<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tuti Nonka&#039;s Veranda</title>
	<atom:link href="http://tutinonka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tutinonka.wordpress.com</link>
	<description>Beranda untuk berbincang tentang segala hal di sekitar kita ...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Dec 2009 17:20:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tutinonka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9c2439411ce667acc22a50bccfe1fb61?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tuti Nonka&#039;s Veranda</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tutinonka.wordpress.com/osd.xml" title="Tuti Nonka&#039;s Veranda" />
		<item>
		<title>Proklamasi Sepasang Blogger</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/28/proklamasi-sepasang-blogger/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/28/proklamasi-sepasang-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 17:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Haloo Kawan]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar Yogya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3304</guid>
		<description><![CDATA[BRO &#38; NA, AKHIRNYA &#8230; GO PUBLIC JUGA
Saya menatap langit di luar jendela dengan kebat-kebit. Mendung hitam bergantung tebal, hujan pun mulai jatuh tetes demi tetes. Sejenak kemudian, geledek meledak beruntun, menggetarkan telinga dan menciutkan hati. Aduh!
Tapi jangankan hanya hujan air, hujan peluru pun akan saya terjang untuk menemui mereka. Laut kan kudaki, gunung pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3304&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#800000;"><strong>BRO &amp; NA, AKHIRNYA &#8230; GO PUBLIC JUGA</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya menatap langit di luar jendela dengan kebat-kebit. Mendung hitam bergantung tebal, hujan pun mulai jatuh tetes demi tetes. Sejenak kemudian, geledek meledak beruntun, menggetarkan telinga dan menciutkan hati. Aduh!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tapi jangankan hanya hujan air, hujan peluru pun akan saya terjang untuk menemui mereka. Laut kan kudaki, gunung pun kuseberangi (yeee &#8230; terbalik buk!). Kami sudah janjian untuk ketemu hari Minggu sore ini. Pertemuan yang sudah saya tunggu sejak berminggu-minggu lalu, sudah menjadi bunga-bunga mimpi saya (haiyah!). Maka, tanpa sedikit pun rasa gentar, bahkan dengan penuh semangat, saya berangkat ke sebuah tempat makan yang terletak di Jalan Kaliurang.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Di Yogya terdapat ratusan tempat makan, tapi saya cukup pusing juga ketika mencari tempat makan dengan suasanayang nyaman untuk berbincang-bincang, menyuguhkan beragam makanan enak, sekaligus mudah dijangkau dari segala penjuru. Maklumlah, Uda Vizon tinggal di Kweni-Bantul, sementara Krismariana tinggal di Sleman. Saya sendiri tinggal di kota (ya&#8217;elaah &#8230;), demikian juga Bro Neo dan Nana. Resto Bumbu Desa sebenarnya cukup ideal, tapi saya sudah dua kali mengundang kopdar di sana. Rasanya nggak kreatif banget kalau kopdar kali ini bertempat di Bumbu Desa lagi. Jadi, saya memilih Food Fezt.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya sudah banyak kali bertemu dengan Uda Vizon dan Uni Icha. Pokoknya kalau ada kopdar di Yogya, mereka berdua, pasangan serasi nan saling mencintai ini, pasti selalu hadir. Krismariana dan suaminya yang ramah, Oni, juga sudah pernah bertemu saya setahun yang lalu. Nah, yang baru kali ini akan saya temui adalah Bro Neo dan Nana Harmanto. Kebetulan mereka pulang ke Yogya untuk liburan Natal dan tahun baru, jadi kesempatan ini langsung kami sambar untuk mengadakan kopdar.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Seperti apakah wajah teman-teman kutu monitor (saudaranya kutu buku) ini? Ini dia foto resmi yang dibuat dengan mempekerjakan secara paksa-tersiksa seorang staf Food Fezt. Berhubung yang kopdar kali ini adalah orang-orang santun yang cukup malu untuk berpose heboh, maka foto pun dibuat dengan posisi konvensional alias minim gaya, kayak foto kakek nenek kita dulu &#8230;<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2721.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3305" title="IMG_2721" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2721.jpg?w=448&#038;h=329" alt="" width="448" height="329" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Lho, para suami kok berdirinya di belakang wanita yang &#8217;salah&#8217; (bukan istri masing-masing). Tebak, yang mana suami saya?</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span id="more-3304"></span>Sebagaimana biasanya kopdar, masing-masing selalu membawa bingkisan untuk diberikan kepada yang lain. Dan saya sukses menuai malu besar, karena lupa tidak menyiapkan bingkisan untuk Uda Vizon dan Krismariana. Saya hanya membawa CD lagu rekaman saya dan CD Leo Kristi untuk Bro Neo dan Nana. Soalnya, Uda Vizon dan Kris sudah pernah saya beri CD itu, jadi mosok saya kasih lagi? Eee &#8230; ternyata Uda Vizon menghadiahi saya novel &#8220;Negeri 5 Menara&#8221;, yang memang sedang akan saya beli. Kris memberi saya buku &#8220;Nuansa Makna dalam Bahasa Ibu&#8221;, sebuah refleksi indah tentang makna keibuan seorang perempuan, sementara Bro Neo dan Nana membahagiakan saya dengan buku &#8220;Anak Bajang Menggiring Angin&#8221;, sebuah kisah wayang yang bernilai sastra. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Terimakasih Uda Vizon dan Uni Icha, Kris &amp; Oni, serta Bro Neo dan Nana, atas hadiah buku-buku yang indah ini. Iya yaa &#8230; saya kok nggak terpikir bahwa bingkisan yang kita berikan tidak harus karya kita sendiri, tapi bisa juga karya-karya bagus orang lain. Besok deh, pada kopdar berikutnya, saya tak mau menderita malu lagi &#8230; hiks!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2736.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3306" title="IMG_2736" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2736.jpg?w=448&#038;h=322" alt="" width="448" height="322" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Hadiah buku dari para sahabat &#8230;.</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2726.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3307" title="IMG_2726" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2726.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Uda Vizon, Uni Icha, Krismariana dan Oni asyik menyimak Bro Neo. Cerita apa sih? Hmm &#8230;. hanya kami yang tahu &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Selama ini sudah menjadi rahasia umum di jagad blog, bahwa Bro Neo dan Nana Harmanto diam-diam ternyata menjalin hubungan khusus. Cukup banyak saksi dan bukti yang menunjukkan hal itu, meskipun sampai hari kemarin mereka berdua belum mau mengakuinya (di blog). Nah, pada kesempatan kopdar kali ini, mereka tak bisa lagi mengelak. Maka, dengan suka rela (dan penuh cinta), mereka berdua memproklamasikan bahwa mereka adalah sepasang suami istri &#8230; !</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Selamat berbahagia kepada sepasang blogger ini (eh &#8230;.. lupa tanya, sudah berapa tahun ya nikahnya Bro, Na?)</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2730.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3308" title="IMG_2730" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2730.jpg?w=448&#038;h=320" alt="" width="448" height="320" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">T-shirt bergambar gajah Thailand, yang kekar tinggi besar bergading panjang. Maksudnya apa nih &#8230; ? </span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Hujan masih turun rintik-rintik ketika kami berpisah pada jam 20.00. Memang belum terlalu malam, tapi saya sudah ditunggu berbagai hal yang harus saya selesaikan, sehingga tak bisa menunggu lebih malam lagi. Meskipun kami sudah bersalam-salaman, dan saling mengucapkan &#8217;sampai ketemu lagi&#8217;, butuh waktu beberapa menit untuk bisa benar-benar rela berpisah &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Uda Vizon, Uni Icha, Kris, Oni, Bro Neo, Nana, semoga kita bisa segera bertemu lagi. Bukan hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
Posted in Haloo Kawan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3304&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/28/proklamasi-sepasang-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2721.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2721</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2736.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2736</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2726.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2726</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2730.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2730</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Hari Ibu</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/24/bukan-hari-ibu/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/24/bukan-hari-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 06:17:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isu-isu Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Mother's Day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3294</guid>
		<description><![CDATA[SALAH KAPRAH YANG MEWABAH
Pagi tanggal 22 Desember kemarin, suami saya mencium pipi saya sambil mengucapkan &#8220;Selamat Hari Ibu ya &#8230;&#8221;. Saya, meskipun agak heran (karena biasanya dia tak pernah ingat Hari Ibu), tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Kemarin, di sebuah pertemuan dengan sekelompok ibu-ibu teman saya, salah seorang teman bercerita, bahwa pada tanggal 22 Desember di kantornya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3294&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#800000;"><strong>SALAH KAPRAH YANG MEWABAH</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Pagi tanggal 22 Desember kemarin, suami saya mencium pipi saya sambil mengucapkan &#8220;Selamat Hari Ibu ya &#8230;&#8221;. Saya, meskipun agak heran (karena biasanya dia tak pernah ingat Hari Ibu), tersenyum dan mengucapkan terimakasih.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Kemarin, di sebuah pertemuan dengan sekelompok ibu-ibu teman saya, salah seorang teman bercerita, bahwa pada tanggal 22 Desember di kantornya para karyawan wanita saling mengucapkan &#8220;Selamat Hari Ibu&#8221; (beberapa sambil cipika-cipiki tentunya, budaya impor yang semakin lama semakin terasa &#8216;lokal&#8217; &#8230; ). Ia menolak ucapan itu, dan dengan sedikit masygul mengatakan bahwa ia bukan seorang &#8216;ibu&#8217;, karena ia tidak pernah melahirkan anak. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Setiap tanggal 22 Desember, ketika sebagian masyarakat Indonesia (karena banyak juga yang tidak &#8216;ngeh&#8217;, terutama di kampung-kampung) merayakan Hari Ibu, saya merasa <em>nyesek</em>. Bukan karena saya tidak punya anak, sehingga seperti teman di atas, merasa tidak berkepentingan dengan Hari Ibu, tapi karena kecewa atas salah kaprah yang tak kunjung usai tentang pemaknaan Hari Ibu. Sebagaimana pernah saya tulis setahun yang lalu di <a href="http://tutinonka.wordpress.com/2008/12/22/selamat-hari-ibu/">Selamat Hari Ibu</a> , peringatan Hari Ibu di Indonesia berbeda secara substansial dengan <em>Mother&#8217;s Day</em> di Amerika. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Hari Ibu di Indonesia adalah untuk memperingati Konggres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta, yang diikuti oleh organisasi-organisasi perempuan dari seluruh Indonesia. Konggres ini mengusung semangat kebangsaan, anti-kolonialisme, kemanusiaan, dan perjuangan harkat serta peran perempuan dalam kehidupan bernegara serta bermasyarakat. Sungguh merupakan kebangkitan semangat perempuan Indonesia yang visioner dan memiliki perspektif luas. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Namun sejak zaman Orde Baru, visi dan perjuangan peran perempuan yang luas tersebut direkduksi menjadi peran domestik sebagai &#8216;ibu rumah tangga&#8217; saja. Melalui Dharma Wanita, peran perempuan ditarik ke belakang sekedar sebagai &#8216;pendamping suami&#8217;. Peringatan Hari Ibu lalu disamakan dengan <em>Mother&#8217;s Day </em>di Amerika, yang memang merupakan hari untuk memberikan penghargaan kepada perempuan sebagai ibu yang telah melahirkan anak-anak. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/rangkaian-bunga.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3300" title="rangkaian bunga" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/rangkaian-bunga.jpg?w=224&#038;h=266" alt="" width="224" height="266" /> </a><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/bingkisan-mothers-day.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3301" title="bingkisan mother's day" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/bingkisan-mothers-day.jpg?w=225&#038;h=163" alt="" width="225" height="163" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Rangkaian bunga dan bingkisan yang biasa diberikan kepada seorang ibu pada Mother&#8217;s Day (foto : Wikipedia)</span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;"><span id="more-3294"></span></span><strong>Tak kurang dari Tika Bisono, psikolog yang juga pernah menjadi penyanyi, dan tentu saja sangat <em>educated</em>, memandang Hari Ibu tak lebih dari Mother&#8217;s Day, dalam sebuah acara di Metroteve pada tanggal 22 Desember. Ketika seorang penelepon wanita bertanya, apa yang harus dilakukannya pada Hari Ibu ini, Tika menjawab, &#8220;Ibu nggak harus ngapa-ngapain. Anak-anak dan suamilah yang seharusnya ngerti. Ingetin aja pada mereka : sekarang Hari Ibu lho, pada mau ngapain nih sama mama &#8230;&#8221;  Hiks &#8230;!<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Bisa jadi, peringatan Hari Ibu yang di&#8217;selewengkan&#8217; menjadi Mother&#8217;s Day ini, selain akibat &#8216;dosa&#8217; Orde Baru juga karena semakin berkuasanya kapitalisme global, yang menciptakan konsumerisme bagi perempuan dan anak-anak. Maka di televisi, di mall, dan di iklan-iklan di mass media, peringatan Hari Ibu disponsori oleh produsen barang-barang konsumsi yang berkaitan dengan ibu dan anak, seperti susu bayi, makanan untuk ibu hamil, alat-alat rumah tangga, produk kecantikan, dan sebagainya.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Padahal saat ini, permasalahan yang dihadapi perempuan masih sangat banyak, yang seharusnya menjadi <em>concern</em> seluruh masyarakat &#8212; khususnya wanita &#8212; ketika memperingati Hari Ibu. Poligami yang mengabaikan hak-hak perempuan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terus terjadi, nasib TKW di luar negri yang tidak terlindungi, hak-hak buruh perempuan yang belum diberikan, Peraturan Daerah yang merugikan (mendiskriminasikan) perempuan, angka kematian Ibu dan Bayi yang tinggi, dan masih banyak lagi. Itulah yang seharusnya menjadi <em>issue</em> ketika memperingati Hari Ibu. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2696.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3295" title="IMG_2696" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2696.jpg?w=448&#038;h=286" alt="" width="448" height="286" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Demo yang dilakukan Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 2009 di depan Gedung Agung. Jika dibaca dari kanan, pamflet-pamflet di atas berbunyi &#8220;Perempuan Bukan Konco Wingking&#8221; (konco wingking = isteri yang ditempatkan di belakang). Foto : Wawan Prabowo/Kompas</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Berkaitan dengan peringatan Hari Ibu, apa kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar? Bu Menteri menyampaikan beberapa agenda kementerian yang dipimpinnya, antara lain memperjuangkan kesetaraan gender, keterlibatan perempuan dalam politik, serta perlindungan hak-hak perempuan di berbagai bidang. Syukurlah Kementerian Negara memaknai Hari Ibu dengan &#8216;benar&#8217;.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Terkait keterlibatan perempuan dalam bidang politik, pada pemilihan anggota legislatif baru lalu telah dikeluarkan peraturan untuk memberikan porsi 30% kepada perempuan. Peraturan ini mendapatkan tanggapan pro dan kontra. Dari kalangan perempuan sendiri, masih sangat banyak yang menilai bahwa dunia politik adalah dunia para lelaki, perempuan tidak cocok terjun di dunia yang penuh intrik itu. Padahal sesungguhnya, keseimbangan suara perempuan di DPR sangat penting. Lembaga legislatif inilah yang membuat Undang-Undang serta berbagai kebijakan publik, sehingga sebagai bagian dari rakyat Indonesia jumlahnya lebih dari 50%, perempuan harus didengar aspirasinya. Sudah barang tentu, perempuan yang duduk di kursi DPR haruslah perempuan yang memang memiliki kapasitas untuk itu.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Meskipun demikian, peran perempuan di ranah publik tidak serta-merta melupakan perannya di ranah domestik. Hanya saja perlu ada paradigma baru dalam konstelasi hubungan suami-isteri atau peran ayah dan ibu di dalam rumah tangga. Mendidik anak dan mengurus rumah tangga tidak seharusnya menjadi beban ibu sepenuhnya, tetapi ayah pun bisa ikut berperan. Dengan demikian ibu memiliki kesempatan untuk mengembangkan dirinya, memperluas wawasan, menambah ketrampilan, dan berprestasi di bidang-bidang yang sesuai dengan potensinya. Pada zaman yang bergerak maju dengan cepat ini, seorang ibu yang tidak terus belajar akan ketinggalan dan ditinggalkan zaman. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_26951.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3297" title="IMG_2695" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_26951.jpg?w=300&#038;h=221" alt="" width="300" height="221" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Tidak gaptek dan bisa berdiskusi dengan anak akan membuat seorang ibu mampu menjadi pembimbing sekaligus sahabat yang baik bagi anak-anaknya (foto : advertorial Kompas)</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Di tengah hingar-bingar Hari Ibu ala Mother&#8217;s Day yang digelar masyarakat, saya cukup bergembira membaca berita di koran tentang berbagai aktivitas yang secara substansial memperjuangkan perempuan. Badan Kesejahteraan Keluarga (BKK) Kabupaten Bantul, Yogyakarta, memperingati Hari Ibu dengan mendorong perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) untuk berani melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke pihak yang berwajib. Sepanjang tahun 2009, ada 39 kasus yang dilaporkan. Sayangnya, dari ke 39 kasus itu hanya 1 yang diajukan sampai ke pengadilan, sementara yang lain ditarik kembali, sehingga para pria pelaku KDRT dapat melenggang bebas (dan menyiksa istrinya lagi!). </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Muspida bersama Tim Penggerak PKK dan organisasi-organisasi wanita mengadakan workshop &#8220;Manajemen Stres&#8221;. Pak Bupati yang juga hadir pada acara itu menyampaikan bahwa &#8220;Perempuan sebagai penerus nilai dan norma-norma dalam keluarga dan merupakan kelompok strategis dalam masyarakat harus mampu berperan sebagai pelaku pembaharuan (<em>agent of change</em>) untuk mewujudkan perbaikan kualitas hidup bangsa&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, peringatan Hari Ibu dilaksanakan dengan pelantikan Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Pak Bupati menyampaikan, &#8220;Peringatan Hari Ibu hendaknya dijadikan tonggak untuk semakin meningkatkan peran dan partisipasi dalam kegiatan pemerintahan dan pembangunan, tanpa melupakan peran ibu sebagai pendidik dalam keluarga&#8221;. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Lho, kok cuma berita dari kabupaten-kabupaten di DIY saja yang saya kutip? Ma&#8217;af, ini bukan diskriminasi, tapi karena saya hanya berlangganan koran daerah yang mencakup DIY dan Jawa Tengah selatan, dan selama menyimak kegiatan Hari Ibu tanggal 22 dan 23, hanya berita dari tiga kabupaten itulah yang muncul. Dari koran nasional yang saya langgan, saya memperoleh berita tentang unjuk rasa yang dilakukan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banten, yang menuntut peran Pemprov Banten dalam pemberdayaan Perempuan.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya lebih suka memaknai tanggal 22 Desember sebagai <span style="color:#800000;">Hari Perempuan Indonesia</span>, bukan Hari Ibu. Secara historis dan substansial, Konggres Perempuan Indonesia adalah hari kebangkitan perempuan, bukan hari ibu dimanja di rumah. </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>(Kalau untuk dimanja di rumah, saya maunya setiap hari, bukan cuma tanggal 22 Desember saja &#8230; haha! Tapi saya suka juga dengan Mother&#8217;s Day yang diperingati pada tanggal 10 Mei, karena bersamaan dengan hari ultah saya &#8230;. ehehe!)</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#0000ff;">(Sumber bacaan : harian Kompas dan Kedaulatan Rakyat)</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> </strong></span></p>
Posted in Isu-isu Perempuan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3294&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/24/bukan-hari-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/rangkaian-bunga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rangkaian bunga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/bingkisan-mothers-day.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bingkisan mother's day</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2696.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2696</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_26951.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2695</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ia Mengintip Diam-diam &#8230;</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/17/ia-mengintip-diam-diam/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/17/ia-mengintip-diam-diam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 07:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isu-isu Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Payudara]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Serviks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3280</guid>
		<description><![CDATA[JALAN PULANG YANG TAK NYAMAN

Setiap hari, diperkirakan 20 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks.
Ia seorang ibu yang tulus ikhlas mengasihi ketiga anaknya dengan sepenuh jiwa. Ia seorang isteri yang mencurahkan segenap cinta dan perhatian kepada suaminya. Ia juga seorang pekerja yang gigih memutar otak dan memeras keringat untuk membantu ekonomi keluarga. Ia masih cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3280&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">JALAN PULANG YANG TAK NYAMAN</span><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Setiap hari, diperkirakan 20 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ia seorang ibu yang tulus ikhlas mengasihi ketiga anaknya dengan sepenuh jiwa. Ia seorang isteri yang mencurahkan segenap cinta dan perhatian kepada suaminya. Ia juga seorang pekerja yang gigih memutar otak dan memeras keringat untuk membantu ekonomi keluarga. Ia masih cukup muda, cantik, dan santun. Semua orang menyukainya dan berharap ia terus hadir di antara mereka. Namun kanker serviks stadium IVB merenggut hidupnya dari sisi orang-orang yang dicintai dan mencintainya. Air matapun tumpah tak terbendung mengiringi kepergiannya.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ia adalah salah seorang kerabat saya, yang berpulang beberapa minggu lalu.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Kanker. Nama penyakit itu membuat siapapun miris. Penderitaan yang panjang dan kematian segera terbayang jika orang mendengar penyakit itu datang. Bagi wanita, kanker payudara dan kanker serviks adalah momok paling mengerikan, dan merupakan penyebab kematian terbesar. Saya telah melihat tiga wanita yang saya kenal (dua di antaranya kerabat saya) meninggal, dan tiga lagi berhasil sembuh setelah menjalani operasi dan pengobatan.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Seminggu setelah menghadiri pemakaman kerabat saya, saya memeriksakan diri ke Yayasan Kucala, sebuah yayasan yang khusus menangani penyakit kanker. Saya melakukan <em>papsmear</em> dan <em>palpasi</em> payudara untuk mendeteksi adanya kanker. Sebelumnya, pada tahun 2005 saya pernah melakukan <em>mammografi</em> di MMC, Melaka &#8211; Malaysia, dan hasilnya baik. Menurut <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mammografi">Wikipedia</a> , <em>mammografi</em> adalah proses pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X dosis rendah (umumnya berkisar antara 0,7 mSv). Mammogram menggunakan <em>radiasi ion </em>untuk menghasilkan gambar. Radiolog kemudian menganalisa gambar untuk menemukan adanya pertumbuhan sel yang abnormal. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/alat-mammogram.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3281" title="alat mammogram" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/alat-mammogram.jpg?w=97&#038;h=129" alt="" width="97" height="129" /></a> <a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/pemeriksaan-mammografi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3282" title="pemeriksaan mammografi" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/pemeriksaan-mammografi.jpg?w=107&#038;h=107" alt="" width="107" height="107" /></a> <a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/mammografi-hasil-di-layar.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3283" title="Mammografi hasil di layar" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/mammografi-hasil-di-layar.jpg?w=135&#038;h=101" alt="" width="135" height="101" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Alat mammogram (foto : jpinternational.com), pemeriksaan payudara dengan mammogram (foto : sjra.com), dan hasil mammografi tampak di layar komputer (foto :centralcarolinahosp.com)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Adapun <em>Papanikolau Test </em>atau <em>Papsmear</em> adalah metode <em>screening </em>ginekologi yang digunakan untuk mendeteksi kanker serviks (mulut rahim) yang disebabkan oleh virus <em>Human Papilloma Virus</em> (HPV). Tes ini dilaksanakan dengan mengambil sedikit jaringan sel serviks untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pengambilan sel serviks itu sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar 1 &#8211; 2 menit, dan tidak menimbulkan rasa sakit. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Hasil pemeriksaan <em>papsmear </em>saya membutuhkan waktu satu minggu, tetapi dari pemeriksaan <em>palpasi mamae</em>, dokter (wanita) yang memeriksa saya menemukan sesuatu yang agak &#8216;tebal&#8217;. Untuk mendapatkan hasil yang pasti, Bu Dokter memberikan surat pengantar kepada saya untuk melakukan <em>ultra sonografi </em>(USG) di laboratorium klinik. USG ini menggantikan mammografi, karena proses mammografi tidak mengenakkan (menyakitkan) bagi pasien yang diperiksa.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jreeng &#8230; ! Sempat agak tercekat, tapi saya pasrah saja, dan langsung pergi ke laboratorium klinik yang saya pilih. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span id="more-3280"></span>Laboratorium ini masih baru di Yogya. Tempatnya bersih, harum, dan nyaman. Karena saya &#8212; alhamdulillah &#8212; jarang sakit, saya pikir sekalinya periksa bolehlah pilih tempat yang bagus (meskipun agak mahal). Memanjakan diri sedikit, begitu ceritanya.Yah, siapa tahu hidup saya tak lama lagi, kan?<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2309.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3284" title="IMG_2309" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2309.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Ruang pendaftaran pasien yang luas, nyaman, dan indah. Ada <em>hot spot</em> juga di sini, sehingga sambil menunggu kita bisa berselancar di dunia maya.</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2313.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3285" title="IMG_2313" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2313.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Kimono warna pink dari klinik ini yang akan saya pakai ketika menjalani pemeriksaan USG</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Laboratorium klinik ini sangat <em>woman friendly. </em>Interiornya didominasi warna merah dan pink, bersih, indah dan harum. Jika kita tidak ingin bagian tubuh kita yang diperiksa &#8216;go public&#8217;, kita juga bisa meminta dokter wanita. Tapi kalau memang ingin &#8216;aneh-aneh&#8217;, mungkin malah seneng ya kalau diperiksa dokter yang muda dan ganteng &#8230; (hayah!). </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Foto USG dari laboratorium klinik ini kemudian saya bawa ke dokter di Yayasan Kucala untuk diinterpretasi. Hasil pemeriksaan <em>papsmear</em> saya bagus, artinya tidak ada indikasi saya terkena kanker serviks. Alhamdulillah. Tapi Bu Dokter mengerutkan kening ketika mengamati foto USG saya. Bibirya sedikit mencong ke kiri, kelihatannya ia berpikir serius. Akhirnya dia menyarankan saya untuk konsultasi lagi kepada dokter bedah, untuk memastikan apakah benjolan kueciiiil itu harus diambil atau tidak. Aduh!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya tak mau ambil risiko, jadi langsung mendaftarkan diri untuk periksa ke dokter bedah. Antara kebat-kebit (mengira-ira berapa lama lagi umur saya tersisa) dan pasrah, saya memasuki ruang periksa Bu Dokter Bedah. Ibu yang cantik ini mengamati foto USG saya, melakukan <em>palpasi</em> payudara, lalu tersenyum enteng. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Ah, nggak papa ini &#8230; kecil sekali kok, nggak sampai setengah senti. Nggak usah khawatir.&#8221; ucapnya </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Jadi nggak perlu dioperasi Dok?&#8221; saya menegaskan.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Nggaaak &#8230;  Ibu makan yang bergizi saja, banyak berolahraga. Jangan merokok, minum alkohol, apalagi nge-<em>drugs </em>&#8230;&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Yee, Bu Dokter. Mana mungkinlah saya nge-<em>drugs</em>. Paling-paling minum obat pusing, kalau belum habis bulan dompet sudah kempis &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Setiap perempuan berisiko terkena kanker serviks. Diperkirakan 80% perempuan akan terinfeksi HPV semasa hidupnya, dan 50% di antaranya akan terinfeksi HPV yang dapat menyebabkan kaker serviks. Untuk mencegah terjadinya infeksi HPV 16 dan HPV 18 yang menyebabkan 71% kanker serviks, sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi ini dilakukan dalam 3 tahap pemberian, yaitu bulan ke 0, bulan ke 1 atau 2, dan bulan ke 6. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2675.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3286" title="IMG_2675" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2675.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2674.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3287" title="IMG_2674" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2674.jpg?w=300&#038;h=167" alt="" width="300" height="167" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Organ reproduksi wanita dan virus HPV penyebab kanker serviks (foto : GlaxoSmithKline)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jika berbicara tentang kanker, orang selalu bertanya, &#8220;stadium berapa?&#8221;. Sebenarnya, pengertian stadium itu gimana sih? Untuk kanker serviks, stadium dan harapan hidup 5 tahun jika diobati dengan benar adalah sebagai berikut :</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">Stadium I</span> : Kanker hanya tumbuh di rahim. Harapan hidup 70 &#8211; 75%</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">Stadium II </span>: Kanker menyebar ke serviks. Harapan hidup 60%</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">Stadium III</span> : Kanker menyebar ke luar rahim, tapi masih dalam rongga panggul, belum menyerang kandung kemih dan rectum. Harapan hidup 25%</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">Stadium IV</span> : Kanker sudah menyebar ke organ sekitarnya dan ke luar rongga panggul seperti tulang, paru-paru, dan hepar. Harapan hidup 0%</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Pada stadium I dan II, umumnya orang yang terkena kanker belum merasakan keluhan apapun. Ia baru akan merasakan sakit setelah kanker memasuki stadium III. Itulah sebabnya, sangat banyak penderita kanker yang terlambat datang ke dokter, karena sebelumnya mereka memang tidak memiliki keluhan apapun. Agar tidak terlambat mendeteksi adanya kanker, pemeriksaan rutin sangat penting, sehingga pengobatan dapat diberikan sejak dini.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Kerabat saya yang meninggal beberapa minggu yang lalu itu dibawa ke rumah sakit ketika sudah mencapai Stadium IVB, stadium paling tinggi dengan harapan hidup 0%. Mengapa seterlambat itu dia berobat ke dokter? Karena sebelumnya ia sangat takut pergi ke dokter, sehingga memilih pengobatan alternatif dengan meminum segala macam ramuan. Endapan berbagai ramuan jamu tanpa menghiraukan dosis itu akhirnya membuat ginjalnya rusak, sementara kankernya sama sekali tak terobati. Ia meninggal setelah koma selama dua minggu. Sesungguhnya, kondisi koma itu lebih baik baginya, sebab jika tidak, ia akan menderita rasa sakit yang luar biasa.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Pengalaman empiris yang saya peroleh dari sekeliling saya membuat saya <em>aware</em> pada jenis penyakit yang satu ini. Sudah pasti semua orang akan mati, demikian pula saya akan mati. Tapi, jika Allah mengizinkan, saya ingin mati dengan mudah, tanpa perlu sakit berkepanjangan yang akan merepotkan keluarga dan orang-orang lain di sekitar saya. Jika Allah mengizinkan, saya ingin pergi tidur, dan tahu-tahu Allah memanggil saya. Begitu saja.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">(Sumber : Wikipedia, materi Seminar &#8220;Pencegahan Kanker Leher Rahim Mutakhir&#8221; Yayasan Kucala, brosur dari Glaxo Smith Kline)</span></p>
Posted in Isu-isu Perempuan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3280&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/17/ia-mengintip-diam-diam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/alat-mammogram.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alat mammogram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/pemeriksaan-mammografi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemeriksaan mammografi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/mammografi-hasil-di-layar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mammografi hasil di layar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2309.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2309</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2313.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2675.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2675</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2674.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2674</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Argo Gede &#8230; Jes Jes Jes &#8230; Tuiiit!!</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/13/argo-gede-jes-jes-jes-tuiiit/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/13/argo-gede-jes-jes-jes-tuiiit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 10:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan Yuuk ...]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Cisomang]]></category>
		<category><![CDATA[KA Argo Gede]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[terowongan Cisaat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3262</guid>
		<description><![CDATA[MERAYAP DI CISOMANG DAN MENEROBOS CISAAT

Hari Sabtu jam 5 pagi, ketika banyak orang Betawi masih dibuai mimpi (&#8216;kali aja ada yang mimpi jadi Anggodo), saya uthuk-uthuk meninggalkan rumah kakak di Pasar Baru. Karena jarak ke Gambir cukup dekat, saya pilih naik bajay saja. Lima belas ribu nggak pake nawar. Abang pengemudinya gendut, membuat ingatan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3262&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#800000;"><strong>MERAYAP DI CISOMANG DAN MENEROBOS CISAAT<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Hari Sabtu jam 5 pagi, ketika banyak orang Betawi masih dibuai mimpi (&#8216;kali aja ada yang mimpi jadi Anggodo), saya <em>uthuk-uthuk</em> meninggalkan rumah kakak di Pasar Baru. Karena jarak ke Gambir cukup dekat, saya pilih naik bajay saja. Lima belas ribu nggak pake nawar. Abang pengemudinya gendut, membuat ingatan saya langsung konek dengan Mat Solar dalam sinetron &#8220;Bajay Bajuri&#8221;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Suara bajay yang sember merobek pagi yang masih sedikit remang, membuyarkan kedamaian sesaat kota Jakarta. Abang bajay membawa saya bermanuver melewati Monas, menerobos dekat Masjid Istiqlal, lalu sreeet &#8230; jegrek, berhenti di depan stasiun Gambir. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/stasiun-gambir1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3264" title="Stasiun Gambir" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/stasiun-gambir1.jpg?w=500&#038;h=345" alt="" width="500" height="345" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Stasiun Gambir (foto boleh pinjem dari Yunus, http://www.panoramio.com)</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Setelah bajay saya bayar lunas (ya iyalah, mosok ngutang), saya masuk ke stasiun. Beberapa orang portir (terimakasih kepada para <span style="text-decoration:line-through;">fans</span> teman, yang telah menjawab pertanyaan saya tentang istilah yang lebih halus untuk &#8216;kuli angkut&#8217;, semoga amal ibadah teman-teman semua diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, amiiin &#8230;) menawarkan diri untuk membawakan kopor saya. Saya menggeleng sambil bilang &#8216;No, thank you&#8217; (eh &#8230; nggak ding, pake bahasa Indonesia kok, hihi) dan langsung masuk ke dalam. Celingak-celinguk, saya tidak menemukan pintu dimana saya bisa naik ke kereta api saya. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Pak, kalau mau naik Argo Gede di mana ya?&#8221; akhirnya saya bertanya kepada salah satu portir.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Oh, di <em>sono nooh</em> &#8230; jauh, Neng! Mending saya antar aja&#8221; bapak tersebut menjawab dengan sigap.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Iya deh. Akhirnya kalimat saya &#8216;No, thank you&#8217; (karena sok gagah mau bawa kopor sendiri) berubah menjadi &#8216;Yes, please&#8217; (karena ternyata nggak tahu medan). Pak Portir itu langsung memanggul kopor <span style="text-decoration:line-through;">Elle merah saya yang cantik</span> ke atas bahunya, dan mencangklong tas berat penuh berisi buku di bahu yang satu lagi. Saya kasihan juga melihat tubuhnya yang kurus dan pasti belum sarapan sepagi itu. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Pak, kopornya ditarik aja, ada rodanya kok.&#8221; saya bilang.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Nggak papa Neng, ude biase &#8230;&#8221; jawab Pak Portir sambil berjalan dengan tegap. Langkahnya cepat, membuat saya ter<em>ponthal-ponthal</em> berusaha mengikuti dari belakang. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Yeeiy &#8230; ternyata pintu masuk yang benar cukup jauh, pakai naik tangga pula. Coba saya bawa kopor dan tas buku saya sendiri, pasti deh basah berkeringat.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Nah, inilah kereta yang akan membawa saya ke Bandung.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2895.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3265" title="IMG_2895" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2895.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Kereta 3 nomor kursi 9D, itulah tempat duduk saya (foto : Majalah &#8220;Rel&#8221;)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Setelah menunggu sekitar 15 menit (sempat baca buku 5 halaman), pada jam 06.10 kereta Argo Gede yang saya tumpangi mulai bergerak. Jes &#8230; jes &#8230; jes &#8230; tuiiiiit!! Minggir, minggiiir &#8230; keretaku mau lewaat!<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span id="more-3262"></span>Kereta Argo Gede diluncurkan kembali (<em>re-launch</em>) pada 14 Juli 2009 dengan paradigma baru. Jika sebelumnya PT. KA hanya memusatkan perhatian pada interior dan eksterior kereta, maka dengan paradigma baru ini PT. KA lebih berorientasi pada kepuasan pelanggan. Sistem ini dicobakan pertama kali pada KA Argo Gede. Pembukaan jalan tol Cipularang yang membuat perjalanan Jakarta &#8211; Bandung dengan mobil bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam tak pelak lagi membuat penumpang kereta api merosot tajam. Persaingan inilah yang membuat PT. KA tertantang untuk melakukan peningkatan pelayanan, antara lain dengan menjaga kebersihan kereta, restorasi dengan menu yang lebih bervariasi, bacaan untuk penumpang selama dalam perjalanan, televisi yang memutar berbagai film, fasilitas karaoke di kereta makan, stop kontak atau saklar, dan penyediaan <em>charger handphone</em>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2631.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3276" title="IMG_2631" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2631.jpg?w=448&#038;h=286" alt="" width="448" height="286" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Interior KA Argo Gede, bersih, lapang, dan cukup nyaman &#8230; </span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Setiap gerbong diawasi oleh seorang tenaga OTC (<em>On Trip Cleaning</em>) dan seorang pramugari. Juga ada seorang MOD (<em>Manager On Duty</em>) yang bertanggung jawab atas pelayanan kepada seluruh penumpang. Rangkaian KA Argo Gede terdiri atas empat kereta penumpang, dan setiap hari beroperasi secara reguler sebanyak 12 kali. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Di kantong tempat duduk di depan saya, saya menemukan majalah &#8220;REL&#8221;, majalah untuk penumpang kereta api yang diterbitkan oleh PT. KA. Meskipun belum sehebat &#8220;Garuda Magazine&#8221; yang diterbitkan oleh Garuda Indonesia, artikel, foto-foto, lay-out, dan kertas yang digunakan majalah &#8220;REL&#8221; cukup bagus. Sayangnya, ada tulisan &#8216;Tidak Untuk Dibawa Pulang&#8217; pada sampul majalah ini, tidak seperti &#8220;Garuda Magazine&#8221; yang bertuliskan &#8216;Your Personal Copy&#8217;. Ya iyalah &#8230; wong harga tiket KA Argo Gede cuma Rp. 55.000,- , mana mungkin memberikan majalah gratis seperti Garuda yang tiket paling murahnya sekitar Rp. 600.000,- ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2629.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3266" title="IMG_2629" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2629.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Majalah &#8220;REL&#8221; di kantung kursi sebelah kanan. <em>Space</em> longgar untuk kaki adalah kemewahan yang tidak mungkin di peroleh di pesawat terbang. Tebak, yang mana kaki saya?</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Baru sepuluh menit menikmati goyangan <em>boogie</em> yang lembut, dua orang pramugari menawarkan teh manis panas. Oi, sudah pasti saya menyambut gembira, lha wong sudah jadi kebiasaan saya pagi-pagi nge-teh, untuk membangkitkan semangat. Tehnya lumayan enak, kental dan manisnya pas. Gadis muda-cantik-mungil di sebelah saya tidak mau minum teh, jadi saya minum sendiri. Semula saya pikir ia masih anak SMA, tapi sesudah ngobrol, ternyata ia sudah bekerja di Jakarta. Ia sendiri berasal dari Bandung, dan akan pulang untuk liburan akhir pekan. Gadis manis ini diantar pacarnya, yang melepasnya di atas kereta dengan memberikan ciuman di kedua pipinya. Yeiiy &#8230; anak muda jaman sekarang! Nggak sungkan ciuman di depan umum &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Karena belum sarapan, saya memesan &#8230; astagaa &#8230; nasi <em>goyeng</em> lagi! Dengan segelas <em>coffeemix</em>. Bener-bener deh, nggak kreatif! Mengulang menu pilihan di JCC hari sebelumnya. Mana yang lebih enak, nasi goyeng JCC atau nasi goyeng Argo Gede? Sama saja. Dasar lidah tak <span style="text-decoration:line-through;">bertulang</span> berkelas! </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2899.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3267" title="IMG_2899" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2899.jpg?w=448&#038;h=302" alt="" width="448" height="302" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Kru KA Argo Gede menyiapkan makanan untuk penumpang (foto : majalah &#8220;REL&#8221;)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2627.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3268" title="IMG_2627" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2627.jpg?w=448&#038;h=306" alt="" width="448" height="306" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">&#8220;Selamat pagi Pak, Ibu &#8230; bisa kami lihat tiketnya?&#8221; sapa Pak Kondektur dengan ramah</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Satu lagi pelayanan KA Argo Gede adalah memberikan informasi kepada penumpang melalui <em>sound</em> <em>system</em> di setiap gerbong. Menjelang jembatan Cisomang, diinformasikan tentang jembatan ini, yang merupakan salah satu obyek fotografi menarik bagi para fotografer. Jembatan yang diresmikan oleh Presiden Megawati pada 3 Agustus 2004 ini didanai oleh Pemerintah Austria sebesar 114 milyar, dan dikerjakan oleh para ahli konstruksi jembatan KA Voesp MCE dari negara tersebut. Jembatan yang dibangun sejak tahun 2000 ini membentang sepanjang 243 meter, dengan ketinggian 93,5 meter di atas sungai Cisomang. Woow! Tinggi banget! Ketika lewat di atasnya, saya melongok ke luar dari balik kaca jendela. Haduuh &#8230; ngeri! Dasar sungai terlihat sangat jauh di bawah. Jembatannya nggak pakai pagar pula. Kalau kereta terguling &#8230;. aduh, aduh!<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya sudah menyiapkan kamera untuk memotret jembatan ini, tapi  &#8230;. mana mungkin memotret jembatan dari dalam kereta di atas jembatan itu sendiri? Nggak kelihatan apa-apa. Keindahan jembatan akan terekspos jika difoto dari bawah, sehingga terlihat betapa tingginya jembatan ini dari permukaan tanah. Saya pernah melihat foto jembatan ini di sebuah koran atau majalah, memang sangat mengagumkan. Satu jam saya habiskan untuk ngubek-ubek gudang Paman Google, namun tak berhasil menemukan foto jembatan Cisomang yang diambil dari bawah (sudah dimakan tikus &#8216;kali &#8230;). Jadilah, saya pinjam foto dari <a href="http://www.flickr.com/photos/iyomjr/3697658246/">Flicker</a> hasil jepretan <span style="color:#0000ff;">CC 201 99 Dipo Induk Bd </span>(kayaknya mah ini dari kalangan perkereta-apian). Makasih ya Mas/Kang, saya pinjam fotonya. Meskipun diambil hanya dengan kamera hape, fotonya sangat bagus &#8230; (wong sudah minjem gratis, pantes-pantesnya kan ngasih pujian &#8230; hehe)<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/jembatan-cisomang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3269" title="Jembatan Cisomang" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/jembatan-cisomang.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Struktur baja lengkung berwarna biru itu adalah penopang utama jembatan Cisomang</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Demikian juga ketika kereta akan memasuki terowongan Cisaat, ada informasi yang disampaikan melalui <em>speaker</em> gerbong tentang terowongan ini. Saya tak sempat mencatat atau merekam informasi tersebut, dan tak berhasil juga menemukannya di gudang Paman Google. Sebagai <em>tombo gelo</em>, pelipur lara, saya meminjam foto hasil jepretan <span style="color:#0000ff;">Bagus Hadi Prakoso <span style="color:#666699;">di</span> fotografer.net.</span> Ini foto yang luar biasa. <em>Moment </em>dan <em>lighting</em>nya sangat pas. Kayaknya Mas Bagus memakai sedikit <em>flash</em>, sehingga dalam kegelapan terowongan itu rel kereta tetap kelihatan, dan membuat foto ini sangat hidup. Saya kagum membayangkan bagaimana cara Mas Bagus mengambil foto ini. Sudah pasti ia ada di dalam terowongan menjelang kereta masuk. Wow, bagaimana ia berlindung ketika kereta itu memasuki terowongan? Tiarap? Atau nempel di dinding terowongan kayak Spider Man?<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/kereta-memasuki-terowongan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3270" title="Kereta memasuki terowongan" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/kereta-memasuki-terowongan.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Awaaas &#8230;. !! Kereta akan memasuki terowongan!<br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Naik kereta api, selain mengingatkan saya pada lagu anak-anak &#8220;Naik kereta api, tut &#8230; tut &#8230; tut &#8230; siapa hendak turut &#8230; &#8220;, juga mengingatkan saya pada lagu Leo Kristi, yang sangat akrab dengan kereta api.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong> <span style="color:#0000ff;">Kereta melaju berlari / Di atas kopor kuangkat kaki / Serasa melayang, serasa terbang / Senyumku terkembang / Walau aku sendiri / Bawalah aku cepat berlari / Bawalah aku jauuuh &#8230;. jauh pergi /</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tentu saja saya tidak mengangkat kaki di atas kopor, wong kopor saya ada di tempat bagasi di atas kepala. Tapi lagu itu tetap saja terasa sangat mengena di hati. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ya, ada eksotika naik kereta api yang tidak kita temukan ketika naik moda angkutan lain &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>(Pengin baca pengalaman saya yang lain ketika naik kereta api? Silahkan klik di sini : <a href="http://tutinonka.wordpress.com/2008/07/09/naik-kereta-api-tut-tut-tut/">Naik Kereta Api &#8230; Tut &#8230; Tut &#8230; Tut &#8230;</a> )</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">(Sumber informasi : majalah &#8220;REL&#8221;, http://www.tempointeraktif.com)</span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><br />
</span></p>
Posted in Jalan-jalan Yuuk ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3262&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/13/argo-gede-jes-jes-jes-tuiiit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/stasiun-gambir1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Stasiun Gambir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2895.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2895</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2631.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2631</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2629.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2629</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2899.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2899</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2627.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2627</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/jembatan-cisomang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan Cisomang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/kereta-memasuki-terowongan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kereta memasuki terowongan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Udik Ke Jakarta</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/10/orang-udik-ke-jakarta/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/10/orang-udik-ke-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 14:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan Yuuk ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3243</guid>
		<description><![CDATA[PAMERAN, PAMERAN, WINDOW SHOPPING
Saya suka ke Jakarta. Sebagaimana seharusnya orang udik, saya suka melihat highrise building yang megah, fly over yang bersimpang susun, taman-taman yang hijau, dan billboard yang berwarna-warni. Memang ndesit banget. Hawong di Yogya ndak ada je &#8230;
Tanggal 4 Desember kemarin saya ke Jakarta lagi. Ngapain? Nonton pameran. Ya, saya memang paling suka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3243&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#800000;"><strong>PAMERAN, PAMERAN, WINDOW SHOPPING</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya suka ke Jakarta. Sebagaimana seharusnya orang udik, saya suka melihat <em>highrise building</em> yang megah, <em>fly over </em>yang bersimpang susun, taman-taman yang hijau, dan <em>billboard</em> yang berwarna-warni. Memang <em>ndesit</em> banget. <em>Hawong </em>di Yogya ndak ada <em>je </em>&#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tanggal 4 Desember kemarin saya ke Jakarta lagi. Ngapain? Nonton pameran. Ya, saya memang paling suka nonton pameran. Pameran selalu menyajikan kumpulan karya terbaik, di bidang apapun. Kapan lagi bisa melihat dan mengetahui karya-karya terbaik kalau bukan di pameran? Tentu saja kita bisa mendatangi langsung ke penciptanya, tapi itu berarti kita harus pergi ke banyak tempat. Jika pameran itu berskala nasional, bukankah lebih mudah mengunjungi satu tempat untuk melihat karya dari seluruh Indonesia, daripada mendatangi satu per satu lokasi dimana karya itu dibuat?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dari sebuah pameran, kita bisa banyak belajar, mendapatkan beragam informasi. Jika nonton pameran, maka sasaran saya adalah buklet, leaflet, brosur, dan apa pun yang berisi informasi. Di Jakarta, hampir setiap minggu apa pameran di berbagai tempat. Maka jika anda tinggal di Jakarta, dan nggak pernah nonton pameran, wooo &#8230; rugi sangat!<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya sama sekali tidak tahu jalan di Jakarta (lha wong orang udik). Yang saya agak kenal cuma seputar Pasar Baru dalam radius satu kilometer, di sekitar rumah kakak saya tempat saya sering menginap (kalau pas nggak nginap di hotel). Meskipun sama sekali tidak tahu jalan dan tidak kenal lokasi, saya pede aja jalan-jalan keliling Jakarta sendirian. Nekad? Nggak juga. Saya percayakan hidup mati saya pada sopir taksi Silver Bird atau Blue Bird. Begitu masuk taksi, saya catat nama <em>driver </em>dan nomor taksinya, dan saya smskan ke kakak saya diiringi pesan &#8220;Kalau ada apa-apa dengan saya, laporkan taksi ini ke Presiden&#8221;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Orang bilang Jakarta itu panas, kumuh, macet. Herannya, saya kok selalu melihat Jakarta yang hijau, indah, lapang, dan lancar. Agaknya saya selalu dibimbing malaikat selama di Jakarta, sebab (seingat saya) nggak pernah ngalami macet yang bener-bener <em>cet</em>. Agak lambat sedikit memang kerap, tapi nggak pernah sampai berjam-jam. Atau, barangkali saya melewati bagian Jakarta yang &#8217;salah&#8217;, yang tidak menampilkan Jakarta yang sesungguhnya &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2342.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3244" title="IMG_2342" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2342.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Langit biru, landscape yang lapang, taman hijau &#8230; gimana saya percaya Jakarta itu kumuh, coba?</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jadi, nonton pameran apa saya kemarin?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span id="more-3243"></span>Saya nonton &#8220;Pameran Konstruksi Indonesia 2009&#8243; yang diadakan oleh Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta Convention Center, dan pameran lukisan &#8220;Spotlight Wianta&#8221; di Gallery Nasional Indonesia. Saya ingin nonton pameran konstruksi untuk mengetahui perkembangan terbaru di bidang ini. Maklum, sebagai dosen yang hanya berkutat di kampus, kadang-kadang saya ketinggalan perkembangan teknologi dan penemuan-penemuan baru yang langsung diaplikasikan di lapangan.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Beberapa minggu terakhir ini saya tertarik pada gagasan pembangunan Jembatan Selat Sunda yang sudah saya tulis <a href="http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/30/memimpikan-jembatan-selat-sunda/">di sini</a> , dan saya berharap mendapatkan informasi yang lebih lengkap di pameran ini. Oleh sebab itu saya gembira begitu masuk ke ruang pameran, saya melihat stand Wiratman &amp; Associates, penggagas JSS. Di stand ini, gagasan JSS memang menjadi kebanggaan, dengan dipasangnya foto JSS sebagai <em>center of view</em>, tapi rupanya tidak ada informasi yang lebih detil. Ketika saya tanyakan pada staf Wiratman &amp; Associates yang bertugas, sampai dimana progres JSS, ternyata baru pada tahap <em>pre feasibility study</em>. Wah, FS saja masih <em>pre</em> &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2573.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3245" title="IMG_2573" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2573.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Rancangan Jembatan Selat Sunda, masih berada pada tahap pre-FS</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tapi saya gembira menemukan informasi tentang pembangunan Bandar Udara Medan Baru Kualanamu yang sedang dalam proses konstruksi. Pada tahap pertama, bandara Kualanamu akan mampu menampung 23 pesawat di apron. Bandara ini dibangun dengan konsep &#8216;Mal dalam Bandara&#8217;, artinya orang bisa belanja dan bepergian di satu lokasi yang sama. Bandara Kualanamu juga merupakan bandara pertama di Indonesia yang terhubung dengan jalur kereta api (<em>intermodal terminal</em>). Bahkan ada gagasan untuk menyatukannya dengan moda transportasi laut dengan cara mendekatkan laut ke bandara. Mendekatkan laut ke bandara? Dengan mengeduk daratan mungkin? Wah, wah &#8230; ! Saya ke Medan nunggu kalau bandara ini sudah jadi aja deh &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2576.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3246" title="IMG_2576" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2576.jpg?w=286&#038;h=448" alt="" width="286" height="448" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Gambar dan informasi pembangunan Bandar Udara medan Baru Kualanamu</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dari sekian banyak stand yang ada, rupanya Jembatan Suramadu menjadi <em>prime project</em> yang dibanggakan banyak pihak yang terlibat dalam pembangunannya. Foto Jembatan Suramadu menghiasi banyak stand, mulai dari stand Departemen Pekerjaan Umum sebagai pemilik proyek, PT. Jasa Marga sebagai pengelola jembatan, sampai ke pabrik semen Gresik. Di stand Departemen PU saya dilayani Mbak  Ani yang manis dan ramah. Nah, mumpung ada orang yang baik hati, saya minta tolong untuk diambilkan satu foto saya di depan panel bergambar Jembatan Suramadu. Eh, dia sendiri malah kemudian juga memotret saya dengan kameranya. Untuk dokumentasi pengunjung, katanya. Wah, jangan-jangan besok foto saya muncul untuk mempromosikan Jembatan Suramadu nih &#8230; (*ge-er.com*)</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2563.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3247" title="IMG_2563" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2563.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Inilah Jembatan Suramadu, sodara-sodara &#8230; jembatan terpanjang di Asia Tenggara, adikarya bangsa Indonesia bernilai 4,5 trilyun. Ayo, kita jaga dan kita rawat agar bisa dinikmati sampai ke anak cucu &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2600.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3248" title="IMG_2600" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2600.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dengan ramah, seorang SPG menawari saya untuk membuat e-Toll Card dari Bank Mandiri . Wah, lha di Yogya ndak ada GTO je Mbak, <em>pripun </em>&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Salah satu inovasi baru yang cukup menarik adalah sistem struktur pracetak C Plus untuk bangunan bertingkat. Penemuan ini berupa struktur kolom dan balok yang memiliki beberapa keunggulan, antara lain efisien biaya dan waktu pelaksanaan, bentuknya simetris, dan ukurannya lebih kecil sehingga akan memberikan luas ruangan yang lebih lapang. Struktur ini cocok dipakai pada bangunan tahan gempa.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_26151.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3250" title="IMG_2615" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_26151.jpg?w=336&#038;h=425" alt="" width="336" height="425" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Struktur pracetak yang efisien, kuat, dan tahan gempa</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2617.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3251" title="IMG_2617" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2617.jpg?w=336&#038;h=401" alt="" width="336" height="401" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Suntikkan Uretek, dan landasan yang ambles akan terangkat kembali ke posisi semula (lho, kok promosi &#8230; ) </span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Inovasi lain yang juga cukup menarik adalah Uretek, material penemuan baru untuk perbaikan bangunan yang ambles, seperti landasan pesawat terbang atau fondasi rumah. Cukup disuntikkan, dan dalam waktu beberapa saat material tersebut akan mengembang, sehingga bangunan yang ambles akan terangkat kembali.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Untuk membujuk perut yang meronta setelah beberapa jam berkeliling pameran, apalagi saya memang belum sarapan, saya memutuskan untuk  &#8216;isi bbm&#8217; di <em>snack bar</em> JCC. Tempatnya bersih dan nyaman, meskipun pilihan menunya tidak banyak. Setelah berpikir tujuh kali mempertimbangkan lima jenis menu yang ada, akhirnya saya memilih menu yang paling konvensional : nasi goreng. Halah! </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2579.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3252" title="IMG_2579" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2579.jpg?w=448&#038;h=307" alt="" width="448" height="307" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Mbak yang manis itu akan mengantarkan capuccino pesanan saya &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_25811.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3254" title="IMG_2581" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_25811.jpg?w=415&#038;h=336" alt="" width="415" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Inilah sepiring fried rice dan secangkir capuccino ala JCC. Bagaimana rasanya? Standar aja. Tapi karena lapar, ya saya sikat separo (nggak habis, sumpe!)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dari JCC saya meluncur ke Gallery Nasional Indonesia yang ada di Jl. Medan Merdeka Timur untuk nonton pameran lukisan Made Wianta. Ketika melewati Bundaran HI (masih disebut Bundaran HI, meskipun Hotel Indonesia sudah lenyap) saya melihat Grand Indonesia Shopping Town. Terbetik keinginan untuk melihat seperti apa mal mewah yang dulunya Hotel Indonesia ini (sekedar informasi, hotel kebanggaan Presiden Soekarno ini dijual oleh Megawati sewaktu si Mbak jadi Presiden RI). Nantilah, sesudah mengunjungi Gallery Nasional.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya pertama kenal Made Wianta (kenal lukisannya, maksudnyee &#8230; ) di sebuah galeri di Ubud, Bali. Sebuah lukisan gadis penari Bali dengan sukses mempesona saya. Pada waktu itu, saya belum tahu Made Wianta adalah salah satu pelukis papan atas bukan saja di Bali, tapi di Indonesia. Ketika saya tanyakan harga lukisan itu, penjaga galeri menyebut angka 75 juta. <em>Whaatt?? </em>Tujuh puluh lima juta! Saya langsung mengkeret seperti kerupuk disiram air. Gila apa, beli lukisan seharga 75 <em>jeti</em>? Penjaga galeri, melihat saya sangat berminat pada lukisan itu, mengatakan bahwa saya boleh menawar. Tapi saya tetap terkapar tiarap. Mau menawar berapa? Mosok nawar 5 juta, bisa-bisa Made Wianta langsung keriting rambutnya &#8230;<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dengan memori lukisan gadis penari Bali itu dalam otak saya, saya <em>njenggirat</em> kaget melihat lukisan-lukisan Wianta yang dipamerkan oleh O&#8217;House Gallery ini. Gaya lukisannya benar-benar beda, bak laut dan gunung api, bak Widyawati dan Mpok Ati. Coretannya aneh bin ajaib, obyeknya ganjil bin genap (maksod lo??), dan warna-warna yang ajubile ngejrengnya, membuat saya terbengong-bengong seperti orang kesambet. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tapi inilah Made Wianta. Jadi mari kita nikmati saja.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2620.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3256" title="IMG_2620" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2620.jpg?w=319&#038;h=448" alt="" width="319" height="448" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">&#8220;Diva 2&#8243; (2009), cat acrylic di atas kanvas, 175&#215;125 cm. Diva aja kayak gitu jeleknya, gimana kalau saya yang dilukis Wianta? Amit-amit &#8230; </span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2623.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3257" title="IMG_2623" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2623.jpg?w=448&#038;h=275" alt="" width="448" height="275" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221;  dan  &#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Aduh, maaf &#8230; saya lupa tidak mencatat judul dua lukisan ini. Padahal dari judul itulah kita bisa memahami pesan, isi hati, isi kepala, dan <span style="text-decoration:line-through;">isi dompet</span> sang pelukis. Oke, kalau gitu saya kasih judul sendiri aja (permisi, Pak Wianta &#8230; ). Yang kiri adalah &#8220;Memasak Di Bawah Hujan&#8221;, dan yang kanan adalah &#8220;Ayam Narsis&#8221;. Gimana pendapat anda? Baguskah judul bikinan saya?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Sudah pasti saya suka cuci mata (tanpa dijemur apalagi disetrika) ke mal, tapi kalau pergi ke sebuah kota, mal adalah tujuan terakhir saya. Mal ada dimana-mana, dan dimana-mana mal sama saja. Lebih bermanfaat menghabiskan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat yang khas, yang hanya ada di kota tersebut. Dari Gallery Nasional sebenarnya saya ingin ke Museum Wayang dan Museum Fatahilah, tapi rasanya tidak cukup waktu, jadi saya memutuskan untuk menghabiskan sisa sore ke Grand Indonesia saja.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Walah, walah &#8230; GI adalah mal yang bukan main mewahnya (lagi-lagi : orang udik!). Saya masuk ke gedung timur, dan segera merasa kerasan di sana. Bukan karena asyik belanja barang-barang <em>branded </em>yang harganya berjut-jut itu, tapi karena bisa duduk nyaman di selasar yang dilapisi karpet tebal, di sofa empuk yang membuat kaki penat saya bisa diistirahatkan. Maka bersantailah saya di sana, membaca dan membalas sms, membuka </strong></span><em><span style="color:#666699;"><strong>booklet </strong></span></em><span style="color:#666699;"><strong>dan<em> leaflet </em>yang saya peroleh dari pameran &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2624.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3258" title="IMG_2624" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2624.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Salah satu selasar di mal Grand Indonesia. Boleh kok numpang duduk doang &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><br />
</span></p>
Posted in Jalan-jalan Yuuk ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3243&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/10/orang-udik-ke-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2342.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2342</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2573.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2573</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2576.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2576</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2563.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2563</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2600.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2600</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_26151.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2615</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2617.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2617</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2579.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2579</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_25811.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2581</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2620.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2620</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2623.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2623</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2624.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2624</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alamaaak &#8230; !</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/06/alamaaak/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/06/alamaaak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 10:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan Yuuk ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3232</guid>
		<description><![CDATA[PE-ER  YANG  BERTUMPUK DAN TERMINAL 3 

Dua hari saya tidak membuka blog (Jum&#8217;at &#38; Sabtu) karena pergi ke Jakarta dan Bandung. Hari Minggu siang ini, setelah lunas membayar hutang tidur (plus bunga dan buahnya), saya membuka beranda. Alamaaak &#8230;. suegeerr! 
Banyak sekali komentar yang masuk, dan menunggu untuk saya jawab. Ada 58 komentar, baik untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3232&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">PE-ER  YANG  BERTUMPUK DAN TERMINAL 3 </span><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dua hari saya tidak membuka blog (Jum&#8217;at &amp; Sabtu) karena pergi ke Jakarta dan Bandung. Hari Minggu siang ini, setelah lunas membayar hutang tidur (plus bunga dan buahnya), saya membuka beranda. Alamaaak &#8230;. suegeerr! </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Banyak sekali komentar yang masuk, dan menunggu untuk saya jawab. Ada 58 komentar, baik untuk posting terbaru maupun untuk posting-posting sebelumnya. Terimakasih, hatur nuhun, matur sembah nuwun untuk teman-teman semua yang telah sudi meluangkan waktu dan tenaga menuliskan komentar. Namun saya mohon teman-teman bersabar dan berlapang dada menunggu komentarnya saya jawab satu persatu. Juga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika saya belum sempat berkunjung balik ke blog teman-teman. Insya Allah, segera setelah selesai menjawab semua komen, saya akan ngelencer ke blog semua teman-teman. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Karena terkesan membaca posting Om Trainer tentang <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/2009/11/09/terminal-3/">Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta</a> , saya sengaja memakai penerbangan Mandala Airlines (meskipun sebenarnya ada maskapai lain yang masih menyediakan tiket promo dengan harga lebih murah sekitar 100 ribu). Begitulah Om Trainer telah sukses meracuni saya. Karena pesawat domestik yang mendarat di Terminal 3 hanya Mandala dan Air Asia, maka saya pilih Mandala. Saya pengin lihat terminal baru ini, yang konon bagus dan megah.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Penerbangan dari Yogya yang seharusnya jam 06.10 delay sekitar 30 menit karena ada latihan terbang dari AAU (Akademi Angkatan Udara). Saya pernah memprotes latihan terbang yang mengganggu penerbangan umum ini kepada seorang teman saya yang menjadi petinggi di TNI AU, malah dijawab : &#8220;Harusnya masyarakat berterimakasih kepada TNI AU karena diperbolehkan numpang ikut memakai Adisucipto, yang memang milik TNI AU. Kalau nggak mau terganggu, ya bikin bandara sendiri saja!&#8221;  Welhadalaaah &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Begitulah, jadi saya mendarat di Terminal 3 sudah jam 07.30. Sebagaimana yang diceritakan Om Trainer, terminal yang mulai dioperasikan pada 15 April 2009 ini bersih (ya iyalaah &#8230; wong masih baru), luas, dan terlihat megah. Terminal ini dibangun dengan konsep <em>eco modern airport</em>, maksudnya bandara yang berwawasan lingkungan. Warna hijau mendominasi interior maupun eksterior, membuat suasana sejuk dan nyaman. Interior terminal banyak memakai kaca sehingga memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal, dan mengurangi pemakaian listrik pada siang hari. Saat ini baru diselesaikan Pier 1 dengan luas 30.000 meter persegi yang mampu menampung 4 juta penumpang setiap tahun. Direncanakan, nantinya Terminal 3 akan memiliki 5 Pier.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2539.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3233" title="IMG_2539" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2539.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Interior Terminal 3 di bagian kedatangan. Luas, bersih, dan sejuk dengan dominasi warna hijau</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Menurut Hariyanto, Kepala Cabang Utama PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, di terminal 3 dipastikan tidak ada ojek atau motor yang parkir di depan terminal. Juga tidak ada porter, tapi disediakan 300 troli yang bisa digunakan penumpang untuk mengangkut bagasi mereka. Jika penumpang terlalu lelah untuk berjalan sampai ke pintu keluar, naik troli ini pun lumayan juga kayaknya (jika tidak malu &#8230;)<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ruang keberangkatan terletak di lantai satu, dengan 30 gerai untuk <em>check in</em>. Ruang tunggu keberangkatan ada di lantai dua. Adapun ruang kedatangan terletak di lantai satu sebelah kanan. Kelak, Terminal 3 yang dibangun untuk penerbangan murah ini akan melayani penumpang dari 97 penerbangan keberangkatan dan kedatangan. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2543.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3234" title="IMG_2543" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2543.jpg?w=448&#038;h=325" alt="" width="448" height="325" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Ruang keberangkatan yang terletak di lantai satu. Saat ini belum begitu ramai, karena baru ada dua maskapai penerbangan yang beroperasi di Terminal 3.</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Desain bangunan Terminal 3 ini terkesan modern dan dinamis, dengan tiang-tiang baja menyilang yang menyangga atap. Sepintas mengingatkan kita pada Kuala Lumpur International Airport, yang arsitekturnya juga didominasi dengan tiang-tiang baja menyilang (tapi harus diakui KLIA lebih megah &#8230;). Ohya, pemesanan taksi maupun bis bisa dilakukan di bagian dalam. Sedikit kritik, tempat menunggu taksi di bagian depan terminal tidak diberi peneduh, sehingga ketika saya antri menunggu taksi BB, haduuh &#8230; panasnya cukup menyengat! </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Berapa biaya pembangunan Terminal 3? Agak simpang siur. <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/04/28/064753/1122406/10/sby-resmikan-terminal-3-bandara-soekarno-hatta">Detik.news</a> menulis 330 milyar, <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/04/28/10344623/Presiden.Resmikan.Terminal.III.Bandara.Soeta">nasional.kompas.com</a> melaporkan 300 milyar, sedangkan <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/15/04381736/hari.ini..terminal.3..soekarno-hatta.beroperasi">cetak.kompas.com</a> mendapatkan angka 285 milyar. Mana yang betul? Entahlah &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2542.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3235" title="IMG_2542" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2542.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2544.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3236" title="IMG_2544" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2544.jpg?w=429&#038;h=336" alt="" width="429" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Konstruksi bagian depan yang didominasi oleh tiang-tiang baja menyilang</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ohya, saya minta maaf tidak mengontak teman-teman yang ada di Jakarta. Karena saya di Jakarta pada hari kerja, yaitu hari Jum&#8217;at, saya pikir tidak bisa kopdar dengan teman-teman. Ngapain saya ke Jakarta dan Bandung? Ceritanya panjang, jadi besok saja ya (yee &#8230; emang ada yang nanya?)<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">(Sumber data : http://www.detiknews.com, http://tourism-indonesia.blogspot.com, http://nasional.kompas.com, http://cetak.kompas.com )</span></p>
Posted in Jalan-jalan Yuuk ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3232&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/06/alamaaak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2539.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2539</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2543.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2543</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2542.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2542</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2544.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2544</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah Mewah, Siapa Punya?</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/03/rumah-mewah-siapa-punya/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/03/rumah-mewah-siapa-punya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 09:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3215</guid>
		<description><![CDATA[KENYATAAN ATAU SEBATAS IMPIAN?
Anda ingin punya rumah yang halamannya memiliki tennis court, jogging track, swimming pool, barbeque park, children play gorund, dilengkapi dengan super market, international hospital, cafe &#38; resto, dan house keeping service 24 jam, serta terletak di pusat kota sehingga terbebas dari kemacetan? Mari &#8230; mariii &#8230; pilih hari ini juga sebelum kehabisan!!
Iklan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3215&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#800000;"><strong>KENYATAAN ATAU SEBATAS IMPIAN?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Anda ingin punya rumah yang halamannya memiliki tennis court, jogging track, swimming pool, barbeque park, children play gorund, dilengkapi dengan super market, international hospital, cafe &amp; resto, dan house keeping service 24 jam, serta terletak di pusat kota sehingga terbebas dari kemacetan? Mari &#8230; mariii &#8230; pilih hari ini juga sebelum kehabisan!!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Iklan rumah mewah yang diputar setiap akhir pekan pada jam tayang prime time ini hadir di sebuah stasiun teve swasta. Bukan hanya iklan dalam durasi 1 &#8211; 2 menit, tapi iklan dengan blocking time selama 30 menit full. Gambar-gambar mempesona yang memperlihatkan lokasi dan berbagai fasilitas rumah pun terpampang di layar televisi, dipandu dua wanita cantik dengan dandanan yang menunjukkan bahwa mereka berasal dari high society.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Penonton pasti ingin tahu, bagaimana caranya memperoleh rumah dengan fasilitas bak surga firdaus itu? Tentu saja bukan dengan rajin beribadah dan mengumpulkan amal saleh, melainkan dengan duit yang jumlahnya ratusan juta hingga milyaran rupiah. Mari kita lihat dua contoh berikut.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2054.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3216" title="IMG_2054" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2054.jpg?w=448&#038;h=230" alt="" width="448" height="230" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Rumah seluas 4&#215;15 meter persegi ini harganya 835 juta &#8217;saja&#8217;<br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2055.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3217" title="IMG_2055" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2055.jpg?w=448&#038;h=233" alt="" width="448" height="233" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Nah &#8230; yang ini, 6&#215;15 meter persegi, harganya &#8216;cuma&#8217; 1,5 milyar &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Masih ada rumah dan apartemen yang harganya lebih mahal dari dua contoh di atas, hingga mencapai sekitar 3 milyar.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya merasa terganggu, mengapa rumah-rumah yang sangat mahal itu diiklankan di televisi, yang ditonton oleh jutaan rakyat Indonesia dari berbagai lapisan? Berapa persen sih dari jumlah penonton tersebut yang mampu membeli rumah super mewah tersebut? Bagaimana perasaan orang yang menonton iklan tersebut dari rumah kontrakan sempit di gang becek, atau yang sedang mengais rejeki di warung pinggir jalan, atau bahkan yang sedang kehilangan pekerjaan karena PHK ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span id="more-3215"></span></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mari kita lihat sebagian dari fasilitas rumah-rumah mewah yang ditawarkan di televisi dengan gencar, enteng, dan penuh gebyar, seolah-olah menawarkan mainan anak-anak yang langsung bisa dibeli orang dengan seketika membuka dompet mereka. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2039.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3219" title="IMG_2039" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2039.jpg?w=448&#038;h=224" alt="" width="448" height="224" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Kolam renang nan jernih biru ini bisa dipakai untuk cibang-cibung penghuni perumahan setiap saat </span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2040.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3220" title="IMG_2040" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2040.jpg?w=448&#038;h=200" alt="" width="448" height="200" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Mau lompat tali? Sepuasnya deh, di ruang terbuka alam bebas yang hijau sejuk</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2044.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3222" title="IMG_2044" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2044.jpg?w=448&#038;h=225" alt="" width="448" height="225" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Memiliki halaman di depan rumah seperti ini, siapa nggak ngeces?</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2049.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3223" title="IMG_2049" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2049.jpg?w=448&#038;h=232" alt="" width="448" height="232" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Barbeque area ini untuk berpesta daging panggang, bukan menggelar &#8216;barbeku&#8217; (barang bekas berkualitas)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2056.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3224" title="IMG_2056" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2056.jpg?w=448&#038;h=228" alt="" width="448" height="228" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Interior dan furnitur serba simpel dan praktis, untuk menyiasati luas ruangan yang terbatas</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2060.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3225" title="IMG_2060" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2060.jpg?w=448&#038;h=229" alt="" width="448" height="229" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Bagaimana rasanya tidur di kamar seperti ini? Mungkin malah nggak bisa tidur kalau ingat harganya &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2258.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3226" title="IMG_2258" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2258.jpg?w=448&#038;h=212" alt="" width="448" height="212" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">View ala Manhattan yang diunggulkan menjadi daya tarik apartemen berupa gedung-gedung tinggi</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Rumah adalah satu dari tiga kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang, dan papan. Memiliki rumah sendiri pastilah menjadi impian setiap orang. Sesederhana apapun, tinggal di rumah sendiri memberikan ketenangan, karena tidak harus setiap saat memikirkan kontrakan rumah baru. Perut boleh lapar, baju boleh usang, tapi selama masih ada atap dan dinding yang melindungi dari hujan dan panas, derita rasanya masih tertahankan. Satu keluarga yang perutnya kosong dan hanya memiliki baju yang melekat di badan masih bisa hidup dengan saling berpelukan, tapi bagaimana jika mereka terlempar ke tepi jalan tanpa perlindungan?<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tetapi tidak semua orang mampu memiliki rumah sendiri. Tak sedikit orang yang sejak lahir hingga akhir hidupnya tidak pernah memiliki rumah. Harga rumah memang mahal, dan jika penghasilan hanya pas-pasan untuk biaya hidup, memiliki rumah tinggal sebatas impian. Oleh karena itu, beruntunglah mereka yang mendapatkan warisan rumah dari orang tuanya, sehingga tidak perlu bersusah-payah, membanting tulang dan memeras keringat untuk membeli rumah sendiri.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Berapa sih kira-kira harga sebuah rumah? Tentu saja sangat bervariasi, tergantung pada kualitas bahan bangunan serta lokasi rumah. Untuk rumah dengan kualitas bagus (bukan mewah), harga bangunan berkisar antara 1,5 &#8211; 2 juta rupiah per meter persegi. Harga tanah tidak memiliki patokan, sangat tergantung pada lokasi. Harga tanah di Jakarta sudah pasti menduduki ranking tinggi di Indonesia, begitu juga Yogya. Katakanlah harga tanah 1 juta per meter persegi, maka untuk membangun rumah seluas 100 meter persegi di atas tanah seluas 200 meter persegi dibutuhkan dana sekitar 300 &#8211; 400 juta rupiah.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2100.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3229" title="IMG_2100" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2100.jpg?w=448&#038;h=326" alt="" width="448" height="326" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Sebuah perumahan kelas menengah di Yogya</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Kalau kita lihat harga kedua rumah yang ditawarkan di atas, memang terasa sangat mahal. Mahalnya harga rumah adalah karena pembeli harus juga membayar fasilitas mewah yang disediakan pengembang (developer), seperti taman, kolam renang, dan sebagainya. Jika rumah tersebut berada di atas tanah, selain memperoleh bangunan pembeli juga memiliki sebidang tanah, yang tidak akan pernah hilang selama bumi masih ada. Tapi untuk apartemen yang berupa gedung tinggi, pembeli hanya memperoleh ruangan saja, tanpa tanah. Artinya, kalau terjadi gempa hebat sehingga bangunan runtuh, ruangan yang dibeli itu akan sirna tanpa sisa. Tentunya ada klausul khusus mengenai hal ini yang ditetapkan oleh pengelola apartemen. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Harga rumah di Yogya termasuk yang paling tinggi di Indonesia. Harga tanah di dalam kota sudah mencapai jutaan rupiah per meter persegi, apalagi yang berada di lokasi strategis. Beberapa perumahan mewah dengan harga per unit mencapai 2 &#8211; 4 milyar pun sudah dibangun, meskipun masih ada juga rumah dengan harga 200 &#8211; 300 juta. Apakah orang Yogya sudah kaya raya, sehingga mampu membeli rumah yang harganya yar-yaran? Oh, tidak! Sebagian besar pemilik rumah mewah itu adalah orang luar Yogya, para pejabat dan pengusaha kaya. Entah mengapa, memiliki rumah di Yogya terdengar menarik dan &#8217;seksi&#8217;, sehingga banyak orang berlomba-lomba membeli rumah di kota ini. Penduduk asli Yogya yang punya warisan tanah luas di lokasi strategis bisa hidup ongkang-ongkang dengan menjual tanahnya. Tapi bagi warga yang tidak memiliki warisan, untuk bisa tinggal di rumah milik sendiri sungguh perlu kerja keras plus kemurahan Tuhan.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Kembali ke iklan rumah mewah di televisi. Tentu saja pengembang boleh membuat perumahan dan apartemen semewah apapun, kalau memang ada pangsa pasarnya. Dan tentu saja orang boleh memiliki rumah mewah, jika mereka memang mampu membelinya. Tapi tidakkah perlu ada tenggang rasa dengan warga masyarakat lain yang masih kesulitan mencari penghidupan (dan merupakan sebagian besar rakyat Indonesia)? Tidak bisakah pemasaran rumah mewah itu dilakukan secara lebih khusus, melalui jaringan yang bisa langsung mencapai target pembeli dari kalangan para beruang? Alangkah ironisnya pamer kemewahan itu dengan tayangan berita sesaat kemudian, yang menyajikan gambar rakyat menjerit dan mati terinjak-injak ketika antre zakat &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Please.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">(foto : Metroteve)</span></p>
Posted in Kontemplasi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3215&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/12/03/rumah-mewah-siapa-punya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2054.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2054</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2055.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2055</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2039.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2039</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2040.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2040</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2044.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2044</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2049.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2049</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2056.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2056</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2060.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2060</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2258.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2258</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/12/img_2100.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2100</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memimpikan Jembatan Selat Sunda</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/30/memimpikan-jembatan-selat-sunda/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/30/memimpikan-jembatan-selat-sunda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Barelang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Selat Sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3206</guid>
		<description><![CDATA[JALAN KAKI DARI JAWA KE SUMATRA
Kelak, kita akan bisa berjalan kaki dari Jawa ke Sumatra. Kalau mau, naik kebo juga boleh. Naik kuda lumping? Boleh juga sih, siapa tahu malah dapat duit hasil ngamen sepanjang jalan (asal jangan mecahin lampu jembatan untuk dimakan &#8230; ) 
Jalan kaki melintasi Selat Sunda? Yes, absolutely! Sudah pasti bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3206&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#800000;"><strong>JALAN KAKI DARI JAWA KE SUMATRA</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Kelak, kita akan bisa berjalan kaki dari Jawa ke Sumatra. Kalau mau, naik kebo juga boleh. Naik kuda lumping? Boleh juga sih, siapa tahu malah dapat duit hasil ngamen sepanjang jalan (asal jangan mecahin lampu jembatan untuk dimakan &#8230; ) </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jalan kaki melintasi Selat Sunda? <em>Yes, absolutely! </em>Sudah pasti bukan berjalan di atas permukaan air (memangnya David Copperfield?), tapi melintasi jembatan yang membentang di atas Selat Sunda. Memang masih merupakan impian, tapi ini mimpi yang sangat mungkin menjadi kenyataan.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jembatan Selat Sunda digagas pertama kali oleh Prof. Sedyatmo (almarhum), seorang guru besar ITB, pada tahun 1960 (wow &#8230; sunguh luar biasa wawasan ke depan beliau!). Jembatan itu disebut &#8220;Tri Nusa Bimasakti&#8221; yang berarti &#8216;penghubung antara tiga pulau&#8217;, yaitu Sumatra-Jawa-Bali. Pada tahun 1965 Presiden Soekarno memerintahkan kepada ITB untuk membuat desain dan melakukan uji coba. Desain awal penghubung ketiga pulau ini berupa <em>tunnel</em> (terowongan bawah laut), yang diserahkan kepada Presiden Soeharto tahun 1989. Selanjutnya, pada tahun 1997 Presiden Soeharto memerintahkan kepada BJ Habibie selaku Menristek untuk mewujudkan proyek prestisius tersebut. Apa boleh buat, sejarah mencatat bahwa pada tahun itu Presiden Soeharto meletakkan jabatan, sehingga proyek Jembatan Selat Sunda pun tertunda.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Pada tahun 1990an, Prof Wiratman Wangsadinata dan Dr. Ir. Jodi Firmansyah melakukan pengkajian kembali pada perencanaan penghubungan Sumatra dan Jawa. Hasil kajian mereka menyatakan bahwa jembatan lebih layak dari pada terowongan bawah laut. Selain karena ahli-ahli konstruksi Indonesia sudah menguasai teknologi pembuatan jembatan dengan baik, terowongan dinilai lebih riskan terhadap bahaya gempa bumi serta kebakaran. Jumlah kendaraan yang bisa melewati terowongan juga terbatas karena dalam konsepnya mobil diangkut dengan kereta, sementara melalui jembatan mobil bisa melintas langsung. Lagipula, dengan adanya jembatan Indonesia akan memiliki <em>land mark</em> yang akan menjadi simbol kebanggaan bangsa. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2272.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3207" title="IMG_2272" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2272.jpg?w=397&#038;h=336" alt="" width="397" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Gambar rencana jembatan Selat Sunda, rancangan Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata (foto : Kompas/www.jembatanselatsunda.com)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span id="more-3206"></span>Jembatan Selat Sunda menjadi bagian dari proyek <em>Asian Highway Network </em>(<em>Trans Asia Highway</em> dan <em>Trans Asia Railway</em>). Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dana proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) sebesar 117 trilyun direncanakan berasal dari kontribusi pemerintah dan swasta. JSS benar-benar super mega proyek. Bayangkan, dana yang dibutuhkan mencapai 117 trilyun! Bandingkan dengan Jembatan Suramadu yang hanya menelan biaya 4,5 trilyun saja (padahal, banyak rakyat Indonesia yang bahkan tidak bisa membayangkan, satu trilyun itu berapa sih?)</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tapi jika melihat spesifikasinya, JSS memang hebat keliwat-liwat. Panjang jembatan 31 kilometer, dengan panjang bentang utama adalah 2.750 meter dan 2.500 meter. Lebar jembatan 60 meter, masing-masing sisi memiliki 3 lajur untuk kendaraan roda empat dan jalur ganda untuk kereta api. Golden Gate Bridge di California yang sangat terkenal itu, yang sering dipakai sebagai lokasi shooting film Hollywood, panjangnya cuma 2.737 meter dengan lebar 27 meter  saja. Wuah &#8230; bukan apa-apanya, bahkan dibandingkan Jembatan Suramadu yang panjangnya 5,5 kilometer. Tapi memang, Golden Gate adalah jembatan zaman baheula, dibangun pada tahun 1937 ketika di Indonesia belum ada jembatan panjang (bahkan kita masih dijajah Belanda dan anak bangsa yang memiliki pendidikan tinggi di bidang teknik masih bisa dihitung dengan jari tangan  sebelah). Kemampuan para ahli konstruksi Indonesia yang maju pesat sungguh sangat mengagumkan!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/jembatan-golden-gate.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3208" title="Jembatan Golden Gate" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/jembatan-golden-gate.jpg?w=500&#038;h=132" alt="" width="500" height="132" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Golden Gate Bridge, menghubungkan San Fransisco dengan Marin County (foto : Wikipedia) </span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;"><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_1355.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3213" title="IMG_1355" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_1355.jpg?w=224&#038;h=300" alt="" width="224" height="300" /></a></span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Di bawah pilar jembatan Suramadu dengan bentangan kawat-kawat baja raksasanya (meskipun gelap dan nggak kelihatan mana hidung mana mata, itu saya lho, sumpe!)<br />
</span></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu, Indonesia sudah memiliki Jembatan Barelang yang menghubungkan pulau Batam-Rempang-Galang di Kepulauan Riau. Jembatan Barelang terdiri atas 6 ruas dengan panjang total sekitar 2 kilometer. Salah satu ruas jembatan yang diberi nama Jembatan Tengku Fisabilillah memiliki bentuk serupa dengan Golden Gate Bridge, yaitu berupa konstruksi <em>cable stayed</em> (jembatan gantung).<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/jembatan-barelang.png"><img class="alignnone size-full wp-image-3209" title="Jembatan Barelang" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/jembatan-barelang.png?w=300&#038;h=197" alt="" width="300" height="197" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Jembatan Barelang, menghubungkan pulau Batam, Rempang dan Galang (foto : Wikipedia)<br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Jembatan Selat Sunda dibangun dengan teknologi terapan <em>Delta Qualstone S.K. 125</em>, yang telah memiliki sertifikat hak paten di Indonesia. Teknologi ini memberikan toleransi terhadap gempa hingga 9 Skala Richter, dan sudah terdaftar pada Business Technology Center &#8211; Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTC-BPPT). JSS bukan merupakan satu jembatan menerus yang seluruhnya berada di atas laut, melainkan beberapa penggal jembatan dan jalan yang melintasi pulau Ular, pulau Sangiang, dan pulau Panjurit. Bentang jembatan gantung (<em>suspension bridge</em>) sepanjang 8 kilometer terbentang antara pulau Ular dan pulau Sangiang serta pulau Sangiang dan pulau Panjurit. Jembatan gantung sepanjang 8 kilometer ini benar-benar sangat panjang, dan dibutuhkan pilar jembatan yang tentunya juga sangat tinggi. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Menurut rencana, JSS akan mulai dibangun tahun 2010, dan akan siap digunakan pada 2030. Walah &#8230; masih 20 tahun lagi! Semoga saya masih hidup (dan cukup kuat) untuk melihat dan melintas di atasnya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sumber : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Selat_Sunda">Wikipedia</a>, Kompas</span></p>
Posted in Teropong  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3206&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/30/memimpikan-jembatan-selat-sunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2272.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2272</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/jembatan-golden-gate.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan Golden Gate</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_1355.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1355</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/jembatan-barelang.png" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan Barelang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopdar Yogya Berlanjut &#8230;</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/28/kopdar-yogya-berlanjut/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/28/kopdar-yogya-berlanjut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 16:01:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Haloo Kawan]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3194</guid>
		<description><![CDATA[THE BEAUTY OF BLOGGING
*Sungkem dulu ke Om Trainer karena pinjam kalimat trade mark beliau*
The beauty of blogging bener-bener berlaku di dunia maya maupun di alam baka nyata. Keindahan dunia virtual itu mengejawantah (maap kepada yang nggak ngerti bahasa Jawa) ke dalam kasunyatan (hah, bahasa Jawa lagi!), dalam bentuk kopdar. Kopdar, kopi darat, ini bukan saudaranya susu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3194&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#800000;"><strong>THE BEAUTY OF BLOGGING</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>*Sungkem dulu ke <a href="http://theordinarytrainer.wordpress.com/">Om Trainer</a> karena pinjam kalimat <em>trade mark</em> beliau*</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><em>The beauty of blogging</em> bener-bener berlaku di dunia maya maupun di alam <span style="text-decoration:line-through;">baka </span>nyata. Keindahan dunia virtual itu mengejawantah (maap kepada yang nggak ngerti bahasa Jawa) ke dalam <em>kasunyatan</em> (hah, bahasa Jawa lagi!), dalam bentuk kopdar. Kopdar, kopi darat, ini bukan saudaranya susu, teh, atau coklat, tapi sepupuan dengan <em>rendezvous</em> (halah!) atau <em>gathering</em> (sok ah!).</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Siapa &#8216;bintang&#8217; kopdar Yogya tanggal 28 November ini? Siapa lagi kalau bukan seleblog kita, <a href="http://ceritaeka.com/">Eka Situmorang-Sir</a> . Oke, tanpa banyak prolog (takut keburu disoraki teman-teman yang mulai bosan baca ocehan saya), saya akan menyampaikan laporan pandangan mata dan sentuhan tangan saya pada kopdar tadi siang. Ini siaran tunda sekitar 9 jam, tapi masih cukup anget kok &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Memenuhi keinginan saudara muda saya, <a href="http://hardivizon.com/2009/11/28/situmorang/#more-1224">Uda Vizon</a> ,  kopdar kami laksanakan di Bumbu Desa Resto. Saya tiba di sana paling dulu (meskipun sudah telat 15 menit dari janjian kami jam 12.00). Setelah cek ini-itu-ina, saya pun duduk manis menunggu teman-teman lain datang. Yang pertama muncul adalah <a href="http://muzdalifah-muhlan.blogspot.com/">Muzda</a> . Gadis mungil-cantik ini pernah kopdar dengan saya dan <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/">Krismariana</a> di resto ini juga, bahkan di meja yang sama. Walaah &#8230; Muzda semakin mungil aja. Kalau Muzda mengijinkan, kayaknya saya bisa mengangkat dia dengan sebelah tangan (Herculi &#8216;kali&#8230; ).  Selang beberapa menit, muncul Uda Vizon dan Uni Icha. Saya sempat beberapa detik &#8217;silap wajah&#8217; terhadap Teuku Ryan &#8230; eh, Uda Vizon. Soalnya &#8216;ustadzt uda&#8217; ini memakai baju hitam dengan beberapa tempelan <em>badge</em>, jadi saya pikir ada reporter Metroteve yang mampir mau makan &#8230; hihi. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Sang bintang Eka Situmorang muncul pada kloter ketiga, bersama suaminya, Adrian. Saya sempat terpesona melihat si mungil bin centil ini. Iya, iya, foto-foto di blognya memang sangat nyata memperlihatkan <span style="text-decoration:line-through;">kenarsisan </span>kemanisan Eka, tapi aslinya, Eka lebih cantik dan bening lho dari fotonya. Suer. Saya sempat berpelukan dengannya dan memegang lengannya ketika bercipika-cipiki. Wow &#8230; kenyal!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Siapa tamu berikutnya? Kami senang sekali ketika <a href="http://dyahsuminar.com/">Bunda Dyah Suminar</a> <em>ketebang-ketebang</em> (ups! bahasa Jawa lagi!) muncul, masih lengkap dengan kain batik dan selendang, wong habis njagong manten. Saya meng-sms Bunda hari Sabtu pagi, dan sebenarnya tidak terlalu berharap beliau bisa hadir mengingat kesibukan beliau yang pasti sangat padat. Eee &#8230; lha kok ternyata beliau bisa rawuh. Rejeki, rejeki!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Nah, yang muncul terakhir adalah <a href="http://wijna.web.id/index.php">Wijna</a> , anak muda yang perilakunya rada aneh bin ajaib. Mungkin dia memiliki titisan darah Majapahit, sehingga di zaman global dan serba virtual ini, dia rela dan bahagia menghabiskan hidupnya dengan nguplek-uplek  candi dan segala benda peninggalan nenek moyang dari zaman dahulu kala. Dan coba tebak apa pendidikannya? Sarjana Matematika UGM! Hwalah, apakah dibutuhkan kuliah di jurusan Matematika sekian lama untuk bisa menghitung jumlah batu dan bata penyusun candi? Hanya wajah penuh ketawa Wijna jawabnya &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2465.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3195" title="IMG_2465" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2465.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Sebelum makan poto dulu aah &#8230;  Uni Icha, Uda Vizon, Adrian, Wijna, Muzda, Tuti, Bunda Dyah, dan Eka.</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Apa yang heboh pada kopdar kali ini? Jangan kemana-mana, kisah akan berlanjut setelah teman-teman mengklik &#8216;Lanjut Baca&#8217; di bawah ini &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span id="more-3194"></span></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>*oke, terima kasih sudah klik &#8216;Lanjut Baca&#8217;  &#8230;*)</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Di pergaulan antar bloger, ternyata unsur feodal warisan zaman kuno masih dilestarikan. Apa itu? Yang tua dipersilahkan mengambil nasi duluan. Karena Bunda Dyah habis menghadiri dua pesta pernikahan, beliau tidak makan lagi. Jadi sayalah, pini sepuh urutan nomor dua (hiks &#8230;!) yang diminta mengambil nasi duluan. Dan apa yang terjadi? Ternyata, anak-anak muda yang masih pada takut gemuk itu mengambil nasi sangat sedikit, sehingga nasi di piring saya kelihatan paling buanyak, padahal saya cuma mengambil satu centong saja. Hey, curang! Saya jadi kelihatan makannya paling banyak nih! </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2466.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3202" title="IMG_2466" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2466.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Eka dengan sukses mempermalukan saya, karena mengambil nasi hanya sejumput kecil saja (piring paling atas). Untung piring nasi saya tidak ikut terfoto &#8230; hihi (eh, tapi isinya juga cuma sedikit kok, sumpe!)</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tepat ketika saya akan berangkat ke tempat kopdar, Uda Vizon mengirim sms, memberi tahu kalau Eka ulang tahun. Waduh! Saya memang beberapa hari tidak membuka fb, jadi ketinggalan berita. Karena waktu sudah mepet, saya nggak sempat beli kado. Maaf ya Eka &#8230;. (lain kali kalau ultah diumumin di koran dan teve dong!). Nah, sebelum teman-teman datang, saya memberitahu pihak resto bahwa ada yang ulang tahun, agar mereka menyiapkan acara penyambutan. Seperti apakah acara itu? </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Tengah-tengah kami makan, barisan pemusik khas Sunda (resto ini menyajikan masakan Sunda), masuk dari pintu depan sambil memainkan gendang, angklung, dan seruling. Mereka menari dan berputar mengelilingi meja para tamu, lalu berhenti di samping meja kami. Eka kaget bukan kepalang ketika mengetahui bahwa kelompok musik itu tampil untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Yeeiy! </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Eka menerima ucapan selamat dari resto berupa kalungan kacang panjang dan lombok merah. Karena tidak tahu Eka ultah yang ke berapa (kata Om Trainer, tabu menanyakan umur wanita, iya kan Om?), maka lilin yang ditiup tidak menunjukkan angka, tapi &#8230;. lilin di meja yang ditaruh untuk ngusir lalat &#8230; hihihi!! It&#8217;s oke, yang penting ada nyala apinya, iya toh? Berikutnya adalah acara potong tumpeng, yang terdiri dari nasi merah dan nasi putih.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2473.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3196" title="IMG_2473" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2473.jpg?w=208&#038;h=300" alt="" width="208" height="300" /></a> <a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2474.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3197" title="IMG_2474" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2474.jpg?w=191&#038;h=300" alt="" width="191" height="300" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Potong tumpengnya sekarang juga! Lhoooh &#8230; lhoooh &#8230;. kok diemplok sendiri? Hwaduuh! Tiwas ge-er, ngira bakal dapet potongan tumpeng dari Eka &#8230; hiks!</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2477.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3198" title="IMG_2477" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2477.jpg?w=373&#038;h=336" alt="" width="373" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><span style="color:#800000;">Ya&#8217;elaah &#8230; belum kenyang nyuap sendiri, masih minta disuapin suami (*geleng-geleng kepala takjub*). Adrian, kayaknya dikau bakal repot deh kalau besok punya baby, lha wong emaknya aja masih minta disuapin gitu &#8230;</span><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2480.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3199" title="IMG_2480" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2480.jpg?w=336&#038;h=434" alt="" width="336" height="434" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dua ibu cantik mencium si cantik yang berbahagia &#8230; (*halah, semua mengaku cantik, hukk!*)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2481.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3200" title="IMG_2481" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2481.jpg?w=448&#038;h=336" alt="" width="448" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Acara wajib kopdar : foto bareng. Karena ada reporter Metroteve (paling kanan), kayaknya berita kopdar ini bakal muncul di Breaking News &#8230; eh, tapi mana kameramennya nih?<br />
</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2484.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3201" title="IMG_2484" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2484.jpg?w=405&#038;h=336" alt="" width="405" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Teletubbies berpelukan? Yang ungu gendutnya memang sudah mirip Tinky Winky, tapi yang kembang-kembang belum ada tokoh bonekanya &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Terimakasih kepada resto Bumbu Desa yang telah meramaikan ultah Eka dengan meriah. Terimakasih kepada para tamu lain yang ikhlas membiarkan kami membuat heboh dengan canda, tawa, dan segala adegan foto narsis. Terimakasih kepada Bunda Dyah, Uda Vizon, Uni Icha, Eka, Adrian, Muzda, dan Wijna, yang telah membuat hari Sabtu ini sangat mengesankan. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Aaah &#8230;.. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Nunggu kopdar berikutnya. Siapa, ayooo &#8230;</strong></span></p>
Posted in Haloo Kawan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3194&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/28/kopdar-yogya-berlanjut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2465.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2465</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2466.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2466</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2473.jpg?w=208" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2473</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2474.jpg?w=191" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2474</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2477.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2477</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2480.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2480</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2481.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2481</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2484.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2484</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How Big Can You Be?</title>
		<link>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/25/how-big-can-you-be/</link>
		<comments>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/25/how-big-can-you-be/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[body mass index]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tutinonka.wordpress.com/?p=3181</guid>
		<description><![CDATA[OVERWEIGHT, OBESITY, BMI

Hughes mencampakkan 300 bajunya, karena sudah tidak cocok lagi dengan ukuran badannya. Apa pasal? Pasalnya, berat presenter berbadan subur ini sudah berkurang dari 130 kg menjadi 95 kg, susut 35 kg dalam waktu 9 bulan. Hebaatt!! Ini prestasi yang benar-benar harus diapresiasi, karena sungguh tidak mudah menurunkan berat badan sebanyak itu secara alamiah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3181&subd=tutinonka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#666699;"><strong><span style="color:#800000;">OVERWEIGHT, OBESITY, BMI</span><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Hughes mencampakkan 300 bajunya, karena sudah tidak cocok lagi dengan ukuran badannya. Apa pasal? Pasalnya, berat presenter berbadan subur ini sudah berkurang dari 130 kg menjadi 95 kg, susut 35 kg dalam waktu 9 bulan. Hebaatt!! Ini prestasi yang benar-benar harus diapresiasi, karena sungguh tidak mudah menurunkan berat badan sebanyak itu secara alamiah (tanpa obat-obatan maupun <em>lipo</em> <em>suction</em>). Hughes bertekad akan menurunkan berat badannya 20 kg lagi, agar mencapai berat ideal. Salut untuk Hughes!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Hughes, yang dulu merasa pede dengan ukuran tubuhnya, bahkan sampai membuka butik &#8216;Big is Beautiful&#8217; yang khusus menyediakan baju-baju berukuran super besar, akhirnya merasa perlu mengecilkan tubuhnya. Ia termotivasi untuk pindah dari &#8216;kelas berat&#8217; ke &#8216;kelas terbang&#8217; karena terpilih sebagai juru bicara Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) pada Indonesian Song Festival 2009 dan ASEAN Song &amp; Culture Festival 2010 mendatang. Sebagai juru bicara festival, sudah pasti ia akan menjadi sorotan kamera, dan meskipun kamera akan mampu &#8216;memuat&#8217; seberapapun besar tubuhnya, agaknya Hughes tak suka &#8216;menyita tempat&#8217; di panggung, di kamera, maupun di halaman media cetak &#8230;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/dewi-hughes-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3184" title="Dewi Hughes 2" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/dewi-hughes-2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a> <a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2301.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3185" title="IMG_2301" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2301.jpg?w=185&#038;h=300" alt="" width="185" height="300" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Hughes 130 kg (foto dari <a href="http://www.info-artis.com/Dewi_Hughes/dewi_hughes.html">sini</a> ) dan Hughes 95 kg (foto : Nur Ichsan)</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Dunia entertainmen Indonesia makin hari memang makin ramah kepada &#8216;orang-orang besar&#8217;. Tentu ini fenomena yang positif, karena entertainer bukan lagi semata dilihat dari penampilannya, tetapi juga talenta dan kapabiliti yang mereka punyai. Selain Hughes, tercatat beberapa artis berbadan ektra lebar yang juga sukses memenuhi layar kaca, seperti TikaPanggabean (Poject Pop) dan Rina Gunawan. Tika, yang semula membebani timbangan dengan 108 kg, akhirnya rela mengurangi lemak di tubuhnya, dan sekarang berbobot 92 kg saja. Rina Gunawan, belum terdengar kabar akan mengepras ukuran baju. </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/tika-panggabean.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3186" title="Tika Panggabean" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/tika-panggabean.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a> <a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/rina-gunawan-21.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-3188" title="Rina Gunawan 2" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/rina-gunawan-21.jpg?w=100&#038;h=150" alt="" width="100" height="150" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Tika Panggabean dan Rina Gunawan (foto dari <a href="http://images.google.co.id/images?q=Tika+Panggabean&amp;oe=utf-8&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a&amp;um=1&amp;ie=UTF-8&amp;ei=sKEMS4SmFYT6kAXy0viEBA&amp;sa=X&amp;oi=image_result_group&amp;ct=title&amp;resnum=4&amp;ved=0CCIQsAQwAw">sini</a> ) </span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Ukuran tubuh seseorang dikategorikan menjadi <em>underweight, overweight </em>dan<em> obesity</em>, yang ditentukan oleh angka BMI (<em>Body Mass Index</em>). Anda tahu berapa angka BMI anda? Ayuk kita lihat &#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><span id="more-3181"></span>BMI adalah perbandingan berat terhadap tinggi yang dapat dihitung secara mudah dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat dari tinggi badan dalam meter (kg/m²). Nilai BMI dipengaruhi oleh usia, tapi berlaku sama pada pria dan wanita. Nilai BMI bisa tidak sesuai pada derajat kegemukan dari etnis yang berbeda, dalam hubungannya dengan perbedaan proporsi tubuh. Sebagai contoh, BMI Britney Spears mungkin sama dengan BMI saya (halah!), tapi dilihat dari kenyataan, saya memiliki proporsi massa lemak yang lebih banyak dari pada massa otot dibandingkan dengan Britney. Analogi lain, mana yang lebih berat ‘lemak 40kg + otot 10kg’ atau ‘lemak 20kg + otot 30kg’ ? Sama saja kan? </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/tabel-bmi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3189" title="Tabel BMI" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/tabel-bmi.jpg?w=378&#038;h=364" alt="" width="378" height="364" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Bahwa obesitas adalah penyebab dari berbagai penyakit, rasanya kita semua sudah paham. Berbadan terlalu gemuk juga merepotkan. Bukan saja susah naik kendaraan dan mencari ukuran baju, bahkan memotong kuku kaki sendiripun syusyah. Jadi memang ada baiknya orang-orang gemuk membentuk sebuah organisasi, agar minimal bisa saling memotongkan kuku kaki sesama anggota &#8230; </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Alkisah, beberapa hari yang lalu, dalam sebuah acara, seorang ibu mendekati saya, dan dengan serius berkata :</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Bu Tuti, ma&#8217;af niih &#8230;. timbangan Ibu naik ya?&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saya terperangah dan tidak segera menemukan kata-kata cerdas untuk menjawab. Saya terperangah karena, <em>pertama </em>(haiyah, kayak nulis artikel ilmiah saja), saya tidak begitu mengenal ibu tersebut. <em>Kedua</em>, kalimat tersebut (dan cara ia mengucapkannya) rasanya kurang etis, dan jujur saya agak sedikit tersinggung. <em>Ketiga</em>, saya disadarkan bahwa saya memang bertambah berat &#8230; (hiks!). </strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Begitulah, kalimat &#8216;eh, kamu tambah gendut ya&#8217; dan kalimat sejenis yang memiliki makna sama, adalah kalimat terkutuk bagi para wanita di seluruh dunia.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Masalah kelebihan berat badan sudah menjadi problem laten bagi saya. Saya mudah sekali menjadi gemuk, padahal makan saya tidak banyak (suwerr !!). Berat badan saya mulai tancap gas ketika saya remaja, kelas 3 SMP. Sampai kelas 2 SMA, saya adalah gadis gemuk-pendek-jelek. Kelas 3 SMA badan saya mulai nggembos, dan sampai lulus kuliah badan saya ramping. Tinggi memang tidak bertambah, tapi wajah berubah lebih manis (kalau nggak percaya, tanya deh teman-teman kuliah saya &#8230; wakaka!). Dan ketika menikah, berat saya 45 kg, dengan lingkar pinggang 60 cm.  Suit, suit!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Setelah menikah, jarum timbangan terus bergerak ke kanan. Mungkin pernya memang rusak (hihi!). Pernah mencapai angka fantastis, yaitu 62 kg. Huwaa!! Saya panik, kalang kabut, hati sedih, perasaan kelu, pikiran buntu. Setiap memandang cermin, saya tercekam rasa putus asa (tapi tetap saja nggak berani bunuh diri). Saya sampai ikut program penurunan berat badan di Im****sion dengan membayar cukup mahal, dan hasilnya &#8230;. nihil!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Suatu ketika, saya menghadapi problem yang membuat saya stress berat, dan badan saya mengempis seperti balon bocor. Dalam waktu dua bulan, berat badan saya turun 7 kg. Stress berlanjut dan kebocoran pun tak terbendung. Berat saya turun terus sampai mencapai 50 kg. Rupanya, stress adalah obat kurus paling manjur untuk saya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Sekarang berapa berat badan saya? Haduuh &#8230; saya malu untuk menuliskannya. Yang jelas, angka BMI saya adalah 25,3. Artinya, <em>overweight! </em>Hiks, hiks!</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_0844.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3182" title="IMG_0844" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_0844.jpg?w=394&#038;h=336" alt="" width="394" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Ini cuma akting makan, swear! Karena mau dipoto aja &#8230;.</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><a href="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_0846.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3190" title="IMG_0846" src="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_0846.jpg?w=412&#038;h=336" alt="" width="412" height="336" /></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Saya nggak kegemukan kok. Iya kan? Iya kan? Buktinya, nggak disuruh bayar overweight oleh Garuda &#8230;</span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Catatan penting : posting ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung hati teman-teman yang alhamdulillah banyak rizki menempel di badan, tetapi semata-mata curhat karena saya sedang resah akibat sapaan manis seorang ibu yang saya ceritakan di atas.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sumber :  <a href="http://www.kapanlagi.com/h/langsing-dewi-hughes-buang-300-baju.html">kapanlagi.com</a> , <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2009/10/29/e100216/dewi.hughes.turunkan.bobot.demi.kontes.asean">kompas.com</a>, <a href="http://www.andaka.com/normalkah-body-mass-index-bmi-anda.php">andaka.com</a></span></p>
<p>&nbsp;</p>
Posted in Teropong  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tutinonka.wordpress.com/3181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tutinonka.wordpress.com/3181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tutinonka.wordpress.com/3181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tutinonka.wordpress.com/3181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tutinonka.wordpress.com/3181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tutinonka.wordpress.com/3181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tutinonka.wordpress.com/3181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tutinonka.wordpress.com/3181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tutinonka.wordpress.com/3181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tutinonka.wordpress.com/3181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tutinonka.wordpress.com&blog=2666123&post=3181&subd=tutinonka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tutinonka.wordpress.com/2009/11/25/how-big-can-you-be/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c7f73622eaac156f3fd77fcd4e65d97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tutinonka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/dewi-hughes-2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Dewi Hughes 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_2301.jpg?w=185" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2301</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/tika-panggabean.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tika Panggabean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/rina-gunawan-21.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">Rina Gunawan 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/tabel-bmi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tabel BMI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_0844.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0844</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tutinonka.files.wordpress.com/2009/11/img_0846.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0846</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>