MARI KITA LUPAKAN SEMUANYA, KAWAN
Dua posting terakhir saya “Plagiat dan Fitnah” serta “Ricky Menjawab” sudah mengundang komentar yang terlalu jauh, sudah menjadi ‘bola liar’ yang ditendang kemana-mana. Untuk menghentikan semuanya, dan mengembalikan beranda saya kepada ‘wajah aslinya’, saya memutuskan untuk menarik kedua posting tersebut.
Kepada teman-teman yang sudah memberikan perhatian, tanggapan, dan dukungan, saya mengucapkan terimakasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah merepotkan teman-teman.
Marilah kita kembali ke atmosfir perbincangan kita semula, yang berisi saling tukar informasi, bercanda, dan saling menyapa dalam keakraban …









salam bu tuti. wah, bu tuti ndak perlu minta maaf karena merepotkan, justru si ricky itu yang telah merepotkan..
welcome bu tuti … saya dan teman-teman blogger lainnya menunggu postingan-postingan bu tuti selanjutnya yang pastinya akan selalu menarik ..
jujur bu, saya belum pernah lho, menemukan blog yang postingannya selalu menarik seperti blognya bu tuti.
salam sukses, bu!
Tuti :
Terimakasih, Yasmin. Kalau Yasmin banyak blogwalking, pasti Yasmin akan menemukan blog-blog yang jauh lebih bagus dari blog saya. Klik saja blog teman-teman yang pernah komen di sini, semuanya bagus-bagus kok. Tapi kalau sudah menemukan blog lain yang lebih bagus, jangan lupa tetap berkunjung kesini ya … *ngarep*
Aku gak ngerasa direpotin koq bun
lagian dua postingan yang kemarin itu menunjukkan kualitas karakter sesungguhnya and saya makin salut sama bunda malahan
yuuuks.. yukks… mariioii kita move on
Tuti :
Oke, let’s move straight forward!
One … two … three … goooo!!
Ok dehh bu… Terus berkarya ya bu…
Tuti :
Terimakasih, Ditha …
Ayo, Ditha bikin blog juga dong!
lho nek.. knapa postingan nya dihapus??? sahabat2 nya nenek n pengunjung lainnya kan lom dateng kumpul smua untuk mencaci saya.. saya msh trs memantau komentar2 dr sahabat2 nenek, sampe dimana mereka metertawakan n mencaci saya.
trs klw bisa, klw nenek posting sesuatu ngambil sumbernya dr buku atau dr apa lah, sebutin juga nama buku nya apa, jngn sya aja yg dipaksa untuk nulis sumber nya, klw bisa pengarangnya jg ya, trs gmn dong klw tu sumber dapetin nya dr malaikat?, apa perlu ditulis juga sumber nya? iya dong, tetep harus di sebutin juga nama malaikatnya apa yg ngasih ilahm kepada nenek, jibril kah? mikail kah dst.. kata nenek, owww itu dah pasti.. pasti akan saya sebutin sumber nya, suatu kebanggan yg sangat berharga gitu lho.. dapet ilham langsung dr malaikat, lain lg klw nenek nulis artikel yg bermanfaat ciptaan nenek sendiri terserah deh..
ok deh cau.. mo fb an dulu ah
Tuti :
Kepada teman-teman yang membaca komen Ricky ini, semoga tidak terpancing untuk menanggapi …
Mbak Tuti, do you zap the articles and my comments?? I sweated out his responses and you vaporised all of them?? In fact I was about to savour that brouhaha… **halaah** huehuehue…. just kidding…..
Tuti :
Iya Mas Yari … maaf terpaksa kedua artikel dan semua komen teman-teman saya masukin karung dan saya simpen di gudang … tapi saya sudah baca semua komen Mas Yari kok, terimakasih
Btw, kalau mau berantem dengan Ricky, boleh pinjem ring tinjunya Chris John, tapi saya nggak mau nonton
Yes …
saya juga sudah baca komen dari Mas Yari … (dan beberapa setelahnya …)
Tuti :
Begitulah ….
Maaf ya Om, kemarin suasana jadi kayak perseteruan KPK dengan Polri …
Bu Tuti, saya pernah jadi ANONIM pada sebuah forum Pemilu dengan nama yang tentunya bukan nama asli saya. Siapapun yang menghantam pilihan saya akan saya kick balik. Apa yang saya rasakan sungguh suatu perasaan yang saya sendiri sekarang malu untuk merasakannya lagi. Saya sungguh-sungguh merasa menjadi seorang PENGECUT. Kalau disuruh berdebat face to face off air jelas saya menolak. Dengan mengcounter dari jauh tentu saya seperti seorang DEXTER, karakter fiksi seorang serial killer yang tak pernah tertangkap polisi, yang dapat berbuat semaunya tanpa perlu memikirkan dampaknya. Argumentasi yang saya berikan tentunya asal-asalan asal logis aja.
Sekarang saya sudah meninggalkan situasi kelam tersebut. Rasanya plong dengan tidak lagi berperilaku pengecut. Kasus Plagiarism memang membangkitkan ingatan saya saat itu. Rasanya saat itu saya paling bener dewe. Sekarang sudah malu mengingatnya lagi.
Bu, jendelanya memang tidak ditutup ya. Nyamuknya masuk tuh.
Tuti :
)
Untuk pengalaman Pak Eko menjadi Dexter itu, mungkin bisa diterapkan kata-kata Oswald Avery, “Jika jatuh, pungutlah sesuatu”. Nah, apa yang bisa dipungut? Ya terserah panjenengan (tapi kalau nemu berlian segede durian, kasihkan saya ya Pak …
Iya, tadi malam itu komputer saya tiba-tiba error, jadi nggak bisa nutup jendela. Moga-moga aja nggak ada nyamuk aedes aegepty yang iseng nyelonong …
Hehehehe, upaya ini bagus Bu.
Tapi semoga ibu tetap menyimpannya…. Memang tak semua pertengkaran dipublikasikan apalagi di media yang dimiliki secara personal begini.
Tapi kalau mau dilanjutkan, saya ada di belakang Ibu.. Hehehehe…Di belakang, bukan di depan
Tuti :
Posting kemarin itu aku ‘trash’, terus hilang nggak tahu kemana. Wah, nyarinya lagi gimana ya? Hehehe … lha wong nggak ngerti, maksudku mau tak simpen aja gitu lho …
Di belakangku ya Don? Hmmm … kalau gitu tasku harus kuamankan di depan … hihihi …. awas, nggak boleh ‘ngithik-ithik’ ya
Saya sedang melihat Mbak Tuti dari ‘jendela’ yang lain … jendela yang penuh ‘wise’… saya sangat mengerti kenapa Mbak Tuti memutuskan untuk menghapus 2 posting yang kontroversial ini … saya sangat bisa mengerti … bahwa Mbak Tuti sungguh berjiwa besar … Bravo MBak
Buat ananda Ricky,
tak adakah satu sisi hatimu sekedar menyimpan hormat untuk seorang MBak Tuti yang sudah cukup berbesar hati mengikuti gejolak hati mudamu yang (maaf) saya rasa kurang pada tempatnya…
Semoga Allah mengampuni semua kesalahan kita semua. Amin
Tuti :
Mbak Ayik, terimakasih sekali atas pengertiannya. Tentang jendelanya, perlu dikasih gordin dan vitrase nggak ya? Kalau teralis nggak usah deh, ntar kayak di penjara, nggak bisa ‘inguk-inguk’ …
Untuk do’anya terhadap Ricky dan kita semua, amin ya robbal alamiin …
Assalamualaikum mbak Tuti,
Ehem … ehem … yang sabar yach mbak ngadepin yang beginian. Tetap senyum, karena dunia ini penuh dengan warna-warna yang indah, yang akan membentuk Lingkaran Keindahan …. (halah … nggak nyambung, hehehe).
Ayo, mbak buat postingan yang seru lagi, utk sesa’at kita tutup aja yang ini. Lupain yang ini, kita bahas yang lain aja yuk…
Gimana kalau saya usul cerita film yang kemarin sempat bikin penasaran “2012″, pasti kalau mbak Tuti yang kulas jadi tambak sip.
Yuk mbak kita bahas yuk …. Tak tunggu postingan mbak Tuti dgn topik yg selalu menarik, siap, yuk …. saya sudah nggak sabar nich, hahaha …. Yuk siapa yang juga penasaran dgn kulasan seorang mbak Tuti Nonka, tunjuk tangan, hahaha
See you soon, mbak Tuti:)
best regard,
Bintang
Tuti :

Setuju, Mbak Lin. Topik lain yang mau saya posting sudah antri nih …
Tapi untuk film “2012″ saya belum bisa bikin reviewnya, soalnya belum nonton filmnya. Ntar ya, saya cari informasi dulu, apakah film tersebut sudah diputar di Yogya …
Thanks so much Mbak, hugs for you …
salam hangat
Mbak Tuti, saya salut banget dengan segala kerendahan hati mbak. Semoga dengan kerendahan hati mbak itu, bisa membuat dia itu merasa malu sendiri. Dia itu mungkin juga ada sejenis penyakit, yang membuatkan dia butuh perhatian yang berlebih-lebih dari orang-orang kali ya. Ya udahlah…Mbak, semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk mbak…
Tuti :
Terimakasih, Akmal. Saya hanya menghindari keributan yang lebih jauh. Karena nampaknya dia tidak bisa diajak bicara, ya sudah, saya ‘tutup buku’ saja …
Ikut ya bu,
Salut buat Ibu!
Tuti :
Ayuuuk … kita sama-sama menciptakan perdamaian dunia, nggantiin MJ gitu loh …. (ya’elah, mimpinya tinggi banget!)
yuks yuks…
Ibu memang hebat!!!
salut banget sama ibu!…
yuks kita nggosip2 informasi lagi…
Tuti :
)
Gimana kalau nggosip TI aja? Ria jadi presenternya, aku yang nonton … sambil diajarin … (oya, plus nyiapin kopi sama kacang rebus
Bu, “2012″ sudah main di Jogja. Antrinya ampun ampun. Saya sudah nonton. Film yang hanya untuk hiburan dan miskin perenungan. Silahkan nonton untuk selingan saja. Tapi, senangkan saja indera kita untuk melihat laut mencapai pegunungan Himalaya. Spektakuler!!! Cerita, logika, dan aktingnya? Harap maklum.
Dibanding “Bucket List”? Jauuuh banget.
Tuti :
Wah … sudah main di Yogya ya? Saya membayangkan, film ini ‘hanya’ berisi pameran teknik sinematografi saja, memperlihatkan bumi terbelah, gunung terbang, dan laut meluap, gitu-gitulah … Saya baru baca reviewnya di Kompas hari Minggu kemarin.
Lebih bagus “Bucket List”? Wah, kalau gitu nonton BL lagi aja, wong saya punya VCDnya …
bu tutii..saluuttt…*ngangkat kedua tangan goyang ke depan belakang*
request, nambah cerpen aja bu…saya suka banget bacanya
Tuti :
Ssst … kalau mau angkat kedua tangan pakai deodorant dulu ya, Ufi
Tapi requestnya agak susah tuh. Sudah lama banget saya nggak nulis cerpen. Cerpen lama aja, mau?
ahahaha, ibu tahu aja lagi, saya lupa pake deodorant..jangan pingsan ya bu
mauuu bu, cerpen lama atau baru, suka sekaliii
Tuti :
Nggak, saya nggak pingsan kok, wong sudah pakai masker …. (untuk mencegah virus flu burung)
Mau cerpen lama? Ya deh, besok saya bongkar gudang dulu ya …
Setuju tante
Saya mendukung…
Tidak perlu diperpanjang.
*ikut2 peluk tante tuti..*
Tuti :
Memang tidak perlu diperpanjang, wong sudah puanjaang … dan sudah jelas permasalahannya.
Hmm … nikmatnya dipeluk Narpen (*sambil merem melek*)
Wahh aku ketinggalan berita mbak…maklum gara-gara kompie ngadat, hampir 3 minggu nggak internetan…..
Tapi sebetulnya menghapus artikel di blog ini adalah hak mbak Tuti…atau di moderatori aja mbak….
Tuti :
Waah … kemarin itu seru banget Mbak Enny, persis kayak perseteruan antara Polisi dan KPK. Tapi karena sudah terlalu jauh, dan suasana semakin panas antara teman-teman dengan blogger yang kopi paste artikel tanpa menyebut sumber itu, saya putuskan untuk menarik posting beserta semua komentar dari teman-teman.
Dulu, waktu awal-awal ngeblog, komentar yang masuk saya moderatori. Tapi pada umumnya orang nggak suka kalau harus pakai moderator, karena orang ingin langsung melihat komentarnya muncul, jadi sekarang saya los-kan saja …
Mbak, belakangan saya terpaksa pake moderator. Awalnya paklik DM sering nelpon untuk mengingatkan gara-gara ada komentator ke blog ku, yang jorok, nggak etis…
Apa boleh buat, saya akhirnya pake moderator, tapi nama2 yang udah dikenal di blogku seperti mbak Tuti, langsung lolos kok mbak
Tuti :
Biasanya sih komentar yang masuk baik-baik saja, Mbak Enny. Hanya kemarin ini memang agak ‘luar biasa’. Sepanjang saya ngeblog, saya hanya dua kali pernah menghapus komentar yang tidak pantas. Selebihnya, kalau ada yang kurang pantas, saya edit saja (itu pun sangat jarang, lebih sering hanya mengedit ejaan yang salah).
Wah, terimakasih kalau nama saya langsung lolos selekasi, Mbak …
Bu Tuti… tulisan yang kedua saya belum sempat baca. Tapi intinya, menurut saya ini adalah ujian kearifan dan kedewasaan Bu Tuti. Dan saya melihat bahwa Bu Tuti telah lulus dengan sukses di sini.
Ibarat roda, hidup ini terkadang berada di atas dan terkadang berada di bawah. Nah, tidak selamanya kan kita harus dipuja dan dipuji orang, perlu juga sesekali kita dicaci dan dimaki, agar kita lebih mawas diri…
Tapi Bu, kata Nabi, ketika seseorang dicaci, ketika itu pula pahala orang yang mencaci mengalir kepadanya, tanpa sisa. jadi, berbahagialah Ibu saat ini, karena pahala kebaikan yang telah ditanam oleh R, selama ini, telah berpindah seluruhnya kepada Ibu…
Tuti :
Untung Uda belum baca posting yang kedua, soalnya kata-kata ‘tokoh itu’ di kolom komentar serem banget (saya sih gak menanggapi).
Iya memang Da, cuma herannya, saya gak pernah menuliskan kata-kata kasar, kok dianya malah yang pedas banget. Makanya dua posting itu saya hapus, karena saya nggak mau blog saya jadi ‘keruh’. Yah, meskipun penarikan kedua posting itu membuat dia merasa ‘menang’, biar ajalah. No problem bagi saya.
Tentang pahala yang mengalir itu, amin Da, terserah pada Allah aja …
waaa…ikutan prihatin..sayang saya ga baca..hehehe 8 hari travelling ternyata banyak yg terjadi di blok mbak Tuti
Tuti :
Makasih, Mbak Wied. Nggak apa-apa kok, semua sudah saya lupakan …
Wah, 8 hari travelling kemana nih? Pasti banyak dong ceritanya? (*lari ke amethys.blogspot*)