannya (yang pada kasus napoleon jadi konyol dan memalukan). hehe.
hmm… karena perawakannya yang cenderung pendek, maka lahirlah istilah napoleon syndrome untuk menggambarkan grandiosity.
Tuti :
)
(*lama ngamati foto Mbak Hemma*)
Bingung saya, kenapa Mbak Hemma yang secantik ini diolok-olok seperti kelinci? Kayaknya nggak ada mirip-miripnya deh …
Ooooh … pasti karena manisnya, lincahnya, dan lembutnya ya. Ya ya ya … kalau itu saya setuju!
Wah … dapat ilmu baru nih, jadi orang bertubuh pendek itu namanya terkena napoleon syndrome ya, atau grandiosity ? (kayaknya saya termasuk nih … ihiks
Hahaha… ternyata. Saya jadi ingat punya paman yang takutnya sama suara walang kecek (jenis belalang pipih berwarna coklat) waktu malam.
Umur 26 dan masih imut gitu Napoleon udah berkuasa? Wah, wah, wah.
Kalau sekarang pasti sudah dinobatkan menjadi ‘The best brondong of the year’ hehehehe.
Tuti :
Wah, takut sama suara walang? Kalau suara jin kuburan, malah nggak takut ya? Aneh ……
Lah, dulu aja Bang Napo sudah jadi “The Best Brondong of The World” lho mas …
Selama ini suer belum pernah baca biografi si Napoleon. Makasih postingannya, bu Tuti.
Tuti :
Sama-sama, mas Alris. Emang nggak harus baca biografi Bang Napo kok, saya aja yang kurang kerjaan …
hehehe lucu banget nih ceritanya …. Baru pertama kali ini saya mampir di blog ini… Salam kenal Ibu tutinonka…
,
Tuti :
Terimakasih sudah mampir, Iis …. salam kenal juga
pertanyaannya, apakah Berthier kemudian diplorotkan pangkate, mbak? atau dipensiun dini?
Tuti :
(ngawur.com)
Menurut gosip infotainmen, sesudah tragedi itu, Berthier diganti seragamnya dengan baju kelinci, dan kalau jalan harus melompat-lompat …
konon orang bertubuh pendek memang
pinter dalam segala bidang
sehingga sering menang dalam
urusan perang maupun pertempuran
btw, mo nanyak nih Mbak Tuti
kenapa sih kelinci dijadikan
simbol playboy……
(maklumlah saya nih masih lugu)
hehehehe
Tuti :
)
(emang playboy berjenis manusia suka makan rumput juga? ‘rumput hijau’ mungkin sih iya … )
Orang pendek pinter di segala bidang? Setuju Bang, setujuuu …. (soalnya saya termasuk pendek
Nah, kalau soal kelinci yang dijadikan simbol playboy … mungkin karena sama-sama suka rumput hijau?
Huehehehe… ada teka-teki tentang Napoleon nih. Hayo, apa yang dikerjakan Napoleon setelah ia menginjakan kakinya yang pertama di tanah jajahannya??
Tuti :
Waduh ….. teka-teki dari Mas Yari ini selalu sulit (*garuk-garuk kepala*). Apa yaaa???
Oooooh ….. tahu saya, tahu! Ya pasti menginjakkan kakinya yang sebelah lagi, iya toh? Mosok dia berjalan dan berdiri pakai ‘kaki yang pertama’ terus? Cape deeee ….
“Hidupnya yang penuh kemewahan, kejayaan, dan cinta dari banyak wanita, berakhir dalam pengasingan yang sunyi dan sendiri di sebuah pulau terpencil …”
*Kasihan ya, Bang Napo…
*
Tuti :
)
Iya, kasihan Bang Napo. Tapi lebih kasihan lagi Bang Nape. Tau kenape? Die noh ape aje dikerjain, selalu kenape-nape … (halah, omong apaan sih?
Huahahahaha. Mbak Tuti tahu, Napoleon itu termasuk idola saya. Yah, ini ada sejarahnya. Ibuku selalu me(ngudang) aku ketika masih balita, katanya aku mirip Napoleon, dan memang aku punya foto ketika masih kecil. Persis dengan foto Napoleon kecil. Percaya nggak! Itu tak penting, tapi yang penting adalah semangatnya. Kegagah beraniannya kendati ia terbirit-birit dikejar kelinci. Ihik.
Tapi lain lagi dengan bulikku. Ia selalu ngudang: walah-walah nggantenge kaya Siswondo (itu lo pemimpin kethoprak Siswobudoyo dari Tulungagung yang setiap sekatenan selalu tampil bikin tobong di alun-alun. Kebetulan waktu itu aku tinggal di Ngasem. Wah-wah-wah, hebat orang tua waktu itu kalo ngudang anaknya. Kalau ibu sekarang kalau ngudang gimana ya? Mungkin, anakku ngguanthenge kaya Ahmad Dhani, atau ayune kaya Mulan Jameela. Ihik-ihik.
Tuti :
Waaah …. boleh dong saya dikirimi foto waktu kecilnya Mas Gun, untuk membuktikan kalau Mas Gun dulu memang bener-bener ganteng seperti Bang Napo
Tapi Mas Gun nggak terbirit-birit to kalau dikejar kelinci? Pasti justru kelincinya yang terbirit-birit dikejar Mas Gun … hehehe …
Bagaimana para ibu jaman sekarang ngudang anaknya? “aduh, nggantengnya kayak Thukul Arwana” qiqiqiqi ….
Aku mau tanya, apa sebabnya kamu nulis tentang Napoleon ?
Tuti :
)
Aku juga mau tanya, kenapa Bang Sis tanya?
(busyeeet …. Bang Sis bukannya ketawa baca kisah Bang Napo, malah sibuk bertanya-tanya …
Apakah ada kemungkinan si Napoleon kelihatan seperti carrot sehingga dikejar-kejar kelinci ya???…
Jadi tahu sisi lain dari Napoleon, Seandainya pada saat perang trus musuhnya melepaskan kelinci apakah Napoleon juga lari terbirit-birit ya mbak?? Thanks mbak Tuti.
Tuti :
Bisa jadi pada waktu itu Napo pakai baju warna oranye, dengan topi lebar warna hijau, jadi dikira wortel ….
Kalau pas perang musuh Napoleon melepaskan kelinci, mungkin nggak jadi perang ya Mbak, soalnya Napoleon keburu lari dan para prajurit sibuk ngejar kelinci-kelinci itu …
Sebenarnya saya membuat postingan ini bukan untuk mengolok-olok orang lain, tapi sekedar berbagi cerita lucu saja. Semoga anak keturunan Napoleon tidak tersinggung …
Wah…. salah tuh…. yang benar adalah mengangkat kaki yang satunya lagi dulu. Wakakakakak……
Nggak deh, sebenarnya jawaban mbak Tuti benar, hanya saja saya punya dua jawaban kalau2 nanti jawaban mbak Tuti benar Huehehe…. Tetapi jawaban saya yang ‘maksa’ itu benar kan?? Lah…. mana bisa dia menginjakkan kakinya yang satu lagi kalau tidak diangkat dulu??? Kecuali kalau kakinya diseret. Tetapi jikalau kakinya diseret berarti nantinya namanya bukan menginjakkan dong. Masuk akal kan??
Sebenarnya ada lagi jawaban yang lebih maksa yaitu: “Niat mengangkat kaki yang satunya dulu”. Benar kan?? Wakakakakak……...Tuti :

Horeee … jawaban saya bener! Nggak perlu pakai ‘maksa’, ya to?
Terimakasih Mas Yari, teka-tekinya selalu menantang saya untuk berpikir, dan lucu-lucu, karena jawabannya selalu tak terduga …
Wah… memalukan sekali… seorang jendral koq kabur dikejar Kelinci…?! he.. he.. he…
BTW mengapa kelinci dijadikan symbol Playboy..?! yang saya tau saat majalah PlayBoy pertama kali diluncurkan, saat itu ada Product Selimut yang sangat populer menggunakan kepala kelinci sebagai symbolnya… nah karena merasa isi majalah ini berhubungan dengan “Selimut” maka symbolnya diambil dari selimut tadi yaitu Kelinci…
Salam dari jauh…..
Tuti :
Selimut dan ‘Selimut’ apa bedanya hayo …
Bang Michael sudah pernah pake ’selimut’ … eh, selimut yang ada gambarnya kepala kelinci itu? Pasti empuk dan anget ya Bang …
Tuti Nonka, kalau tidak salah Anda adalah penulis ya? Saya pernah membaca novel anda kalau gak salah judulnya Tak Sia-Sia Delia …
Tuti :
). Iya, “Tak Sia-Sia Delia” adalah salah satu novel yang pernah diterbitkan menjadi buku. Semula dimuat bersambung di majalah remaja Putri Indonesia. Sayang, saya sudah tidak punya lagi arsipnya.
Terimakasih, memang betul saya dulu penulis (sekarang sudah nggak lagi soalnya …
. Ass. Wr. Wb. Mbah .. eh Ibu Tuti
Cerita ini mengingatkanku waktu SMP, dimana pelajaran sejarah adalah pelajaran yang paling “menyebalkan” .. tapi ternyata dengan sudut pandang yang berbeda sejarah itu menyenangkan.
Maaf Ibu Tuti, blog ibu saya link ke blog saya …
Soalnya aku senang baca tulisan-tulisan ibu…
Makasih, n sukses selalu !!!
Wass. Wr. Wb.
Tuti :
)
Haduh, remuk hatiku dipanggil Mbah (Mbak ‘kaleee …
Ya, sejarah sesungguhnya pelajaran yang menarik, karena bercerita tentang manusia dan segala peristiwa besar yang berkaitan dengan kehidupan. Mungkin saja buku-buku sejarah dan guru-guru sejarah kurang pandai mengemasnya, sehingga menjadi pelajaran yang membosankan …
Silahkan me-link blog saya jika suka. Terimakasih.
Kelinci itu lambang Play Boy….
Yah itulah — dia kabur mungkin karena takut ketahuan kedoknya– suka main perempuan…
Kwakakakakaka
Tuti :
Emang perempuan mainan ya? Atau emang suka dimainkan? Atau tak berdaya dimainkan? Uhuk … uhuk …
Maap Mbak, ini bukan koment, akan tetapi sebuh jawaban untuk sebuah undangan kehormatan.
Sesungguhnya saya senang sekali mendapat kesempatan berharga diundang oleh Mbak Tuti dan Bunda DS di acara 7 dan 8 maret besok. Namun akan tetapi apa daya…halllahhh….saya sudah terlanjur dibon (dibooking) oleh kerabat yang punya hajat ( mantu dan khitanan, dua keluarga yang berbeda, jadi yang dikhitan bukan yang dimantukan…qiqiqi…) sebagai panitia wirawiri gak jelas, maka dengan sangat menyesal saya terpaksa menggigit jari saja di Karanganyar, sambil bayangin betapa seru dan hebohnya acara kopdar itu….huuuu…huuuu…(mingsek2 lebai dotcom).
Maafkan saya Mbak Tuti, mungkin lain kali kalau acaranya tidak dumbyuk, saya usahakan sowan menjadi penggembira dan penyapu stock suguhan (nyapu masuk perut maksudnya).
Terima kasih ya Mbak…
Tuti :
Wah, sayang sekali ….. padahal saya sudah nyediain dua kursi untuk Mbak Ayik (takutnya kalau satu nggak cukup ….. what?? *lari sebelum dipithing Mbak Ayik*). Saya juga sudah nyediain selusin piring plus segepok tas kresek (untuk apa? ya jaga-jaga kalau mbak Ayik makannya pakai ronde 1 sampai ronde 12, kayak olahraga tinju …. qiqiqi … ).
Dengan penuh penyesalan, terpaksa saya merelakan Mbak Ayik dimiliki kerabat di Karanganyar. Semoga tidak kebalik ya, yang mestinya dimantukan malah dikhitan, dan yang mestinya dikhitan malah dimantukan … wakakaka!
ohhhh…..gitu ya
tapi kl playboy tak cuma
suka rumput hijau………
segala rumput pun diembat
hehehehe
btw, lapor…..komen2nya
uda dibalas, jd tak prl lagi
Mbak Tuti yang membalas
komen2 itu….hihihihi
Tuti :
Tapi playboy kayaknya nggak suka ngembat rumput kering Bang, soalnya akan nyangkut di tenggorokan …
Komen-komennya udah dibalas ya? Wah, Bang Mike nggak jadi ngangkat saya jadi sekretaris nih … yo wis, langsung tancap gas kesana bang …. eng ing eng …..
Seru juga nih cerita Napoleon. Baru kali ini baca mengenai kisahnya soale.
Tapi yang paling seru tambahan kalimatnya Bu Tuti..hehehe..
Tuti :
Apalagi kalau Mbak Puak ikut nambahin, seru banget … hehehe …
Saya pernah baca2 dalam sebuah artikel bahwa perilaku playboy di kalangan kelinci antara lain:
- Kelinci jantan memang doyan kawin atau selingkuh, untuk kebutuhan pembuahan satu pejantan bisa melayani sampai 40 betina
- Kelinci jantan tukang cemburu sehingga kalau ada kelinci lain yang berani megusik betina dalam wilayahnya akan disambut dengan pertarungan
- Kelinci jantan tidak peduli apakah betina sedang bunting atau tidak ketika ingin kawin pokoknya dipaksa, walaupun kelinci betina menolaknya
- Kelinci jantan tidak suka dengan anak2 yang dilahirkan betina yang diselingkuhinya. Kalau perlu dibuang atau dimakannya sendiri
Bandingkan dengan perilaku playboy di kalangan manusia.
Tuti :
Rupanya Mas Mufti adalah pengamat kelinci. Atau pengamat playboy? Tapi yang jelas pasti bukan playboy kan …
foto kecilku yang mirip napoleon di blog ku. buka dong mbak. http://gledhek-akuvet.blogspot.com
Tuti :
Saya sudah buka blog Mas Gun, sudah lihat foto masa kecil dan Mas Gun gede yang ngintip di belakang pigura. Iya …. bener, ganteng kayak Bang Napo. Tapi lebih ganteng lagi foto di bawah, yang gondrong dan rimbun itu …. kayak Robinson Croessoe … hehehe …
Mas, saya kok susah ninggal komentar di blog panjenengan. Tolong dong ditambah dengan fasilitas yang memudahkan selain pemakai blogspot untuk menulis komentar …
Itu membuktikan, bahwa jangan pernah meremehkan hal yang kecil. Karena mungkin hal yang kecil (lemah) itu bisa membuat kita terlena dan hancur…..
Tuti :
Betul, setuju!
^.^ Seru jg baca kisah napoleon,kecil-kecil cabe rawit
O,iya..ngomong2 napoleon meninggal di usia berapa yah?