Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari 20th, 2008

TITIP RINDU UNTUK AYAH

AYAHKU

Apa yang bisa kuceritakan tentang ayahku?

Ayahku dilahirkan di desa, 30 kilometer di sebelah selatan Yogya. Sebagai anak petani, namanya sangat sederhana : Paidi. Beliau lahir tahun 1914, pada saat di Eropa meletus Perang Dunia I. Meskipun hanya seorang petani, kakekku sangat mengutamakan pendidikan, sehingga ayahku dan saudara-saudara ayahku dimasukkan ke Kweek School, Sekolah Pendidikan Guru pada jaman Belanda. Demikianlah, ayahku menjadi guru, menikah dengan ibuku yang juga seorang guru.

Sebagaimana kebiasaan orang jaman dahulu, sesudah menikah ayahku tidak lagi memakai nama Paidi, dan mengganti namanya dengan ‘nama tua’ yaitu Wignyo Sumarto. Kakak sulungku mencantumkan inisial WS di belakang namanya, singkatan dari nama ayahku. Tapi kami, ke enam adiknya, tidak ada yang mengikuti contohnya. Aku, anak yang terkecil, malah terseret ‘aliran sesat’ remaja yang mencari jati diri, mereka-reka namaku menjadi Tuti Nonka. Nonka adalah Tuti tanpa k, jadi bukan Tutik . Biar gaya, biar ‘lain’, begitu. Setelah meninggalkan bunga-bunga masa remaja, aku ingin menanggalkan nama Nonka itu, karena rasanya memalukan. Tapi rupanya orang tak mau melupakan nama konyol itu. Ibarat tato, nama itu rupanya sudah tergores di keningku, tak bisa dihapus. Apa boleh buat, akhirnya aku menerima nama Nonka sebagai bagian dari diriku, seperti halnya aku menerima wajahku yang bulat dan tinggi tubuhku yang tak pernah bisa melebihi tinggi tali jemuran.

Ayahku bertubuh tinggi besar, parasnya tampan, rambutnya sedikit mengombak. Aku masih menyimpan foto beliau mengenakan jas, dasi, dan blangkon. Aneh juga paduan busananya ya? Agaknya itu trend mode paling top saat itu, sebagaimana kita lihat pada foto Douwes Dekker dan teman-temannya Tiga Serangkai, para pendiri Boedi Oetomo. Barangkali, jas dan dasi itu mencerminkan modernisasi, sedangkan blangkon adalah identitas nasionalisme. Foto itu dibuat tahun 1936, beberapa saat sebelum beliau menikah dengan ibuku. Betul-betul keren, tampak seperti pemuda Jawa tempo doeloe yang ganteng.

(lebih…)

Read Full Post »