RATU YANG TAK PERNAH KEHILANGAN TAHTA
Kisah tentang Cleopatra tak pernah kehilangan pesona, meskipun ribuan tahun telah lewat semenjak ia hidup di dunia. Misteri tentang dirinya selalu menarik untuk ditelisik, dan kisah-kisah cintanya tak pernah basi untuk diungkap kembali. Saya sudah dua kali menulis tentang Cleo, yaitu Cleopatra, Ratu Cinta Yang (Tak) Jelita dan Istana Cleopatra Telah Ditemukan , namun tetap saja tergelitik untuk menulis kembali ketika menemukan kisah baru tentang ratu Mesir yang luar biasa ini.
Wajah Cleopatra diketahui dari koin dan patung yang ditemukan. Sejarahwan Romawi menceritakan bahwa Cleopatra adalah wanita yang buruk rupa, tetapi karena pada masa itu Romawi adalah musuh Cleo, maka penggambaran yang menjelek-jelekkan Cleo mungkin agak hiperbolis. Adapun ukiran-ukiran Mesir memperlihatkan sosok Cleo yang lembut dan bermata indah. Seperti apapun wajah Cleo yang sesungguhnya, ia adalah seorang wanita yang sangat menawan, cerdas luar biasa, dan memiliki kharisma kuat. Cleopatra juga diceritakan menguasai sembilan bahasa.

Sosok Cleopatra dalam patung Romawi (kiri), ukiran Mesir yang menggambarkan wajahnya (tengah) dan patung Cleopatra di Mesir (kanan)
Cleopatra sangat cerdas dan memiliki kepribadian kuat. Ia adalah keturunan Ptolemy yang berdarah Yunani, dan berasal dari Macedonia. Ia berhasil bertahan dalam keluarga, dimana kakak beradik siap saling membunuh untuk meraih kekuasaan. Cleopatra adalah nama Macedonianya, sedangkan nama takhta Mesirnya adalah Netjeret Mer-it-es yang berarti ‘dewi kesayangan ayahnya’.
Cleopatra dinobatkan menjadi ratu pada usia 18 tahun. Ia menikahi adiknya yang baru berusia 12 tahun, yang kemudian menjadi raja. Praktek incest (menikahi saudara kandung) merupakan kebiasaan pada masa itu dalam budaya Mesir, karena sebagai Pharaoh mereka dianggap keturunan dewa, dan hanya sesama dewa yang boleh menikah.
Sewaktu naik takhta, Cleo menerima simbol pharaoh, yaitu tongkat keemasan, cemeti, dan tongkat kerajaan. Ia mengenakan jubah linen dan pakaian kulit resmi. Pita emas yang disebut uraeus melingkar di kepalanya, memperlihatkan ular kobra – ular penjaga bangsa Mesir.

Ukiran yang menggambarkan penobatan Cleopatra menjadi Ratu Mesir
Untuk mengukuhkan posisinya di mata rakyat Mesir, Cleo menyebut dirinya sebagai putri dewa paling berkuasa, yaitu Dewa Matahari atau Amun Ra. Ia sendiri memiliki dewi pelindung pribadi, yaitu Isis. Orang Mesir melihat Dewi Isis sebagai dewi baik yang mencintai semua makhluk. Para pharaoh menganggapnya ibu sejati mereka. Pada upacara-upacara ritual, Cleopatra seringkali memerankan dirinya sendiri sebagai Dewi Isis, pelindung seluruh rakyat Mesir.

Isis, dewi pelindung Cleopatra (kiri) dan kuil untuk para dewa (kanan)
Istana Cleopatra terdapat di Alexandria, sebuah kota pelabuhan yang sibuk di Laut Tengah. Untuk memberi arah pada para pelaut yang akan berlabuh, Ptolemy II (pharaoh pendahulu Cleopatra) membangun mercusuar Pharos pada abad ke 3 SM. Mercusuar ini tingginya lebih dari 100 meter, dikelilingi taman, dan pada puncaknya terdapat patung Dewa Zeus yang berputar di atas api suar yang menyala.
Alexandria adalah kota yang sangat indah. Jalan besar utama, disebut Canopic, membentang dari timur ke barat selebar 30 meter, dengan pohon-pohon palem berderet di kanan kirinya. Di sebelah utara berdiri istana dan Museion, tempat para seniman dan pelajar berkumpul. Di bawahnya terdapat makam Alexander Agung, pendiri kota Alexandria, dan makam semua keluarga Ptolemy. Di bagian selatan berdiri kuil-kuil yang sangat indah. Alexandria juga memiliki Perpustakaan Bibliotheca Alexandrina yang sangat besar, dengan lebih dari 100.000 gulungan lontar, salinan hampir seluruh buku di dunia pada masa itu.

Perpustakaan Alexandria zaman dulu. Kini sudah dibangun menjadi perpustakaan modern dan merupakan salah satu perpustakaan terlengkap di dunia.
Istana Cleopatra menghadap ke pelabuhan Alexandria. Bangunan putih dengan pilar-pilar tinggi yang berderet, dikelilingi taman yang indah dan semerbak wangi. Pada siang hari yang panas, Cleo suka berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak yang dinaungi bayangan pohon, dan semilir oleh angin yang berhembus. Ia betah berlama-lama duduk di halaman kuil dengan dikelilingi burung-burung meraknya yang indah, air mancur yang eksotis, dan kolam dengan bunga teratai biru dan putih.
Cleo juga memiliki kebun binatang dengan koleksi hewan-hewan langka seperti singa, macan, leopard, gajah, dan beruang. Koleksi tersebut adalah hadiah dari raja-raja kaya Afrika dan dari kerajaan-kerajaan di Timur. Binatang-binatang tersebut dipelihara di sekeliling taman istana, diberi rantai emas dan didandani dengan permata serta pakaian indah.

Cleopatra bersantai di taman istana bersama dayang-dayangnya
Seperti wanita modern, Cleo pun suka tampil cantik sepanjang waktu. Ia menggunakan beragam tata rias dan wig (rambut palsu). Kosmetik Cleo terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral, seperti bijih tembaga dan bijih timah yang dicampur air. Mireal abu-abu yang disebut Galena digerus untuk menghitamkan mata, sementara oksida besi menjadikan warna kuning kecoklatan pada bibir dan pipi. Untuk parfumnya, Cleo menggunakan minyak kayu cedar atau kayu manis, madu, dan dupa yang beraroma manis. Cleo juga suka menikmati mandi rempah, mandi lumpur dan mandi susu. Dia sering dimassage oleh dayang-dayangnya, kemudian kuku jari tangan dan kakinya dihias dengan pewarna henna.

Cleopatra merawat kecantikannya dengan dibantu para dayang-dayang
Pada masa itu, kekaisaran Romawi sangat berambisi untuk menguasai Mesir, negeri yang kaya dan subur. Cleopatra, sang ratu Mesir, berupaya dengan segala cara untuk melindungi Mesir dari penguasaan Romawi. Karena tahu tentara Mesir tidak akan mampu melawan tentara Romawi, maka Cleo mendekati jenderal pemimpin Romawi, Julius Caesar. Caesar terpikat dan jatuh cinta setengah mati kepada Cleo. Ia menikahi Cleo, meskipun sesungguhnya ia sudah punya isteri di Romawi bernama Calpurnia. Karena cinta dan kekagumannya kepada Cleo, Caesar membiarkan Cleo tetap menjadi ratu di negerinya sendiri.
Setelah terbunuhnya Caesar oleh Senat Romawi, Cleo merasa harus mencari pelindung lain agar ia bisa tetap menjadi ratu di Mesir. Pilihannya jatuh pada Mark Antony, teman dan letnan Julius Caesar. Antony adalah kapten pasukan kavaleri. Dialah yang mengontrol seluruh wilayah Mediterania.
Ketika tahu Antony akan datang menemuinya, Cleo mempersiapkan penyambutan yang istimewa, yang tidak akan pernah dilupakan oleh Antony. Kapal kerajaan dilapisi emas, sehingga akan berkilauan bila terkena sinar matahari. Layar berwarna ungu terbuat dari sutera dan telah direndam dalam wangi-wangian sehingga angin menghembuskan aroma wangi sepanjang aliran sungai. Dayung berkilau perak menggerakkan kapal, sementara para pendayung bergerak seirama suara flute.
Cleo sendiri duduk di atas takhta dengan penutup tirai berkibar-kibar bagaikan awan emas. Beberapa anak lelaki yang berdandan bagai Cupid, Sang Dewa Asmara, mengipasinya dengan bulu-bulu burung merak. Dayang-dayang duduk di sekitarnya, berperan sebagai peri yang disebut Grace dan Neried, menaburkan kelopak mawar dan siap menawarkan kembang gula di jemari mereka yang lentik.

Cleopatra dalam kapal mewahnya menyambut kedatangan Mark Antony
Sebagaimana Julius Caesar, Mark Antony pun bertekuk lutut di hadapan Cleopatra. Ia menjadi kekasih Ratu Mesir itu, dan lebih suka tinggal di istana Cleo daripada mengurusi pasukannya dan berperang menaklukkan jajahan baru. Pewaris Caesar, Octavianus, sangat marah, dan bersama tentara Romawi berniat menyerang Cleopatra dan Antony di Mesir. Antony kalah dalam peperangan di Actium, dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.
Setelah kematian Antony, Cleo merasa tidak akan mampu mempertahankan Mesir dari gempuran Octavianus. Ia tidak sanggup melihat negeri yang dicintainya bakal dihancurkan Romawi. Ia juga tidak sudi dijadikan tawanan oleh Octavianus dan diarak dalam kehinaan di hadapan rakyatnya sendiri. Maka ketika pasukan Romawi tiba di Mesir, Cleo mengakhiri hidupnya dengan membiarkan ular Asp yang sangat beracun menggigit tubuhnya.

Cleopatra mempersiapkan kematiannya dengan anggun dan penuh martabat
Cleopatra meninggal dengan mahkota masih berada di atas kepalanya. Ia tak pernah kehilangan takhtanya. Ia lebih suka mati daripada jatuh ke tangan lelaki yang akan menghina dan merenggut keratuan dari dirinya.
Cleopatra, wanita yang berani, cerdas, dan keras hati. Patutlah jika legenda tentang dirinya tak lekang sepanjang masa.

Bersama seorang teman di depan monumen Cleopatra, Alexandria (2004)
(Sumber : “Kisah Koin Cleopatra” oleh Gerry Bailey & Karen Foster)









Sekitar tahun berapa saya lupa tepatnya, saya masih bocah rasanya, diajak Bapak-Ibu nonton film Cleopatra yang bintangnya Elizabeth Taylor dan Richard Burton (kalau nggak salah lho…). Sejak itu saya beranggapan wanita cantik itu ya kayak Cleopatra, mata hitam bulat besar, rambut hitam tebal berkilat ….
Jaman sekarang, wanita cantik itu yang kayak siapa ? Kira-kira kayak mbak di header di atas yang lagi ngintip malu-malu dibalik tembok itu ‘kalee….
Mbak tuti kenal ?
Tuti :
Betul Mbak Ayik, saya juga nonton film Cleopatra yang dibintangi Elizabeth Taylor dan Richard Burton itu. Salah satu adegan dalam film itu ada di postingan saya “Cleopatra, Ratu Cinta Yang (Tak) Jelita”. Yang saya masih ingat betul adalah adegan ketika Cleopatra diselundupkan masuk untuk menemui Caesar, dalam gulungan permadani. Begitu gulungan permadani itu dibuka, munculah Cleopatra dalam gaun putih yang molek … hmmm …
Nah, kalau Mbak yang malu-malu ngintip dari balik tembok pada header di atas, sebenarnya dia tidak malu-malu, tapi malu-maluin ….
Cleopatra entah kenapa justru mengingatkan saya pada dua hal yang nggak terkait babar blas, Bu
Yang pertama adalah lengo patra (minyak tanah), dan yang kedua adalah teman saya yang waktu jamannya nge-break di radio band 2meteran menggunakan nick Cleopatra..
Terutama yang terakhir yang saya katakan, sejak saat itu sampe sekarang bagi saya Cleopatra adalah ratu buruk rupa hanya karena teman saya itu juga tak terlalu cantik penampilannya hahaha..
Tuti :
Hehehe … Mas Donny ini sebenernya orang mana to, kok tahu ‘lengo patra’ gitu lho. Itu bahasa yang Jowo banget, malah mungkin cuma dikenal di Yogya. Tapi sekarang lengo patra nggak ada lagi di Indonesia, sudah diganti oleh pemerintah dengan gas.
Nah, kalau teman nge’brik’ ber’nick’ Cleopatra yang nggak cantik ini (saya masih ingat jaman seru-serunya orang nge’brik’, sekitar tahun 80-an mungkin ya?), biar aja to. Memang untuk ngebrik yang diperlukan kan suaranya, bukan wajahnya ….

Lha sekarang presenter berwajah jelek aja laku lho di teve
dari penggambaran cleopatra ini saya kok cenderung men-generalisir para perempuan berkuasa lainnya, yakni:
1. berusaha mempertahankan kekuasaan dg cara2 yg “cantik” –meski sebetulnya itu adalah bentuk kekerasan juga– dg cara “menembak” kelemahan terdasar lelaki, sehingga sang lelaki mampu bertekuk lutut di hadapannya,
2. mau mengorbankan diri sendiri, daripada menanggung malu,
3. lebih arogan daripada lelaki yg berkuasa.
mungkin kesimpulan saya ini salah, tapi dari kebanyakan wanita yg menjadi pemimpin dunia, sepertinya memiliki sikap yg nyaris seperti itu, entahlah!
Tuti :
Selain Cleopatra, di dunia ini sebenarnya ada juga beberapa pemimpin/ratu yang cukup fenomenal. Kita ingat, di Nusantara ada Ratu Shima dari kerajaan Kalingga, yang dikenal sangat adil dan tegas menegakkan hukum, sehingga ketika adiknya sendiri mengambil pundi emas yang ditaruh di jalan, maka adik ratu tersebut dihukum potong tangannya.
Lalu ada Ratu Victoria dan Ratu Elizabeth (Inggris), Ratu Wilhelmina, Ratu Juliana, dan Ratu Beatrix (Belanda), dan ratu-ratu lain yang mungkin tidak se-ngetop ratu-ratu Inggris dan Belanda. Di India, Pakistan, dan Bangladesh, pemimpin wanita juga menonjol, mulai dari Indira Gandhi, Benazir Bhuto, dan lain-lain.
Apakah para ratu dan pemimpin wanita di atas memiliki karakter seperti yang disebutkan Uda Vizon, wallahu a’lam.
Tapi kalau Ratu Pantai Selatan, kayaknya sih memang iya, Uda ….
eh, paragraf pertamanya kok kelebihan kata “bisa”, seharusnya begini:
“dari penggambaran cleopatra ini, saya kok cenderung men-generalisir para perempuan berkuasa lainnya”
tolong dikoreksi ya bu…
Tuti :
Don’t worry Uda, sudh saya koreksi kok
Mbak Tuti ada angin apakah gerangan kok bisa nulis tentang Cleopatra lagi, hihihi…. sip ulasannya tetap menarik dan lengkap euy… I like it….
Aha … saya kok tertarik dengan kalimat penutup cerita ini mbak Tuti,
“Cleopatra, wanita yang berani, cerdas, dan keras hati. Patutlah jika legenda tentang dirinya tak lekang sepanjang masa”.
Kayaknya Cleopatra memang pas menyandangnya
Oyach mbak … kayaknya saya pernah baca di beberapa referensi kalau Cleopatra menyukai warna merah lho … seperti sandal merah … tas merah … baju merah … kerudung merah ….hahaha….. kabur ….. nanti dijewer, qiqiqiqi ….. (intermezo mbak hihihihi…)
See you mbak Tuti
Best regard,
Bintang
Tuti :
)
Saya memang selalu mengagumi wanita yang kuat, berani, cerdas, dan memiliki kepribadian kuat. Nah, Cleopatra memiliki semua itu, ditambah dengan daya pesonanya yang luar biasa. Jadi, meskipun konon dia tidak cantik, tapi kekuatan kepribadiannya membuat siapa pun terpesona (ya kayak saya gitulah …. qiqiqi ….
Cleo suka warna merah? Lhooo, kok niru saya sih?
salam hangat,
kok tampilan gambar avatar
Mbak Tuti, sprti disebut Elindasari,
mirip Cleopatra ya, sama-sama suka warna merah
btw, Mbak Tuti memang seperti
Cleopatra dalam perspektif positif
yakni Ratu-nya blogger yang
tak pernah kehilangan tahta
sebagai jawara ngepost
tulisan2 berkualitas….
Tutinonka juga salah satu
novelis legendaris…..
morning Mbak yang baik budi
hehehe
Tuti :
Saya juga bukan penakluk para jenderal seperti Cleo menaklukkan Julius Caesar dan Mark Antony.
Saya sudah pasti beda dengan Cleopatra, karena saya nggak punya istana, nggak punya mahkota dan takhta
Ratu bloger? Aduh, nanti dicibir orang …
Terimakasih, Bang Mike
Alo Bu Tuti…, Pas di”postingan Cleopatra” Ibu ganti header lagi ya?… tapi sayang sikit, picturenya tak jelas sangatlah… betul ke agaknye? atau kerana saye visit blog Ibu tak pakai kompiyute, saya visit via mobilephone … maklum laaaahh …
Saye kire tu gamba pade mulenye gamba Cleopatra main “tunggak panas” ape tu namenye “petak umpet” agaknya… (eksyen Ibu tu macam nak belari ngendap kat dalam guha )… hua…haha… Usahlah meradang ye Bu Tuti, saye gurau aje, lagipun orang suke meradang tuh orang kate “tak bise tue”…, ye kaan?… aikh ngape pula macam tuh?… iyelaah .. asyik nak meradaaaang je, belum jadi tue dah “koit” hehe…
cu
Tuti :
Iya Pak HaHa, gambarnya memang kurang fokus, jadi bukan mobilephone Bapak yang tak bagus. Itu yang ambil gambar keponakan saya. Nah … dianya ketawa ngakak lihat eksyen saya, jadinya kamera goyang dan gambarnya kabur. Tapi ada bagusnya juga tuh, karena jerawat saya jadi tak nampak (eh eh … padahal saya nggak ada jerawat lho !)
Terimakasih Pak HaHa. Jangan bosan-bosan berkunjung
Sayang banget ya … kecerdasannya hanya tersirat. Harusnya kecerdasannya itu dijadikan alat untuk mengalahkan kaum laki2, bukan malah bunuh diri dengan patukan ular berbisa. Sama aja nggak cerdas donk. Kalau cerdas dia tentunya mau menikah dengan laki2 dan munculah juniornya cleopatra untuk meneruskan tahtanya. Tapi ya … dasar namanya juga legenda
Aku puter lagu spin docter mbak ya … judulnya. Cleopatra’s Cat.
Tuti :
Sebenarnya Cleopatra sudah selalu mempergunakan kecerdasannya lho. Dia bisa mempertahankan Mesir agar tidak dikuasai oleh Romawi, dengan cara memikat Julius Caesar dan Mark Antony, bukankah itu cerdas? Ia punya anak dari Caesar, namanya Caesarion, tapi anak ini dibunuh oleh Octavianus. Kedua anaknya yang lain dari Mark Antony, dibawa oleh Octavianus ke Roma untuk dipelihara oleh isterinya.
Pada akhirnya Cleo memang memilih bunuh diri, karena dia tak berhasil menaklukkan Octavianus. Saya kagum pada keberaniannya untuk bunuh diri. Dari pada dia dihina dan dipermalukan oleh Octavianus, dijadikan budak (mungkin pula diperkosa) dan diarak di depan rakyatnya dalam keadaan hina, lebih baik dia mati.
Lagu Cleopatra’s Cat? Wah, memang Cleo punya kucing ya …
Mbak Tuti penggemar cleopatra ya..
Tuti :
Terlepas dari sisi-sisi negatifnya, saya mengagumi kecerdasan dan keteguhannya …
wah enggak kebayang deh kalo di zaman segitu Cleopatra sudah bisa memelihara beruang segala. segede apa kebun binatangnya ya? trus duit dari mana ya utk mengurusi semua hewan itu? kalau zaman sekarang kira2 mbak cleopatra itu korupsi nggak ya? hehehe.
Tuti :
Wah, Cleo jelas cukup kaya untuk membiayai kebun binatangnya, lha wong dia penguasa Mesir je. Tapi sebenarnya Cleo mewarisi kerajaan Mesir yang sudah miskin, karena ayahnya, penguasa sebelum dia, adalah raja yang lemah, dan menyerahkan sangat banyak kekayaan Mesir kepada Romawi agar Mesir tidak dijajah. Saking miskinnya Mesir pada masa pemerintahan Cleo, ia tidak mampu mencetak koin dengan logam yang bagus. Koin dari zaman Cleo yang berhasil ditemukan hanya sekitar 10 buah, itu pun dalam kondisi yang tidak bagus, karena bukan terbuat dari perak murni (banyak campuran logam yang lebih murah).
Cleo korupsi? Wah, nggak tahulah. Kan waktu itu belum ada KPK …
Ulasan yang menarik bu. Banyak hal-hal yang belum saya ketahui di ulas disini. Saya sangat interest dengan hal-hal seperti ini. Salam kenal
Tuti :
Terimakasih Catra. Memang menarik mempelajari sejarah, karena banyak hal-hal besar yang terjadi di masa lampau, yang bisa kita jadikan cermin dan teladan.
Salam kenal juga.
yang sembilan bahasa kuwi lho mbak, les-nya dimana saja? pinter tenan mbak cleo ini!
Tuti :
Lho, lesnya di tempat saya, kan saya gurunya!
Pelajaran tentang sejarah Mesir memang selalu menarik buat saya.
Entah kenapa “misteri” yang selalu ada di tiap sejarahnya itu membuat penasaran mlulu…
Salam kenal ah…
Tuti :
)
Betul. Mesir memang menyimpan sejarah panjang karena budayanya sudah terbangun jauh sebelum budaya bangsa-bangsa lain tumbuh, yaitu sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Kisah Cleo yang saya cuplikkan ini hanya sebagian kecil saja, karena terbatasnya halaman (eh, sejujurnya takut kalau kepanjangan malah nggak dibaca
Salam kenal juga ah …
kalau cleopatra jama sekarang ada gak ya bun?
sepertinya bunda Tuti sangat ngefans sama Ratu mesir ini, beberapa tulisannya mengupas banyak hal tentang Cleo…
Wanita dan kekuasaan??? mmmm di indonesia ada yg begini ga ya?
Tuti :
) pada wanita-wanita yang pintar dan punya rasa percaya diri kuat. Itulah sebabnya saya tertarik juga sama Ria (*lebay*
)
Cleopatra jaman sekarang? Ada, tapi istananya bukan di Alexandria, melainkan di Hollywood
Iya … saya memang tertarik (sama nggak ya dengan ngefans?
Di Indonesia ada juga lho (ssstt ….. tapi lagi nyapres …. )
Mbak Tuti paling pandai deh merangkai kata-kata … membayangkan ratu Cleopatra yang cantik duduk di singgasana. Dan lebih baik mati daripada kalah perang dan dihinakan oleh musuh,
Kalau jadi cleopatra, mungkin saya juga akan berjuang demi rakyat seperti itu.
Tuti :
Waah, hebat Mbak Enny! Setuju. Begitulah seharusnya seorang ratu, berjuang demi rakyatnya.
Memang banyak legenda yang keliru tentang Cleopatra, maklum legenda-legenda itu ditulis oleh orang Romawi, yang notabene adalah musuh Cleo. Ia dikatakan egois, suka bersenang-senang, penggoda lelaki, dan seterusnya. Padahal sesungguhnya ia sangat mencintai Mesir, dan melakukan apa pun untuk mempertahankan agar Mesir tidak dikuasai Romawi.
Pernah nonton Cleopatra yang bukan dibintangi Liz Taylor (lupa siapa bintangnya) .. pada kejatuhan Alexandria, dia berkata yang kira-kira begini, “selamatkan harta kita, books, library ..”
Saya suka bagian yang ini …
Uhm, kalau dilihat mineral yang menjadi bahan kosmetik wanita jaman dulu termasuk Cleopatra, wanita China kuno dan Geisha.. lama-kelamaan kulit mereka menjadi rusak kan ya, Bunda …
Hehee
Tuti :
)
Memang ada dua film lain tentang Cleopatra yang dibintangi bukan oleh Liz Taylor, yaitu oleh Florence Lawrence dan Helen Gardner. Dua-duanya film tuiiii (saking tuanya
Pada saat Mark Antony menyerang kota Alexandria, tentara Romawi yang berangasan memang membakar perpustakaan Alexandria. Peristiwa ini membuat Cleopatra sangat marah dan sedih. Pada waktu itu, Alexandria adalah pusat ilmu termaju di dunia (banyak filsuf dan ilmuwan dari Yunani belajar disana), dan bangsa Romawi adalah bangsa yang budayanya lebih rendah dari Yunani. Mark Antony meminta maaf atas kebodohan tentaranya, dan untuk mengambil hati Cleo, dia mendatangkan 25.000 buku dari Roma untuk mengganti buku-buku di Alexandria yang musnah terbakar (cara merayu yang hebaat … !)
Wah, iya ya
make up wanita jaman dulu bener-bener kayak bahan bangunan. Pantas ada istilah muka tembok. Qiqiqi ….
Jujur nih, bun. Daku baru kali ini lho tahu cerita Cleopatra. Sebelumnya cuma tahu namanya yang aku suka itu aja …
So, menarik juga kalau baca kisah ratu di mesir gini.
Kalau bisa yang lain juga bun.. hihi.. malah request.
Tuti :
Lha iya kan, mosok sejak bayi sudah langsung kenal Cleo, secara bayi Mesir saja belum kenal Cleo …
)
Nggak apa, saya dulu juga nggak tahu kisah Cleopatra kok
Mesir adalah negeri tua dengan budaya yang sangat tinggi. Mbak Puak sudah tahu kisah pembuatan Pyramida yang terkenaaal itu? Kalau belum, baca di http://tutinonka.wordpress.com/2008/04/25/pyramida-jalan-menuju-surga-abadi/ (sekalian memenuhi request Mbak Puak
mbak Tuti, lihat headernya itu kok saya jadi kelingan filem india, yang suka cilukbaaa…
konon, Cleopatra ini memang pintar ya ? mungkin kalo ukuran sekarang misalnya dia kuliah, pasti lulus dengan magna magna cumlaude *ada gak ya ? hehe*.
atau, kalo jadi blogger pasti penggemarnya banyak, lha wong cantik.
hmmm… andai Indonesia dipimpin oleh orang seperti Cleopatra, pasti lenga patra nggak akan ugal2an melenggang ke negeri seberang… sedang patra di negeri sendiri malah perlahan hilang seiiring harga pengganti patra yang harganya semakin berkibar…
aduduuuh… maap, maap, komen saya ndak mutu blas, hihihi…
Tuti :
Lhooo! Itu yang ciluk ba di header memang aktris Bollywood je, tapi karena nggak pernah dapet peran, njuk kompensasinya bikin blog. Soalnya pembaca blog kan lebih gampang dipikat dari pada produser dan penonton pilem …
Kalau Cleopatra jadi ratu di Indonesia, lenga patra bakal dilarang diproduksi Mas, soalnya Cleo pasti ndak terima. Lha wong lenga patra itu mambu je, padahal Cleo kan wangiiii …
Komennya mutu kok Mas Goen ….. mutu rendah …. qiqiqi (*lariii*)
cleo, apapun akan dilakukan demi kekuasaan yang dimiliki,
tekadnya patut ditiru namun caranya menghalalkan segala cara harus dipertimbangkan lagi….
Tuti :
Hmm …. pendapat yang boleh direnungkan
bisa gak Cleopatra dibilang pelopor emansipasi Jaman Dulu…hehehe
kunjungan balik nih bu
Tuti :
Bisa juga sih … sayang nggak ada yang menyebut dia sebagai pelopor emansipasi.
Terimakasih kunjungannya, Mas Afdhal
Sebetulnya saya pernah menonton serialnya beberapa waktu lalu, tapi baca cerita disini jadi lebih mengerti.
Cuma ada yang baru yang baru saya tahu, wajah buruk rupa cleopatra seperti kata sejarahwan Romawi. Jangan-jangan betul begitu, seperti ketika kita mengagumi Bulan dari Bumi, padahal aslinya …
hmm…
Tuti :
Itulah hebatnya sejarahwan, bisa ‘menentukan’ seseorang jadi mulia atau durjana, cantik atau buruk rupa. Memang sejarah tak pernah bisa lepas sepenuhnya dari subyektivitas penulisnya. Nggak usah jauh-jauh, sejarah tentang tokoh-tokoh nasional seperti Bung Karno dan Pak Harto pun bisa hitam, abu-abu, atau putih, tergantung siapa yang menulis …
Tapi kalaupun Cleopatra benar-benar buruk rupa, bagi saya justru semakin membuat kagum, karena berarti dia benar-benar memiliki kepribadian yang luar biasa, sehingga pesona kepribadiannya mampu menutupi keburukan rupanya.
Btw, saya nggak mau lho dibilang ‘wajahmu cantik kayak rembulan’, lha wong bulan itu bocel-bocel je …
(*lagian siapa juga yang bilang wajah saya kayak rembulan …. bulan gerhana ‘kali ….
)
Cleopatra menaklukkan Mesir di usia 18 tahun. Kita sudah berbuat apa ya di usia segitu?
Hmmm… jadi mikir.
Tuti :
Di usia 18, kayaknya kita baru nonton film atau baca kisah Cleopatra, mas Nardi
aQ baru tw tentang cLe0patra aKhir” ini kEtika tMen” mAin gItar tentang salah satu band yang bernama cLe0patra,
mBx tuti 0k banget cara ceritainnya semua tentang cLe0patra.aQ gak b0sen”baca tentang cle0patra d’wEb mBx.
Tuti :
Cerita tentang Cleopatra memang nggak habis-habis. saya cuma menulis sebagian saja, yang penting-penting. Kisah lengkapnya dengan Caesar dan mark Anthony lebih seru lagi …
salam kenal,
aku riskiani cleopatra setiawan teteh sman 1 kuningan 2004 yg biasa dipanggil cleo.aku bangga ayahku ngasih aku nama cleopatra,mungkin itu doa supaya aku bisa jadi perempuan kya cleopatra (ngareeep.. ) yg pintar,cerdas,berkharisma dan memiliki pesona ya luar biassssssssaaaaa…………………
Tuti :
Halo Cleo …. wah, seneng sekali ya punya nama keren, sama dengan wanita paling hebat di dunia
Salam
haaaaaiiiiiii,,,,,,,,,
aku pengagum berat cleopatra. aku melihat cleopatra sebagai wanita yg super power sampe2 bisa naklukin 2 jendral besar romawi. sampai sekarang cleopatra jadi idola aku dalam segalanya, ia pintar, cantik, anggun, berkharisma dan memiliki pesona yg tak lekang oleh waktu
Tuti :
Halo Riska … semoga Riska bisa menjadi peremuan yang pintar, cantik, berkharisma, dan juga cinta negaranya seperti Cleopatra ya …
dari segi yang saya baca menurut saya cleopatra merupakan wanita yang unik ^^ , bayangkan saja didalam keluarganya dia berhasil mengatasi perang saudara , di usia yang remaja dia sudh menjadi ratu , diusia 21 sudah berhasil memikat kaisar roma dan para raja-raja di negara lain ^^.
mungkinkah ada wanita yang seperti cleopatra dizaman sekarang ?
Tuti :
Dalam format dan penampilan yang lain, mungkin saja ada wanita seperti Cleopatra itu di zaman sekarang …
allow mbak tuti,,,,,,
kenalin saya riskiani karina,biasa dipanggil kikie.saya mw tanya nie.npa cie mbak tuti kya’na suka bangetzzzz nulis profil cleopatra?????lez yuapzz .^_^.