JEMBATAN LUAR BIASA DAN ES KRIM ISTIMEWA
Dua puluh lima tahun yang lalu, ketika masih kuliah di Fakultas Teknik Geodesi, saya pernah menulis tugas kuliah tentang pembuatan peta dengan foto udara, untuk menyatukan koordinat pulau Madura dan ujung timur pulau Jawa. Peta seperti ini diperlukan sebagai dasar perencanaan jembatan yang menghubungkan kedua pulau. Pada waktu itu, membangun jembatan antara Madura dan Surabaya masih merupakan impossible dream, dan saya menulis tugas itu pun hanya berandai-andai. Tentu saja tulisan saya itu sangat simpel, dan hanya melihat pada aspek pemetaannya saja, sesuai dengan jurusan yang saya tempuh, yaitu Teknik Geodesi.
Siapa sangka, dua puluh lima tahun kemudian, jembatan yang menghubungkan antara pulau Madura dan Surabaya, benar-benar bisa diwujudkan. Dan karena saya sudah pindah jalur ke bidang Teknik Sipil, maka perhatian saya pun lebih tercurah pada konstruksi jembatannya.
Bagi orang di luar bidang Teknik Sipil, mungkin melihat jembatan ini sekedar sebagai jembatan yang panjang saja. Tapi bagi orang-orang yang pernah mempelajari konstruksi bangunan, memikirkan bagaimana rumitnya membangun jembatan sepanjang 5,5 kilometer melintasi laut, sungguh suatu tantangan yang menarik.
Dan ketika jembatan Suramadu diresmikan pada tanggal 10 Juni 2009, saya memancangkan tekad dalam hati : suatu saat saya harus kesana, melihatnya, menyentuhnya, dan melintas di atasnya!
Alhamdulillah, tekad saya tersebut kesampaian tepat satu bulan sesudah Suramadu diresmikan, yaitu pada tanggal 10 Juli 2009 kemarin.

Pilar-pilar jembatan Suramadu, dengan bentangan cable-stayed dari baja untuk menahan badan jembatan di bagian tengah bentang

Tower (pilar) beton ini tingginya 140 meter, dengan pondasi di dalam tanah sedalam 100 meter. Ck ck ck, bagaimana cara memperhitungkan kekuatannya, dan cara membuatnya?
Seberapa sih kehebatan jembatan Suramadu ini? Mari kita lihat data teknisnya.
Jembatan Suramadu memiliki panjang 5.438 meter, atau hampir 5,5 kilometer, dan merupakan jembatan terpanjang bukan saja di Indonesia, tetapi bahkan di Asia Tenggara! Jembatan Suramadu dirancang tahan terhadap gempa hingga kekuatan 7 skala Richter. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun, hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.
Merancang kekuatan jembatan yang melintasi laut sungguh tidak mudah. Harus diperhitungkan kuat arus air laut, kecepatan angin, dan juga kedalaman dasar laut. Jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski diterpa angin dengan kecepatan 200 km/jam. Namun demikian, jika kecepatan angin mencapai 40 km/jam, jalur sepeda motor akan ditutup, dan jika kecepatan angin mencapai 65 km/jam jalur mobil juga akan ditutup. Semua ini demi keselamatan pengendara.

Badan jalan yang mulus. Ujung jalan hampir tidak kelihatan saking panjangnya jembatan ini. Tampak sayup-sayup pulau Madura di seberang lautan.
Di kedua ujungnya, jembatan dibangun di atas pondasi tiang yang dipancangkan sampai ke dasar laut. Namun agar kapal-kapal tetap bisa lewat di bawah jembatan, maka pada bagian tengah, badan jembatan ‘digantung’ dengan kabel-kabel baja raksasa dari tower (pilar), sehingga tercipta ruang kosong di bawah jembatan. Lebar ‘kolong’ jembatan ini 400 meter, dengan ketinggian dari permukaan air 35 meter. Cukup longgar untuk dilalui sebuah kapal ferry besar.
Jembatan Suramadu ‘memakan’ 650.000 ton beton dan 50.000 ton besi baja. Biaya pembangunannya mencapai 4,5 trilyun, 55% ditanggung pemerintah Indonesia, dan 45% pinjaman dari China. Pembangunannya membutuhkan waktu hampir 6 tahun, yaitu sejak pemancangan tiang pertama pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri hingga diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada 10 Juni 2009.
Sayang sungguh sayang, jembatan yang dibangun dengan biaya sangat mahal dan merupakan salah satu puncak keberhasilan para insinyur Indonesia ini menjadi sasaran vandalisme sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Belum sampai sebulan sejak diresmikan, beberapa bagian jembatan sudah rusak atau hilang dicuri orang. Pipa-pipa baja dari jembatan yang bernilai ratusan juta rupiah dicuri. Pencurian besar-besaran ini sungguh membuat kita geram, karena bukan saja merusakkan proyek yang dibangun dengan susah payah, tetapi juga menurunkan kekuatan jembatan yang bisa membahayakan keselamatan kendaraan dan orang yang lewat.

Matahari senja di antara pagar jembatan Suramadu
Sebenarnya kendaraan dilarang berhenti di jembatan Suramadu, tetapi pada kenyataannya, banyak mobil berhenti, bahkan ada yang penumpangnya turun dan menggelar tikar di pinggir badan jalan (astaga … !). Memang sih, jembatan ini sangat mempesona dan ‘sensual’, sehingga banyak orang tidak tahan untuk ‘menikmati’nya ….
Daya tarik Suramadu membuat area di kedua ujung jembatan menjadi semacam tempat wisata yang dipenuhi oleh para penjual makanan kecil, mainan, dan sebagainya. Banyak warga masyarakat melewatkan sore hari dengan menikmati pemandangan sambil duduk-duduk makan angin (dan makan jagung bakar serta sate yang harum semerbak …) bersama anggota keluarga. Senja sudah menjelang ketika kami menyeberang hingga masuk ke ujung pulau Madura.

Yuhuiii …. saya sudah menginjak tanah Madura!
Pada foto-foto peresmian Suramadu yang muncul di mass media, tampak jembatan ini bermandi cahaya pada malam hari. Gemerlap dan sangat indah. Saya berharap bisa membuat foto seperti itu, tapi rupanya harapan saya tidak kesampaian. Selain tidak cukup waktu utuk mencari lokasi yang memungkinkan sudut pengambilan yang bagus, ternyata lampu-lampu di jembatan tidak lagi menyala gemerlapan. Sayang sekali …
Oke, Suramadu sudah terlewati, kami sudah tiba di daratan Surabaya kembali. Sekarang kemana? Es krim Zangrandi!
Es krim ini direkomendasikan oleh beberapa teman, dan konon belum ‘syah’ mengunjungi Surabaya kalau belum mencicipi es krim Zangrandi. Saya kemudian mengontak sahabat saya, Pak Eko Atmadji, yang sukses memprovokasi saya untuk kedinginan di gunung Bromo. Saya tanya dimana alamat Zangrandi, karena driver mobil kami tidak tahu. Alamat yang pertama diberikan oleh Pak Eko membuat driver kami pusing tujuh keliling, karena Pak Eko mengatakan Zangrandi ada di jalan Panglima Sudirman, di depan bioskop Mitra. Menurut driver kami, bioskop Mitra tidak di jalan Pangsud. Lhaaa … kepiye iki Cak?
Untunglah, sahabat saya arek Suroboyo (yang sudah lama meninggalkan Suroboyo) ini kemudian memberikan ancar-ancar yang lebih akurat : lewat Jl. Darmo – Jl. Basuki Rahmat – Tunjungan Plasa belok kanan ke Jl. Pemuda (Gubernuran), prapatan Mitra belok kiri langsung ambil jalur kanan. Kami mengikuti GPS tertulis itu dengan cermat, dan …. voila! Papan nama Zangrandi yang meriah menyambut kami dengan ramah.

Es krim Zangrandi terletak di Jl. Yos Sudarso, di lokasi yang cukup strategis
Buku Menu Zangrandi

Lima macam es krim yang kami pesan. Eiiit … ! Tunggu dulu! Sebelum disantap, difoto dulu untuk ngiming-imingi teman-teman …
Rumah makan es krim ini berdiri sejak tahun 1930. Tentunya pada waktu itu pembelinya adalah orang-orang Belanda yang menguasai tanah air kita. Mana mungkinlah rakyat kita yang miskin mampu membeli es krim yang termasuk makanan elit itu, kecuali para ambtenaar. Untuk bangsa kita cukuplah es cendol, es dawet, atau es tung-tung. Tapi sekarang, rumah makan jadul ini dipenuhi oleh orang Indonesia (bukti bahwa kita sudah lebih makmur?). Interior rumah makan ini tetap saja sederhana, meskipun sudah mengalami renovasi. Kursinya terbuat dari rotan dicat warna kuning muda dan merah, menciptakan suasana yang cerah.
Pada buku menu, tertulis kalimat keren : Welcome to Zangrandi, place where you can have the best ice cream in town. We make our ice cream fresh daily with the finest ingredients to ensure its quality. Now relax and enjoy our ice cream, a world apart from others.
Woow …
Cukup membingungkan memilih menu, saking banyaknya jenis es krim yang ditawarkan, dan semuanya tampak nyuuss. Akhirnya kami berlima memilih Zangrandi Pie, Chocolate Twinkle, Cryspi Basket, Tutti Frutti, dan Vienna Sundae. Ohya, ada juga Noodle Ice Cream, mie dicampur es krim. Wah, gimana rasanya ya?
Sambil menikmati Vienna Sundae saya sesendok demi sesendok, merasakannya lumer di lidah dengan sensasi rasa yang luar biasa, dan meluncur turun dalam kesejukan melalui tenggorokan, saya tersenyum sendiri membayangkan sahabat saya, Pak Eko, yang pasti sedang memimpikan es krim ini di rumahnya. Sori Pak, aku ma’em dewe, ojo meri … qiqiqi!

Oiii … !! Cepetan motretnya! Udah nggak sabar pengin nyantap es krim nih!
(Sumber data teknis : Kompas, 9 Juni 2009)
h ho ho
Bundaaaaaaaaaaa Zangrandi itu juga favoritku
TOS bunda
btw thank utk foto2 suramadunya ya bun
kereeeen deh
Tuti :
Nge-fans Zangrandi? Loooh … kok ikut-ikutan
Kapan-kapan kopdar di Zangrandi yuuk … hihihi. Toss!!
Bu Tuti pancen sengaja membuat saya ngiler nih. Baik jembatan Suramadu maupun Zangrandi. Tantangan saya terima. Sekarang saya di Jakarta. Besok mengantar ibu ke Surabaya. Di sana akan saya bayar lunas tantangannya. Jangan meri ya kalau saya nanti di jembatan Suramadu mau nggelar tikar di tengah jembatan. Sambil menikmati sunset yang pasti akan bagus. Tentunya tak lupa Zangrandinya. Saya kesana cukup naik bemo saja sekali jalan. Kalau naik taksi nanti harus lewat Darmo, dan Basuki Rahmat. Oh ya, saya akan ke Zangrandi dan saudaranya juga (nah lho gak tahu kan kalau ada saudara kembarnya). :-p. Juga mau ke rawon setan sekalian.
Sudah ya bu. Nanti saya critani ya di kedua Zangrandi tersebut beserta setannya.
Tuti :
Saya duluan to Pak yang menginjak Suramadu. Pak Eko mau nggelar tikar di tengah jembatan? Hwahaha … sekalian bawa kartu gaple Pak …. qiqiqiqi ….
Yuhuiii … !
Saya puas! Pokoknya puas banget, sukses mengalahkan dan membuat wong Suroboyo ngiri
Wah, njenengan kok sensitip gitu to Pak. Lha wong saya nggak nantang lho, cuma umuk dan manas-manasin …
Pak, bikin foto sunset di Suramadu yang bagus ya. Harus lebih bagus dari foto saya lho, meskipun nggak pakai kamera “Sea Gull” itu …
Nah, kalau tentang kembarannya Zangrandi, saya memang nggak tahu, wong njenengan nggak ngasih tahu. Rawon setannya belum jadi saya icipi je Pak, kemarin nggak sempat. Ya sudah, besok kalau pulang ke Yogya bawain setannya aja ….. yyyiiiiyyy …
Mauuu es krimnyaa… *ngences dot com*
Tuti :
Tisu! Tisuuu!! Cepetan … ada yang ngeces!
wah mbak…. wah ngeri ah mau lewat situ kalau belum apa-apa sudah diproteli….
mbak, Jepang sulit membangun jembatan panjang karena negara gempa. Tapi kalau mbak bisa ke Tokyo, harus lihat Tokyo Bay Aqualine yang merupakan perpaduan jembatan 4,4 km dan tunnel bawah air 9,6 km (Tunnelnya yang terpanjang di dunia). Keseluruhannya 14 km. Setelah melewati tunnel itu, muncul ke permukaan naik jembatan di tengah di atas teluk Tokyo itu ada parking area yang bernama Umi Hotaru. Keterangan lengkap mbak bisa baca di
http://en.wikipedia.org/wiki/Tokyo_Bay_Aqua-Line
Saya kan orangnya panikan, ngga bisa lewat tunnel terlalu panjang/lama, apalagi jika saya tahu itu di bawah laut! Duh waktu saya lewat situ naik bus berombongan, saya usahakan tidur, supaya tidak sadar.
Jembatan memang indah ya apalagi kalau malam hari (kalau diterangi penerangan yang memadai tentunya, kalau tidak gelap ngga bisa liat apa-apa). Saya masih selalu senang kalau drive malam melewati Rainbow Bridge di Tokyo atau Yokohama Bridge di Yokohama. Romantis sekali.
Soal Es Zangradi itu memang sering dengar, tapi belum pernah coba. Nanti deh suatu waktu nyobain. Karena setahu saya pembuat es krim yang enak itu negara Italia. Tapi pengonsumsi es krim terbanyak adalah Amerika. Mustinya mbak foto juga daftar harganya Zangradi tuh mbak hehehe.
Di dekat rumah saya di Ikebukuro ada yang namanya Ice cream city dan menyediakan berbagai macam es krim. Waktu ke sana saya coba es krim hitam (saya lupa terbuat dari apa, mungkin dari wijen hitam, bisa lihat fotonya di
http://emimyst.multiply.com/photos/album/2/Namja_Town-_Ice_cream_city#7)
Yang belum saya coba es krim nasi dan es krim wasabi, nanti saya ke sana lagi dan buat reportase deh hihihi.
EM
Tuti :
Iya … memang kebangetan buangeet para pencuri itu. Nggak punya hati dan perasaan sama sekali. Sama seperti pencuri bagian-bagian rel kereta api. Kok nggak mikir ya, kalau perbuatan mereka bisa menimbulkan bencana bagi orang lain?
Ya, Jepang memang negara yang kaya gempa (selain kaya uang … ). Wah, saya pengin sekali lewat Tokyo Bay Aqualine itu. Sayangnya, jalan-jalan ke Jepang itu biayanya muahallll ….. Semoga aja deh suatu saat ada rejeki, sehingga bisa melihat negeri Sakura (sekalian nengok Riku dan Kai … eh, mamanya juga ….
).
Membangun terowongan bawah laut memang membutuhkan teknologi yang sangat canggih. Tetapi kalau dibangun dengan baik, cukup aman kok. Bahayanya tentu saja kalau terjadi gempa, sebab lapisan tanah akan bergeser, dan terowongan bisa patah atau runtuh. Pembangunan Tunnel di Tokyo itu tentunya sudah memperhitungkan kekuatan gempa terbesar yang pernah terjadi (kalau yang belum terjadi, kan hanya Tuhan yang tahu). Tetapi menurut saya sih kita nggak usah terlalu khawatir. Karena negaranya berada di wilayah gempa, ahli-ahli gempa Jepang sangat canggih.
Selain di Tokyo, tunnel bawah laut juga terdapat di Eropa, menghubungkan Perancis dan Inggris. Wah, saya pengin sekali lihat bagaimana proses pembuatannya dulu. Teknologinya seperti apa. Materialnya apa. Metodenya bagaimana.
Tentang es krim, saya pernah baca (kalau nggak salah ingat), penemu es krim pertama justru bangsa China (tolong dikoreksi kalau salah). Iya Mbak, kemarin lupa nggak difoto daftar harga es krim Zangrandi. Yang jelas lebih mahal daripada es krim buatan pabrik dengan merk-merk yang kita kenal (Walls, dll). Tapi memang rasanya lebih fresh, dan yang jelas tidak memakai bahan pengawet.
Di Yogya juga ada rumah makan es krim yang sudah sangat lama, yaitu es krim Tip Top. Sama seperti Zangrandi, ini es krim segar (bukan es krim pabrikan). Tapi, sampai bangkotan gini, saya belum pernah nyoba …. wahahaha! Besok kesana ah. Malu, masak orang Yogya malah belum pernah nyoba es krim Yogya sendiri …
Whoaaaa……Mbak Tuti sukses ngiming-imingi es krimnya…..bener-bener terbit air liur nih lihat ijo coklat kuning jambon…..Subuh-subuh gini kok pingin es krim lho….kalau bukan karena yang mingin-mingini memang ahli mingin-mingini saya gak akan kepingin……….hayoooo tanggung jawab Mbak……takparani ke rumah lho……
Tuti :
Saya orang yang penuh tanggung jawab, jadi silahkan marani saya ke rumah …. tapi es krimnya kan di Surabaya …. wakakaka!!
Waduh, jalan-jalan sampe ke Suramadu.
Saya juga pengen lewat ke sana, terakhir saya ke Madura itu waktu saya masih kelas 4 SD naik feri, ngerasain soto madura trus balik lagi ke Jawa
Saya jadi mikir, ini nanti Pak BeYe berani ngga ya masang jembatan di atas laut lumpur Lapindo.
Bu Tuti mau jadi konsultan teknisnya?
Tuti :
Ke Madura waktu kelas 4 SD? Hwalaah …. mesti isih nganggo katok cendak yo Don …
Kalau di laut lumpur Lapindo, mungkin lebih baik berenang saja …. soalnya nggak jelas siapa yang bertanggungjawab. Saya juga nggak berani jadi kosultan tekniknya, lha nanti kalau gagal kan bisa didemo wong sak Indonesia …
Walah, namanya juga orang endonesah Mbak, bisa bawa pulang sekrupnya Suramadu trus dipajang diruang tamu aja berasa sudah keren abisss…..qiqiqiqi… Lha Mbak tuti selain bawa foto Suramadu, bisa dapat souvenir apalagi dari badan jembatan itu, yang jelas bukan sling nya kan ? kabotan, tentu…qiqiqiqi….
Mbak-mbak, untung saya sudah bertekad untuk diet mati2an, jadi agak tidak ngefek liat es krim Zangrandinya…yang saya khawatirkan kalau ntar malem mimpi trus bantal saya basah kena iler piye yaa…? Tapi, sumprit, saya tidak tergoda lho….
Tuti :
Iya, orang endonesah memang ‘luar biasa’, wong mencuri dan merusak kok bangga lho! Saya bawa souvenir yang sangat berharga dari Suramadu, yaitu foto-foto pas matahari terbenam. Bagus kan? Iya kan? Kan?
Sumprit, saya nggak mau lihat bantalnya Mbak Ayik yang bergambar pulau …
Foto es krimnya sukses Bu …
Membuat diri saya …”Lumer”
Kepingin sangat …
Tuti :
)
Waduh, kalau Om lumer, rasanya kayak apa ya …. (es krim rasa NH18 ….
Wah ternyata pemikiran Bu Tuti 25 tahun kedepan lebih maju, buktinya jembatan suramadu ini. Tanya dong apa yang akan dipikirkan or dituliskan 25 tahun kedepan. Apa jembatan yang menghubungkan ketapang – Gilimanuk…. Btw, foto2 disuramadunya keren bgt…
Tuti :
Kata Andrea Hirata (baca “Laskar Pelangi” nggak?), orang harus punya mimpi. Sudah pasti bukan impian kosong, melainkan cita-cita yang menjadi target pencapaian dan sumber spirit.
Hehe … kebetulan saja kalau saya pernah mikir jembatan antar pulau 25 tahun yang lalu. Setelah kita berhasil membangun jembatan Suramadu, jembatan Ketapang – Gilimanuk adalah suatu hal yang tidak mustahil.
Terimakasih, mas Nazar.
Keji sekali kaum vandalis tersebut. Kok tega2nya mencuri milik umum yang bisa membahayakan keselamatan semua orang. Btw, tahun 1988 saya pernah ke Madura, tapi nggak pernah membayangkan bisa ada jembatan di atasnya. Malah kalau menyeberang Merak-Bakauheni saya suka membayangkan kalau nanti ada jembatan. Padahal jarak Kamal-Ujung lebih pendek. Yah, gitulah….
Suatu saat saya mesti menikmati keindahan jembatan ini. Terima kasih atas ulasannya Bu Tuti…
Kalau yang es krim, no comment deh…
Tuti :
Jika jarak Merak-Bakauheni terlalu panjang untuk dibuat jembatan, mungkin bisa dibuat terowongan bawah laut. Tapi ini memerlukan teknologi yang beda lagi, dan tentunya biaya yang juga suangat besaaaar. Tantangannya, jalur selatan Sumatera – Jawa adalah jalur gempa, sehingga untuk membuat terowongan bawah tanah dibutuhkan perhitungan yang betul-betul cermat.
No comment untuk es krimnya Bang? Maksudnya, langsung diembat, gitu …? Hehehe
Berarti secara tidak sengaja, salah satu mimpi Bu Tuti sudah terwujud melalui jembatan ini ya… Kalau gitu, boleh dibilang Bu Tuti adalah the hidden engineer jembatan ini, hehehe…
Kira-kira kalau merak-bakauheni dihubungkan dengan jembatan seperti suramadu itu bisa gak ya Bu? Penasaran juga saya…
Es krim? ehm… di Jogja ada gak ya tempat seperti itu?
Tuti :
The hidden engineer? Wooow ….. keren banget Da. Tapi nggak berani ah disebut begitu, lha wong saya dulu cuma berangan-angan saja kok. soal gimana cara membuat jembatannya, sama sekali nggak ngerti
Jarak Merak – Bakauheni berapa ya? Yang penting sebenarnya adalah kedalaman air di selat Sunda, serta jenis tanahnya. Kalau dasar lautnya sangat dalam, yang menjadi problem utama adalah pemancangan tiang-tiang pondasi jembatan akan sangat sulit. Kalau mau pakai jembatan gantung, jarak yang sangat panjang juga mengharuskan pembuatan menara/pilar jembatan yang sangat tinggi … (halah, sok nganalisis deh … hehehe!)
Di Yogya ada es krim Tip Top di Jl. Mangkubumi, Da. Coba aja … (tapi saya juga belum pernah coba …
)
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
Tuti :
Terimakasih
Rakyat kita masih banyak yang belum bisa menghargai karya besar seperti Jembatan Suramadu. Vandalisme memang cermin masyarakat yang kurang beradab.
Tuti :
Betul. Padahal negara kita berdasarkan Pancasila. Mungkin pelajaran Budi Pekerti harus diberikan sejak bayi hingga tua.
Eiiit… bolak balik ke Surabaya, kok nggak ngerti eskrim Zangrandi, waah perlu dicoba nih.
bangga ya mbak…punya jembatan Suramadu…. karya terpuji bangsa Indonesia..
Tuti :
Naah … kalau begitu harus balik lagi ke Surabaya Mbak, buat nyobain es krim Zangrandi. Saya titip dibelikan … hihihi. Ya, jembatan Suramadu memang karya yang membanggakan dari bangsa kita. Semoga bisa dirawat dengan sebaik-baiknya. Lha ini, belum-belum sudah menjadi korban vandalisme … ihiks
Wah sangat disayangkan yach mbak ulah para pencuri itu. Gimana nich aparat ?, apa nggak diamankan 24 jam ?. Tapi yach gitu lah yach mbak, lagi2 kesadaran sebahagian masayrakat kita memang sangat minim, susah kita ngomongnya.
Habis dari Suramadu menikmati ice cream Zangrandi emang nikmat mbak. Saya juga kalau kebetulan pulang ke Surabaya juga selalu mampir kesana bersama keponakan2 & ibu mertua. Hem pokoknya rasanya bikin kangen terus dech
Ok mbak see you
best regard,
Bintang
Tuti :
Biar diamankan bagaimanapun, selalu lebih pandai pencurinya Mbak. Jembatan ini sangat panjang, jadi pengawasan juga cukup sulit. Kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga, itulah yang terpenting.
Oh, Mbak Elinda dari Surabaya toh? Atau suami yang dari Surabaya? Langganan es krim Zangrandi dong. Wah, asyik …
salam hangat,
*NGECES*
liat ice cream’nya
Tuti :
Ambil ember … ! Afdhal ngeces nih …
dari kejauhan saya yang nggak ngerti teknik sipil juga terkagum-kagum dengan jembatan suramadu. Tapi itu yang jadi arsiteknya siapa ya bu? saya penasaran juga nih.
mmm.. Zangradi yang ijo itu sepertinya suegerr tenann …
Tuti :
Waduh, saya juga belum tahu, arsitek Suramadu itu siapa. Nanti saya coba telusur dulu ya Mas. Tapi sebenarnya yang hebat bukan cuma arsiteknya lho, melainkan semua insinyur yang terlibat pada perancangan maupun pelaksanaan pembangunan Suramadu. Arsitek hanya membuat desainnya, adapun yang merencanakan kekuatannya adalah orang-orang Sipil.
Nggak cuma yang ijo Mas, semua es krim Zangrandi suegeer, manis, dan hmmm … nyam nyam …
Ahhhh… 2 mingguan lalu saya ke Surabaya, tapi ga kedua tempat ini … (yang Zangrandi sih sempet lewat dua kali, tapi ga mampir …)
Berkunjungnya kurang lama sih …
Aaahhhh …
Mupeng tante, harusnya waktu itu saya perginya sama tante aja ya …
Tuti :
)
Ayooo … kita pergi lagi aja. Mau? (weks, kaya iklan telepon seluler …
buat bu tuti.. saya suka dengan semua topiknya.. hampir semua topik. terutama yang jalan2 dan Beragama itu.. yang ada katedral dan istiqlal.
saya juga dirumah menggambar suramadu bridge.
Tuti :
Terimakasih Fahrizal, saya senang kalau tulisan saya bisa dinikmati.
Menggambar Suramadu Bridge? Gambar seni (lukisan) atau gambar teknik (struktural)?
waduh, belum apa-apa kok besi-besi penyangga jembatan suramadu sudah dicuri?? walah walah, jadi takut saya melintas di atasnya suatu saat …
dasar oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. seenaknya mencuri besi penyangga jembatan suramadu yang sangat susah pengupayaannya (sampai dana pembangunannya pun 45% pinjaman dari luar negeri). pencurian ini sangat besar dampaknya, yaitu dapat mengurangi kekokohan jembatan yang di taksir akan mampu bertahan selama 100 tahun ini. padahal manfaat jembatan suramadu itu sangat besar lho. selain sebagai sarana penghubung pulau jawa dan madura, juga dapat menjadi sarana untuk memperlancar ekonomi pulau jawa dan madura serta dapat menjadi landmark tersendiri yang dapat dimanfaatkan untuk sarana rekreasi.
soal es krim zangrandi, wah jadi malu… saya aja yang orang surabaya ndak tau kalo ada es krim enak & terkenal di surabaya, yaitu es krim zangrandi … denger namanya aja ya baru kali ini baca postingannya bu tuti … hihihi..
kapan-kapan kalo mudik, pengen ah nyoba es krim zangrandi … jadi penasaran … hehehe
oh iya, ternyata es krim zangrandi ada di jakarta juga lho, tepatnya di daerah kelapa gading. setelah baca postingannya bu tuti, iseng-iseng saya googling dan menemukan alamat cabang yang di jakartanya.
ayo, buruan siap-siap nyoba (mumpung deket, ndak harus ke surabaya dulu) !!! … hehe
Tuti :
Ohhh … lagi ngerti aku, jebul Yasmin iki arek Suroboyo to? Dolane nok Kenjeran ae yakno, dadi ora ngerti zangrandi
Zangrandi ada di Jakarta? Wah, tapi rasanya belum tentu sama dengan yang di Surabaya. Mungkin pemilik yang ada di Jakarta itu adalah anak keturunan pemilik Zangrandi Surabaya.
Jangan lupa, kalau mudik ke Surabaya sekalian lewat di atas jembatan Suramadu. Meskipun tiang-tiangnya pada dicuri, jembatan itu (sampai saat ini) masih sangat aman kok.
waduhhh hbs mampir ke kota saya yaa bu. hehehe ternyata surabaya memiliki keistimewaan juga. LIKE THIS LAH
saya penggemar baru blog ibu. bagus2 isinyaa..
salam kenal aja dr saya
annisa. ITS-surabaya
Tuti :
Ya, saya habis jalan-jalan ke Surabaya. Lihat-lihat kotanya arek-arek ….
Cukup menyenangkan, meskipun udaranya lumayan panaaas …. Tapi Surabaya sudah mulai menggalakkan penghijauan ya.
Terimakasih Nisa sudah berkunjung ke blog saya
wah… selamat datang di tanah madura Bu… sebagai orang madura, saya bangga ada jembatan suramadu… (meski gak ikut mbangun
)
kalo boleh ngasi info ne… di malang juga ada kedai es krim yg mirip dengn kedai es krim zangrandi (hehe…meski blm prnh ke kedai zangrandi… tapi dilihat dari sejarah dan kondisi kedainya), mirip banget dengan kedai es krim ‘toko oen’ di malang. coba de Bu…
Tuti :
Terimakasih. Sayangnya waktu ke Madura cuma menginjak pantai di ujung Suramadu saja, belum sampai ke kota-kotanya … Semoga lain kali ada kesempatan untuk benar-benar menjelajah Madura.
Bagaimana kondisi jembatan Suramadu sekarang? Apakah masih terawat baik, atau sudah mulai dipreteli tangan-tangan jahil?
Terimakasih infonya tentang es krim di Malang. Kebetulan saya belum pernah ke Malang, jadi kalau besok ke sana, bisa dimasukkan ke daftar tempat yang hrs dikunjungi
Alhamdulillah keadaan jmbtn Suramadu sehat2 aja (kyak manusia ae
). sekarang kalo malem lampu2nya dah nyala, indah banget. semoga jmbtn Suramadu tetap terjaga dgn baik.
).
di Madura juga gak kalah bagus lho pantai2nya, jajanannya, batiknya, mmm apalagi ya?? trs kalo di Malang masih banyak jajanan yg mesti Ibu cicipi (kok jadi wisata kuliner, hehe sekalian mampir maksudnya
kalo ke Malang ato ke Madura, jangan lupa mampir ke tempat saya ya Bu.
Tuti :
Syukurlah kalo jembatan Suramadu sudah kembali cantik, soalnya beberapa waktu yang lalu diberitakan lampunya pada mati, baut-baut dan batang-batang besinya dicuri …
Kok saya belum pernah lihat/baca liputan tentang pantai2 di Madura ya? Kalau batik Madura, saya memang suka dan sudah mengoleksi beberapa lembar. Kuliner Madura? Tahunya cuma sate ayam …
Nah, Malang juga sudah masuk dalam list saya untuk segera dijelajahi begitu ada waktu luang. Ok Medina, besok kalau saya ke Malang, insya’allah saya kontak deh …