Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Intermeso’ Category

Rasanya bisnis Multi Level Marketing (MLM) bukan hal baru bagi kita. Sebagian di antara kita mungkin bahkan pernah menjalankannya. Ada yang sukses (selamat ya … :) ), tapi pasti banyak pula yang gagal (gak apa-apa, kegagalan adalah sukses yang tertunda, bukan? :) ).

Saya sendiri pernah berkali-kali ditawari bisnis MLM (antara lain Am**y, C*I, tapi belum pernah menjalankannya. Paling-paling menjadi konsumen beberapa produk tersebut, itupun karena nggak enak kepada kenalan atau saudara yang menawarkannya (dengan sedikit memaksa ;) ).

Kenapa saya kurang tertarik pada bisnis MLM?

Pertama, harga produk MLM biasanya ajubile mahalnya, bisa tiga-empat kali lipat dari produk sejenis yang dijual bebas di pasar. Mereka selalu mengatakan bahwa produk mereka luar biasa bagus, jauh lebih bagus dari semua produk yang sudah ada. Tapi siapa yang pernah menguji ke’luarbiasa’an produk tersebut? Saya kok lebih percaya pada produk perusahaan multinasional atau perusahaan nasional (misalnya Uni***er, Ind***od, dll.) yang sudah teruji di pasar selama puluhan tahun, sebab produk yang mampu bertahan lama di pasar bebas tentunya sudah teruji oleh masyarakat. Dan yang jelas, harganya lebih rasional … :)


Beberapa produk MLM (gambar dipinjam dari sini)


(lebih…)

Read Full Post »

Malming Date

Begitu mendapatkan vonis bahwa penyelesaian studi saya mundur setahun, saya menghela nafas panjang, merentangkan lengan, dan meluruskan punggung. Istirahat dulu. Santai dulu. Refreshing dulu … :D

Agar bisa konsentrasi merampungkan studi, saya menghentikan semua aktivitas ‘ekskul’ sejak setahun yang lalu. Latihan dancing adalah yang terakhir saya stop, sekitar delapan bulan yang lalu. Dan ‘manfaat’nya segera terlihat : berat badan naik tiga kilo …. huwaaa :( . Maka begitu tahu deadline sudah lewat, saya langsung mencari sepatu dansa dari tumpukan kotak sepatu. Kebetulan seminggu lagi akan ada gathering seluruh anggota sanggar, sehingga saya buru-buru menelpon trainer saya untuk membuat jadwal latihan. Delapan bulan tidak latihan membuat saya perlu menyegarkan kembali ingatan saya akan koreografi-koreografi yang pernah saya pelajari.

Saya ingat pada teman-teman bloger yang baru saja kopdar dengan saya. Ehm … kayaknya bagus juga mengajak mereka untuk datang rame-rame ke acara gathering. Siapa tahu ada yang tertarik untuk ikut belajar chacha, salsa, rumba, jive, waltz, dan lain-lain. Maka sayapun mengontak kelima ‘anak’ saya (habis semua panggil saya Bunda, jadi mereka anak-anak saya kan? :) ). Anna tidak bisa ikut karena akan bertugas ke luar kota. Ais baru mudik ke Jakarta (padahal – katanya – dia pengin sekali belajar dancing). Titik mudik ke Purworejo untuk sebuah keperluan pribadi yang berkaitan dengan penampilan (apa itu? ehm, rahasia … :) ). Ari pengen banget pergi, tapi nggak punya kendaraan, gagal pula cari tebengan (dan pacarnya, para sopir bus, tidak beroperasi sampai malam). Mida tertarik, tapi agak ragu-ragu, khawatir acaranya pesta dansa-dansi yang ‘gimana’ gituh (ya’elah … mosok gak percaya sih sama aku :-o).

Agar Ari tidak nangis di pojokan karena tidak bisa ikut, saya minta dia nyamperin saya dan pergi bareng-bareng (wah … jingkrak-jingkraklah dia :D ). Mida pun sukses saya yakinkan bahwa acaranya aman, tamunya sopan-sopan dan saya jamin tidak ada yang bakal mencubit pipinya … :D . Ditambah Aan, keponakan saya, Malam Minggu kemarin berempat kami ber’malming date’ di Pandan Garden Resto, tempat acara dilaksanakan.

Ari Tomboy, Mida Geulis, dan Si Emak (Mida curang ah, sembunyi di belakang biar kelihatan kecil … :D )


(lebih…)

Read Full Post »

Arti Sebuah Nama

Apa arti sebuah nama? Itu kata William Shakespeare, sastrawan Inggris dalam dramanya yang sangat terkenal, “Romeo & Juliet”. Tepatnya, kalimat yang diucapkan oleh Juliet adalah “What’s in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet”.

Shakespeare dilahirkan di Inggris pada 26 April 1564, dan telah menulis banyak drama yang sangat terkenal dan masih dimainkan hingga sekarang, seperti Hamlet, Macbeth, King Lear, dan banyak lainnya. Romeo & Juliet adalah karya awalnya, ketika dia masih muda. Tidak heran, drama ini menceritakan kisah cinta yang sangat romantis dan legendaris. Bahkan sampai sekarang, Romeo dan Juliet masih dipakai sebagai ikon pasangan yang saling mencintai. Saya punya tiga lukisan indah yang menggambarkan salah satu scene drama Romeo & Juliet, tapi ketiga-tiganya menggambarkan pasangan itu dalam adegan kissing, dan saya malu memasang gambar seperti itu di TV, maka saya tampilkan gambar cover bukunya saja ya … :P


Cover buku Romeo & Juliet terbitan tahun 1599 (foto dipinjam dari sini)

 

Ehm …. tapi kayaknya bakal pada penasaran kalau nggak ada gambar Romeo dan Juliet ya, jadi saya blusukan di pasar klithikan, dan berhasil menemukan gambar-gambar ini. Tapi teuteup, gambar yang lolos sensor :D


Romeo & Juliet modern, diperankan oleh Leonardo Di Caprio dan Claire Danes (foto dipinjam dari sini)

Romeo and Juliet versi klasik (foto dipinjam dari sini)

 

Eh, sebenarnya saya bukan mau ngomongin tentang Shakespeare ataupun Romeo Montague dan Juliet Capulet, tapi tentang arti nama kita. Hanya saja, ketika bicara tentang nama, maka kalimat  “Apa arti sebuah nama?” itu selalu muncul dengan seketika, jadi saya mencoba ngoprek sedikit tentang asal muasal kalimat ‘paten’ itu …

Apakah Anda bangga dengan nama pemberian orangtua (atau siapa saja : nenek, kakek, paman, bibi, presiden … ) yang sekarang Anda pakai? Tahu apa arti nama Anda?

(lebih…)

Read Full Post »

Gertak-Menggertak

PAMAN SAYA JENDRAL LHO!

Anda pernah mendengar istilah gertak sambal? Pasti pernah dong ya … Tapi menggertak orang, pernah? Suka? Sering? Sukses? Gagal? Hehehe …

Saya tidak suka menggertak, dan tidak pandai juga. Tapi dalam kondisi tertentu, kadang-kadang jurus gertak saya pakai juga, meskipun jurusnya itu-itu saja, nggak canggih dan nggak kreatif … :)

Sekitar dua minggu yang lalu saya harus menemui dosen saya di Surabaya. Keluar dari bandara, saya membeli tiket untuk naik taksi resmi bandara ke rumah dosen. Sebenarnya saya ingin naik taksi BB, tapi ternyata taksi BB adanya di luar bandara. Ya sudah, saya pikir taksi resmi mestinya terjamin keamanannya.

Kocap kacarito, taksi saya datang, dan saya langsung masuk. Olala … begitu melihat drivernya, nyali saya kempes kayak kerupuk dimasukin es. Gimana enggak, penampilan sang driver tampak sangar. Badannya besar berotot, hitam berbulu, ada tato di lengannya. Ma’aap …. sungguh mati saya tidak bermaksud mendiskreditkan orang yang rajin melatih ototnya, dikaruniai Tuhan kulit gelap dan bulu lebat, dan orang yang kuat hati mengukir tubuhnya dengan jarum tato (yang sakit tak terkira itu … :( ). Saya cuma ingin menggambarkan bahwa penampilan seperti itu memang membangun kesan serem. Sudah begitu, di pergelangan tangannya melingkar gelang sebesar rantai sepeda, dan berkacamata gelap pula. Dia tidak memakai seragam, dan saya lihat di dashboard juga tidak ada ID card yang menunjukkan identitas dirinya …


Mas, sepedanya nggak bisa jalan dong, rantainya dipake buat gelang gitu …

(lebih…)

Read Full Post »

Cost …

Ngapain harus cost?

Iyee … ngapain harus cost (!), keluar duit saban hari buat naik kereta? Antri, berjubel, jadwal ngaret, siapa tahu ada copet pulak :( . Eh, tapi-tapi-tapi … bisa juga dapet kenalan ce-can atau om-gan ya … hihi :D *dasar ganjen*

Ah, enakan juga indekos … ;) . Apalagi kalau ibu kosnya baik hati, suka masakin yang enak-enak, sering ngajak shopping, ngasih uang saku, dan akhirnya …. nawarin kita jadi menantu :D *khayalan jomblo*


 

*posting geje orang yang lagi sibuk … *

*kapan-kapan boleh coba naik Prameks Jogja-Solo pp :) *

Read Full Post »

Bertamu

Jika pergi ke suatu kota, di mana Anda lebih suka tinggal? Di hotel, atau di rumah saudara/teman?

Bagi saya ini pilihan yang relatif, artinya ‘tergantung pada’ : tergantung pada kedekatan hubungan saya dengan saudara/teman yang diinapi, dan pada tujuan kepergian saya ke kota tersebut. Tetapi pada umumnya, pilihan pertama saya adalah tinggal di hotel. Mungkin saya sudah terpapar virus ‘orang kota’ yang menginginkan privacy. Tinggal di hotel jelas memberikan privacy yang lebih leluasa dari pada menginap di rumah orang. Fasilitas pun — pada umumnya — lebih baik. Minimal ada room service 24 jam (bayangkan kalau kita menginap di rumah orang, dan tengah malam kelaparan, masak mau gerilya di dapur atau di meja makan? :P ), taksi selalu tersedia, kamar dengan AC, televisi dan air panas, bahkan sekarang banyak hotel yang menyediakan internet gratis di kamar. Dan, ini yang paling penting bagi saya, kita bisa datang dan pergi semau kita, kalau capek bisa tidur sesuka kita, tanpa perlu merasa telah menjadi tamu yang tidak beradab … :D


Menu breakfast yang lengkap di Hotel Atlet Century Jakarta termasuk yang saya sukai :)

Di hotel Atlet Century ada larangan untuk breakfast dengan mengenakan kaos singlet, celana pendek, dan sendal. Mematikan selera makan tamu yang lain :(


Tetapi, tinggal di rumah kerabat atau teman yang memiliki hubungan baik juga merupakan hal yang sangat menyenangkan. Merasakan suasana kehidupan sehari-hari, melihat setiap sudut dan pernik rumah seseorang, dan mengenal seluruh anggota keluarganya, adalah hal-hal positif yang tak ternilai bagi hubungan persahabatan dan persaudaraan. Untuk kehangatan hubungan seperti ini, kenyamanan fasilitas bolehlah dinomorduakan.

(lebih…)

Read Full Post »

Paket Misterius

Ini kisah nyata, pengalaman pribadi yang membuat saya melongo … :-o (jelek amat, nggak eilekhan … *minta ijin pinjam ‘eilekhan’nya Om Nh* )

Gimana saya nggak melongo. Beberapa hari yang lalu, seorang wanita datang ke rumah ibu saya, dan menyerahkan sebuah tas berisi vcd player sambil mengatakan, “Ini punya Mbak Tuti yang penulis … “. Lalu buru-buru pergi mengendarai sepeda motor. Kakak saya, yang nggak sempat menanyakan siapa dirinya, menerima saja vcd player itu. Esoknya, vcd player itu diantarkannya ke rumah saya.

Saya tentu saja terheran-heran, karena vcd player itu bukan milik saya. Saya bahkan belum pernah melihat vcd player seperti itu *jujur-kampungan*. Kakak saya ikut terheran-heran. Aneh sekali. Siapa gerangan wanita ini, yang memberikan sesuatu yang bukan milik saya? Lagi pula, sangat aneh mengapa ia mengantarkannya ke rumah ibu saya, padahal saya sudah lebih dari dua puluh tahun tidak lagi tinggal di rumah itu.


Inilah vcd player misterius itu …


(lebih…)

Read Full Post »

Guling

Sekali-sekali TV menyajikan tayangan nggak mutu ah …  (hiyyaah, memangnya selama ini bermutu? hahah … ;) ).

Ini tentang guling. Bukan kambing guling atau sapi guling, meskipun Hari Raya Idul Adha tinggal beberapa hari lagi. Lagipula, tidak pernah ada hewan kurban yang sempat berguling-guling di atas bara api dalam kondisi utuh, karena semua harus dibagi rata sampai ke tulang-tulangnya. Ini juga bukan soal tukar guling tanah milik sekolah yang letaknya strategis di pusat kota dengan tanah kosong di pinggir kota. Ini tentang guling yang bersaudara dengan bantal …

Alkisah, tersebutlah Aling, sebuah guling milik seorang pangeran muda nun di Negeri Antah Berantah. Pangeran muda ini sudah sangat ingin beristri, tetapi ia belum juga menemukan gadis yang benar-benar ‘klik’ di hatinya. Padahal tak kurang-kurang gadis dari berbagai negeri, Negeri Atas Angin, Negeri Bawah Samudera,  Negeri Awan Berarak, sampai Negeri Bintang Berkerlip, yang antri ingin dipersunting olehnya. Karena kesepian, Sang Pangeran Muda lalu menjadikan gulingnya sebagai teman bercanda menjelang tidur. Guling itu diberinya nama Aling. Semula akan diberi nama Agul, tapi karena kedengaran seperti nama laki-laki, ia merasa kurang asyik tidur berteman guling laki-laki. Nanti dikira jeruk makan jeruk … hihihi :D


Aling, yang matanya dari kancing dan bibirnya dari potongan cabe …

 

Foto di atas bukan Aling yang asli, karena Aling asli sedang jerawatan, sehingga malu difoto. Aling pada foto di atas diperankan oleh stuntgirl. Ia berjilbab merah bukan karena meniru tukang sapu TV, tapi karena aslinya dia gundul, sementara rambut palsunya sedang dipinjam Gayus Tambun’te’nan untuk nonton pertandingan tenis di Hotel Westin, Bali. Kan jelek kalau kepalanya kelihatan gundul, nanti dikira habis ketangkep nyolong jagung dan dikeroyok massa, jadi paling gampang ditutup saja pakai jilbab …

Karena prihatin melihat tuannya belum juga menemukan gadis yang cocok, Aling berinisiatif mencarikan jodoh bagi Sang Pangeran Muda. Ia membuatkan akun di Face Book, juga membuatkan blog di WordPress bagi Sang Pangeran. Aling memajang foto-foto paling keren tuannya, yang sudah dipermak mati-matian dengan photoshop, ditempeli kacamata hitam biar gaya. Aling juga mengaplod status di FB tuannya, menulis posting-posting motivasi yang lucu di blog Sang Pangeran Muda. Usaha Aling tak sia-sia. Penggemar Sang Pangeran Muda bertambah banyak. Telepon dan sms beruntun masuk ke ponselnya, kalimat bernada sayang mewarnai komen di FB maupun blognya.

 

Aling rajin menulis status FB dan posting tulisan di blog Sang Pangeran Muda

(lebih…)

Read Full Post »

Jodohku Siapa?

Anda sudah menemukan jodoh Anda? Alhamdulillah … :)  Belum?  Alhamdulillah juga … :)  Lho? Lha iya, apapun hidup yang tersedia bagi kita, harus selalu kita syukuri bukan? Yang sudah menemukan jodohnya, alhamdulillah hidup sudah lengkap. Yang belum menemukan jodohnya, alhamdulillah masih memiliki kebebasan …

Jodoh adalah misteri milik Tuhan. Kita tak pernah bisa mengetahui sebelumnya, siapa jodoh kita. Sebagian orang menemukan jodohnya dengan sangat mudah : begitu ketemu langsung merasa ‘klik’, menikah dan hidup bahagia sampai akhir masa. Sebagian yang lain telah melakukan penjajagan yang panjang dan intens (pacaran, gitu deh … ), tetapi setelah menikah ternyata tak menemukan kebahagiaan dan akhirnya bubar berantakan. Ada orang yang bertemu jodohnya pada usia sangat belia, ada juga yang baru bersua setelah setengah baya.


(foto : faithandfamilylive.com)

Sebenarnya, definisi ‘jodoh’ itu apa sih? Apa yang membuat seseorang disebut sebagai ‘jodoh’ bagi orang lain?

(lebih…)

Read Full Post »

Hari-hari Yang Indah …

Sahabat, teman-teman, dan handai taulan ….

Saya mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada teman-teman yang merayakannya, dan kepada semua saja, mohon maaf lahir batin atas semua kesilapan dan kekhlilafan yang mungkin telah saya lakukan, baik dalam menulis artikel, menjawab komentar, maupun ketika meninggalkan komentar di blog teman-teman. Kalau sesudah hari ini bikin kesalahan lagi, mohon dimaafkan sekalian, namanya juga manusia … (halah, belum-belum sudah bon ma’af … :D )


Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin (foto : arlinov.blog)


Indah, namun lelah. Lelah, tapi indah. Itulah gambaran paling tepat untuk Hari Raya Idul Fitri.

Indah sudah pasti, karena untuk menyambut hari besar itu umat Muslim mempersiapkan segalanya secara istimewa. Pakaian baru, lengkap dengan sandal atau sepatu (ehm … tahun ini saya sudah berniat tidak akan membeli baju baru, tetapi ketika hampir semua departement store menggelar diskon besar-besaran, iman saya jebol … akhirnya beli baju dan sepatu juga :D ). Tidak hanya pakaian, rumah dan segala furniture pun diperbarui, minimal dipercantik atau dibersihkan. Kue-kue kering, yang pada hari-hari biasa tak pernah ada, menjelang lebaran memenuhi meja.

Lelah? Ya pastilah, karena setiap lebaran para asisten rumah tangga pun ingin menjadi tuan di rumah mereka sendiri. Maka sang nyonya yang pada hari-hari biasa bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk manicure dan pedicure, pada saat lebaran harus merelakan kuku-kuku mereka dimanicure dengan sabut pencuci piring :)  Punggung yang biasanya santai bersandar di sofa sambil membaca atau nonton teve, pada saat lebaran harus terbungkuk-bungkuk nyuci, nyapu, dan ngepel lantai … hihi :P

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.