MATAHARI DI TANGAN KIRI, REMBULAN DI TANGAN KANAN
Kalender 2010 Bank Mandiri (foto : Tuti)
Tahun 2010 baru saja kita mulai. Jika ramalan suku Maya bahwa tahun 2012 dunia bakal kiamat benar-benar terbukti, maka hidup kita di bumi tinggal 2 tahun lagi. Woiii … yang belum nikah, yang belum lulus sekolah, yang belum banyak beribadah, ayo cepetaaan …. ! Keburu kiamat loh!! Bagi yang punya utang, bikin reschedulling aja, bayar utangnya mundur sesudah tahun 2012 … hahah!
Tahun 2010 ini adalah tahun dalam kalender Masehi, disebut juga kalender Gregorian. Penanggalan yang dipakai secara internasional ini diperkenalkan oleh Aloysius Lilius, dan dideklarasikan oleh Pope Gregory XII pada 24 Februari 1582. Awal pemakaiannya sendiri adalah pada tanggal 15 Oktober 1582. Lho, jadi sebelum itu pakai kalender apa? Sebelumnya, dipakai kalender Julian. Kalender Gregorian adalah penyempurnaan dari kalender Julian dengan menambahkan tahun Kabisat, yaitu penambahan 1 hari setiap 4 tahun pada bulan Februari, sehingga pada tahun Kabisat bulan Februari berumur 29 hari.
Relief yang menggambarkan ketika Pope Gregory XII mendeklarasikan kalender Gregorian (foto : Wikipedia)
Kalender Masehi diterima secara aklamasi oleh masyarakat internasional, meskipun kalender ini sebenarnya mengandung beberapa ‘keanehan’ …
Kalender Masehi berasal dari kalender Romawi, yang kemudian diambil oleh orang Kristen (disebut juga orang Masehi). Karena berasal dari kalender Romawi, maka nama-nama bulan dan hari dalam kalender ini diambil dari nama dewa-dewa Romawi serta angka-angka dalam bahasa Romawi, yaitu : Martius (dewa Mars), Aprilis (dewa Aperire), Maius (dewa Maia), Junius (dewa Juno), Quintilis (bulan ke 5), Sextilis (bulanke 6), September (bulan ke 7), Oktober (bulan ke 8), November (bulan ke 9), Desember (bulan ke 10), Januarius (dewa Janus), dan Februarius (dewa Februus).
Adapun nama-nama hari adalah Sunday (matahari), Monday (bulan), Tuesday (Tioe, anak dewa Wodan), Wednesday (dewa Wodan), Thursday (dewa Donar, anak dewa Wodan), Friday (Frigga, istri dewa Wodan), dan Saturday (Saturnus). Wooow … hebat bener Dewa Wodan ini, anak-istri dan namanya sendiri diborong untuk menamai hari! Kalau saya sih menafsirkan Tuesday adalah dari Tuti-day, nama saya … hihi.
Apa yang aneh dari kalender Masehi? Ini lho …
Desember, bulan ke 10 yang terpeleset jadi bulan ke 12 (Kalender Nova, foto : Tuti)
Sesuai dengan arti katanya, bulan Desember adalah bulan ke 10, demikian juga nama-nama bulan lainnya yang berarti angka (September, Oktober, November). Tapi kenyataannya, Desember sekarang adalah bulan ke 12. Lho??!! Kepiye iki critane? Rupanya, kalender Masehi ini mengubah bulan pada awal tahun, yang semula bulan pertama adalah bulan Maret menjadi bulan Januari. Weleh … enak aja mengubah-ubah bulan. Tapi karena orang sejagat nggak ada yang protes, semua puas dan bahagia, ya sudah … lanjuuuut!
Lalu, ada dua nama bulan yang diganti, yaitu bulan Quintilis (bulan ke 5) dan Sextilis (bulan ke 6). Kocap kacarito, Julius Caesar minta kepada Senat Romawi agar namanya diabadikan sebagai nama bulan dengan jumlah 31 hari. Maka jadilah sesudah bulan Juni adalah bulan Juli. Kemenakannya, Augustus tak mau ketinggalan, memakai namanya sebagai nama bulan juga, dengan jumlah 31 hari juga. Akibatnya, jika pada bulan-bulan yang lain jumlah hari dalam satu bulan berselang-seling antara 30 dan 31 hari, Juli dan Agustus sama-sama berjumlah 31 hari. Yeeiiy! Paman dan keponakan sama narsisnya!
Bagaimana cara mengingat jumlah hari dalam setiap bulan? Ada cara yang sangat mudah, yang diajarkan ayah saya ketika saya kecil dulu, yaitu dengan melihat tonjolan tulang pada punggung tangan yang dikepalkan. Ternyata, cara ini juga dikenal di seluruh dunia, dan saya peroleh gambarnya dari Wikipedia (meskipun saya yakin alharhum ayah saya tak pernah membaca Wikipedia … ). Lha, kenapa bulan Februari bernasib malang nian, hanya berusia 28 hari? Yo embuhlah … suka-suka orang Romawi lah. Mungkin Dewa Februus memang pelit …
Pada tulang yang menonjol, jumlah hari adalah 31 (foto : Wikipedia)
Sistem kalender ada dua jenis, yaitu solar calendars yang berdasarkan pada perputaran bumi mengelilingi matahari, dan lunar calendar yang berdasarkan pada perputaran bulan mengelilingi bumi dan matahari. Kalender Masehi adalah solar calendars, sedangkan yang memakai sistem lunar calendars antara lain adalah Kalender Hijriyah (Kalender Islam). Kalender Hijriyah lebih cepat 10 – 12 hari dalam setahun dari kalender Masehi, oleh sebab itu awal puasa dan Idul Fitri selalu maju sekitar 10 – 12 hari dari tahun sebelumnya pada kalender Masehi.
Bulan-bulan pada kalender Hijriyah adalah Muharram, Shafar, Rabiul Awwal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzulkaidah, dan Dzulhijah. Jumlah hari dalam kalender Hijriyah adalah 29 dan 30 hari, berselang-seling dengan diawali bulan Muharram yang memiliki 30 hari.
Selain kalender Masehi dan Hijriyah, di Jawa juga dipakai kalender Sultan Agung, yang merupakan adaptasi dari kalender Hijriyah. Dalam kalender Sultan Agung ini dikenal adanya istilah windu (8 tahun) dan selapan (35 hari). Dikenal juga adanya ‘hari pasaran’ yaitu Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing. Jadi ada hari Rebo Pahing, Setu Legi (bukan ‘Setengah tuwo Lemu ginuk-ginuk’ lho … hihi), dan seterusnya. Yang disebut selapan hari adalah periode dari hari dan pasaran yang sama, misalnya dari Setu Legi sampai ke Setu Legi lagi. Nah, Kliwon adalah hari pasaran yang penuh horor karena dipilih setan-setan untuk berpesta, khususnya malam Jum’at Kliwon …
Konon, saya lahir pada hari pasaran Legi, itulah sebabnya saya manis … kalau disiram gula! (kalender UII, foto : Tuti)
Kalender Hijriyah dimulai dari tahun pada saat Rasulullah Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Berdasarkan perhitungan, tanggal 1 Muharram 1 H adalah hari Jum’at, 16 Juli 622 M. Jika hari pada kalender Masehi dimulai pada tengah malam, maka hari pada kalender Hijriyah dimulai pada saat matahari tenggelam (sunset). Itulah sebabnya awal puasa (1 Ramadhan) dan Idul Fitri (1 Syawal) ditentukan dengan melihat bulan sabit pertama (hilal). Mengenai penentuan awal puasa dan Idul Fitri sudah saya tulis di Minggu atau Senin?
Kalender Hijriyah dipakai oleh umat Islam untuk melaksanakan tanggal-tanggal pelaksanaan ibadah, seperti puasa, haji, dan sebagainya. Pemakaian kalender dengan sistem perputaran bulan ini berdasarkan beberapa ayat dalam Al Qur’an, antara lain Surah Bara-ah ayat 9 : Inna ‘iddatasy syuhuri ‘indallahits na ‘asyara syahran fi kitabillahi yauma khalaqas samawati wal ardla minha arba’atun hurum. Al-ayah (Sungguh, jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas di dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Empat di antaranya bulan suci). Juga Surah Yunus ayat 5 : Huwal ladzi ja’alasy syamsa dliya-an wal qamara nuran, li ta’lamu ‘adads sinina wal hisab (Allah yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan menetapkan fasa-fasa bulan supaya kamu mengetahui jumlah tahun dan perhitungan waktu).
Bagaimana cara mengkonversi dari tahun Masehi ke tahun Hijriyah, atau sebaliknya? Gampang ….. gitu aja kok repot (terimakasih kepada almarhum Gus Dur atas pinjaman jargonnya). Pakai saja rumus berikut :
H = (1,030712 x M) – 640,659273
M = (0,9702031 x H) + 621,65962
Tahun baru 1 Muharram 1431 Hijriyah jatuh pada tanggal 18 Desember 2009 (kalender souvenir pernikahan Nurul – Ari)
Tahun baru 1 Muharram 1431 Hijriyah jatuh pada tanggal 18 Desember 2009. Kapankah tahun baru Hijriyah akan jatuh bersamaan dengan tahun baru Masehi? Silahkan dihitung …. (yang bener ngitungnya dapat hadiah bermalam tahun baru di rumah saya ….. hahaha, penting gitu?)
(Sumber : Wkipedia, bahan kuliah “Kapita Selekta Agama Islam” oleh Ir. Basit Wachid)






Wah, saya mumet bacanya. Apalagi ngitungnya. Ceritanya panjang juga ya? Saya suka dengan cerita Romawi, tentang dewa-dewanya, dsb. Dulu saya pernah ikut perkuliahan yang isinya kisah dewa-dewa Romawi dan Yunani ini. Asyik sekali. Kuliah seperti mendengarkan dongeng. Tapi postingan yang ini bikin puyeng. Hehehe…. Meskipun begitu sangat menarik dan nambah pengetahuan.
Singkatnya saja, saya nggak sanggup ngitung kapan tahun baru Hijriyah akan datang bersamaan dengan tahun baru Masehi. Mau datangnya bersamaan, sendiri-sendiri, boncengan, jalan kaki, biar sajalah sesuka mereka. Berarti saya nggak dapat hadiah bermalam tahun baru di rumah Mbak Tuti ya? Ya nggak apa-apa deh, ntar bermalam tahun baru di dekat rumahnya Mbak Tuti saja. Saya pilih agak ke selatan dikit terus ke barat dikit. Malem tahun baruan di sana aja…… Selamat tahun baru ya…. Maaf lama off.
Tuti :
Alhamdulillah, saya telah sukses membuat Buhan mumet …
Kisah-kisah dewa Romawi (dan Yunani, sebetulnya) memang sangat menarik. Itu mitologi (atau legenda?) yang masih terus hidup sampai sekarang, khususnya di bidang sastra.
Hahaha …. biarlah tahun baru Masehi dan tahun baru Hijriyah berembug sendiri ya, kapan mereka mau datang bareng, datangnya naik apa …
Nah, saya mau juga tuh bermalam tahun baru ke rumah yang letaknya ke selatan dikit, terus ke barat dikit dari rumah saya. Pasti suguhannya enak-enak, kan? Hah hah … makan mulu yang dipikir …
Wah.. ediannn.. Anda ternyata jago ramal bintang *ngga nyambung dot com*
Tapi saestu, tulisan ini mempercerah pandangan banyak orang kenapa semua orang pada akhirnya menerima sistem penanggalan masehi.
Jadi pripun, sudah siap menghadapi kiamat?
)
Tuti :



Don, komenmu kayaknya memang rada *nggaknyambung.com* hehehe ….
Pada akhirnya semua orang menerima sistem penanggalan Masehi, mungkin karena kesalah-kaprahan memang sudah menjadi fenomena umum di dunia
Menghadapi kiamat? Siap nggak siap, kiamat toh tetap akan datang, jadi ya …. monggo kemawon
Nice blog
Halo salam kenal, lagi blogie walking neh sambil woro-woro Ada Lumpia 1000 Di Lawang Sewu
Tuti :
Terimakasih, sudah mampr ke sini dalam acara blogwalkingnya.
Ada lumpia 1000 di Lawang Sewu? Jumlahnya 1000 atau harganya 1000?
wah seharusnya tahun baru tiap bulan maret ya..
eh saya lahir bulan maret loh tanggal 4 (emang penting gt..)
*ter-isme ibu tuti*
;p
Tuti :
ter-isme? Maksudnya …… ?? *mikir keras, putar otak pakai obeng*
Fatma lahir tanggal 4 Maret? Ok, besok tanggal 4 Maret kita makan-makan dimana?
(maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
penjelasan yang panjang dan lebar sekali sehingga menjadi teramat luas. Tetapi saya paling suka dengan “Tuti-day”, perlu diperjuangkan ini….
Tuti :
Tuti-day …. hahahah ….
Ayo menggalang dukungan lewat facebook untuk memperjuangkannya, Mas Al
Kapan ya tahun baru hijriyah dan masehi bersamaan? bentar tak hitung-hitung dulu… hehehe….
kalau tahun 2009 dan 1430 sepertinya nyaris bersamaan ya?
Oya, yang benar mana ya? November ataukah Nopember? kedua penulisan itu sering saya temukan di banyak kalender…
Tuti :
Iya ya …. tahun baru 1930 Hijriyah jatuh sekitar tanggal 29 Desember 2008 (mungkin, sudah nggak punya kalender 2008 sih). Tapi nggak tepat betul Da, jadi teuteup nggak dapat hadiah …
Orang Jawa bilang November, orang Sunda bilang Nopember, soalnya dalam bahasa Sunda nggak ada huruf f dan v …. (buat para Sunda-is, becanda nii …
)
Uda, kalo nggak salah menurut KBBI penulisan yang benar itu adalah Nopember untuk November dan Pebruari untuk February. Begitulah…kalo salah (halah…lagi-lagi ‘kalo’), mohon di koreksi ama Bu Tuti
Tuti :
Yang saya koreksi ini saja : penulisan ‘di koreksi’ itu salah Bang, yang bener adalah ‘dikoreksi’ (‘di’ nyambung dengan ‘koreksi’). Ini juga menurut KBBI loh …
Kmajuan saya, posting ke-5.. katanya si saya lahir Selasa Pahing, makanya imut dan gemesin gitu (hihihi.. ketularan bu Tuti dehh…)
Kalo saya paling senang bila yang bersamaan itu Natal dan Tahun Barunya Bu.. soalnya hari rayanya bisa keliling2 sekaligus semua teman.. hehe..
Tuti :

Selasa Pahing? Baguslah, Clara. Kalau Selasa Kliwon, naa … itu malam horor juga ….
Wah, kalau Natal dan Tahun Baru bersamaan, rugi dong, kan liburnya jadi sedikit …
beneran neh bisa dapet hadiah? hee … kasih tahu dulu hadiahnya mbak biar tambah semangat ^^.
wahh wahh, panjang lebar banget yah penjelasan Mbak Tuti, bikin kita tambah ngeh soal tanggalan. Klo masalah yang bulan keserimpet itu sih mungkin karena kebiasaan yah mbak. Karena orang2 dulu jarang yg kritis, jadi mw tanggalan dibolak balik kayak gmana kek gak ada yg protes? coba skarang? haa, pasti ngamuk satu dunia klo kutu mw gonta ganti tuh tanggalan … pada gak mau keluar dari zona nyamannya.
oiya kutu lahir hari senin lho, kayak Nabi Muhammad, hee … antara legi sama kliwon deh, lupaaa ^^
Tuti :
)
Lho, kan sudah saya tulis, hadiahnya bermalam tahun baru di rumah saya (dengan membawa sendiri kambing guling, terompet, dan kembang api …
Soal bulan yang kesrimpet itu, karena dulu yang mengubah adalah Julius Caesar dan Augustus, manusia setengah dewa yang sangat disegani, ya nggak ada yang berani protes. Nah, yang aneh, kita sekarang kok ya bahagia saja dengan kesalahan itu …
Antara Legi sama Kliwon, berarti pasarannya adalah Pahing, Pon, atau Wage. Pilih sendiri aja …
dooooo sampai melongo saya bacanya…hihihi saya kepalkan tangan saya dan mulai menghitung…january february …..hehehehehehehe
ndak mo ikut tebak2 an soalnya pasti saya nebaknya ngawur dan ndak dapat hadiah……
Tuti :
Mbak Wied, kalau melongo ditutup serbet ya, ntar ada lalat masuk …. hihihi …
Nebak ngawur juga dapet hadiah kok Mbak, tapi hadiahnya juga ngawur …
Mantap, postingan mbak Tuti memang top dech.
Saya akan suruh putra 1 saya untuk baca artikel mbak Tuti ini, krn bbrp waktu lalu dia sempet nanya perbedaan ini, dan saya hanya jawab sekenanya krn lagi sibuk jadi nggak sempet browsing2 utk ngasih jawaban yang ok. Ei….ternyata sekarang mbak Tuti kulas dgn lengkap.
Terima kasih yach mbak, Farid pasti senang
Best regard,
Bintang
Tuti :
Ha! Syukurlah kalau posting saya bisa menjawab pertanyaan Farid. Putra Mbak Linda memang kritis dan cerdas ya? Kalau Mbak sibuk, gimana kalau saya aja yang jadi pengasuhnya? Hehhe ….
Salam buat Farid ya
Seperti biasa … tulisan informatif dengan riset kumplit ala Bu Tuti
Btw, soal menghitung jumlah hari pada tiap bulan menggunakan kepalan tangan itu juga diajari sama Bapakku. Awesome…!
Tuti :
Terimakasih, Bang Anderson. Sekedar info, untuk menulis artikel ini saya butuh waktu dua hari untuk searching, menyusun plot, menyaring mana informasi yang perlu dimasukkan dan mana yang nggak penting atau hanya bikin pusing, cari kalender, dan bikin foto. Padahal baca posting ini cuma butuh 10 menit kan? Begitulah kerasnya perjuangan saya … (halah!)
Ha! Rupanya para bapak memang ahli mengepalkan tangan ya?
setau saya, dulu januari dan februari jadi lebih dulu, karena untuk menghormati janus, seorang pahlawan/dewa yunani dan kalo februa itu, karena dia dewi musim semi gitu deh..
dan, hitungannya itu jadi lebih pas – menurut kalenderolog jaman dulu coz, kalo cuman 10 bulan, ga pas..
*sok tau*
Tuti :
Ini informasi baru … penggantian Januari sebagai bulan pertama adalah untuk menghormati dewa Janus. Terimakasih, Mas Billy
Kalau soal hitungan, sejak dulu memang ada 12 bulan. Yang jadi masalah, perubahan bulan pertama itu tidak diikuti dengan penyesuaian nama bulan sehingga menggeser bulan September yang harusnya adalah bulan ke 7 menjadi bulan ke 9, begitu pula untuk bulan Oktober (seharusnya bulan ke 8 ) dan November (seharusnya bulan ke 9). Kalau saja Julius dan Augustus menyelipkan nama mereka untuk bulan ke 11 dan 12, nggak ada masalah sih …
Thanks ya Informasinya, izin baca boleh kan???
Koreksi dikit aja, Bahwa Tahun baru Islam pada Tanggal 18 Desember 2009 adalah 1 Muharam 1431 H (bukan 1931 H)
Trus kalo bisa informasinya seimbangin dong antara Masehi dan Hijriyah, karena sejarah Hijriyahnya dikit banget…
By the way, postingannya berguna banget & nambah pengetahuan kita bersama….
Salam kenal dan terima kasih..
Tuti :
)
Silahkan baca, nggak usah izin ke Pak Satpam atau Pak Lurah kok …
Terimakasih koreksinya. Waduh, kok salahnya jauh banget yak? 1431 kok jadi 1931 … 500 tahun buk!! Tentang sejarah tahun Hijriyah, memang informasi yang tersedia tidak sebanyak kalender Masehi. Tapi akan saya coba cari lagi deh …. (aduh, pe-er nih
Salam kenal juga, terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komen yang konstruktif
Kalau menang bermalam di rumah bu Tuti? Wah mendingan kalah aja deh. Lha jauh di selatan je rumahnya. Kalau yang di jalan Kaliurang maaf ya, takut, ada genie nya.
Soal Julius Caesar dan Agustus memang pada narsis abis mereka berdua. Untuk info tambahan, Julius Caesar adalah diktator terakhir (saat itu tak ada kaisar). Maksud diktator adalah senator terhebat dan memiliki kewenangan luar biasa dalam mengatur Romawi. Agustus adalah kaisar pertama Romawi. Dulunya beliau bernama Octavianus, salah satu tangan kanan Julius Caesar. Lalu mengangkat dirinya sebagai kaisar dan lancar setelah membunuhi lawan politiknya. Jadi keduanya memang punya kekuasaan besar sehingga mampu mengubah (bukan merubah lho) kalender Romawi.
Dari sekian banyak tanggalan kok ya yang UII yang dipilih. Padahal daftar waktu shalatnya masih kontroversial. Mungkin bu Tuti berfikir, “Wis ben bae, kanggo iklan sisan” (Biar ajah, buat ngiklan sekalian)
Postingnya dibuat kapan to bu. Kok hadiahnya bermalam tahun baru. Wis kliwat je.
Tuti :
Hahah … ! Nggak bermalam kok Pak, cuma malem tahun baruan aja. Dan genienya ada di rumah selatan, bukan rumah Jl. Kaliurang. Lagipula, genienya cantik lho Pak … hihihi …
Terimakasih tambahan infonya Pak. Di bahan kuliah Pak Basit Wachid, ditulis Kaisar Julius (mungkin beliau menerjemahkan dari Julius Caesar ya?
). Saya juga sempat ragu-ragu, karena setahu saya Caesar itu nama, bukan jabatan.
Iya Pak, memang ‘mengubah’. Kalau ‘merubah’, itu menyerupai atau menjadi rubah …. wah, emoh!
Itu tanggalan UII yang saya pilih (padahal warnanya surem bin kusem, masih kontroversi lagi jadwal sholatnya), karena ada bulan Hijriyahnya, juga ada pasaran Pon, Legi, Kliwon … Kalau kalender lain kan jarang yang komplit-plit gitu (bener Pak, iklan jadinya …
)
Postingnya dibuat tadi malam, Pak. Lha hadiahnya itu, bermalam tahun baru pas pada saat tahun baru Hijriyah bersamaan dengan tahun baru Masehi, jadi belum kliwat lho Pak. Sudah ngetung belum, hayo?
wah, saya demen tulisan ini. memang manusia itu suka salah kaprah ya, mbak. jadi aja penanggalan masehi dibuat seenak udel para kaisar, bukan berdasarkan hitung-hitungan lagi. lebih bertanggung jawab juga kalender hijriyah yang diatur tanpa ada dominasi dan kepentingan pulitik tertentu para penguasa. haha. bahasaneee…
dengan rumus konversi dari mbak tuti, saya jadi bisa menghitung tanggal lahir hijriyah saya. makasih banget lho.
Tuti :
Iya betul, Mbak Yulvi. Materi kuliah dari dosen saya ini memang menarik sekali, sehingga saya terus mengingatnya meskipun sudah lewat belasan tahun. Saya ketawa waktu baca kisah bulan Juli dan agustus. Masih banyak lagi sebenarnya keanehan kalender Masehi, antara lain bulan Februari yang cuma 28 hari itu. Sembarangan banget deh. Tapi karena saya harus membatasi panjang tulisan, jadi tidak semua informasi bisa saya sampaikan.
Betul, kalender Hijriyah memang lebih masuk akal. Mengapa kalender ini yang dipakai sebagai patokan untuk menjalankan ibadah, karena kalender ini memberikan keadilan bagi umat Islam yang hidup di segenap penjuru bumi ketika menjalankan ibadah puasa. Posisi matahari selalu berubah dari waktu ke waktu, sehingga panjang siang hari berubah-ubah pula di suatu tempat. Dengan bergesernya penanggalan Hijriyah terhadap posisi matahari, penduduk akan merasakan siang hari yang panjang maupun yang pendek. Kalau puasa didasarkan pada solar calendar, maka ada penduduk di suatu negara yang puasanya panjaaaang terus, sebaliknya ada penduduk di belahan bumi lain yang puasanya pendeeeek terus …
Btw, sudah ketemu tanggal lahir Hijriyahnya, Mbak?
Hehe…., tentang sistem penanggalan ini pernah saya pelajari dulu di sekolah. Tapi di sini saya dapat info lebih detail, terutama utk rumus konversi Hijriyah – Masehinya…
*ambil kalkulator* Ngitung dulu ya, Bu…!!
Tuti :
*buka laci, ngasih kalkulator kepada Lee*
Udah selese ngitungnya, Lee? Sini, serahin Bu Guru untuk diperiksa …
* Terimakasih sharing ilmunya mbak….. Soalnya mah gampang banget, tapi krn blm ada program di computer jadi mesti ngitung dulu……apa gak sekalian dikombinasikan lagi dgn HARI PASARAN sesuai kalender Sultan Agung biar tambah mantap??? Kapan tgl 1 Masehi = tgl 1 Muharam, tetapi jatuh pada MALAM JUMAT KLIWON, Nah??!!?
* Ini sdh makai Rumus Log, Cos, Tan…masih belum ketemu juga jawabnya, jadi gak dapat hadiah bermalam nih mbak…
Tuti :
* Terimakasih sama-sama, Mas Karma. Menghitung tahun baru Masehi dan Hijriyah dikombinasikan dengan hari pasaran kalender Sultan Agung? Waaaa …. nanti rambut saya rontok Mas …
* Kalau nggak ketemu dicari pakai rumus trigonometri, coba tanya Mbah Dukun di Gunung Srandil, mungkin bisa langsung ketemu …
Karena nggak dapat hadiah menginap di rumah saya, nginap di Hyatt saja ya (tapi bayar sendiri …
)
..

Wah..Kalo yg nulis dosen kawakan pasti ilmiah, sistematis, dengan analisis dan is..is lainnya..
…
Kenapa julius dan augus menggeser bulan september..?
Karena eh karena, mereka iri dengan ketampanan Dewa septarius..
B-)
..
Hari pasaran saya sabtu wage, wuku mondosio, lahir jam 4 sore, rumah menghadap timur..
Kalo ada pasarannya yg cocok bisa kontek saya, lho..!
Kok kayak biro jodoh ya..
Ngapunten buk..
..
Kalo ngitung tanggalan saya kurang semangat Buk, beda kalo ngitung duit laba..
He..he..
…
Tuti :
Kayak Mbok Rondo Dadapan yang nyomblangin Ande-ande Lumut. Ayo … siapa mau jadi Kleting Kuning?
….
is is lainnya itu nggak termasuk ndremis, crigis, dan nylekutis kan Ta?
….
Dewa Septarius? Itu dewa blog pasti ya?
….
Iya, saya jadi mak comblang dong
….
Aku nggak punya duit laba je Ta, bantu ngitung duitmu aja ya. Nanti yang kuitung, itu jadi punyaku … hik hik …
….
makasih Bunda ilmu pengetahuannya…
sekarang kaya’nya sy cukup searching di tutinonka.wordpress.com aja untuk nyari bahan2 yang sy butuhkan….hehehe…..
Makasih ya Bun…
Tuti :
)
Hallo Tt, lama nggak nongol kemane aje?
Terimakasih kalau mau menjadikan beranda ini tempat melongok pengetahuan (meskipun yang dimuat cuma pengetahuan sederhana saja
Iya ni Bun..
Akhir taun kemarin penuh dengan kerjaan, jadi gk sempat jalan2 melongok beranda tutinonka..
Pengetahuan di sini bukan pengetahuan sederhana lagi Bun, tapi dengan penyampaian yang sederhana sehingga mudah dicerna oleh pembaca…
Tuti :
) .
Syukurlah kalau bagi Tt apa yang saya tulis ini penyampaiannya sederhana, soalnya ada juga yang ngeluh : bikin mumet … (hallo Bunda Hanafi …
Ada Tiga Hal …
#1. Saya (hampir) selalu dikejutkan dengan banyak pengetahuan baru yang saya dapat setiap kali saya datang kesini … Ini tulisan Khas Ibu Tuti …
Sarat referensi … dan dipersiapkan dengan sangat baik dan detail … tidak sekenanya …
#2. Mengenai hitungan … saya ikut yang lain saja ya Bu … I am not good in numbers … (hehehe)
Bilang aja males ngitung …
#3. Ibu Kolektor Kalender Bu ???
Salam saya …
Yang lahir di bulan ke tujuh seharusnya …
Septa = 7 kan ?
tetapi kenyataannya bulan ke 9 …
(I never thought about it before … !)
Tuti :
#1. Kayaknya kalau berkunjung ke blog saya, Om sebaiknya cari pegangan dulu, supaya kalau kaget nggak jatuh terjengkang …
#2. Saya juga lebih suka ngitung uang Om, daripada ngitung tanggal (makanya minta teman-teman yang ngitung … eh, ternyata nggak ada yang mau …
)
#3. Haha … iya Om, di setiap ruangan di rumah saya selalu ada kalender, malah ada yang di satu ruangan terdapat beberapa kalender. Ssst … Om, sebenarnya ada kalender yang bagus sekali, hadiah dari Sorella (tahu kan Om, produk apa itu? …. under wear …. ) tapi mau saya pasang, takut teman-teman pada melotot memandangnya … hihihi ….
salam saya,
yang lahir di bulan ke lima (dan nama bulannya, Quintilis, diserobot Julius Caesar …. hiks!)
waduh….Ibu sukses membuat saya mengambil kalkulator di tas saya….
hehehe
senangnya jadi keluarga kaisar Julius…
kalau saja saya juga termasuk…hehehe
Ada bulan Alfaro juga hahaha
Tuti :
)
Jadi, hasil hitungan Alfaro gimana?
Memang senang jadikelaurga penguasa besar seperti Julius Caesar, tapi banyak sisi dukanya juga. Rawan dibunuh musuh, seperti Julius Caesar yang tewas ditusuk oleh orang yang dikiranya adalah sahabatnya sendiri … (padahal musuh dalam selimut
Nama bulan Alfaro bagus juga ya …
wah… saya mengalami banyak kesulitan membacanya. mesti sedikit demi sedikit untuk bisa memahaminya. apalagi penyebutan nama bulan yang berbeda-beda dan sejarahnya. sekedar komentar tambahan “kiamat itu terasa singkat bagi orang yang masih hidup, tetapi terasa sangat lama bagi yang telah berada di alam kubur”
Tuti :
Memang perhitungan kalender ini banyak berhubungan dengan ilmu Astronomi.
Maafkan saya jika telah menyulitkan Liudin …
Kiamat terasa singkat bagi orang yang masih hidup? Wah, jadi sudah dekat ya?
Bu Tuti, tulisannya sae sanget. Banyak informasinya dan pemaparannya menarik, tidak membosankan. Tidak garing (emang peyek?) Saya paling suka kalau Bu Tuti nulis spt ini. Cuma nyari bahannya yg lama ya Bu? Hehe… Tapi tentu mengasyikkan ya Bu nyari bahan dan menuliskannya kembali dg bahasa kita sendiri?
Tuti :

Maturnuwun sanget, Kris
Saya juga suka nulis topik-topik seperti ini. Nyari bahannya sebetulnya nggak susah-susah amat kok, cukup dengan googling saja. Pakde Google sangat baik hati. Masukkan kata yang akan kita cari, klik, dan …. hoops! Dalam waktu sekian detik muncul puluhan ribu, bahkan bisa ratusan ribu artikel yang memuat kata tersebut. Memang sih, yang agak lama adalah membuka satu persatu artikel yang muncul, dan menyaring mana informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita. Biasanya saya cukup mengandalkan informasi dari Tante Wikipedia saja. Kalau Tante Wiki nggak punya, baru cari di ‘tas’ tante dan om lainnya …
bumi mengelilingi matahari juga digunakan sebagai dasar menentukan waktu-waktu sholat, selain ibadah-ibadah lain yang didasarkan pada peredaran bulan (kalender hijriah)
Tuti :
Njih, leres saestu, Mas. Waktu sholat dan puasa didasarkan pada posisi matahari. Jadi kalau kita tersesat di hutan gung liwang liwung dan jam kita sudah hilang entah kemana, menentukan waktu sholat gampang saja. Tegakkan tongkat kayu di atas tanah, lihat bayangannya. Kalau bayangan di atas permukaan tanah sudah lingsir ke timur, berarti sudah masuk waktu Dzuhur. Kalau bayangan sudah sama panjang dengan tongkat kayunya, maka sudah masuk waktu ‘Asar. Rak mekaten to?
Saya baca dulu ya…komennya belakangan … hiks
Tuti :
Monggo Mbak, perlu berapa lama untuk membacanya? Apa perlu saya bacakan?
Kalau saya dari dulu tertarik pada penanggalan jawa. Dan bener mbak, yang lahir legi itu manis ya hihihi (soalnya saya minggu legi nih)
Yang juga menarik adalah kalender Bali, tapi saya sama sekali tidak tahu mengenai itu. Pernah melihat penanggalan bali yang dibawa murid Jepang, dan fantastis, bisa ada jadwal menanam pagi, mencuci keris dsb.
Jepang juga mempunyai penanggalan yang aneh , satu minggu (satu putaran) dengan 6 hari, tentu saja dari namanya kita bisa tahu kapan wktu tepat untuk hari baik (menikah/pesta dsb) bernama taian, tapi juga ada hari yang tidak cocok untuk dipakai untuk membakar jenazah (tomobiki) karena bisa “mengajak” orang lain untuk meninggal.
Kalau tidak salah ada juga hari di penanggalan Jawa yang tidak menganjurkan mengadakan perjalanan ya mbak. Saya lupa pahing atau apa begitu.
EM
Tuti :
Kalau Mbak Imel tertarik pada kalender Jawa, silahkan coba buka tulisan ini http://destasyalil.wordpress.com/2009/12/17/suro-vs-muharram/
Wah … kalau kalender Bali, saya baru tahu dari Mbak Imel ini. Mungkin itu berasal dari kalender Hindu, yang sudah sangat tua usianya. Kalender Hindu ini adalah “luni-solar calendar”, yang didasarkan pada kombinasi sistem perputaran matahari dan bulan.
Nah, kalau kalender Jepang, saya percaya memang sangat unik. Mbak Imel sudah sering posting tentang tanggal ‘ini’ dan ‘itu’, serta hari ‘ini’ dan ‘itu’ di Jepang.
Hari pasaran Jawa yang tidak dianjurkan untuk bepergian? Wah, saya malah nggak tahu Mbak. Selama ini kalau mau pergi yang dilihat bukan hari pasarannya, tapi isi dompetnya memungkinkan apa tidak … hihihi
sya ngitung pake excel hasilnya 1 januari 2139 = 1 muharram 1564 …
sekedar info : ttg hari yg dipercaya angker , jum’at kliwon memang untuk daerah jawa tengah/jogja + jawa timur bag barat, tapi kalau daerah surabaya ke timur yg dianggep serem adalah malam jum’at legi, sedangkan di daerah bojonegoro/tuban malah jum’at pahing. kok bisa beda-beda njih bu ?
Tuti :
GREAT!! Akhirnya ada juga yang bisa menjawab sayembara (halah!) yang saya adakan … ! Selamat ya Mas Masykur. Dan sesuai dengan janji saya, hadiahnya adalah bermalam tahun baru di rumah saya pada tahun baru yang bersamaan antara Masehi dan Hijriyah tersebut.
Eiits …. !! Tapi tahun 2139 Masehi? Masih 129 tahun lagi?
kayaknya sih … kita bakal bermalam tahun baru di alam kubur, Mas. Mau?
Tentang hari pasaran angker yang beda-beda antara di Yogya dan Jatim, ya wajar saja to. Lha wong orang Yogya makan gudeg, orang Jatim makan rawon gitu lho …
mbak edratna ini keren, ulasannya lengkap dan akurat dengan perbandingan saya jadi tambah ilmu lagi disini.
Tuti :

Hallo Mbak Enny, kata mamah Aline ini keren lho …
Terimakasih Mah ..
yang penting hari minggu merah
Tuti :
Hahah … senengnya kalau ada tanggalan merah
Urun rembug mbak:
1. Tahun kabisat sudah ada pada kalender Julian. Perubahan dari Julian ke Gregorian bukan memperkenalkan tahun kabisat, tapi mengubah aturan kabisat yang tadinya semua tahun kelipatan 4 tanpa kecuali menjadi kecuali tahun abad, hanya tahun abad kelipatan 400 yang kabisat. Jadi tahun 1500 (Julian) itu kabisat, tapi tahun 1700 dan 1900 (Gregorian) itu tidak kabisat karena bukan kelipatan 400, tahun 1600 dan 2000 baru kabisat.
Perubahan aturan ini diperlukan agar hitungan kalender makin sesuai dengan posisi matahari.
Lebih jelasnya lihat di tulisan Irfan Anshory berikut ini:
irfananshory.blogspot.com/2008/01/kalender-masehi.html
2. Kang Billy benar, bahwa jumlah bulan awalnya hanya 10. Kalendar Julian asalnya dari Kalendar Roman. Kalendar Roman pada awal ditetapkan oleh Romulus cuma terdiri atas 10 bulan, dengan tahun baru pada awal musim semi, berjumlah 204 hari, karena 61 hari di musim dingin tidak dianggap
Penggantinya Numa kemudian menambahkan bulan Januari dan Februari sebagai bulan ke 11 dan ke 12.
en.wikipedia.org/wiki/Roman_calendar
3. Perubahan awal tahun dari Maret (awal musim semi) ke Januari saat reformasi kalendar dilakukan oleh Julius Caesar pada tahun 46 SM.
4. Perubahan nama Quintilis menjadi July dilakukan ketika Julius Caesar wafat pada tahun 44 SM untuk menghormati beliau yang lahir pada bulan Quintilis, namun bukan dilakukan oleh Julius Caesar sendiri.
Perubahan nama Sextilis menjadi Augustus dilakukan pada tahun 8 SM untuk memperingati kemenangan atas Alexandria yang jatuh pada bulan Sextilis.
Jumlah hari Augustus sudah 31 hari sejak direformasi oleh Julis Caesar.
en.wikipedia.org/wiki/Julian_calendar
Tuti :
Waoow ….. terimakasih untuk koreksinya, Mas Syaf
Memang saya tidak membaca semua artikel tentang kalender yang ada di Wikipedia, karena buanyaak bangets. Akibatnya, ada beberapa informasi dalam tulisan saya yang tidak akurat. Lagipula, saya harus menyarikan sedemikian rupa, agar tulisan saya ringkas dan tidak membuat pembaca bosan.
Hallo teman-teman …. tolong dibaca koreksi dari Mas Syafrudin ini ya (waduh, tapi untuk yang sudah terlanjur baca posting saya, pasti tidak membaca lagi koreksinya
).
Sekali lagi terimakasih Mas Syafrudin sudah memberikan komen yang sangat bermanfaat
Baru bisa baca beneran pagi ini….weleh mbak Tuti huebat….dan saya jadi banyak belajar nih…
Ehh betul, dulu diajar di sekolah pakai tonjolan tangan untuk menghafal tanggal 30 dan 31…tapi pas februari harus diingat ya..
Tanggalan Jawa (Sultan Agung ini sangat dikenal dilingkungan orang Jawa, terutama yang kepercayaannya kuat. Bahkan teman saya, ada jam, dan hari tertentu yang tak boleh keluar rumah. Saya juga ingat, pernah mendapat ceramah saat SMA…yang kuingat cuma, jam 11 paling bagus untuk memulai sesuatu. Kenapa? Atau karena angka yang sama, atau no 1 nya? Udah lupa mbak. Kebetulan lagi, keluargaku percaya semua tanggal baik….
Dan lucunya, dulu….suami menghitung weton saya…dan katanya….weton dia jumlahnya lebih banyak, jadi aman. Kata orangtua pula, jika weton perempuan lebih tinggi dari laki-laki, akibatnya kurang baik bagi rumah tangga…alias panas terus. Kebenarannya? Nggak tahu juga….lha kalau berdebat kan bukan karena weton atau apa…tapi memang ada yang diperdebatkan, dan itu bukan berarti nggak suka ….iya kan?
Btw….bener Imelda, legi itu artinya manis….
Wetonku juga legi ….hehehe (memuji diri sendiri)
Tuti :
Aturan tidak boleh ini, tidak boleh itu, yang berkaitan dengan penanggalan Jawa, itu primbon ya Mbak? Saya nggak pernah percaya primbon. Dalam agama itu termasuk syirik.
Waduh, saya waktu nikah nggak pakai menghitung weton segala Mbak. Cari harinya juga, pokoknya hari Sabtu atau Minggu, agar para tamu dari jauh bisa datang … Tapi tentang perhitungan weton ini mungkin merupakan kearifan budaya lokal yang harus kita hargai keberadaannya (meskipun kita sendiri tidak menerapkannya).
Btw, kalau waktu itu dari hasil perhitungan ternyata weton Mbak Enny lebih banyak dari weton Bapak, kira-kira jadi nikah nggak Mbak?
Laah …. ternyata banyak juga yang wetonnya Legi. Berarti banyak pabrik gula nih di blogsphere
wah makasih…jadi tau caranya menghitung jumlah hari tiap bulannya…………
Tuti :
Sama-sama … jadi selama ini gimana cara ngitungnya?
artikelnya sangat bermanfaat…nambah wawasan lagi nih…selamat tahun baru ya..smoga sukses
Tuti :
Terimakasih Edi, selamat tahun baru juga. Terimakasih sudah berkunjung
hebat bener bunda yg satu ini, setiap baca blognya pasti dapet ilmu…dan gak pelit pula bagi2nya…
kalau aku di lahirkan di jumat kliwon kata orang tuaku bunda…apa itu artinya ya
Tuti :
Ilmu itu kalau dibagi justru akan bertambah banyak, bukan habis. Jadi, mari kita saling berbagi ilmu, supaya ilmu kita semakin banyak
Ria lahir Jum’at Kliwon? Haduh ….. kalau malam hari pas nggak ada bulan, jangan ke luar rumah pakai baju panjang putih ya Ri … ntar orang-orang pada lari …
Salam D3pd…salam sejahtera dan sukses selalu, ^_^…V
Tuti :
salam sukses juga untuk D3pd
Ini lagi coba berpikir keras
menghitung, kapan persisnya
tahun baru hijriyah
akan sama dengan tahun baru masehi
soalnya saya sangat pengen
dapat hadiahnya…,bermalam tahun baru
di rumah tutinonka yg baik hati…..
hmmmm
Tuti :
tapi abang tetap boleh ikut menjawab. Semakin banyak yang ngumpul dan bermalam tahun baru di rumah saya, kan semakin seru … 
)
Sudah ada yang bisa menjawab dengan betul kok bang
(jawabannya nggak boleh nyontek dari komentator lain lho bang …
Siiiip postingnya, kalau yang tidak senang matematika bisa pusing. Saya jadi ingat ketika dulu guru mengajarkan cara menghitung hari. Apakah saya masih sempat mengalami saat tahun Hijriyah bersamaan dengan tahun Masehi???? Sekarang saja setengah abad lewat. Tetap happy dan semangat.
Tuti :
Ternyata cara mengingat jumlah hari dalam tiap bulan itu sudah umum dilakukan dimana-mana ya?
Kalau sekarang Mbak Suli sudah diatas setengah abad, kayaknya nggak akan sempat melewati tahun baru Masehi dan Hijriyah yang bersamaan Mbak, soalnya masih lamaaa banget …
moral of story:
“kesalahan” jika diterima umum maka akan menjadi “kebenaran”
Tuti :
Betul Bro … itulah yang disebut ‘salah kaprah’ …
alhamdzulillah saya menemukan jawaban dari pertanyaan murid-murid saya di tulisan ini, mereka nanyakan nama-nama bulan dalam kalender masehi itu diambil dari nama siapa bu guru, maklum bu murid saya sd jadi nanyanya ya …gitu dech diluar dugaan guru.
Bu Tuti kalo nama-nama bulan pada kalender hijriah dari mana asal muasalnya…?
Trimakasih Bu Tuti
Tuti :
Syukurlah kalau artikel saya bisa menjawab pertanyaan murid-murid Mbak Yayu. Kalau asal muasal nama-nama bulan pada kalender Hijriyah, wah … saya belum tahu juga, belum sempat mencarinya. Coba saja Mbak Yayu search di Google, mungkin akan ketemu …
Terimakasih sama-sama, Mbak …
bu tuti, maaf telat komennya.
waduh, mumet saya bu mengkonversi tahun masehi ke hijriyah atau tahun hijriyah ke masehi. mending baca aja postingannya bu tuti (maunya enak doang ya saya) hihi ..
setiap datang ke verandanya bu tuti, pasti dapet pengetahuan baru. nice blog, bu hehe
selain malam jumat kliwon, hari pasaran apa ya bu yang horror lagi? selasa kliwon juga horror ya bu?
Tuti :
Nggak apa-apa telat komen, posting saya terbuka untuk dikomenin kapan saja kok …
Better late than never, Min
Mumet ngitung konversi tahun Masehi dan Hijriyah? Ya udah, nggak papa. Lihat aja di kalender …
Iya, selain Jum’at Kliwon, Selasa Kliwon juga sering dianggap saat berpestanya setan, jin, dan hantu-hantu …
Bagus, Bu, tulisannya. Jadi dapat pencerahan, deh. Lumayan nggak perlu buka-buka wikipedia lagi. He..he…
Eh, perasaan ada tulisan yang kebalik, Bu. Ada Dewa Wodan. Bukannya Dewa Wadon, Bu? Hikk….
Tuti :
)
)
Kalau Wadon, itu bukan Dewa, tapi Dewi (kan perempuan …
Terimakasih komennya, Bang Rachee. Makanya, sering-sering baca blog saya. Posting saya bagus-bagus kan? (jiaah!!
tanya dong bu…..kalo hari rabu tgl 31 desember 1930 tuh pasaran jawanya apa ya…? pahing, pon, wage pa apa yah…? thanks ya buanget bantuannya….
Tuti :
Haduuh … ma’aaap …. saya tidak tahu … hiks!
Horeeeeeeee saya menang …..tapi hik…. gak bisa ambil hadiahnya …he.he.he
hadiahnya diganti saja ya bu ….dgn permohonan tulisan bu tuti tentang candi yang baru saja ditemukan di kampus UII …kan lokasinya dekat tempat ibu kerja dan tentunya kalau ibu (sbg geodet/sipil enggineer) yang nulis pastinya hasilnya berbeda dari arkeolog. Maturnuwun
Tuti :

Selamat atas kemenangannya, Mas Masykur
Tapi permohonan untuk menulis tentang candi UII belum bisa saya kabulkan, lha wong candinya belum selesai digali. Saya sendiri malah belum melihat langsung …
Mo nanya,. kalo saya lahir di 26 Februari 1981,. kalo tahun hijriahnya itu berapa yaaa?
tanggal bulan dan tahunnya???
Tuti :
Sebenarnya ada rumus untuk menghitungnya, cuma di sini memang tidak saya cantumkan …
Mungkin suatu saat akan saya cantumkan pada tulisan yang lain
gimana rumusnya..?? boleh dong di sharee
boleh aja liat ramalan, tapi nggak boleh untuk 100% percaya. ya nggak…??
mohon petunjuk untuk kalender tahun 2012 disertai horoscope jawa, karena tahun 2012 saya akan melaksanakan pernikahan supaya saya dapat menentukkan hari baik.
Terima kasih atas perhatian dan mohon bantuannya.
Tuti :
Mohon maaf, saya bukan ahli pertanggalan …
Kalau mau konversi dari Masehi ke Hijriah atau sebaliknya dapat mengunjungi situs berikut ini : http://adrian.web.id/convert/
Tuti :
Terimakasih tambahan informasinya
Keren…
Download dulu,lihat haiil baru komentar