KEBAHAGIAAN ITU ADA DIMANA-MANA
Bresss … !! (maap sodara-sodara, ini bukan bunyi gerobak menabrak sapi, tapi bunyi air menghempas bumi … )
Hujan lebat turun ketika kami (saya, Mbak Dyah, dan Mbak Fifi) tiba di Kweni. Kami berhenti di depan masjid An Najwa, sebagaimana ancar-ancar yang diberikan Uda Vizon. Dengan diantar seorang pemuda di masjid, kami menerobos deras hujan menuju ke tempat acara dengan bocah-bocah Kweni dilaksanakan. Hujan deras membuat jalan kecil yang kami lewati banjir. Maka basahlah semua, sepatu sampai ke ujung-ujung celana panjang kami. Entah bagaimana, pemuda itu membawa kami ke rumah Uda Vizon, bukannya ke tempat acara dengan bocah-bocah Kweni, padahal tempat acara itu kami lewati. Tiba di rumah Uda Vizon, seorang tetangganya mengatakan bahwa Uda baru pergi. Lho, bagaimana ini?
Pemuda itu baru ‘ngeh’ kalau kami akan menghadiri acara dengan bocah-bocah Kweni. Maka kami yang sudah basah, lelah, dan berpeluh pun (apalagi Mbak Fifi yang menggendong putranya yang berumur 2 tahun) kembali ke pendopo yang tadi sudah kami lewati. Dan tahukah sodara-sodara? Ternyata melalui jalan lain, mobil bisa berhenti persis di depan pendopo itu! Capeekk deehhh … !!
Keringat yang sudah mengalir karena berjalan jauh, semakin menderas ketika memasuki pendopo tertutup yang penuh dipadati enam puluh anak dan duapuluhan orang dewasa. Anak-anak berkelompok membuat gambar di atas kertas lebar. Masing-masing dibimbing oleh seorang ‘kakak bloger’ (sebutan baru ‘kali ya … hehehe … ). Demi melihat keceriaan anak-anak menggambar serta bertemu dengan Mbak Imelda, Lala, Mas Daniel Mahendra, Mas Goenoeng, Mas Arif, Mbak Noengki, Tyan, Uda Vizon dan Mbak Icha, rasa kesal yang sempat mengganjal di hati karena perjalanan yang memeras keringat (emang keringat bisa diperas?), padahal sebenarnya bisa mudah dan nyaman, pun langsung sirna …

Anak-anak mengelilingi kertas lebar, menggambar bersama. Wah, gambarnya warna-warni ….
Bocah-bocah Kweni adalah anak-anak yatim dan anak-anak keluarga tak mampu yang diasuh Uda Vizon. Mereka tinggal di dusun Kweni, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan menggambar bersama ini diprakarsai Mbak Imelda, yang selama sebulan pulang ke Indonesia dan berkeliling ke Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, melakukan sekian kopdar dengan teman-teman bloger.

Dan inilah gambar bocah-bocah Kweni, hasil kerja keras para kakak bloger yang membimbing mereka (salah satu bukti kerja keras mereka, sapu tangan Lala sampai basah dengan keringat, yang dengan kejam dilambai-lambaikannya di depan wajah kami …. ck, ck, ck …. tapi kok ternyata baunya harum lho!). Saya, Mbak Dyah dan Mbak Fifi, karena datang terlambat (menunggu habis ‘Ashar soalnya …) nggak kebagian tugas membimbing anak-anak.

Kak Daniel Mahendra, bloger Bandung dengan lukisan anak-anak hasil bimbingannya, salah satunya adalah Riku, putera Mbak Imelda yang paling ganteng. Lho, kok ada gambar rambut Sundelbolong?

Enam anak cerdas asuhan Kak Goenoeng, bloger Semarang. Wah, mentang-mentang nama pengasuhnya Goenoeng, gambarnya juga gunung biru …

“Pemandangan Semesta Alam” bimbingan Kak Noengki, bu dokter gigi dari Surabaya. Mana gambar giginya, adik-adik?

Lala, jeung bloger Surabaya bangga sekali dengan gambar pocong dan rumah hantu karya adik-adik asuhnya. Hiiiy …..
Dan memenuhi syarat pertama seorang bloger yang harus memiliki sifat narsis, maka bloger-bloger yang berkumpul di Yogya ini pun narsis pol. Begitu ada satu orang pasang aksi untuk difoto, maka langsuuung … semua berjejalan ikut nampang. Dan masing-masing membawa kamera sendiri, sehingga juru foto yang ketiban tugas memotret harus lapang dada disodori sejumlah kamera yang semua disertai pesan ‘tolong sekalian ya …’ diiringi senyum manis palsu (eh, tulus kok ya … ).
Bahkan ketika anak-anak dengan tertib dan penuh perhatian menyimak penjelasan Bu Dokter Gigi Noengki tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar, para bloger ini tak sungkan-sungkan sibuk sendiri nampang di depan kamera. Alamaak …

Mbak Fifi, Bunda Dyah, Mas Arif, Tuti, Mas Daniel Mahendra, Mbak Imelda, Mas Goenoeng, Riku, Lala, dan Uda Vizon
Selesai acara menggambar dan ‘wejang-mewejang’ dari Mbak Imel, Uda Vizon, Mbak Dyah, dan Mbak Noengki, acara ditutup pada jam lima sore. Masing-masing anak mendapatkan bingkisan berupa alat tulis, sikat gigi dan odol, permen, dan lain-lain yang dimasukkan dalam ransel hijau. Ada 70 paket yang dibagikan kepada anak-anak yang sudah diseleksi oleh Uda Vizon. Beberapa anak yang tidak masuk daftar (bisa jadi karena dianggap keluarga mampu), menangis karena pengin mendapatkan bingkisan juga. Aduh …. cep cep cep ….. iya deh, tunggu ya, ntar kalau ada tambahan bingkisan lagi ….

Lho, lho ….. Riku, tasnya mau dibawa kabur kemana?

Anak-anak dengan seragam tas hijau. Wah, kampanye partai apa nih? Ada bloger yang ‘nyaleg’ rupanya …

Blogers bersama sebagian anak-anak Kweni. Tak hanya hura-hura, tapi juga berbagi kebahagiaan dengan sesama ….

Komunitas Bloger di Kweni, 7 Maret 2009. Kapan bisa berkumpul seperti ini lagi?
wah… bu tuti duluan nih kasi laporan…
duh, benar2 rajin ibu satu ini, salut abis…
eniwei, saya betul2 merasakan “the magic of blogging”, luar biasa… keakraban di layar monitor ternyata bisa membuat hidup kita semakin berwarna dan berharga…
terima kasih atas semuanya, dan maaf bila ibu dan bunda dyah harus “berjuang” dulu untuk sampai ke pendopo, hehe…
salam saya ibu
Tuti :
Hehehe … perjuangan itu selalu memberikan kenikmatan jika berhasil kita lewati. Juga kepuasan dan kenangan indah.
Betul sekali Uda, keakraban di blog, sejauh kita bangun dengan kejujuran dan ketulusan hati, pasti akan mewujud pula di dunia nyata.
Terimakasih sama-sama Uda, sudah meng-arange acara sedemikian baik. Semua anak-anak dan teman-teman bloger sama-sama merasa puas dan bahagia …
Wah ngiri. Pingin buat juga.
Menghighlight baris ini “Kebahagiaan itu ada dimana-mana”. Jadi ingat film “Love Actually”, love is actually everywhere…
Parents and children, brother and sister, new friends, old friends, and how could you say you’re alone in this world.
Inspiring banget Bu.
Tuti :
Seperti yang dikatakan Uda Vizon, keakraban di dunia blog ternyata sesuatu yang amazing, benar-benar luar biasa. Bayangkan, kami belum pernah bertemu sebelumnya, tapi saling percaya penuh, dan berhasil membuat acara yang boleh dibilang sukses.
Sebagaimana yang saya katakan kepada Uda Vizon, selama kita menulis dan berekspresi secara jujur di blog, maka keakraban yang terjalin dengan teman-teman itu pastilah keakraban yang nyata, meskipun melalui dunia maya …
Kweni?? Wah jadi keinget KKN!! Itu tempat KKN saya..hehe…
Tuti :
Kweni …. bukannya ingat buah yang baunya harum dan uenaak sekali kalau dibikin es itu ya? (*menelan ludah*)
Jadi keinget pas jaman dulu kalo nggambar gunuung melulu
Tuti :
Iya, padahal belum pernah lihat gunung ya …
Wahh mbak Tuti…ceritanya asyiik…pasti anak-anak senang dan merupakan pengalaman tak terlupakan.
Riku juga pasti senang sekali….
Bahagia sekali bisa memberikan kebahagiaan pada anak-anak yang tak mampu
Tuti :
Betul Mbak Enny …. anak-anak sangat antusias dan senang sekali. Riku, meskipun agak kesulitan bahasa, tetap saja happy dan bersemangat. Oh ya … dia yang membagi semua tas untuk anak-anak lho … dan akhirnya pengin juga … hehehe …
sangat membahagiakan bila bisa berbagi pada sesama… sayang saya nggak bisa ikutan… tetapi mungkin lain kali akan saya usahakan… tadinya saya nggak tau kalau ada acara sosialnya… kirain cuma acara ngumpul breng… siapapun penggagasnya… pantes diacungi Jempol dan salut dari saya…
Salam dari jauh….
Tuti :
Betul, acara seperti ini bagus kita adakan lagi. Supaya bloger jangan hanya asyik dengan dunianya sendiri, haha-hihi dan narsis sendiri, tapi harus juga melihat dan terjun ke dunia nyata. Syukur bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat …
Penggagasnya Mbak Imelda dan Uda Vizon, jadi mari kita acungkan jempol kepada kedua beliau.
Asyik. Saya pengen ngikut kalo sikon nanti memungkinkan.
Tuti :
Nah … jadi pengin kan? Ayuk, lain kali kita bikin lagi acara serupa …
NGIRIIIIIIII BANGETTTTTTTT!!!!!!
Tuti :
MEMANG HARUUUUS ….. !!
Wahahahahakak … nama saya tak disebut Budhe Tuti rupanya. Ngga papa Budhe, yang penting asyik! (sambil goyang dombret)
Tuti :
Tuuuh, sudah dijawab Mas Goenoeng. Disebut kok … Mas Arif aja yang duluan es-mosi. Pasti nggak habis baca tulisan saya … hehehe …
(goyang dombret kayak apaan sih?)
wheleeeh… Mas Arief pasti ndak nyemak, Mbak Tuti.
lha wong namanya ceta wela2 disebut gitu kok ya ndak liat itu lho ya.
mungkin pengaruh kurang tidur ya mas, cangkrukan semalam suntuk !
Tuti :
Mungkin karepnya Mas Arif, namanya saya tulis pakai huruf kapital dan blod, jadi keliatan guedeee gitu … hehehe …
Wah, sayang lho mas Goenoeng dan Mas Arif terus pulang, nggak ikut acara Minggu malam di balai Melayu …
mbak Tuti…..
Wis lengkap sekali ceritanya….tapi ada yang belum ditulis tuh…Waktu kita cincing2 mengangkat celana karena hujan deras….dan jalanan kampung menggenang….
Apapun seneeeeng banget ketemu semua….
Tuti :
Cincing-cincingnya memang nggak ditulis Mbak, soalnya malu … hihihi … Tapi cincingnya cuma sampai betis toh? Kalau sampai paha, bisa-bisa kena pasal-pasal dalam Undang-Undang Pornografi
Bu Tuti, yang paling menyenangkan adalah melihat anak-anaknya Uda Vizon sangat antusias dengan semua yang kita beri. Permainan, aktivitas, pengetahuan, mereka sangat bersemangat mengikutinya sampai selesai.
Keliatannya bakal ada tulisan selanjutnya ya Bu…
terusannya ditunggu Bu
Tuti :
Betul, seneng sekali lihat anak-anak antusias diajak gosok gigi …
Terusannya sudah ada, Mbak Noengki. Silahkan baca, tapi sayangnya Mbak Noengki kesusu pulang, jadi nggak bisa ikut nyanyi-nyanyi di Balai Melayu.
Btw, tolong dong kirim alamat rumah Mbak Noengki ke email saya. Ada gift yang mau saya kirim nih (yang saya berikan kepada teman-teman di Balai Melayu kemarin … ). Thanks.
Aku komentar dengan ala filem BISU
karena terharu dan bangga dengan kalian
Tuti :
Ha?! Komentar ala film bisu? Mmmmh … eng .. auh …. mmmm @#$%^&*^%$#@ gitu ya?
Blogger bukan cuman bisa hura2, cekakak cekikik, dan bikin rusuh (eh, itu Lala semua ya, Bun? Hehe), tapi juga berbagi.
Iya.
Berbagi. Kasih sayang, materi, dan kegembiraan.
Tau ga sih, Bun, kalau saat acara kemarin Lala luar biasa terharu?
Kapan ya, bisa kumpul2 begini lagi?
Tuti :
Iya, Lala. Apa yang jika dibagi bukannya habis, tetapi justru menjadi semakin besar? Kegembiraan, kebahagiaan. Alhamdulllah kita semua bisa berbagi. Tentang materi, itu semua kan titipan Tuhan, jadi kalau ada, ya kita bagi-bagilah kepada sesama yang membutuhkan.
Tahu kok La, kalau kemarin Lala terharu banget. Katanya Lala itu gelas kaca, jadi apa pun yang ada di dalam, akan tampak.
Kapan bisa kumpul-kumpul lagi? Kapan saja, asal waktunya kita rencanakan dulu jauh-jauh hari …
[...] para blogger dengan bocah Kweni, anak-anak di kampungku, begitu juga onechan Imelda dan Bu Tutinonka sudah beberapa kali mengirimkan pesan pendek, membuatku segera ingin terbang ke [...]
anak2 pasti bersemangat dan senang sekali ya…
Tuti :
Oh ya! Mereka senang sekali. Dan tahu nggak Mbak Kris, nama mereka bagus-bagus lho : Selvy, Ditta , Selma, dll … nggak kayak namaku yang kodian ….
Tas – Tas itu …
Indah sekali ibu …
Usaha yang dilakukan oleh EM – Uda Vizon dan uni Icha … dan juga teman-teman yang lain …
Sangat manis sekali ini ..
Once again … Tas-tas ransel itu …
isinya penuh dengan cinta dan kasih sayang …
Kweni terasa manis sekali …
Saya bisa merasakan itu dari sini …
Salam saya ibu
(yes … dan saya terharu …)
Tuti :
Iya Om … saya lebih terharu lagi ketika mendengar beberapa anak menangis karena nggak kebagian tas itu. Makanya lagi diusahain untuk mendapatkan tambahan tas ijo itu …
Ini bukan kampanye caleg lho Om, bener-bener murni (emangnya kampanye nggak murni? *gubrak*)
cincing2 dan capee.. vino dipayungin malah maunya ujan2..
eit tapi seneng bisa ketemua dgn ibu tuti.
dan makin excited di lokasi ya bu.. terharu bangeett..
ibu.. maaf kmr ngga bisa dateng ke rumah..
Tuti :
)
Saya nggak bisa cincing, lha wong celana panjang saya sempit di bawah, nggak bisa ditarik ke atas, jadinya basah semua … hehehe …
(ssstt …. ngomong-ngomong, saya nggak kebagian kuenya lho, padahal pengiiin … wakakaka!
Iya ya, sayang Mbak Fifi nggak bisa datang ke rumah. Iya deh, lain kali kalau ada waktu.
Sip-sip sukses dan selamat buat Mbak Tuti dan teman-teman blogger yang lain yang sudah ngumpul bareng bocah-bocah Kweni. Senang sekali melihat & mendengar ceritanya dari mbak Tuti, seakan kebagiaan itu juga terpancar di sini (Jakarta). Semoga mereka jadi anak-anak yang pandai yach mbak Tuti
Sayang saya nggak bisa ikutan acaranya yach, maklum jaraknya jauh dan waktunya belum memungkinkan. Kapan2 kalau ada kesempatan pengen juga ikutan acara serupa
Ok, mbak Tuti…sampai jumpa
Best regard,
Bintang
Tuti :
Acara serupa sebenarnya bisa diadakan dimana saja, termasuk di Jakarta. Nah, kalau bloger yang ada di Jakarta meng-arange acara serupa, Mbak Elinda bisa ikut kan? Jika ada kesempatan, saya juga mau kok ikutan ke Jakarta.
Pengin ketemu Mbak Elinda …
salam hangat
Mbak aku baca berkali-kali
tetep aja merasa terharu tapi sambil tersenyum lebar.
rasanya masih bisa membayangkan dengan jelas peristiwa
hari itu.
Untung aja mbak Tuti dan Bunda Dyah ngga datang dari awal. Bisa ketahuan saya grogi setengah mati hehehhe.
but dengan acara kemarin, saya bertambah yakin, asal ada kemauan dan niat pasti akan bisa terlaksana dengan baik.
Terima kasih banyak juga mbak untuk sumbangannya, untuk kesediaan bergabung dan juga undangan khususnya itu loh.
Pokoknya Mbak Tuti ngga ada duanya deh… Mari kita pilih Mbak Tuti sebagai caleg dari blogger !!! hihihi
EM
Tuti :
Betul Mbak Imel, saya yakin dengan niat yang baik semua akan bisa terlaksana. Dan sebetulnya, masing-masing dari kita rasanya punya sesuatu yang bisa diberikan, entah itu berupa tenaga, waktu, kesediaan, materi, atau apa pun.
Mbak Imel grogi setengah mati? Nggak percaya! Hahaha, mana mungkin seorang Imelda Coutrier, the wonder woman, bisa grogi …
Memang saya nggak ada duanya, kan saya nggak lahir kembar

Nah, kalau soal caleg dari bloger, kan sudah ada Bang Mikekono …
[...] Bloger & Bocah-Bocah Kweni [...]