KETIKA PARA PEREMPUAN BICARA
“Secara kodrati wanita yang memiliki upacara hidup sebagai ibu pasti memiliki pengalaman batin sebagai penerima buah cinta, memelihara kandungan hingga proses melahirkan. Wanita dapat merasa bahagia dalam rasa sakit yang tak terhingga pada masa persalinan. Pengalaman fisik dan batin ini sangat terasa dalam karya-karya mereka. Jika saya boleh berpendapat, dalam buku ini dapat dirasakan perbedaan mendasar dari karya para penulis pria terutama pada pendekatan, eksplorasi emosi, dan cara penyelesaian masalah yang penuh maaf dan pengertian. Masalah yang tak berarti dalam pandangan lelaki, dilihat oleh penulis wanita secara berbeda dan ditampilkan sebagai sebuah masalah bermakna dalam”
Demikian Slamet Rahardjo Djarot, sutradara sekaligus aktor film kawakan memberikan komentar atas antologi cerpen dan puisi “24 Sauh” yang diluncurkan pada tanggal 1 Pebruari 2010 baru lalu. Adapun Rieke Diah Pitaloka, pemain film dan teater, juga anggota DPR RI mengatakan :
“Indah, kumpulan kisah dari perempuan, tentang hidup yang tak gampang. Lewat caranya, perempuan sanggup menuturkan hidup harus diperjuangkan, kehidupan harus dipertahankan, dan kemanusiaan harus ditegakkan. Inspiratif, sungguh!”
Masih ada Putu Wijaya, Ikranegara, Dr. Meutia Hatta, Helmy Yahya, Tantowi Yahya, Bens Leo, dan Satrio Arismunandar yang menuliskan komentar mereka mengenai “24 Sauh”, dan bisa dibaca di sampul belakang buku antologi ini.
Launching antologi cerpen dan puisi “24 Sauh” ini dilakukan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, S.IP. Acara launching juga dihadiri oleh banyak tokoh dan selebritis, seperti Dewi Motik Pramono, Moza Paramita, Tika Bisono, Happy Salma, Yessy Gusman, Mien Uno, Titie Said, Mayong Suryoleksono, dan lain-lain. Launching dihadiri oleh 22 dari 24 penulis wanita yang karyanya dimuat dalam antologi ini. Salah satunya adalah : saya (yeeeiy … boleh dong bangga !)
Foto bersama Ibu Linda Gumelar. Happy Salma dan Yessy Gusman sudah pulang duluan, sehingga tak tampak di foto
Launching yang dilaksanakan di Indochine FX Sudirman ini dimulai pada pukul 15.30, mundur 30 menit dari rencana, karena menungu kedatangan Ibu Menteri yang terjebak kemacetan di seputar kawasan Senayan. Kebetulan pada jam yang sama dilangsungkan acara deklarasi ormas Nasional Demokrat di Istora Senayan yang dihadiri belasan ribu orang. Ibu Linda Gumelar juga memberikan kata sambutan pada antologi ini. Dalam sambutannya, Ibu Menteri menyampaikan, bahwa :
“Peningkatan kualitas hidup perempuan yang berorientasi pada pemampuan diri secara mandiri (self empowerment) perlu terus didorong, sehingga suatu saat nanti perempuan dapat menolong dirinya sendiri dari bermacam-macam rintangan, permasalahan, dan akhirnya mampu memutuskan mana yang terbaik bagi dirinya, keluarganya, lingkungan masyarakatnya, bahkan bagi bangsa dan negara.
Penambahan pengetahuan dan profesionalitas perempuan merupakan tuntutan masa depan yang tidak dapat dielakkan lagi, demikian kata Ibu Menteri.
Penandatanganan cover antologi oleh Ibu Menteri, disaksikan para penulis. Moza Paramita (berbaju merah) memandu jalannya acara.
Terwujudnya antologi ini tidak lepas dari kerja keras Dewi Yanthi Razalie, yang telah mengumpulkan teman-teman penulis, menghubungi dan menjalin kerja sama dengan penerbit Erlangga, meminta komentar dari sahabat-sahabatnya para seniman dan selebritis, dan merembug acara launching bersama pihak penerbit. Ke-24 penulis wanita itu sendiri belum semuanya saling kenal, meskipun beberapa sudah kenal nama dan saling membaca karya-karya mereka yang dimuat di berbagai mass media. Keakraban baru mulai dijalin sekitar 2 bulan menjelang launching, melalui threat di face book. Meskipun sebagian teman penulis belum pernah saya baca karyanya di mass media (maklum, selama 20 tahun terakhir saya sudah non aktif di dunia fiksi, dan jarang membeli majalah yang memuat cerpen maupun novel mereka), tetapi dari biografi singkat masing-masing penulis, hampir semuanya adalah penulis-penulis handal yang sudah menorehkan jejak panjang di dunia penulisan.
Happy Salma, Dewi Yanthi Razalie, Mien Uno, Zeventina, dan Dharma Hutauruk dari penerbit Erlangga
Acara launching ini juga diisi dengan pembacaan puisi dan cuplikan cerpen oleh Dewi Motik Pramono, Yessy Gusman, Baby Anita, Happy Salma, dan Sarah Vi. Bu Dewi membacakan puisinya sendiri, yang ada dalam antologi. Yessy Gusman membacakan puisi tulisan Eva Budiastuti, meskipun ia sendiri juga menulis puisi dalam antologi ini. Baby Anita membacakan puisi karya Widyawati Puspita Dewi. Happy Salma, yang dalam antologi ini menulis cerpen, memilih membacakan cuplikan cerpen Dewi Yanthi Razalie. Dan Sarah Vi membacakan puisi karya Sadrah Prihatin.
Dewi Motik membacakan puisi, disaksikan oleh Yessy Gusman, Baby Anita, dan Happy Salma
Yessy Gusman, artis film yang sangat populer pada tahun 75-an, dulu sering berpasangan dengan Rano Karno. Sekarang aktif menyelenggarakan perpustakaan untuk anak-anak di berbagai tempat.
Sarah Vi yang datang terlambat memperhatikan Happy Salma membacakan cuplikan cerpen Dewi Yanthi Razalie
Kedatangan para selebriti ini tak ayal menyedot perhatian para wartawan maupun tamu undangan. Merekalah yang menjadi bintang acara, bukannya kami, para penulis antologi. Ya iyalaah …. semua maklum belaka. Para selebriti itu selain terkenal, penampilan mereka juga mencorong. Dalam kerumunan orang banyak, para selebriti selalu kelihatan menonjol, karena postur tubuh mereka yang tinggi langsing, kulit yang bersih cemerlang, dan paras yang cantik dengan pancaran rasa percaya diri yang tinggi. Bahkan Yessy Gusman, yang sekarang sudah ‘melebar’ ke kanan dan ke kiri, tetap menyedot perhatian karena kecantikan dan kecemerlangan wajahnya.
Sebagian teman-teman sibuk meminta foto bersama para selebriti dan Ibu Menteri. Ya iyaolah … kan bangga kalau bisa mamerin foto bersama orang terkenal. Saya sendiri agak malas (umur ternyata tak bisa bohong … hihi) berburu foto bersama orang-orang top itu. Buat apalah membanggakan foto bersama orang terkenal, sementara orang itu sendiri sebenarnya tidak mengenal kita. Lagipula, saya sendiri kan sudah terkenal …. hiyahahahah !! *kumat.com*
Jadi saya lebih suka berfoto bersama teman-teman sesama penulis, yang selama ini belum saya kenal langsung, dan baru berkomunikasi lewat face book. Meskipun baru kenal pada siang dan sore hari itu, tetapi keakraban dengan cepat terjalin di antara kami. Saya sendiri dianggap sebagai salah satu penulis senior di antara mereka (senior dalam usia, maksudnyeeee … hihi). Penulis antologi ini berusia 25 – 50 tahun, meskipun usia Ibu Maria A. Sarjono, Mbak Ariana, dan Mbak Tika Wisnu tentunya sudah di atas 50. Sebagian besar aktif menulis pada kurun 80an hingga sekarang, meskipun ada juga penulis-penulis angkatan 90an.
Bersama Winny Gunarti (kiri) dan Widyawati (kanan). Semua mengenakan blus putih dan jeans, sesuai dress code yang ditentukan. Jilbab merah? Teuteuuup …!
Herlina Mustikasari, Lutik Siswani Alibasyah, dan Winny Gunarti
Inilah cover antologi cerpen dan puisi “24 Sauh” karya 24 penulis wanita, dan saya beruntung ‘nyantol’ di dalamnya …
Saya ingin mengutip sebagian kata pengantar yang ditulis Tika Bisono untuk antologi ini. Indah sekali tulisannya, membuat saya malu hati karena cerpen saya dalam antologi ini sesungguhnya tak bicara apa-apa …
“Saat wanita berbicara tentang wanita, selalu ada kelembutan yang mengejutkan di dalamnya. Dengan segala kehalusan rasa, dan kedalaman pemikirannya, wanita-wanita hebat ini mampu menghadirkan begitu banyak isyu tentang wanita sebagai dirinya sendiri, sebagai anak, cucu, isteri, ibu, kekasih, dan berbagai peran lain. Mereka bercerita tentang perilaku memaafkan, ketulusan cinta, semangat kesetiaan, tajamnya pengkhianatan, kungkungan kebimbangan, rasa kehilangan, besarnya harapan, kebermaknaan kasih, dan kedalaman doa. Mereka bertutur mengenai wanita dengan segala kecerdasan intelegensi, emosional, spiritual, dan secara alamiah cerdas menampilkan kekuatan diri, keteguhan hati, serta pengendalian impuls dan emosi yang baik. Benar-benar mengagumkan …!”
Terimakasih Tika. So sweet and encouraging …
Mayong Suryoleksono, Rossy, Tika Bisono, (… aduh, lupa nih siapa yang berbaju merah), Bens Leo, dan Baby Anita











Pertamaxx… asikk..
Wah Bu, saya mau cari bukunya.. tulisan Ibu di halaman berapa?
Tuti :
(premium itu tingkat paling tinggi lho, meskipun kalau bbm, harganya di bawah pertamak …
)
Selamat dapat pertamax, Clara … mudah-mudahan lain kali dapat premium ya
Tulisan saya ada di halaman 179. Tapi tulisan teman-teman yang lain juga sangat asyik lho dibaca, bagoes-bagoes … *two thumbs up*
…
Kyaaa..!! *kaget*
Katanya bertapa buk, kok malah jalan2 dan launcing buku sih..
Jangan2 cuman saya nih yg ketinggalan berita..
..
Pokoknya selamat ya Buk, jadi punya alasan nih minta tanda tangan bu Tuti..
Hik..hik..
..
Tuti :

….
Gubrak!! *ikut kaget*
Emang bener bertapa kok Ta. Menghadiri launching itu kan cuma sehari, dan nulis cerpennya sudah beberapa waktu yang lalu. Nah, kalau soal jalan-jalannya, memang perlu, soalnya bertapa terus kan pegel juga tuh …
….
Terimakasih selamatnya, Ta. Tapi kalau mau minta tanda tangan, harus kopdar dulu ke Yogya …
….
buDe,
kalau saya saat itu pas di kantor pasti datang untuk ikut bertepuk tangan dengan riuh tinggi, wong kantor saya kan cuma selemparan pandang di seberang gedung FX itu bu…
Sayang saya masih di Padang…
Selamat ya buDe, semakin umur semakin benderang terang… selamat berkarya, berbagi kasih dan peduli untuk sesama…..
Tuti :
Sampai di depan lobi FX, argo taksi cuma menunjukkan angka Rp. 6.000,- Karena kasihan sama sopir taksi yang nggak dapet tarikan layak, saya kasih deh Rp. 15.000,-
Wah, sayang juga ya, Pak Plok pas nggak di Jakarta. Yang memalukan, saya nggak tahu kalau letak FX itu duekeeet banget dari hotel Atlet Century tempat saya nginap, jadi waktu minta diantar taksi, sopirnya sempat bengong …
Bagaimana kabar Padang?
Terimakasih untuk doa dan perhatiannya ya Pak Plok
Selamat Mbak, semoga dapat menjadi pendorong bagi Mbak Tuti untuk berkarya lebih hebat lagi. Berkarya dalam bidang apa saja. Sekali lagi, selamat yaaa……………..
Tuti :
Maturnuwun, Mbak Ikah. Karya yang lebih hebat? Waduh, masih berangan-angan …
Sekali lagi, terimakasih
Selamat atas dimasukkannya karya bu Tuti di buku Antologi ini. Karya bu Tuti tidak ada apa-apanya? Ah, saya tidak percaya. nanti saya belinya buku tersebut untuk membuktikannya. Sejak kapan cerpen bu Tuti sebenarnya terbit pertama kali? Eh jadi pengin tahu rahasia bu Tuti aja nih
Tuti :
).
Tulisan saya memang nggak ada apa-apanya kok Pak, bener! Maksudnya, nggak ada semutnya, nggak ada lalernya, nggak ada cicaknya, gitu …
Cerpen saya pertama kali dmuat di majalah Gadis tahun 1976 Pak (kayaknya panjenengan masih pake celana pendek dan main gundu deh … hihihi
selamat ya bu Tuti, kembali berkarya lagi
Tuti :
terimakasih, Mbak Monda. Selamat berkarya juga buat Mbak …
Tiga Hal ibu …
#1.
Maju Terus Perempuan Indonesia …
Pasti memerlukan usaha yang tidak mudah mengumpulkan 24 tokoh pengarang itu …
#2.
Ah sayang sekali saya pas lagi di Bali …
Coba kalu saya di JKT … kemungkinan saya akan nekat ke Balai sidang deh …
#3.
Tika Bisono … Yessy Gusman … dan Happy Salma …
Aih … !!!
Salam saya …
Tuti :
Empat hal Om,
#1. Mohon ma’af, komen Om sempat terlewatkan belum saya balas dan sudah menjawab komen-komen di bawahnya, karena ternyata sudah tergulung dari layar (di mode quick edit) dan saya tak memeriksa ke halaman sebelumnya
#2. Betul Om, memang sangat tidak mudah mengumpulkan naskah dari 24 wanita yang semuanya ‘sok sibuk’ ini. Kesabaran dan ketegasan Dewi Yanthi Razalie patut diacungi jempol.
#3. Balai Sidang mana Om? Hawong acaranya di Indochine FX Sudirman je. Tapi kalau Om mau ke Balai Sidang juga, ya monggo, silahkan ketemu satpam … hihihi ….
#4. Aiiih …. Om iniiih …..
salam saya juga, Om
tiga hal juga Om…
#1. Tika Bisono
#2. Yessy Gusman
#3. Happy Salma
ada apa dengan mereka….?
(sokpenasaran.co.id)
Tuti :

Haiyah … Uda soknggaktahu.mode-on deh
Sudah pasti pemilik ketiga nama tersebut bening, kinclong, berpendar … matahari aja sampai kalah bersaing …
Uda..
Yang terakhir itu, “AIH”nya karena OM NH kejepit pintu kamar hotel.. hihihihi
Tuti :
Haa??!! Apanya yang kejepit, La? *nyaris pingsan*
Tiga Hal …
#1. Komen saya dilupakan …
Ah itu sudah biasa bu …
apalah awak niiii …
(jongkok … nyaris mutung …)(huahahaha)
#2. FX sudirman … dekat hotel Atlit Senayan ?
Wah itu lebih dekat lagi bu …
hehehe
#3. mengenai : “Aih …”
coba itu ya ,,,
kalo kejepit ekspresinya bukan Aih … Tapi … “Wwwaaaatttaaauuuu”
Kalo Aih itu ekspresi … jengah-jengah gemanaaaa getoh … (yes indeed … sambil melet-melet tentu)
Salam saya
Tuti :
#1. Aiiih … Om kok merajuk siiiy …. *ngiming-imingi Om dengan balon dan permen*
#2. Iya, memang disitu Om. Kemarin saya naik taksi dari Atlet Century ke FX, sopir taksinya bingung … lha wong duekeet banget. Jalan kaki aja cuma 5 menit. Dasar orang udik yang nggak tahu lokasi, hiks!!
#3. Pengin deh lihat Om melet-melet (kayak kucing habis makan trus njilatin bibirnya itu ya? hihi …
)
salam saya juga,
Mba, yang baju merah namanya Rosita (yang ada foto dengan Mayong) , dia sohibku he he he…Senang mba bisa kenal dirimu
dan betemu langsung….Salam hangat ya mba buatmu dari jauh.
Tuti :

Hai Eva …. oh, itu sohibmu to? Kirain seleb manaaa, gitu
Senang juga kenal dengan penulis muda berbakat seperti Eva. Salam hangat juga, Va
Woohhhh.. tiwas tak enteni kupikir kemanaaa ini kok lama buanget nggak nulis.. eh lha jebul lagi nyelebriti
)
Sukses, Bu..
Sisaken satu bukunya plus tanda tangan dan cap bibir untukku ya.. ehehehe…
Salut! Salut!
Tuti :
)
Lama banget nggak nulis itu karena lagi tirakat Don, nyari wangsit di Gunung Ketur (lha kuwi malah dudu gunung …
Tanda tangan itu gampang, tapi cap bibir? Ealah … bikin capnya dimana? Wakaka
Suwun, Don
)
(eh, bayimu sudah lahir apa belum? Sori, maksudku bayi istrimu …
pokoknya salut sama yang berjilbab merah!
Tetap paling menyolok kok mbak…..
(soalnya saya ngga kenal artis indonesia, selain Yessy Gusman… eh Tika Bisono sama-sama alumni Tarakanita deh)
Selamat ya mbak
EM
Tuti :
Hahaha …. itu saya pakai jilbab merah sempat ditegur oleh ‘boss’ Dewi Yanthi, kok nggak putih, katanya. Lah, yang harus putih kan blusnya, jadi saya pikir jilbabnya boleh merah. Kalau pakai baju putih, jilbab putih, nanti kayak pocong dong …. hihihi
Terimakasih Mbak …
iya benar… yang jilbab merah paling menonjol deh…
yessy gusman, tika bisono, dan yang lainnya mah lewaaaattt…
Tuti :
)
Itu strategi, Da. Karena tahu bakal banyak seleb, maka saya pakai jilbab yang mencorong … (soalnya orangnya udah burem banget …
Yessy Gusman, Tika Bisono, dan yang lainnya memang lewat Da … lewat di depan saya tanpa menoleh ….
Kyaaaa.. Uda (bisa) gombal juga hahahaha….
Tuti :
Yeeeiy … baru tahu ya, Hen?
Waw…! Selamat Bu Tuti… senang sekali membaca laporan ini. Salut atas prestasi yang tidak mudah ini. Saya yakin, pemilihan 24 orang itu telah melalui seleksi yang tidak mudah sekaligus dengan banyak pertimbangan. Bu Tuti memang pantas mendapatkannya… Salut, salut, salut…
Aih… ternyata saya punya kenalan selebriti nih. *siap-siap ke karangkajen buat minta tandatangan*
Tuti :
Terimakasih, Uda. Ah, sebenarnya saya cuma beruntung saja kok bisa masuk ke antologi ini. Semuanya atas kerja keras teman-teman yang lain, terutama koordinatornya, Dewi Yathi Razalie.
Kayaknya, pemeo ‘ada gula ada semut’ itu berlaku juga di dalam launching buku ini. Ketika tahu ada penulis yag seleb (Dewi Motik, Happy Salma, dan Yessy Gusman, Tika Bisono), seleb-seleb lain mau kasih komentar. Karena di bukunya ada tulisan seleb dan komentar para seleb, maka seleb lain pun pada mau datang ke acara launching. Apalagi ada Bu Mentri. Begitulah, jadi kayak snow ball. Lha, saya hanyalah sejumput snow yang ‘katut’ menggelinding …
Alhamdulillah, acaranya lancar.
Soal minta tanda tangan ke Karangkajen, kayaknya harus berhubungan dulu dengan manajer saya Da ….. jiahahaha !!
Uda …
saya nitip tanda tangan satu yaaa …
kalo bisa mintain juga jilbab merah nya …
saaattuuuuu ajah …
Tuti :

Tandatangan mah gampang Om, tapi jilbab merah? Om mau jadi matador ya?
Ho-oh …
Tuti :
Kalo Om jadi matador, kayaknya si banteng bakal ngacir ke luar arena deh Om …
kapan ya ada yang ngajak saya buat antologi puisi atau cerpen
Tuti :
Suatu saat pasti ada, Mas Narno. Banyak-banyak aja berkarya …
Wah seru banget…ternyata setelah bbrp waktu mbak Tuti nggak posting ada surprise yang hebat nich…Hem saya segera cari “24 sauh” nya dech kalau begitu. Pasti top markotop…bikin penasaran ingin segera baca…..(beda dengan saya mbak,…lama nggak posting tapi kesibukannya hanya kerja & kerja lagi, hik…)
Mbak Tuti selamat yach….pokoke salut terus buat mbak Tuti yang karya2nya selalu yahut…benar-benar hebat
Best regard,
Bintang
Tuti :
Nggak aktifnya saya di blog beberapa minggu kemarin nggak ada hubungannya dengan launching antologi “24 Sauh”, wong boleh dikata saya nggak ngurus apa-apa untuk penerbitan buku ini. Nggak aktifnya saya karena ada tugas lain yang membutuhkan konsentrasi penuh.
Terimakasih Mbak Linda. Tapi jangan buru-buru beli bukunya deh, soalnya dalam waktu dekat akan ada acara bedah buku (launching II), dan pada kesempatan itu akan dijual buku yang sudah ditandatangani oleh para penulisnya. Lebih asyik kan?
salam hangat

hmmm….ikutan bangga
gak percuma saya menjadi
salah satu fans-nya tutinonka…
walau bukan perempuan
berkalung sorban,
tapi mbak tuti tetaplah
perempuan yg slalu berkorban…
dan slalu tangguh menanggung beban…..
Tuti :
)
)
Waduh …. sejak kapan jadi fans saya, Bang? Kok belum pernah minta tanda tangan?
Memang saya nggak berkalung sorban Bang, soalnya saya lebih suka berkalung tengkorak (haaa???!!
Nah, kalau soal tangguh menanggung beban, memang betul Bang. Saya kuat lho manggul kasur (kasur udara yang belum ditiup, maksudnyaa …
Bu Tuti,
Wah… wah… sekali nongol gebrakannya dahsyaaat!
Bu, bangga dan bahagia rasanya membaca postingan ini… Kirain Ibu Ikut hadir acara launching buku eee… ternyata oh ternyata! Sekali lagi bangga dan ikut bahagia…..
Acaranya bertabur bintang niy… Aku yakin Om NH menyesal sangat berada di Bali…. Belio kan demen yang bening ‘kan Bu??
)… peace….!
Jangan bicara soal umur Bu!… Aku jadi malu ati! Aiih… Ibu Tuti emang pancen Oyee!
Bu, ada undian berhadiah buku “24 Sauh” mungkin?? buat para penggemar Jilbab Merah hahahaha….
Tuti :
Gebrakannya dahsyat ya? Sampe ngremukin meja, gitu?
Terimakasih atas kebanggaannya, Henny. Tapi sebetulnya yang patut dibanggakan adalah karya teman-teman penulis yang lain, yang baguus-baguus. Tulisan saya mah ecek-ecek aja …
Oh, Om NH demen yang bening-bening ya? Kalau gitu besok aku kirim kaporit sekarung deh, biar air sumur di rumah Om Nh jadi bening (loh … emang siapa yang bicara soal air, yeee …
)
Undian berhadiah? Wah, menarik juga ya Hen. Ntar deh aku pikirkan, kayak apa bentuk undiannya. Dengan berlomba mengirimkan uang Rp. 100.000,- ke rekeningku mungkin? (yeee …. itu mah beli, bukan hadiah … hihihi
)
Saya pura-pura ndak baca …!!!
gggrrrrhhhhh …
Tuti :
Saya juga pura-pura ndak baca komen Om …. *tutup mata*
* SELAMAT ya mbak Tuti, mau buru2 ke Gramedia nyari bukunya nih……
* 24 Sauh—->Sauh=Jangkar kapal, bisa menahan gerakan kapal agar kapal tidak hanyut (saat menunggu di area lego jangkar sebelum kapal disandarkan di dermaga)…..tapi jangkar juga bisa untuk menahan laju kapal apabila situasi dianggap sudah kritis dan menghendaki kapal harus berhenti…..jadi, pengertian 24 SAUH memang sangat dalam maknanya….tapi mungkin juga ada pengertian lain yang jauh lebih dalam maknanya….belum mbaca bukunya sih.
* Maaf komentar yg di atas blank, tadi belum sempat nulis tapi sudah terkirim…..
Tuti :
* Jangan buru-buru ke Gramedia, Mas Karma, karena tanggal 13 akan ada bedah buku di Jakarta, dan disana akan dijual buku yang sudah ditandatangani penulisnya. Lebih asyik kan?
* Pemaknaan kata ‘sauh’ dari Mas Karma tepat sekali. Memang seperti itu maksudnya. Saya sendiri sempat mengusulkan judul “24 Kepak Sayap”, karena sayap menggambarkan kebebasan, kemerdekaan, kemandirian, juga kegembiraan. Tapi sudah terlambat, judul sudah dipilih “24 Sauh”.
* Nggak apa-apa Mas, sudah saya hapus kok …
Mbak…yang berbaju merah itu aku…..hihihi….ngayal.com
Dan walau banyak perempuan cantik bertebaran, saya tetap tahu dimana fotonya mbak Tuti dengan kerudung merahnya….yang tak kalah cantik dengan seleb lainnya.
Selamat mbak…..wahh perlu baca nih bukunya
Tuti :
)
Haa! Memangnya Mbak Enny ‘berani’ pakai baju merah? (soalnya Mbak kalem dan lembut sekali, jadi kayaknya warna biru lebih cocok … soktahu.com
Saya tak kalah cantik dengan seleb lainnya? Huwaaa …. *loncat-loncat, senyum kanan senyum kiri*
Tanggal 13 besok ada acara bedah buku Mbak, bisa cari bukunya disana, sekalian kita kopdar …
Bedah bukunya dimana mbak Tuti? Di Jakarta?
Kebetulan kan acara DM dimajukan tanggal 7 Feb 10, mudah2an bisa ke acara mbak Tuti…kabari japri ya
Tuti :
Iya Mbak, bedah bukunya di Jakarta. Tentang tempatnya, belum ada konfirmasi. Besok kalau sudah pasti, saya japri Mbak Enny deh. Terimakasih sebelumnya, Mbak
Jadi selama ini Bunda menghilang sebab nulis cerpen toh, oooh…
Di Toga mas dah ada blum yah?
Tuti :
Menghilangnya gak ada hubungan sama nulis cerpen, Na. Tapi karena lagi jadi kepompong
Nah, betul … cari di Toga Mas saja, lumayan diskonnya kan? Saya penginnya buku ini dijual semurah mungkin, tapi pihak penerbit pasti punya kalkulasi sendiri …
selamat bu. wanita memang diciptakan untuk memberi keteduhan…wah harus dicari nih bukunya….
salam,
Tuti :
Terimakasih Pak Progo …
Silahkan nyari bukunya Pak, tapi pesan saya, jangan nyari di kios buku bajakan ya …
salam juga,
Bu Tuti …
Percaya ndak … kalo Pak Progo ini dulu temen kos saya 4 tahun di Bogor …
Tuti :
Ya percayalah Om … hawong wajah beliau memang kelihatan seperti
talesorang BogorKalau saya, tahunya Progo itu nama sungai atau supermarket di Yogya
Piss Pak Progo … Om Nh ini lho yang suka jahil …
wow…hebat…nanti aku mo beli ah, gimana cara dapetin tanda tangan bundaku yg berkerudung merah itu loh…yayayaya…yg paling cantik ituh
Tuti :
Ayo, borong … borong … sebelum kehabisan ….
Kalau mau yang ada tanda tangannya (nggak cuma dari aku, tapi juga dari penulis lain), beli besok tanggal 13 aja Ri, pas ada acara bedah buku di Jakarta.
Paling cantik? Haiyaaa ….. *buru-buru bercermin*
Bunda Tuti emang kereeenn… *gandeng Ria nyari buku 24 Sauh di gramedia*
Tuti :
Yuyun juga kereeenn …
Gandeng Ria? Jemput ke Duri dulu? Huwa …
*ngusap air mata saking bangganya*
Bundaaa..
Bunda emang cihui deeeh..
bagi bukunya dooonggg…
Tuti :
*ngulurin tissue buat ngapus air mata Lala*
Lalaaa ….
Lala lebih cihuy lagi, karena sudah menerbitkan dua buku full tulisan Lala sendiri. Di antologi ini aku mah cuma nyumbang satu cerpen ajah …
Bukunya mau dibagi jadi berapa? Lala mau halaman berapa sampai berapa?
Hehehe… aku mau tulisannya Bunda ajaaaa… Pasti sip markusip, tuh !:)
Tuti :
Hehehe … lebih top markotop tulisan Lala deh. Suweeerrr … !!
bu tuti, lama ga posting saya nungguin postingannya bu tuti. eh, ini udah muncul hehe
jadi kemaren bu tuti ke jakarta untuk launching buku ”24 Sauh” ya? wah, selamat ya bu …
kebetulan hari minggu saya mau ke toko buku, mau beli ah hihi .. ngomong-ngomong, bukunya udah ada di pasaran belom bu?
makin sukses ya, bu!
Tuti :
)
Iya Min, ke Jakarta kemarin untuk launching buku (tapi yang lebih penting sih sebenernya belanja ke Plaza Senayan … hehehe …
Bukunya sudah ada di pasaran Min, tapi kalau mau yang ada tanda tangannya, beli besok tanggal 13 saja, pas acara bedah buku.
Makasih Min, sukses juga untuk Yasmin ya
Sukses Tante.
Kata mama saya, mama dulu baca cerpen tate Tuti Nonka di majalah Gadis zaman baheula. Karena nama Tuti Nonka yang unik, mudah diingat. Sama seperti Pipiet Senja, yang suka nulis di majalah bobo zaman dulu, namanya mudah diingat
Tuti :
Tapi memang iya sih … udah uzur nih 
Majalah Gadis di zaman baheula? Hadooh … jadi saya manusia zaman baheula ya?
Tolong sampaikan terimakasih pada mamanya Beni ya …
duh, hebatnya wanita indonesia ya Bu, satu diantaranya Bu Tuti sendiri, mengagumkan.
jadi pingin juga beli bukunya, sudah adakah di Gramedia ?
salam.
Tuti :
)
Terimakasih, Bunda …. tapi kayaknya pujian Bunda terlalu tinggi. Di buku ini saya cuma nulis satu cerpen saja kok, di antara sekian banyak karya teman-teman yang lain.
Menurut pihak penerbit, bukunya sudah ada di Gramed, kalau belum habis diserbu pembeli …. (hiyaah! ge-er banget deh!!
hebat bu, nanti saya cari di toko buku, pengin ngebaca juga karya para wanita yang hebat2
Tuti :
Terimakasih, Hilda. Cerpen saya dibaca paling akhir saja ya, soalnya paling jelek … hehehe …
mbak tuti, saya yakin si jilbab merah yang membuat tulisan ini juga tak kalah standing in the crowd! haqqul yaqiin…
selamat untuk peluncuran buku antologi cerpen dan puisinya ya, mbak. pasti menyenangkan bisa turut menyumbangkan sesuatu buah pikiran bagi negeri ini, para perempuan khususnya. mbak tuti mesti mempersembahkan cerpen dong? *nebak.com* pertanyaannya, saya kapan? haha…
jadi selama ini hiatus karena sibuk mempersiapkan ini, tho?
Tuti :
Si jilbab merah itu yang kelihatan cuma jilbabnya doang lho, Uni …
Ya, saya nulis cerpen. Tapi cerpen saya …. aduh, memalukan. Sejujurnya, pada awalnya saya tak terlalu serius ketika diajak bikin antologi ini, jadi ngirim cerpen asal-asalan saja, arsip yang sudah ada saja. Saya surprised juga ketika ternyata antologi ini digarap dengan serius, bahkan dilaunching oleh Ibu Menteri. Wadoooh … jadi malu baca cerpen saya sendiri …
Hiatusnya bukan karena mempersiapkan antologi Uni, tapi karena lagi jadi kepompong …
Mbak Tuti, kalau saya disuatu even ada ketemu seribu artis dan disitu ada Mbak Tuti, saya tetep milih berfoto sama Mbak Tuti … lha wong pasti yang saya kenal cuma Mbak tuti … biar bukan seleb tapi Mbak Tuti kan tetep seleb dihati saya … halaaah……
Selamat atas peluncuran antologi puisinya … tak sabar menunggu kirimannya …. jiyaaahhhh ….
Tuti :
Ceyimakacih, ceyimakacih, ceyimakacih … *lafal gaya Cinta Laura*
Saya juga kalau ada Mbak Ayik pasti ngajak foto Mbak Ayik saja, soalnya kita kan sama-sama manieznya … *hoeks!*
Tunggu kiriman saya di prapatan lampu bang-jo ya Mbak
Woowwww… slamat Ibu Tuti
tambah lagi alasan utk minta tandatangan dari Ibu..
*ngiprit ke toko buku, cari 24 sauh*
Tuti :

Terimakasih, Bro
Beneran langsung ngiprit ke toko buku? Bukannya jarak toko buku terdekat 150 km dari tempat Bro tinggal? (haduh, Bro … tinggal di Yogya aja deh, dimana-mana ada toko buku … *menghasut.com* )
Selamat Ya Bu… Saya jadi ingin baca tulisan Ibu nich… di Gramedia udah ada bu??
Tuti :

Terimakasih Pelayan Tamu Tuhan Yang Mulia
Semoga bukunya sudah ada di toko-toko. Kalau belum, tunggu 1-2 minggu lagi
ah mbak Tut, jadi ingat jaman dahulu kala…..
konon klo majalah langganan saya datang dan cerpen or cerbung nya pengarangnya Tuti Nonka, langsung saya baca….sttt…saya bacanya ga hanya sekali dua kali…kata bapak saya ….ngapalin koq ngapalin cerpen…mbok ngapalin pelajaran sana looh…….
pokoknya harus khatam abis dan nyantol di otak saya…
hehehehehe
makanya saya merasa beruntung jadi teman maya mbak Tut (semoga bisa kopdar) dan membaca tulisan2 mbak Tut yg selalu enak dibaca.
Saya langsung mengenali di photo2 yg mbak Tut pasang….jilbab merah kacamata…nah ini Tuti Nonka….
yg lain lewat….
Baby Anita kan orang Semarang jaman dulu…hehehe surprise aja liat fotonya…
bravo mbak Tut…(jadi tambah menggebu ingin minta tanda tangan mbak Tuti Nonka…hehehehehe)
Tuti :
Mbak Wied, haiyaaa … kalau bener dulu ngapalin cerpen/cerbung saya, perlu dibuktikan dengan test nih. Cerpen/cerbung apa yang masih Mbak ingat, hayooo … Kalau bener, nilainya A dan lulus cum laude
Terimakasih Mbak Wied, saya juga senang sekali bisa berteman dengan Mbak Wied. Pokoknya kalau besok pulkam, harus mampir Yogya ya, dan harus ketemu saya (yeee … maksa!
)
Iya, itu saya sengaja pakai jilbab merah, soalnya sudah tahu di acara launching bakal banyak banget orang, jadi biar kelihatan gitu … hehehe …
Tandatangan saya jelek lho Mbak, kayaknya nggak pantes diminta deh …
asiiik bisa dapet tanda tangan penulisnya hehe
acara bedah bukunya dimana bu tuti? di jakarta kan?kebetulan tanggal 13 saya ga ada acara, mau dateng ah ..
Tuti :
Iya Min, acara bedah buku dan jumpa fans (ya’elaa … fans? ) di Jakarta, hari Sabtu tanggal 13 Pebruari, jam 14.00 – 16.00. Tempat masih dicari yang cocok. Besok kalau sudah pasti, saya posting deh …
selamat bu atas launching 24 sauh-nya. btw, ini tulisan ke berapa dari bu Tuti? ih, penasaran deh ma bukunya.. kira2 setahun lagi masih ada bukunya ngga ya? krn belum bisa pulang ke Indo niy bu..
Tuti :
Terimakasih, Yani. Ini tulisan saya yang ke … waduh, ke berapa ya? Yang jelas, lebih dari 100. Setahun lagi? Mudah-mudahan masih ada. Yani baru di luar negri ya sekarang?
Dicari-cari sampe ke bawah, mana cerpen Ibu Tuti. Penasaran deh dengan cerpen karya penulis handal kita ini. Btw, selamat deh. Kapan-kapan kalo ke Gramedia, nyari antologi itu ah.
Tapi, ngemeng-ngemeng2, launching nya kok pake ngundang menteri, selebriti segala sih, Bu?
Tuti :
Hehe, cerpen saya nggak saya muat di sini, Bang.
Launchingnya memang ngundang Mentri dan para selebriti, soalnya kalau ngundang Anggodo dan Robert Tantular, ntar yang datang KPK, polisi, jaksa, hakim, dan pengacara dong … hihihi
Waahh bukunya sudah terbit ya, semoga saja saya bisa mendapatkan bukunya. *kalau ada gratisannya bolehlah
*
Tuti :
Boleh gratis, tapi diganti tempe satu truk ya …
mbak Tut..klo ga salah nee yeee….yg masih radha2 nyantol tuh cerpen yg tokohnya Owin…..yg ngelempar buah jambu ke mobil co ugal2 an….
trus…”setelah badai reda” itu cerbung nya mbak Tut juga kan???
semua basis nya anak2 SMA Kota Baru…
Tuti :

*garuk-garuk kepala sambil mengernyitkan kening*
Kayaknya saya nggak pernah nulis cerpen itu deh … atau saya yang lupa mungkin?
Brarti saya ngarang juga ya mbakTut?
Tuti :

Ternyata kita sama-sama berbakat kan?
Plok-plok plok, hebat-hebat. Itu yang bisa kulakukan, setelah sekian lama, mungkin ada setahun, tidak mengomentari tulisan Mbak Tutik eh tanpa k. Semoga Mbak Tuti tidak lupa dengan saya dan mau membuka kembali Blog saya.
Tuti :
Terimakasih, Mas Gun.
Tapi kayaknya belum ada setahun lho terakhir kali Mas Gun komen di blog saya, begitu juga saya mampir di blog Mas Gun. Sudah pasti saya tidak lupa pada Mas Gun, hanya saja sekarang memang membatasi diri ngeblog, jadi agak jarang blogwalking juga …
Salut dengan karya ini, semoga dapat memperkaya khasanah sastra di negeri kita…..
Tuti :
Terimakasih, Gusdon.
Antologi ini ditulis oleh 24 wanita dengan latar belakang profesi yang berbeda, sehingga isinya memang beraneka rasa …
Bu Tutiiii….., jilbab merahnya…., gak ku-ku deh….
Tapi jadi bikin gampang mencari Bu Tuti di antara deretan wanita dalam foto itu.
Pasti…., pasti Lee cari bukunya!!
Setelah itu…..
Minta tanda tangan!!
Tuti :
Hehehe … itu memang strategi saya Lee, pakai jilbab merah supaya gampang dikenali …
Bukunya mungkin baru akan muncul di toko-toko buku sesudah tanggal 15 Pebruari. Tapi tanggal 13 akan ada acara bedah buku dan jumpa fans, jadi bukunya bisa juga didapat di situ, sekalian dengan tandatangan para penulisnya (bukan cuma saya lho!)
Terimakasih Lee
indahnya pengalaman yg mbak tut punya…oohh…
Tuti :
Indahnya juga pengalaman berteman dengan Mbak Ernut ….
maav mba aQu mau tanya,, tgl 13 bedah buku dmn mba??? yg boleh hadir siapa ajja??? ..

n mba Sarah Vi dtg lg ga mba???
mohon di jawab ya mba,,,
makaciii.
.
.
.
Tuti :
Peah, bedah bukunya diundur tanggal 28. Tempatnya belum tahu, besok kalau sudah pasti akan saya informasikan di blog. Siapa saja boleh hadir kok. Tentang Sarah Vi, mudah-mudahan bisa datang juga. Fans Sarah Vi ya, Peah?
Wadoh. Jeh. Baru baca sekarang langsung kejengkang re’.
Gubraaaakkkk….. !!!! xixixi…… (“,)
Gile, penggemarmu seabrek2 yak…..
Kayaknya seorang TUTI NONKA kudu wajib harus dateng d tgl 28 Feb ntar (moga2 jadi, doain y, ntar tiket dikirimin via burung gagak, tenang aj d pokoke, qiqiqiqqq…..).
Tu para celeb juga ud semangaaattt buangets dah mo dateng. Ada Cut Mini, Sarah VI, Slamet Raharjo,
Happy Salma, Ikranagara, Tika Bisono, Tere,
Inggrid Widjanarko, dll dsb dst d pokoke.
Gue yang ngundang, mereka yang semangat yak, xixixi……
Alhamdulillah…… “puji syukur.com”
So, go go go TUTI NONKA.
Awas klo sampe kagak dateng.
Bakalan gaswat d. Apa kata dunia yak ?! hihihi….. (“,)
Soale tu para celeb bilang ma akyuuu, mereka tu pengen ketemuan ma dikau, tauuuuuu……..
Sweeeerrrrr. Sumpe d……. (“,)
Tuti :
Yuhuiii …. ini dia komen dari Bu Boss!
Tapi yang komen disini bukan penggemarku lho, mereka teman-teman dan sahabatku. akulah yang jadi penggemar mereka
Wah, para seleb sudah sedia mau datang ya? Ntar kalau sudah pasti tanggalnya, aku posting di sini deh, biar teman-temanku dan para pembaca blog pada berduyun-duyun datang. Tapi berada di antara para seleb itu, kayaknya aku harus pake jilbab mencorong lagi, biar kelihatan … qiqiqi ….
Para seleb bilang pengin ketemu aku? Kyaaa …. !!! *loncat-loncat, guling-guling, koprol kanan-kiri*
Salut…salut… dan salut..
Mbakyu, saya jadi minder nih, tapi pede aja ah….
pokoknya walaupun udah telat, saya masih terus akan belajar dan belajar supaya bisa “menulis”.
Saya tertarik bukan karena ada pejabat ato seleb, sebab waktu nguli ah di yogya dulu, yang namanya artis dan pejabat sering banget di temuin di lesehan Malioboro, yang bikin saya tertarik adalah tulisan Mbak sebenernya ringan-ringan aja tapi enak dan gampang di pahami dan bahasanya itu loh seger benerrrrr…..
Sekali lagi salut Mbak,
Oh iya Aku Nguli ahnya di UCLA (Universitas Cedhak Lapangan Asri) tahun 87 s/d 92….
Tuti :
Terimakasih … terimakasih … terimakasih …
Hlo, kok minder, hawong sama bangsa sendiri gitu lho. Sama orang asing aja nggak boleh minder je …
Nah, kalau mau belajar menulis, bisa ikut program Kejar Paket A … *hahah, apaan tuh?*
Oh, Desta dulu kuliah di UCLA toh. Kampusnya para seniman itu? Kalau gitu kita tetanggaan. Saya dulu sekolah di SMA Negri I, yang gedungnya persis di sebelah ASRI. Tahun berapa saya sekolah di sana? Wah … pokoknya selisihnya satu abad lebih dulu dari Desta …
Selamat ya Bu Tuti atas prestasi Ibu ini….
saya mau beli bukunya deh…
Semoga launchingnya sukses ya Bu? dan nggak ditunda lagi hihi…
Tuti :
Terimakasih, Nana …
Terimakasih juga mau beli bukunya (biar cepat abis dan cetak ulang … hihihi … ). Launchingnya sudah berlangsung tanggal 1 Februari kemarin, dan cukup sukses. Yang mundur adalah acara bedah buku dan jumpa fansnya …
CONGRATULATION untuk bukunya ya bunda
Tuti :
Terimakasih, Eka … thanks so much
[...] penulis Anita. Tak dinyana, ternyata di sana saya bertemu dengan banyak teman-teman penulis 24 Sauh . Tak ayal, kamipun langsung duduk mengelompok di satu meja. Pertemanan di antara para penulis 24 [...]
Selamat, tahniah, buat bu Tuti. Jilbab merah strategi jitu.
Tuti :
)
Terimakasih Bang Alris. Strategi jitu boleh ditiru (tapi Bang Alris jangan niru saya pakai jilbab ya …
numpang rehat
Tuti :
Pasrah ditumpangin …
Baru ngeh nih
Bunda memang hebat
Tuti :
Waduuh … terimakasih Kang …. saya mah nggak sehebat Kang Achoey …
[...] memang sudah baca laporan tentang buku kumpulan tulisan 24 wanita pengarang di blog mbak Tuti. Tapi tidak sangka secepat ini aku bisa mendapatkan dan …..tentu [...]
salam kenal.. mb’ Tuti..
wah.. sayang sekali mb’ q lum bca bukux..
ttang ap mb’?
Tuti :
Salam kenal juga, Toffin
Ini antologi cerpen dan puisi …
Subhanallah, keren bunda. nemu blog bunda setelah baca tulisan di Surau Inyiaknya uda Hardi
Bukunya masih ada?
Tuti :
Terimakasih, Bangau …
Buku “24 Sauh” mungkin masih ada di toko …