Rasanya bisnis Multi Level Marketing (MLM) bukan hal baru bagi kita. Sebagian di antara kita mungkin bahkan pernah menjalankannya. Ada yang sukses (selamat ya …
), tapi pasti banyak pula yang gagal (gak apa-apa, kegagalan adalah sukses yang tertunda, bukan?
).
Saya sendiri pernah berkali-kali ditawari bisnis MLM (antara lain Am**y, C*I, tapi belum pernah menjalankannya. Paling-paling menjadi konsumen beberapa produk tersebut, itupun karena nggak enak kepada kenalan atau saudara yang menawarkannya (dengan sedikit memaksa
).
Kenapa saya kurang tertarik pada bisnis MLM?
Pertama, harga produk MLM biasanya ajubile mahalnya, bisa tiga-empat kali lipat dari produk sejenis yang dijual bebas di pasar. Mereka selalu mengatakan bahwa produk mereka luar biasa bagus, jauh lebih bagus dari semua produk yang sudah ada. Tapi siapa yang pernah menguji ke’luarbiasa’an produk tersebut? Saya kok lebih percaya pada produk perusahaan multinasional atau perusahaan nasional (misalnya Uni***er, Ind***od, dll.) yang sudah teruji di pasar selama puluhan tahun, sebab produk yang mampu bertahan lama di pasar bebas tentunya sudah teruji oleh masyarakat. Dan yang jelas, harganya lebih rasional …
Beberapa produk MLM (gambar dipinjam dari sini)
Ke dua, produk MLM hanya bisa dibeli melalui agen khusus MLM tersebut. Ini yang saya juga kurang suka. Ada unsur monopoli, atau lebih tepat mungkin eksklusivitas, yang membuat produk tersebut kurang transparan kepada konsumen. Kalau suatu saat kita mendapati produk yang ternyata tidak sehebat yang diiklankannya, kemana kita bisa mengajukan complain?
Ke tiga, ada unsur ‘eksploitasi’ dalam bisnis ini. Iming-iming yang selalu diberikan oleh perekrut anggota jaringan MLM adalah bahwa orang yang menjalankan bisnis MLM dan sudah menduduki jajaran top management (up line) akan bisa pensiun dalam usia muda, dan tinggal ongkang-ongkang menikmati uang yang terus mengalir masuk dari para down-linenya. Itulah sebabnya harga produk MLM menjadi sangat mahal, karena komisi untuk para up line yang bertingkat-tingkat itu semuanya dibebankan pada harga jual produk. Harga produknya sendiri mungkin hanya sekian persen dari harga jual.
Jaringan MLM (gambar dipinjam dari sini)
Keberatan saya yang terakhir, orang yang pertama kali akan menjalankan bisnis MLM diharuskan untuk membeli starter kit yang harganya tidak murah. Motivasi yang diberikan para up line adalah “Harus mau mengeluarkan modal untuk menjalankan bisnis. Investasi awal itu tidak ada artinya dibanding keuntungan berlipat-lipat yang akan diperoleh kemudian”. Bagi pihak MLM, kalaupun anggota baru tersebut akhirnya berhenti karena tidak berhasil merekrut down line baru dan menjual produk MLM, mereka toh sudah mendapatkan untung besar dari penjualan starter kit tersebut.
Dan yang paling -maaf- menyebalkan, orang yang sudah terjangkiti ‘virus’ MLM jadi seperti pemeluk agama baru. Kemana-mana mereka berdakwah tentang MLM, menjejali siapa pun yang ditemuinya untuk mendengarkan doktrin-doktrin MLM, dan mendesak saudara serta teman-temannya untuk memakai produk MLM. Seolah-olah kalau tidak mengikuti MLM mereka sudah menjadi kafir …
. Perilaku seperti ini seringkali membuat orang jadi enggan bertemu dengan mereka, dan akhirnya malah membuat hubungan persaudaraan atau persahabatan menjadi terganggu
Motivator-motivator MLM memang luar biasa hebat, mungkin lebih hebat dari Mario Teguh
. Mereka sering mengadakan ‘seminar’ di berbagai kota, dihadiri ribuan anggota serta calon down line baru. Untuk memompakan doktrin MLM, mereka menjual rekaman kaset motivasi yang harus selalu didengarkan oleh para anggota. Masuk akal, karena saldo rekening bank para top manager itu bergantung pada keaktivan down line berperang di lini terbawah, memasarkan produk mereka ke konsumen. Dengan demikian garda depan ini harus terus dikobarkan semangatnya. “Ayo, maju teruuus ..! Selangkah lagi Anda akan menang. Jangan menyerah, kesuksesan ada di depan mata dan di ujung jari Anda!”. Umumnya mereka berpegang pada ‘kitab suci’ buku “Bussines School” karya Robert Kiyosaki.
Motivasi selalu dikobarkan oleh up liner (gambar diambil dari sini)
Aduh, tulisan saya kok jadi nggak enak banget ya …
Dengan segala permohonan maaf, itulah persepsi saya tentang bisnis MLM, yang terbentuk berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya terhadap teman-teman dan saudara yang pernah terlibat dalam bisnis ini. Sudah pasti saya bisa saja salah, namanya juga manusia (apologi … hehe …
).
Nah, baru-baru ini muncul Online Multi Level Marketing (OMLM) yang dipromosikan melalui jaringan internet. Belum begitu jelas MLM ini seperti apa, tetapi dari promosinya, MLM ini menjanjikan bisnis yang zero cost, zero risk, zero selling skills, zero web skills. Juga dijanjikan, “If you don’t make any money we will pay you $ 1.000″. MLM online ini baru akan dilaunching pada 4 Juli 2011, jadi sekarang sedang gencar merekrut member. Saya tidak tahu banyak tentang omlm, jadi tidak berani komentar
. Monggo saja bagi yang berminat. Saya tidak menganjurkan, juga tidak melarang … *takut dikeroyok massa*
Untuk saat ini, saya belum berminat menjadi anggota omlm. Besok deh, kalau sudah ada teman yang gagal menjalankan bisnis ini dan mendapat ganti rugi $ 1000, saya akan ikut
*curang*
Asyiiik ….
(gambar dipinjam dari sini)
Saya sempat membaca tulisan dampak buruk bisnis MLM , yang mendapat serangan gencar bertubi-tubi dari para pelaku bisnis ini. Wah, sempat keder juga, jangan-jangan posting saya ini bakal menuai bombardir serupa. Tapi biarlah. Saya bukan ‘pelaku gagal’ bisnis MLM yang sedang sakit hati (seperti banyak dituduhkan para penyerang dalam tulisan tersebut). Saya hanya menuliskan apa yang saya pikirkan dan (sedikit) apa yang saya ketahui berdasarkan pengamatan terhadap orang-orang yang saya kenal.
Pesan terakhir (haiyah …
), semua sistem bisnis pasti ada sisi baik dan sisi buruknya. Sebaiknya kita mempelajari dengan cermat sistem tersebut, lalu melihat ke dalam diri kita, apakah sistem tersebut cocok dengan karakter, potensi, dan cara hidup yang kita inginkan …
Good luck!



Ibuuu, apa kabar?
hihihi biasanya silent reader tapi skrg jadi gatel mau komen
Aku member MLM Oriflame bu, dan alhamdulillah semua yang dibilangin di atas ga ada di Oriflame. Starter kitnya cuman Rp 39,900 dan harga produknya juga terjangkau. Dan aku juga ga maksain temen dan sodara buat gabung, klo tertarik aku jelasin klo ga juga gpp
Tuti :
Hallo Ade, kabar baik
Iyaa … lama banget gak saling kunjung ya? Kabar Ade baik juga kan?
Syukurlah kalau MLM yang diikuti Ade bagus. Informasi ini sangat bermanfaat untuk memperbaiki ‘image’ MLM di benakku

Oh ya, aku juga sudah beberapa kali ditawari produk Oriflame oleh teman-teman, tapi belum pernah nyoba. Masih ragu, karena selama ini sudah pakai produk merk lain dan merasa cocok
Aku pernah sekali terjun di bisnis MLM bun… Kosmetik gitulah

hehehe
Langsung melejit bun.. eh tapi koq upperline ku bonusnya jd gede banget gara2 aku ya? padahal aku gak ngerasa dibimbing gitu… aku jadi gak rela
Terus kesibukan kuliah akhirnya aku stop..
Seneng jualannya interaksi sama banyak orang, tapi kadang ngerasa gak adil
anw, makin ke sini makin ndak sreg ama bisnis MLM
hihi
Tuti :
. Seneng banget tuh upper-linenya kalau semua down line kayak Eka …
Aku nggak heran Eka sukses menjalankan bisnis MLM, karena kesupelan dan keramahan Eka pasti menjadi kunci utama menggaet konsumen
Oleh karena itu pula sang upper line nggak perlu susah-susah membimbing, wong gak dibimbing aja sudah melejit
Memang untuk menjalankan bisnis ini orang harus memiliki karakter ramah, suka bertemu dengan banyak orang, dan ulet …
Btw, tapi kok sekarang jadi kurang sreg?
Hehe.. prinsip MLM sekarang banyak diterapin pada berbagai produk.. kalo saya sih suka ikut MLM yang produknya harganya normal dan tidak perlu gencar2 mencari down line (pasif) gitu Bu.. biasanya yang begini ini karena mendukung keluarga atau teman yang jadi aktifis MLM.. jadi nothing to lose aja..
Tuti :
Aku dulu juga sering membeli produk MLM mahal hanya demi membantu saudara atau teman. Tapi lalu aku berpikir gini : berapa sih komisi yang diperoleh saudara/teman tersebut dari penjualannya kepadaku? Misalnya, barang X produk MLM harga 100 ribu. Produk sejenis di pasar bebas harganya 50 ribu. Komisi yang diterima saudara/temanku 10 ribu. Sudah deh, aku kasih saja uang sebesar komisi itu ke dia, dan gak usah beli produknya. Aku masih saving 40 ribu kan?
Soalnya kadang yang jadi masalah bukan 10ribu itu.. tapi karena kita sudah ngasih 10ribu via penjualan, jadi dia punya kesempatan naik jenjang atau tutup point.. nah kalo 10ribu dikasi langsung kan ga ngaruh.. hehe.. tapi memang ada sih yang bisa untung dari bisnis MLM itu, tergantung orangnya juga
Tuti :

Eh … iya juga, betul Cla. Dengan membeli produk MLM, kita bisa membantu penjualnya mendapat point. Nah, masalahnya, kita jadinya harus membeli barang mahal yang sebenarnya kurang kita perlukan …
Ya, memang ada yang bener-bener bisa kaya raya dari bisnis MLM. Pastinya mereka adalah orang-orang yang memang cocok untuk pekerjaan semacam ini
Saya dulu sering diajak (istilahnya diprospek) untuk ikut MLM dan seumur-umur saya baru sekali nyoba MLM (akhirnya) dan gatot alias gagal total.
Salahku sih Bu, aku nggak total… tapi beruntung dan bersyukur juga atas kesalahan itu karena kalau aku total, berapa banyak teman yg akan mencemooh aku? Entahlah..:)
Jadi, garis amannya ya.. MLM baik bagi yang merasa baik dan ngga baik bagi yang merasa nggak baik hahaha
Tuti :
Quote :
tapi beruntung dan bersyukur juga atas kesalahan itu karena kalau aku total, berapa banyak teman yg akan mencemooh aku?
Lho, kalau sukses dan berhasil meraup bonus gede ya pasti nggak dicemooh to Don?
Setuju … garis amannya adalah tergantung pada masing-masing orang. Ada yang bisa sukses di bisnis itu, ada yang cuma membuang-buang waktu, tenaga, dan modal …
Wah, saya masih gak percaya dengan bisnis MLM.
Tuti :
Sebelum membuktikan, jangan gak percaya
Kalau ditanya apakah saya pernah ikut dalam bisnis MLM, jawabnya pernah. Alasannya bukan karena tertarik ingin menjalankannya, tapi lebih kepada gak enak sama teman yang nawarin, hehehe…
Tapi, dari sekian banyak produk MLM yang saya kenal, sepertinya Tupperware cukup bagus. Secara kualitas barangnya, bisa dipertanggungjawabkan dan kompetitor produk sejenis di pasar bebas belum saya temukan produk sebagus itu (mudah-mudahan saya salah). Saya berani mengatakan hal ini karena melihat kesuksesan seorang kawan yang menjalankannya dan produknya banyak kami gunakan di rumah serta kualitasnya terjamin.
Bagi saya, apapun sistem bisnisnya, yang penting harus dijalankan secara baik dan halal
Tuti :
Banyak dari kita yang seperti Uda Vizon, ikut bisnis MLM karena nggak enak sama teman yang ngajak. Saya juga punya kartu anggota Am**y, karena waktu itu tak bisa menghindar dari teman baik yang nawarin. Tapi kartu itu hanya saya pakai untuk membeli satu produk suplemen yang saya konsumsi sendiri. Saya malas menawarkan kepada orang lain
Tentang Tupperware, saya bukan pengguna. Pertama, harganya mahal. Kedua, saya tak banyak menggunakan wadah-wadah semacam itu di rumah. Ketiga, desainnya kurang sesuai dengan selera saya. Lebaran tahun 2009 saya mendapatkan parcel satu set Tupperware, tapi sampai sekarang teronggok saja karena saya nggak cocok dengan warnanya yang ngejreng : hijau, kuning, pink …
.
Iya, betul Uda. Bisnis apapun harus dijalankan dengan jujur dan adil. Jujur, artinya tidak menipu konsumen. Adil, artinya tidak menindas salah satu pihak.
..
setuju sama Uda, yang penting cari rejeki yg halal dan gak merugikan orang lain.. apalagi bikin sebel..hhihihii…
..
kayaknya mlm memang gak cocok nih dengan karakter Bu Tuti, gak jago merayu dan terlalu jujur kacang ijo..
..
Tuti :
…
Tambah Ta, selain cari rejeki yang halal dan nggak merugikan orang lain, jangan lupa bagi-bagi rejeki ke orang yang membutuhkan *angkat telunjuk*
…
Ya iyalah, gak jago merayu aja banyak yang terpesona gitu loh … *tuiing, gubrak! nabrak tembok*
…
Bunda serius parcel Tupperwarenya nganggur??!!
Dengan senang hati Anis bantu manfaatin aja ya bun ya…
Komen singkat: setuju dengan tulisan bunda, plus kesimpulannya
*gak kreatip sangat, he3
Tuti :
Serius, Anis. Silahkan diambil tuh, parsel tupperware saya. Masih utuh, belum dibuka plastiknya
Nggak kreatif is okey, yang penting jujur …
NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)
LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU
1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> https://lowonganterbaik.wordpress.com/
Tuti :

Hmm …. data apa nih yang di-entry?
Pekerjaan mudah, gaji sangat besar … sepertinya mengingkari hukum ekonomi. Alarm saya kok berdering ya …
Mbak Tuti,
Tidak ada bisnis yang risikonya zero…apalagi dilakukan oleh zero selling skills (maksude opo ya?). Zero cost? Lha kalau dia pidato sama kita, kan juga ada waktu yang terbuang…maklum bagiku waktu itu sangat berharga, malah kadang tak ternilai harganya.
Setiap bisnis pasti mengandung risiko (ini teori dan praktek tentang manajemen risiko), jadi kalau ada yang bilang zero risk, saya langsung tak percaya sama orang yang bicara tentang bisnis ini.
Saya paling males ketemu teman, yang ngomong ngalor ngidul, mempengaruhi beli ini itu…duhh, apalagi menghabiskan waktu..biasanya kalau dia mau ketemu lagi, saya cari alasan macam-macam yang akhirnya tak pernah ketemu lagi. Jadi teman2 sudah tahu, kalau saya tak tertarik pada bisnis ini. Namanya beli barang, tentu kita harus menilai barang itu, membandingkan dengan barang yang sejenis, dari sisi harga, kualitas, kegunaan/fungsi dll….apalagi dasarna saya hanya beli barang sesuai kebutuhan….hehehe
Tuti :
Mbak Enny, kalau saya langsung tidak percaya pada orang yang menjanjikan akan memberi uang kepada kita sebagai jaminan kalau bisnis yang ditawarkannya tidak berhasil. Impossible.
Sama Mbak, saya juga paling malas kalau ketemu orang yang nawarin ini-itu, apalagi kalau nawarinnya sambil membujuk atau setengah memaksa. Saya lebih suka membeli dengan dorongan dari hati sendiri.
Saya juga tidak suka membeli sesuatu dari internet (kecuali barang yang sudah pasti, semisal buku), karena sebelum memutuskan untuk membeli, saya ingin melihat barang aslinya. Warna di foto bisa berbeda dengan warna aslinya, materialnya (perlu disentuh dan diraba), detil jahitannya (baju, sepatu, tas), juga perlu dicoba dulu … Itu semua tidak mungkin kalau hanya dari melihat foto di internet
Aku pernah terjun juga di MLM bu dan sempat menjadi mind manager
dengan donwline yang lumayan banyak. Tapi sayang aku gak mahir memenej mereka dengan baik dan karena kesibukan ku sendiri akhirnya aku mundur sendiri secara teratur.
Secara modal yang aku keluarkan dengan hasil yang aku capai memang impas (gak lebih). Dan satu lagi yang masih di sembunyikan oleh praktisi MLM, yaitu full time. Kalau ingin sukses di MLM ya harus full time seperti kita kerja konvensional dan tidak bisa dipakai sambilan.
Tapi yang di jual oleh mereka biasanya MLM ini bisa sukses hanya dengan bekerja sambilan
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Tuti :
Kalau modal cuma balik impas (gak lebih), berarti rugi dong Mas Sugeng. Lha waktu, tenaga, serta pikiran yang sudah dikeluarkan, berapa tuh nilainya?
Betul, kalau mau sukses, bisnis MLM ini harus dijalani full time. Bahkan yang sudah tingkat manajer pun masih harus terus bekerja, yaitu memotivasi semua down linenya agar semua tetap bergerak. Ada seorang saudara yang sukses dengan bisnis MLM, kaya raya, dan sering ke luar negri, tapi dia tetap saja bekerja tanpa henti. Sepanjang waktu pergi dari satu ke kota ke kota lain, tak pernah istirahat. Jadi ongkang-ongkangnya ya selama dalam perjalanan ke seluruh penjuru dunia itu
Saya belum pernah ikut bisnis MLM ini …
Sering sekali di aproach oleh teman-teman …
tetapi saya tidak pernah bisa tertarik … entah mengapa …
Karena padahakikatnya …
Aku iki ra iso dodolan …
hehehe
Yang jelas saya setuju dengan Bi Tuti …
” … apakah sistem tersebut cocok dengan karakter, potensi, dan cara hidup yang kita inginkan … ”
Sepertinya sistem ini tidak cocok dengan karakter saya
salam saya Bu Tuti
Tuti :
Hihihi … sama Om, saya juga ora iso dodolan. Gak pinter merayu calon pembeli …
Saya kurang suka bekerja yang tujuan dan ukuran keberhasilannya adalah banyaknya uang yang dihasilkan. Bagi saya, yang lebih penting adalah bekerja dengan sebaik-baiknya, adapun uang itu akan dengan sendirinya mengikuti. Bekerja itu bukan mencari uang, tapi mencari kebaikan …
Apalagi, saya orang yang malu bicara soal uang. Kadang sudah bekerja nggak dibayarkan hak saya pun ya diam saja …
Om jelas nggak cocok jadi pelaku bisnis MLM. Lha dengan pose sedakep eylekhan gitu, mana bisa nawarin dagangan?
salam saya juga Om
iya paling sebel ama orang2 MLM yang udah kayak jadi penganut sekte aja. fanatiknya bukan main. ampun dah kalo ketemu ayng begini.
belum lagi yang suka pake bohong2. bilang mau ketemuan lah atau apa lah, eh ujung2nya mlm. males banget…
oknum2 begini yang justru menjatuhkan citra mlm sendiri dan bikin orang jadi antipati denger mlm.
Tuti :

Hahaha … bener banget, Man
Aku juga pernah, kenalan dengan seseorang di sebuah seminar, lalu terus kontak dan komunikasi intensif. Suatu saat dia bilang mau ke Yogya (dia tinggal di Jakarta) dan pengin ketemu aku. Sudah pasti aku antusias, dan menyiapkan berbagai acara untuk dia. Eh, setelah datang, ternyata dia ke Yogya untuk menghadiri seminar MLM, dan meminta aku mengantar kesana-kemari untuk urusan MLM. Aku kesal banget deh. Ngerasa persahabatannya palsu, ngerasa dibohongi, dan ngerasa dimanfaatkan …
saya pernah juga diprospek oleh teman2 yg menjalankan MLM. kadang kok rasanya saya merasa dimanfaatkan ya? maksudnya semacam ada paksaan untuk ikut. ya, betul semacam pemeluk agama yg fanatik lalu berkobar2 dlm berdakwah. aduh, males deh saya.
Tuti :

Hehehe …. sama Kris, aku juga begitu. Pokoknya kalau tahu ada teman atau saudara yang bisnis MLM, aku sebisa mungkin menjauh deh …
Tapi ada juga kok yang nggak sampai jadi ‘pendakwah’ begitu, dan cukup sopan menawarkan bisnisnya
waduh saya pernah kok digempur habis-habisan ma orang MLM pemula, ya gitu deh Bu.. terlalu bersemngat. ampe saya gerah dan saya lampiaskan ke postingan terusan hehe.
saya rasa MLM sepanjang pelakunya enggak terlalu ambisius yo dicoba aja, sebab banyak loh yang sukses dari MLM. tapi yang gagal hehehe (maaf) jauh lebih banyak..
saya mau kok ikutan MLM asal produk yang dijual murah dan meriah, macam kerupuk, terasi, garam dsb.
Jika prinsipnya untuk kesejahteraan.. harusnya nih upline harus bisa memberi modal downline, kan mereka udah kaya tuh
Tuti :
Ya, sebenarnya nggak semua MLM buruk. Nggak semua produk MLM mahal, kayaknya yang mahal-mahal itu adalah produk impor. Juga nggak semua pelaku bisnis MLM nyebelin. Kebetulan saja saya ketemuanya produk yang mahal, dan pelakunya nyebelin …
Kalau produk MLM murah meriah, kayaknya nggak bisa jalan deh, soalnya para pelakunya nggak bisa dapat komisi …
Pernah sobat SMP mengapproach saya, dengan alasan silaturrahim. Langsung saya tembak, mau prospek MLM ya. Langsung ngaku. Kok tahu aja. Lha iya, dosen ekonomi kok mau di”limpek-ke” (apa ya bahasa Indonesianya?). Akhirnya ya cuma ngobrol ngalor ngidul nglepas kangen tanpa diprospek. Saya hanya bilang jika saya tertarik cuma mau beli barangnya aja. Akhirnya nggak kontak lagi sampai sekarang.
Memang ada kelebihan dan kekurangan berjualan dengan skema MLM. Karena berjualan tanpa iklan dan tanpa calo distribusi ya kemampuan menjual menjadi andalan. Bisa diduga, jumlah upline dan downline tidak boleh terlalu banyak. Disarankan untuk buka line sendiri. Tentunya untuk mengurangi biaya komisi linernya.
Mungkin yang bisa kita tiru adalah MLM untuk kebaikan. Seperti yang dicontohkan sebuah film “Pay It Forward”
Tuti :
)
Di”limpek-ke” itu bahasa Indonesianya ‘dikecoh’ mungkin ya Pak? (wah … nggak begitu pas juga
Wah, kayaknya Pak Eko paham banget nih soal skema MLM. Saya belum ‘ngeh’, buka line sendiri maksudnya gimana?
Nah, kalau MLM kebaikan saya setuju Pak, meskipun belum pernah nonton “Pay It Forward” …
hehehehehehheee…mamah ku ikut MLM bun, dan jujur sebenarnya sebel sama yang ngajakin,
tapi mamah beralih kalau produknya bagus,
produk kesehatan gitu Bun,
berhubung mamah paham sama produknya dan menurut Beliau produknya bagus.
dan kami sekeluarga jadi pake produk itu deh.
tapi aku bilang sama mamah; jangan suka maksa kalau jualan. image nya MLM juga kan udah gak enak. mamah sih Alhamdulillah sampai skarang belon ada yang complain soal barang dagangannya.
kak nyari jodoh kali yah bun,
cocok-cocokan..
heheheheheh
sama kek oom enha, aku gak cocok; karena aku ora iso dodolan
Tuti :
Kalo produknya bagus, harganya wajar, dan belinya nggak pake paksaan, oke aja sih Ais …
Sekarang memang banyak banget ditawarkan produk kesehatan dan berbagai suplemen. Aku sendiri jarang mengkonsumsi suplemen, karena kalau kita sudah menjalani pola hidup sehat dengan makanan yang terjaga kalitasnya, gak perlu pakai suplemen. Aku heran, ada produk yang katanya ekstrak dari sayuran. Apa iya serat dalam sayuran bisa diekstrak dalam sebuah kapsul kecil?
Iya deh, semoga bisnis mamah lancar jaya ya …
Kalau Ais nggak nurunin bakat mamah, ya sudah jadi filsuf aja …
Mohon maaf sebelumya bagi rekan-rekan semua.
Saya pelaku bisnis MLM, saya setuju dengan ibu
. Perilaku seperti ini seringkali membuat orang jadi enggan bertemu dengan mereka, dan akhirnya malah membuat hubungan persaudaraan atau persahabatan menjadi terganggu
“…….yang paling -maaf- menyebalkan, orang yang sudah terjangkiti ‘virus’ MLM jadi seperti pemeluk agama baru. Kemana-mana mereka berdakwah tentang MLM, menjejali siapa pun yang ditemuinya untuk mendengarkan doktrin-doktrin MLM, dan mendesak saudara serta teman-temannya untuk memakai produk MLM. Seolah-olah kalau tidak mengikuti MLM mereka sudah menjadi kafir …
ini di karenakan banyak diantara kita terutama warga Indonesia (maaf) yang salah memahami, bahwa bisnis MLM adalah investasi, padahal tidak demikian. dan hal ini tidak lepas dari peranan TOP leader MLM yang mendoktrinkan bahwa ini adalah investasi. PADAHAL 100% bukan.
Pada MLM murni, kesuksesan tergantung dari jumlah penjualan anda dan jumlah jaringan.
Menurut saya harusnya setiap member MLM di beri pendidikan tentang bagaimana cara menjual, dan merekrut jaringan dengan baik, pengetahuan akan produk yang benar, dan inilah yang saya lakukan pada setiap member ./ jaringan saya.
Jadi saya berusaha meluruskan pada semua downline saya bahwa MLM bukan Investasi, ini adalah bisnis penjualan.
Terima kasih
Tuti :
Terimakasih tanggapannya …
Terimakasih juga sudah berbagi
Ndak usah jauh-jauh mbak. Aku juga “terpaksa” krn adikku. Sama dengan mbak aku punya kartu A****. Punya saja
Tapi mana bisa sih aku bisnis? Meskipun katanya Robert Kiyosaki kalau tidak punya usaha sendiri ngga bakal jadi kaya, tapi mungkin memang aku dilahirkan untuk tidak jadi kaya ya? Yang penting bisa makan. Udah gitu ketemu suami juga sama-sama tidak bisa mengembangkan duit hihihi. Payah deh. Pengen minjem katanya Mas NH, aku juga ngga bisa “Dodolan” dan tidak suka makan dodol
EM
Tuti :
Kartu Am**y itu kan cuma berlaku setahun Mbak, apakah kartu Mbak Imel diperpanjang terus? Kalau kita punya kartu dan memakai produknya (meskipun hanya untuk dikonsumsi sendiri, kita tidak menjual), memang lumayan sih, bisa dapat harga lebih murah
Hidup memang nggak harus kaya kok Mbak, yang penting bahagia (dan nggak pernah kekurangan uang … hihihi
). Maksud saya, cukup untuk hidup, nggak usah berlebih-lebihan sampai duitnya bertumpuk-tumpuk dan njamur
Hehe … sama Mbak, saya juga nggak suka dodol (maap buat pembuat dan penjual dodol *menjura* )
Aku pernah ikutan berbagai MLM kadang-kadang karena ngga enak tadi yg nawarin keluarga sahabat, tapi buntut-buntutnya aku pake sendiri, nawarin ke orang letoy getho ngga gencar kayak orang-orang, ngga enak hati juga maksa2 ya udah akhirnya aku pikir ngga bakat jualan kayaknya,
Tuti :

Ternyata memang banyak ‘korban-korban tak enak hati’ ini …
Herannya, kok mereka -yang bikin tak enak hati- enak saja ya …
dulu pernah ikut, tapi memang malas merayu ya udah ditinggal aja
Tuti :
Mbak Monda cocoknya dirayu, bukan merayu
ahhh saya ketinggalan berita nih, padahal saya juga mau sharing hehehe topiknya HOT nih xixixi
saya pernah punya pengalaman ikut MLM, ga tanggung2 investnya berjut2, ikut gara2 temen tuh, setelah yang 1 gagal, eh kali ke2 dia datang, kok ya saya masih mau aja
emang bahaya deh klo masih single pegang duit, penasaran aja bawaannya *eh ada hubungannya ga sih? xixixi* tapi setelah yang ke-2 itu gagal juga, dan ketika kali lain si teman ngebujukin saya lagi, maka jawab saya : “makasi ya, tapi plis deh, gw kan bukan keledai yang mesti terperosok di lubang yang sama sampe 3x????” Dia masih nyoba terus sampai akhirnya saya bilang : “lu milih tetep temenan sama gw atau bubar jalan gara2 gw males dengerin ocehan lu soal MLM?” Ya udah, sejak itu kami tak pernah bersua lagi sampai hari ini.
Manusia ‘kan ada khilafnya hehehe … khilaf mengiyakan bujukan teman
Buat saya tidak apa2, daripada saya nanti terkecoh lagi
So, sampai hari ini siapapun yang ngajakin ikut MLM, pasti saya jawab dengan senyum yang lebar saja. Jika masih belum ngerti juga … yahhhh …. tau deh tar gimana hehehe
Tuti :
. Jadinya putus ya persahabatan dengan teman itu? Sayang juga ya
. Maksudku, sayang sekali ada orang rela mengorbankan persahabatan demi bisnisnya …
Wah … sampai investasi berjuta-juta ya niQ? *melongo*
Untung akhirnya tobat, dan nggak sampai terbujuk untuk yang ke tiga kalinya
Awas … awas … jangan ada yang nawarin MLM ke niQue lagi ya. Bisa di ***** (isi sendiri sesuai keinginan anda
)
Salam
Maaf baru blogging lagi
Dah beli novel Sahaja Cinta kan? (iklan hehe)
Bisnis MLM bagaimana strategi da kesungguhan kita. Dulu saya pernah tapi akhirya berhenti
Tuti :
Wah … saya juga minta maaf sudah lama belum sempat blogging …
Belum beli novelnya Aa’, lagi mau pesen nih
Iya A’, apapun yang kita kerjakan, kesuksesan tergantung pada kesungguhan dan keuletan kita. Lah, kenapa Aa’ berhenti menjalankan bisnis MLM?
hehehe….saya pernah jadi member bbrp produk mbak spt Tupperware krn saya suka produknya…tapi buat pakai sendiri, terus sekarang pakai produk melilea…yach semua awal ditawrin teman atau saudara….sama seperti produk asuransi….semua krn teman atau saudara….Tapi hanya sebatas jadi member dan jadi konsumen saja.
Paling kalau ada teman lain yang mau ikutan beli produk atas nama saya mereka ikut nikmati harga special membernya.
Kalau merekrut anggota lainnya…wah kayaknya repot dan saya masih malas….hahahaha….
Yach begitu mbak sharingnya. Benar semua sistem marketting pasti ada sisi baik & buruknya. Tergantung pintar2 kita yang jadi konsumen….pilihan tetap ada pada kita.
Btw…saya juga pernah pakai produk yang disebutkan mbak Tuti diatas….duh…rasanya setiap kali beli bbrp produknya kok rasanya dompetnya bocor…..hahahaha…..
Mbak Tuti :
Met ultah yach mbak “10 05″….Semoga senantiasa sehat, sukses, bahagia, dan selalu dlm lindungan NYA. Amien…
Peluk cium paling special buat mbak Tuti….muuuuuuaaaaahhhh
Best regard,
Bintang
Tuti :
Hehehe … betul Mbak, bisnis MLM dan bisnis asuransi itu kayaknya se-saudara. Konsumennya biasanya saudara dan teman-teman dekat, banyak karena nggak enak dan nggak bisa menolak
Memang produk-produk MLM yang saya sebutkan itu mahal, karena produk impor. Saya hanya membeli satu jenis suplemen saja, sekedar membeli karena nggak enak sama teman yang menawari
. Kalau produk lain, memang ada sih yang harganya nggak terlalu mahal …
Terimakasih ucapan selamat ultahnya Mbak. Selamat ultah buat Mbak Linda juga yaa …. Peluk cium paling spesial juga buat Mbak Linda
salam hangat,
“….apakah sistem tersebut cocok dengan karakter, potensi, dan cara hidup yang kita inginkan … ”
Sepertinya enggak, Mbak.
Tuti :
Samalah kita, Dewi
Memang jenis bisnis ini cocok untuk orang lain, dan mereka bisa sukses juga …
pada dasarnya ane ga suka ikutan bisnis berbau MLM, karena pada pengalaman ane sebelumnya saat mengikuti MLM itu ga pernah memperolah keuntungan tetapi selalu harus berkorban terlebih dahulu dengan janji-janji yang muluk-muluk tapi kenyataannya yang kita peroleh dan hadapi berbeda dari semua hal yang telah dijanjikan. bukan maksud ane menghasut rekan-rekan untuk tidak berbisnis MLm tetapi ane hanya membagikan pengalaman ane kepada rekan-rekan semuanya. salam kenal, sis.
Tuti ;
Wah … punya pengalaman buruk dengan bisnis MLM ya? Semoga jangan terjadi lagi …
aku sering Mbak ditawari utk jadi downliner dr bisnis MLM ini,
tapi kok ya dasarnya aku gak tertarik dan terlebih lagi tau banget , kalau aku ya gak bakat utk ngejalanin bisnis seperti ini.
pada dasarnya kalau kita tau potensi kita dimana, akan baik jadinya dlm melakukan sesuatu dan tentunya menghasilkan tdk hanya uang namun juga kebaikan itu sendiri.
salam
Tuti :

Iya Bunda Lily, kayaknya kita sama, tidak berbakat di bisnis MLM
Saya setuju, pada dasarnya kita harus tahu potensi kita ada di mana, sehingga bisa sukses di bidang tersebut …
salam Bunda
Saya pernah juga bu ikutan ber-MLM ria, tapi memang tidak sesuai dengan karakter jadi ya saya tinggalkan saja, malah lebih suka ‘ngelapak’ atau berjualan dengan cara-cara konvensional hehehe..
Tuti :
Hmm … Orin suka ngelapaknya di mana ya? Mau datang ah …
11 079 kali Bisnis air minum isi ulang merupakan yang tetap bisa survive di masa yang akan datang. Walaupun bisnis air minum isi ulang ini belakangan cukup menjamur namun Anda tidak boleh patah semangat untuk menekuninya sebab semua orang butuh air baik untuk minum ataupun keperluan kebutuhan yang lainnya. Menekuni bisnis ini tidaklah terlalu sulit pengelolaannya dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas namun harus berada pada tempat yang benar-benar strategis.
Tuti :
Silahkan saja bagi yang berminat …
BU…aduhhhbinun saya bacanya,maunya apa tho…kok negthink gtu…nyatanya banyak bnget yg sukses gila2an di MLM,itu tandanya mereka adalah org yg pnya kelebihan diatas rata2,lebih semangat,lebih kerja keras,lebih berempati,lebih bersosialisasi….jujur saya malah pengen kaya mereka yg sukses…
Tuti :
. Saya tidak menyangkal banyak juga yang sukses. Tentunya mereka adalah orang-orang yang karakternya memang cocok dengan bisnis MLM. Tapi orang yang memiliki kelebihan di atas rata-rata, yang lebih semangat, lebih kerja keras, lebih berempati, lebih bersosialisasi, tidak selalu harus sukses di bisnis MLM kan? Bisa saja (bahkan sangat bisa) mereka sukses di bidang yang lain. Jadi, bukan berarti orang yang sukses di bisnis MLM itu lebih baik dari orang yang sukses di bidang lain. Tentu, ukuran sukses bukan hanya jumlah uang yang bisa dikumpulkan ya …
Hehehe … ma’aaaap
Habis yang saya temui ya begitu sih
saya pernah ikut, gara2 penasaran, katanya bisa dilakukan sambil online Bu, dan katanya MLMnya tidak seperti yang ibu gambarkan diatas, pulsa dan kosmetik, dan karena bisa dipakai untuk sendiri, dan berkenalan dengan blog karena itu juga
sekarang memilih berhenti, karena ternyata saya sepertinya memang ga jodoh dengan MLM
Tuti :
Memang tidak semua MLM seperti yang saya jumpai, Salma. Mungkin nasib saya saja yang kurang beruntung, ketemunya kok dengan bisnis MLM yang nyebelin gitu …
Loh, tahunya nggak jodoh sama MLM gimana?
Ikut komen ah sekali2, karena tulisannya mengena sekali dihatiku. Bener banget bu tuti, saya jg punya cara pandang yg kurang lebih sama dg bu tuti mengenai MLM. Banyak MLM yg suka lebai, jadi merusak hubungan teman/saudara krn terkesan suka maksa.com
Saya pernah ditawarin temen ikutan (karena nggak tau kalo MLM), sampe ikutan seminar/presentasinya skali, begitu tau kalo MLM langsung kaburrrr…hahaha…
Tuti :
Terimakasih Mas Hery, akhirnya ikut komen. Jangan cuma sekali-sekali, sering kali juga boleh kok
Wah, MLM kok jadi kayak hantu ya, bikin orang kabur ketakutan … hehehe
Saya pernah ikutan MLM dulu… tapi saya nggak sreg karena selalu “didoktrin” dengan kata-kata yang muluk2… saya ikut karena saya pakai produknya aja. Setiap kali saya membeli produk MLM ini, upliner saya datang nganterin barang yang saya pesan. Setiap kali datang selalu deh dia nawarin event motivasi dan selebrasi bagi yang yang mencapai target/level tertentu (misal manager silver, gold atau platinum)
Saya jadi mikir, kalau saya cari downliner, berarti saya juga harus mau “melayani” mengantar barang pesanan downliner saya ke manapun dong… belum lagi kalau mau tutup point kan harus ngitung-ngitung dengan sistem yang saya nggak pernah bisa paham ( dasar otak saya lemot dan nggak bakat dodolan…
)
Untuk mengantar barang pesanan dan hadir di counter MLM setiap tanggal tutup point, itu kan waktu yang nggak main-main, mengingat saya dulu mengajar di sekolah yang full dari jam 7 sampai jam 3sore..
Puji Tuhan saya akhirnya pindah ke luar Jawa, jadi ada alasan utk mundur tanpa harus ada rasa nggak enak hati lagi… awalnya kan juga karena nggak enak hati gabung di MLM ini…
Ada lagi temen yang gettoooollll banget ngajakin ketemuan, ternyata cuma mau nawarin MLM… waaahhh… saya langsung sebel… saya nggak suka membisniskan pertemanan begitu.. apalagi teman saya ini pernah beberapa kali kurang point-nya dari target minimal.
Dia jadi ngejar2 saya supaya saya beli barangnya dan tertutuplah kekurangan point-nya.. saya kok jadi merasa dimanfaatkan banget ya… terpaksa saya nggak bales SMS-nya waktu itu, dan bohong saya lagi nggak di rumah…
Lama-lama dia sadar kalau saya nggak tertarik MLM ini…
wah… komen saya kepanjangan ya Bu…
Tuti :
Wah … ternyata perasaan kita sama persis ya Nana. Saya juga kesal banget ketika merasa ada orang yang menjalin persahabatan dengan saya dengan ‘maksud tersembunyi’, yaitu ingin menambah barisan down line-nya. Persis! Rasanya seperti dimanfaatkan, seperti dibohongi …
Komen panjang nggak papa kok, Nana. Saya malah senang, karena kalau orang menulis komen panjang, berarti dia betul-betul menaruh perhatian pada posting yang dibacanya, bukan sekedar basa-basi balas berkunjung …
saya juga TIDAK sreg dengan bisnis MLM
alasannya mungkin sama dengan tulisan ibu
Tuti :
Wah, banyak juga yang memiliki alasan sama untuk ke’kurang sreg’an terhadap bisnis MLM ini. Kita bikin club aja yuuk ….
Saat baru kena PHK dari tempat kerja juga sempat diprospek untuk ikut bisnis MLM. Tapi dasar tidak minat ya akhirnya ya gagal total. Akhirnya cari hidup dengan menjadi penulis lepas.
Nulis apa saja, yang penting bisa dijadikan uang. Ternyata malah bisa jadi jalan rezeki. Paling tidak bisa untuk sekadar hidup he..he.
Tuti :
Wah, bagus sekali mas Hamid. Menulis adalah pekerjaan kreatif dan intelektual, yang tidak semua orang bisa melakukannya. Selamat berkarya dan semakin sukses ya
Sis,
Aku termasuk yang pernah beli starter KIT MLM dan gagal, karena memang hatiku tak sepenuhnya hadir disitu. Sebetulnya kalau kita niat memang bisa, tapi setelah kurenungkan, bisnis MLM itu lebih banyak diarahkan mencari downline daripada bicara soal produk yang dijual.
Intinya untuk survive kita harus mencari ‘mangsa’ yang akan dijadikan sebagai downline yang nantinya melanggengkan si upline. Ini yang aku gak tega…
Belakangan ada yang memancingku dengan bisnis iklan via google, yang katanya bisa memberikan penghasilan luar biasa tapi pelan-pelan he he (piye jal).
Wis yo, tutuge suk Kemis…
W
Tuti :
Hai Bro …
Wah, tumben mampir nduk blogku. Jan, njanur gunung tenan
Yo kuwilah, aku juga berpikir begitu. Ada semacam ‘pengeksploitasian’ dari upline terhadap downline. Tapi sebenarnya upline pun tetap harus bekerja keras ‘ngopyak-opyak’ downlinenya agar terus bergerak. Sebab kalau downline tidak bergerak, upline juga tidak dapat apa-apa …
Aku juga pernah dengar tentang bisnis iklan lewat google itu. Tapi bukan semacam MLM, melainkan fee berdasarkan kunjungan ke web/blog kita. Luar biasa nek cepet malah dadi luar binasa Bro … hehehe …
Tutuge Kemis Paing opo Kemis Kliwon?
T
wah baru aja semalem saya didatangin temen lama, silaturahmi sekalian nawarin gabung sama bisnis oriflamenya..hehe…
berhubung saya ga bakat dagang dan berbisnis..mau diimingi2n kyak gmna jg dah ga tertarik bu..hehe
Tuti :
. Bakatnya belanja, bukan menjual … hehehe …
Wah … Intan ternyata sealiran dengan aku …
banyak bisnis di dunia..
di amerika banyak pebisnis yang sukses, karena bisnis multi level..
dan kebanyakan dari mereka adalah wanita..
saya seorang member di bisnis jaringan BKB Syariah..
ini bisnis jaringan pertama, dan satu-satunya di Indonesia yang punya sertifikat Syariah langsung dari Ketua MUI, yaitu Amin Ma’ruf..
sedangkan saya sendiri beragama kristen, pemilik perusahaan ini beragama budha.. (maaf kalau sampai bawa agama, tidak bermaksud rasis)..
banyak bisnis menjanjikan kita punya penghasilan besar..
tapi, banyak yang gagal..
gak tau faktornya apa..
tapi, saya baru pertama masuk bisnis jaringan seperti ini.. setelah banyak bisnis MLM silih ganti menawarkan saya..
dan logika saya terbuka oleh bisnis ini..
3 alasan saya pilih bisnis ini, bukan hanya karena syariah tapi :
1. dengan produknya, saya dan keluarga semua sehat.
2. saya bekerja dengan senang hati, karena saya banyak bantu orang sembuh dari sakit, dan saya beri lapangan pekerjaan bagi mereka yang tertarik di bisnis ini.
3. dan saya beri lapangan pekerjaan bagi mereka yang tertarik di bisnis ini.
siapapun bisa punya penghasilan besar, siapapun punya kesempatan untuk sukses..
tinggal persepsi masing2 sukses seperti apa.?
di bisnis ini, downline bisa punya penghasilan besar dari upline..
karena ini sistem syariah..
banyak kelebihan dari bisnis syariah ini..
bukan promosi, tapi bagi yang tertarik..
hubungi saya di 0856-1200 248.. (Januar Parulian)
untuk testimoni tentang produk bisa buka di http://www.xamthone.com
terima kasih sebelumnya untuk para pembaca.. terutama untuk ibu Tuti Nonka..
salam..
Tuti :
Terimakasih infonya …
Sangat bagus sebagai penyeimbang tulisan ini
Lain cerita di PT.MELIA NATURE INDONESIA.
jadi member cuma 30.000.rupiah, beli produk cuma sekali tinggal sponsori yang lain untuk memahami khasiat produk dan terjadi duplikasi .
6 bulan bisa cicil mobil daihatsu sirion,kerja cuma membawa teman ke pertemuan duduk dan denganrkan informasi,ok gabung gak oke ga apa-apa,jangan banyak cerita diluar pertemuan,…thanks for sharing.021-97866566.
Tuti :
Terimakasih informasinya
Silahkan bagi yang berminat …
wah …. semua tulisan diatas seakan memojokan saudara-teman kita yg sudah terjun ke dunia mlm,…mungkin semua yg merasa jengah dengan mlm itu karena tdk punya pendirian.. kok bisa2 nya sampai mau dipaksa, so padalah mlm tidak bersipat memaksa…. sedkit pembelaan untuk mlm (mlm yg sdh mendapat legalitas syariah=produk bermanfaat sekali/banyak yg sudah merasakan, harga terjangkau/sebanding dg khasiatnya. terus berjuang teman2 mlm .. jangan hiraukan cemooh dari yg sedikit tdk suka akan kehadiran mu… saya bertanya kepada anda … adakah suatu perusahaa konfensional yg benar2 … saya ambil 80% lah punya ambisi untuk kesejahteraan karyawannya… ada nggak (khusus swasta) …. lihat dong di tv…. banyak demo sana sini dari teman buruh kita.. karena ketidak adilan manegement perusahaannya … jangan hanya bisa menilai hanya dari satu sisi saja ….
Salam..
siapapun orangnya akan punya pendapat masing2, dan itu di beri kebebasan.. ada yg pro dan pasti ada yg kontra.. semua berujung mempertahankan pendapat masing2 dengan segala macam argumentasi.. bagi yg menjalani bisnis MLM silahkan jalani bisnis anda sampai kesuksesan yg di doktrinkan oleh upline anda terwujud.. dan bagi yg tidak menjalani juga sah-sah saja dengan argumen mereka, nah bagaimana jika terjadi hal perdebatan seperti ini? bagi pebisnish MLM pasti sudah tau jawabannya kan? ga perlu dijelaskan lagi deh motivasi yg diberikan para motivatornya.. semua sudah ada jawabannya jika terjadi penolakan, cemooh dan tudingan.. semua pasti ada resikonya.. sedangkan bagi pebisnis yg bukan mlm akan punya pendapat juga.. krn mereka tidak di doktrin oleh motivator di luar dari diri mereka sendiri maka mereka menjalani apa yg menurut mereka baik.. krn setiap orang mempunyai pendapat masing2 terhadap yg namanya kesuksesan.. satu lagi menurut pendapat saya.. menikmati apa yg kita dapatkan hari ini walau sedikit justru lebih baik dari apa yg akan kita dapatkan di kemudian hari walaupun hasilnya besar.. krn apa? waktu sangat berharga.. siapa yg dapat menjamin esok kita masih diberikan umur panjang.. trima kasih
saya juga pengalaman sama bisnis model ini sedari SMA
… singkat kata, ini memang bisnis yang tidak semua orang cocok jika menjalaninya
bahkan oom saya yang dosen berpengaruh besar seklaipun bisa kalah sama supir angkot di CNI (buka-bukaan aja
) … kalau emang enggak punya motivasi untuk menjalankannya atau pengen kaya mendadak mending jangan ikutan deh, bisa stress, karena mulut berbusa, downline engga ada
Tuti :
Hehehe … memang setiap orang punya bakat masing-masing ya. Ada yang berbakat marketing, ada yang berbakat teaching, ada yang berbakat driving, ada juga yang berbakat macem-macem
Banyak khayalan , akan berbuah banyak kekecewaan ….
Perlu semangat dan motivasi yang sangat kuat bahkan lebih dari itu
Tidak cocok dengan saya, yang leblih memilih cara lain berusaha
saya heran ibu dibayar berapa supaya jelek2in MLM ahaha.
Semua lapangan pekerjaan ada baik buruknya kok, Bahkan rumah sakit yg isinya dokter aja bisa jadi mata duitan “ngegiring” orang supaya di dirawat.
Ibu ini gayanya muslimah, tapi mulutnya provokator banget.
MLM masih lebih bermartabat daripada isi blog Anda yg ngejelek2in doang.
Knapa bu kok kayaknya dendam banget sama MLM ahaha..
Btw MLM lebih bermartabat daripada jadi PNS yg makanin duit rakyat alias koruptor. Kalau banyak orang merasa ketipu atau gagal, itu kan emang karena gak pinter aja milih MLMnya.
Yang jelas MLM gak pake uang rakyat bu ehehe..
Harusnya sebagai muslimah anda bikin artikel yg bijak dikit dong..
Sepertinya Bu Tuti bukannya bermaksud menjelek-jelekkan tapi bercerita kenyataan yg dia alami, bahwa dia secara pribadi tidak cocok dan sepertinya banyak juga dari kita yg mengalami hal serupa. Di akhir artikel pun disebutkan kok, kalau yg namanya bisnis (sistem) ya pasti ada baik dan buruknya. Tersinggung ya Mbak disinggung yg buruk-buruknya? Terima kenyataan aja deh…Hehe…
tersinggung. jelaslah. kenapa gak sebutin sekalian semua keburukan pekerjaan lain mba. aku gak rspect aja sama artikel ini. yg isinya cuma curhatan pengalaman buruk anda aja. karena saya sendiri gak ngerasain yg jelek2nya tuh Alhamdulillah. Tanggung jawab dikit gitu lo kalo bikin artikel.. jangan cuma pendapat pribadi. ilmiah dikitt… intelek dikit. kan kita sama2 orang terpelajar.. emang kerjaan mba gak ada celanya ya? ahaha
saya ini orang grafis bukan mlm mba, cuma berkomentar yg pake otak dikit aja, gak pake perasaan ahaha semua pekerjaan ada sisi gelap.
cuma orang2 yg py pengalaman buruk dan gak bijak yg jelek2in kayak gini.
gak menunjukkan tampilan muslimah anda.. ehehehe
[...] Tau2 ketemu link ini pas lagi brosing cari gambar. >>KLIK<< [...]
Sah-sah saja kok berpendapat/berargumen beda, apalagi urusan pilihan bidang usaha, ini kritik membangun lho.
Pantesan tersinggung, ternyata mlm jg tho…
Jangan juga mengkaitkan jilbab & agama dengan hal yang beginian karena agama adalah privacy. Kata-kata Anda semakin tidak mencerminkan intelektualitas Anda…hati-hati ‘senjata makan tuan’!
hahaha.. tersinggung mas? gagal mlm juga? gagal jadi orang pinter? yg bilang saya pinter siapa? saya cuma bilang kenyataan aja kalau saya emang kerja di perusahaan yg bonafide kan? ada yg salah.
saya gak jelek2in. saya cuma berkata netral dan ilmiah toh.. gak pake perasaan. kita ngomongin mutu kan? ehehehe
ahahah skarang yg tersinggung siapa mas hery?
saya bicara kenyataan kalau saya kerja di perusahaan yg bonafide.
coba baca ulang komen saya, saya bilang harus pinter2 milih perusahaan, dan harus pinter2 ninggiin mutu kan?
apakah saya menjelek2an. ini lebih ilmiah ketimbang ngejelek2in perusahaannya atau menggemborkan2 sisi buruknya.
saya menilai blog dari sisi grafis dan sebagai orang majalah bisa liat bahasanya bermutu apa gak. kita ngomongin kompetensi ya.
saya gak bilang mlm bagus atau jelek, carilah mlm yg bonafide, jangan jelek2in, saya ini di oriflame, dan pengalaman ibu tuti di amway atau cni yg buruk dia tuangin disini sampe gambar2 produknya di jabarin gamblang.
ada kode etik dalam menyampaikan keburukan sebuah perusahaan.
apalagi kalau kita belum pernah mencoba, cuma ngandelin curhatan orang2 yg gagal ehehehe..
maaf ya mas, beda pendapat hayo, tapi pake etika..
kalau saya nyinggung tampilan muslimah, ya wajar toh, saya gak liat esensi muslimah dari artikel ini.. apa dong kalo bukan esensi sebagai muslim daris emua kata2, tingkah laku dan pikiran kita? bertanggung jawab kan? ehehehe…
mba, eh mas hery terima kenyataan? kenyataan saya bagus bagus aja tuh ahaha sori yaaa saya malah kasian ama orang2 yg gagal di mlm… yg gagal dan gak berjiwa besar emang bisanya nyalah2in hihihihi.. gak mau koreksi diri.. seleksi alam mas. yg unggul yg sukses.
gitu juga dikerjaan lain kan? ehehee kalo gak unggul jadi kuli aja terus ihihihi dan kalau gak terima kurangnya diri jadi jelek2in deh, curhat deh dimana2, ahaha hafal deh saya orang2 kayak gini.
gak cuma di mlm, kerja dimana aja kalo gagal tipe org kayak gini bekoar2..
makanya cari mlm yg bener gituu, sama juga kayak cari kerja cari perusahaan yg bener.. mau kerja apa aja cari perusahaannya yg bonafide, jangan perusahaan abal2… jgn nyalahin perusahaannya, tapi tingkatkan kualitas dan ilmu anda biar bisa keterima dan sukses di perusahaan yg bonafid.
perluas wawasan anda, biar taunya bukan perusahaan abal2 aja ehehe
btw saya ini praktisi desainer grafis, kerja di perusahaan majalah no 1 di indonesia. saya juga praktisi mlm yg gabung di perusahaan mlm no 1 di indonesia.
sekali lagi perluas wawasan anda. liat perusahaan2 yg bonafide, bukan yg abal2..
oke oke …:P
no.1? wah sayang sekali blog Anda tidak mencerminkan kalau Anda designer grafis yang baik. Biasanya yang ngaku2 no.1 itu patut dipertanyakan. Orang pinter biasanya nggak pernah ngaku2 pinter.
Maaf nih Bu Tuti, jadi menuh-menuhin komen nggak penting…hehe
Hebat.. itu yg dapat saya ucapkan terhadap tulisan anda.. saya kagum dengan apa yg anda ucapkan.. cuma sy mau nambahin aja.. setiap manusia punya kemampuan dan kelebihan masing2.. jika merujuk pada seleksi alam yang unggul yg sukses maka kesuksesan seperti apa yg anda maksud..? jika anda merasa anda sebagai prakatisi desainer grafis dan praktisi mlm no 1 di indonesia, apakah anda terganggu sama ocehan seorang blogger yg tidak ada apa2nya dibandingkan sama anda? toh anda sudah sukses dan anda tidak perlu mendengar omongan2 miring dari sebagian orang yg tidak suka terhadap bisnish mlm.. oh ya.. sedikit saya ingin tau.. mungkin anda blm menikah ya..? mudah2an sudah ya.. hehehe krn bisa jadi orang yg dekat sama anda akan anda omongin dan ingetin sperti tutur kata anda yg di atas, mudah2an orang yg hidup bersama anda selalu memberikan yg terbaik buat anda wahai praktisi desainer dan mlm no 1 di indonesia
ini orang pinter atau Keminter ya…?
saya baca tulisan anda kok malah anda ini keliatan Sombong nya ya,bukan Pinternya…
ahahah skarang yg tersinggung siapa mas hery?
saya bicara kenyataan kalau saya kerja di perusahaan yg bonafide.
coba baca ulang komen saya, saya bilang harus pinter2 milih perusahaan, dan harus pinter2 ninggiin mutu kan?
apakah saya menjelek2an. ini lebih ilmiah ketimbang ngejelek2in perusahaannya atau menggemborkan2 sisi buruknya.
saya menilai blog dari sisi grafis dan sebagai orang majalah menilai bahasanya bermutu apa gak. kita ngomongin kompetensi ya.
saya gak bilang mlm bagus atau jelek, carilah mlm yg bonafide, jangan jelek2in, saya ini di oriflame, dan pengalaman ibu tuti di amway atau cni yg buruk dia tuangin disini sampe gambar2 produknya di jabarin gamblang.
ada kode etik dalam menyampaikan keburukan sebuah perusahaan.
apalagi kalau kita belum pernah mencoba, cuma ngandelin curhatan orang2 yg gagal ehehehe..
maaf ya mas, beda pendapat hayo, tapi pake etika..
kalau saya nyinggung tampilan muslimah, ya wajar toh, saya gak liat esensi muslimah dari artikel ini.. apa dong kalo bukan esensi sebagai muslim daris emua kata2, tingkah laku dan pikiran kita? bertanggung jawab kan? ehehehe…
Assalamualaikum..
Saya tadinya orang yg gak pernah mau tau yg namanya MLM, pokoknya anti banget deh….. di mana – mana yg sy tau mereka yg bisnis MLM bangkrut, karena sistem belanja ulang atau yg lebih keren point reward atau tutup point, hahahha….. tapi ketika sy terjebak oleh jebakan teman saya dan sy diajak ke rumah temannya, gak taunya sy tuh di prospek…. Tapi ternyata sistem MLM PT MELIANATURE INDONESIA sangat bagus,… MLM murni…. Akhirnya saya join dan gabung,
kenapa saya gabung?
1. Produknya Dahsyaaattt….( tau propolis gak?)
2. Produknya cuma 2 macam…( gak banyak)
3. Gak di anjurkan untuk berjualan…( emang kita sales heheheh)
4. Gak ada tutup point…( belanja sekali se umur hidup)
5. Gak pake peringkat2an…. (siapa aja bisa jadi leader…)
6. Cukup membina 2 downline saja….( 2 orang aja)
7. Gak ada iming2 atau janji2 yg gak masuk akal…
8. Bonus di bayar harian….( lumayan buat pemula kaya saya)
Coba aja deh…. beneran saya gak bohong……..
kunjungi aja http://www.melianature.com di mbah google
hub sy. 081513693737
tulisannya mengena banget ama yg saya rasain skrg
pertemanan jd rada renggang krn diprospek melulu
klw bisnis melia natur indonesia tu menurut ibu masuk akal g?????krn gara2 tu saya berantem ma saudara kandung yg itu sblmnya blm pernah terjadi pendoktrinan tinggat tinggi,,,,,,,,,,,,
nah, inilah kalau pilih mlm yg tidak syariah, supaya clear : kalau suka ikut aja mlm yg sudah syariah oleh mui dan itu nggak banyak paling cuma ada lima, dan saya salah satu yg mengikuti yg syariah dan nggak ada masalah yg ditakutkan, saya ikut k-link mlm syariah pertama di indonesia insya Allah sukses dunia dan akhirat, amin
Setiap menjalankan bisnis harus ada mentor yang basicnya bisnis. saya adalah IBO Amway. Dan anda sudah tau sejauh mana Amway Berkembang. Dan bagi yang bergabung dengan Amway hubungi saya di no 087862413894 ATAU EMAIL : priyantoandika@ymail.com tau Facebook : andika property.
Bergabunglah bersama saya, karena mentor saya adalah para direktur, terutama Pak Kadek Marleno tangan Kanan Ong Beng Seng Perusahaan Devloper dan Properti yang sudah punya Nama di Benua Asia(salah satunya Projectnya di Indonesia Hotel Four Seasons di bali) dan Direktur Baliarum (Perusahan Devloper)anak perusahaan Tunas Jaya YANG terbesar di BALI.
Jangan sungkan – sungkan marilah kita pilih Perusahaan yang sudah lama berkembang dan maju dan Mempunyai Mentor – MENTOR yang Hebat
weleh..weleh…,mohon maaf numpang komen.
Kok saya amati hampir 99% peserta rubrik ini alergi MLM ya tapi kok kayak2nya juga gak pernah ikut MLM…hhhh kok bisa komen..?
Maaf sebelumnya..saya juga bukan peserta MLM tapi saya hanya ingin berbagi informasi saja. MLM itu adalah suatu system bukan alat untuk meraih kesuksesan..so..jika ada peserta MLM yg gagal bukan berarti system nya yg salah.
Syarat mutlak untuk meraih sukses finansial ya harus BEKERJA & Berdoa
Untuk menjalankan suatu usaha jng lupa cek PRODUK bagus / tidak, layak jual / tidak, banyak peminat tidak. demikian juga SYSTEM nya baik / tidak, memberatkan / tidak
Kalo menurut anda PRODUK & SYSTEM gak cocok ya jangan dijalankan baik MLM maupun KONVENSIONAL, itu namanya bunuh diri
Coba di Logikan..
Kita sholat seumur hidup….apa ada yg menjamin masuk syurga
Kita makan sekenyang – kenyangnya apa ada yg menjamin besok tidak lapar
Demikian juga dng MLM bukan alat yg bisa menjamin kita bisa KAYA RAYA
Sekali lagi mohon maaf..ini hanya sekedar meluruskan pandangan saja tentang MLM agar tidak terjadi pembodohan nasional, karena banyak yg bilang MLM gak baik tapi 90% hanya latah saja bukan peserta
semoga bermanfaat
Odap= program get member, intinya gitu
Apa kabar bu Tuti…maaf numpang shearing bu…mudah2an bermanfaat & menambah kedewasaan kita2 dsalam bersikap
Sebenarnya dalam bisnis ONLINE maupun OFFLINE yg penting JUJUR. Sedangkan system ada 1001 macam yg bisa diterapkan dalam bisnis salah satunya MLM. Yg bikin saya terharu kenapa banyak banget Blog / forum2 yg memperdebatkan dengan sengit tentang MLM. Sebagaimana PISAU…tergantung siapa yg pegang..? Jika orang baik yg pegang pasti bermanfaat TAPI jika penjahat saya yakin 999% pasti bisa merugikan orang lain. Sama halnya dng MLM…yg menjalankan khan orang jd kalo g bener ya jng salahkan systemnya donk. Apa yg ditawarkan system MLM adalah 1000% benar dan masuk akal krn bisa dihitung detail, yg jadi masalah apakah orang yg mengaplikasikan system ini punya kemampuan..?! Yg WAJIB dipahami adalah ketika kita jalankan suatu bentuk usaha MLM kita harus paham bener dng ilmu MARKETING krn pada dasarnya kita hrs berjualan.
Kenapa orang enggan jd MARKETING..? krn tingkat kesulitannya memang lebih tinggi dibandingkan dng PRODUKSI.
Jika anda berusaha di bidang PRODUKSI kendala utama hanya di MODAL, kenap…? Contoh: jika anda ingin produksi tempe / tahu..,tinggal ke toko buku gramedia banyak dijual buku tentang cara membuat tempe / tahu. Yang SULIT..bagaimana cara memasarkan tempe / tahu anda..,bukan begitu..?
Sementara cukup sekian dulu komentar saya semoga bermanfaat dan yg penting marilah kita menghormati apapun pilihan orang lain meskipun tidak cocok buat kita. Mungkin mereka lebih baik drpd kita karena mrk masih berusaha untuk mengejar impian
INGAT: Peradaban ini ada diawali oleh sebuah impian
Kita tidak akan bisa menikmati terangnya cahaya lampu JIKA Thomas Alfa Edison tidak bermimpi untuk menciptakan suatu lampu pijar
Salam sukses
MLM gak banget daaah