Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2008

STEPHEN HAWKING, MANUSIA AJAIB PENEMU LUBANG AJAIB

Hawking adalah manusia ajaib ciptaan Yang Maha Ajaib, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kalau pada 300-an SM Archimedes membuat kita puyeng kliyeng-kliyeng dengan rumus-rumus matematikanya, pada akhir 1900-an M dan awal 2000-an M (berjarak sekitar 2250 tahun) Hawking memaksa otak kita muntir kepelintir oleh teori penciptaan alam semestanya. Genius abad milenium ini expert dalam bidang cosmology dan quantum gravity, khususnya kajian tentang black hole. Black hole, lubang hitam yang ajaib ini, adalah pusat galaxy atau tata surya kita.

Jangan-jangan, black hole ini pula yang dilihat oleh Raja Khufu dan orang-orang Mesir pada 2000 lebih SM, yang mereka yakini sebagai surga, dan mendorong mereka membangun pyramida sebagai jalan menuju kesana. Olala ….. incredible!

Tapi gambaran tentang surga yang indah tak terperi, dengan bidadari, taman bunga, kebun buah dan sungai-sungai jernih mengalir di bawahnya, kok jauh banget ya dengan gambaran black hole yang hitam kelam, dan memiliki gaya gravitasi sangat dahsyat sehingga akan menelan dan menghancurkan apa pun yang masuk ke dalamnya? Lha kalo sorga aje kayak begini, pigimane nerakanye, coba?

Kayaknya sih, black hole is black hole, kagak ade ‘ubungannye ame surge kite ….

(lebih…)

Read Full Post »

Patung Cleopatra

BUKAN PADA WAJAHNYA PESONA ITU MERUNTUHKAN DUNIA

Dua jenderal paling berkuasa di kemaharajaan Romawi, Julius Caesar dan Markus Antonius, takluk pada Cleopatra. Ia menjadi legenda, menginspirasi ditulisnya buku, drama, dan puluhan opera. Begitu banyak orang merasa mengenal Cleopatra, tanpa benar-benar mengetahui siapa dan bagaimana sosok ratu Mesir ini sebenarnya.

Cleopatra bukanlah orang Mesir. Ia keturunan dinasti Ptolemy yang berasal dari Macedonia. Dinasti Ptolemy berkuasa di Mesir selama tiga abad setelah penaklukan Mesir oleh Alexander The Great. Cleopatra adalah pharaoh Ptolemic pertama yang mempelajari bahasa Mesir. Ia juga pharaoh terakhir Mesir, karena setelah kematiannya, Mesir menjadi salah satu provinsi dalam kemaharajaan Romawi.

Menurut catatan sejarah yang dibuat oleh penulis Yunani, Plutarch (yang juga menulis kisah hidup Archimedes) dalam bukunya Life of Anthony digambarkan Cleopatra “benar-benar tak bercatat, luar biasa” dan “kecantikannya tiada duanya”. Namun dari gambar Cleopatra yang terdapat pada sepuluh koin mata uang yang dibuat pada masa pemerintahannya, sulit untuk mengatakan Cleopatra cantik. Lehernya gemuk, hidungnya bengkok, telinganya panjang, dan dagunya mencuat. Tinggi tubuhnya pun hanya 1,5 meter ….

(lebih…)

Read Full Post »

Pyramida Khufu’ dijaga oleh Sphinx

Read Full Post »

MEREKA TELAH MENEMUKAN SURGA …..

Selama 4000 tahun, orang heran dan berusaha memecahkan misteri untuk apa pyramida dibangun. Pyramida adalah makam Raja Khufu, itu orang sudah tahu, tetapi sebegitu pentingkah makam itu sehingga harus dibuat dalam bentuk pyramida yang demikian sulit pembuatannya? Nakht, seorang penduduk Mesir yang ikut bekerja membangun pyramida selama 40 tahun, menceritakan kesaksiannya …..

Pyramid dibangun berdasarkan pengamatan astronomis. Orang Mesir adalah ahli-ahli astronomi. Mereka sangat pandai membaca pergerakan bintang di langit. Langit di atas gurun pasir yang luas tak bertepi menjadi pusat orientasi hidup mereka. Dari posisi dan pergerakan bintang-bintang mereka meramalkan musim, menghitung waktu terbaik untuk mulai menanam gandum, meramalkan datangnya banjir dan badai. Dari pengamatan langit, mereka menemukan adanya sebuah titik hitam yang dikelilingi beberapa bintang. Bintang-bintang itu selalu berubah posisi, tetapi titik hitam itu tidak pernah berubah. Orang Mesir kemudian menganggap titik hitam itu adalah surga. Suatu tempat yang abadi. Tak pernah berubah.

Raja Khufu ingin memperoleh keabadian setelah ia mati. Ia ingin menuju surga yang telah dilihatnya di langit. Maka ia memerintahkan untuk membuat suatu bangunan yang dapat menghantarkan jasadnya berangkat menuju ke keabadian. Oleh para arsitek dan penasehat ahli kerajaan, disepakati bahwa bangunan yang akan menghantarkan jasad Raja Khufu ke surga itu berbentuk pyramida. Bentuk pyramida diyakini sebagai simbol kehidupan …

(lebih…)

Read Full Post »

PERTENGKARAN DI SUATU MALAM

Aku tahu pasti dia ada di dalam laci itu. Foto lelaki yang selalu memenuhi hatiku. Membubungkan harapanku. Membakar semangatku. Meneduhkan jiwaku. Membuat mimpiku bertabur sejuta mawar merah.

Aku rindu melihatnya lagi. Kubuka laci meja belajarku, kuambil foto dalam pigura kecil itu. Kubelai dengan seluruh mata hatiku. Aku suka matanya yang tajam dan selalu menyalakan semangat. Aku senang melihat senyum tipisnya yang ramah namun penuh kharisma. Dan kalau ia bicara, ya …. kalau ia bicara, suaranya mantap penuh percaya diri, kalimatnya tertata rapi, intonasinya berirama. Siapa pun akan terpesona bila mendengar Zulian berbicara. Kecuali Ibu.

Sungguh memilukan hatiku. Ibu tidak suka aku berencana hidup bersama Zulian. Penyebabnya sangat klasik, dan terasa menyesakkan dada karena ternyata sulit dicari jalan tembusnya. Bagaimana bisa dipercaya, bahwa aku menghadapi persoalan yang sama dengan kisah cinta zaman Siti Nurbaya : jurang adat yang dalam dan tak terseberangi.

Zulian hadir ke dunia dari ranah yang masih memegang kukuh adat Minangkabau. Lingkungannya, keluarganya, segenap langkah dan tarikan nafasnya, semua dalam pagar adat ninik-mamak yang ketat. Delapan belas tahun ia menghirup udara dan meminum air dari perut bumi Bukittinggi, dan baru merasakan hangat matahari Yogya ketika kuliah di Teknik Sipil UGM. Ia benar-benar masih ‘orang Sumatra’, yang seringkali membuat kening ibu mengernyit.

Ibu adalah perempuan Jawa yang sangat asing dengan tradisi matrilineat Minangkabau. Ibu tidak bisa menerima adat menjemput pengantin pria dengan sejumlah uang, adat yang dijunjung tinggi ninik-mamak Zulian. Bagi beliau, ini adalah soal harga diri. Soal njogo projo.

“Wong wedok kok tuku bojo” begitu beliau berkata. Perempuan kok membeli suami …

(lebih…)

Read Full Post »

Bias Jender

LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN, SAMA ATAU BEDA?

Ketika keponakan saya yang duduk di kelas enam SD bertanya, “Jender itu apa sih?” saya sempat gelagapan. Jender? Gender ? Istilah ‘jender’ dan ‘bias jender’ sudah begitu akrab di mata dan telinga kita selama beberapa dekade ini, tetapi masih sering saja kita tergagap-gagap dan tersandung-sandung memahaminya.

Di buku pelajaran SD digambarkan demikian : ibu memasak di dapur, ayah bekerja di kantor. Atau : ibu menjahit pakaian, ayah membetulkan genteng. Ayah mencari uang, ibu menghabiskan uang (untuk menyediakan makanan dan pakaian bagi keluarga … ).

Menurut kamus John M. Echols, arti gender adalah ‘jenis kelamin’. Tetapi dalam terminologi sosial-budaya, jender adalah “perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan biologis dan juga bukan kodrat Tuhan”. Terminologi inilah yang banyak dipakai untuk memberi pemahaman pada kata jender.

Perbedaan biologis jenis kelamin merupakan kodrat Tuhan sehingga secara permanen dan universal berbeda, sementara jender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang didasarkan atas konstruksi sosial. Perempuan itu wangunnya ya momong anak dan nyapu, laki-laki pantesnya ya macul atau mbengkel. Begitulah kata masyarakat. Padahal sebenarnya pembagian tugas itu bisa dipertukarkan, bisa dibolak-balik, kalau sejak awal perempuan diajari bongkar-pasang sepeda motor dan laki-laki dilatih bikin oseng-oseng tempe.

(lebih…)

Read Full Post »

It’s Tango, Dear …

Tango termasuk dalam jenis dansa ballroom. Stepnya perpaduan antara slow dan quick. Gerakan putaran kepala yang menyentak  menjadi ciri khas dari dansa ini. Ada ritme sedikit berderap pada musik berirama Tango. Pokoknya asyik …..

Tango berasal dari Buenos Aires, Argentina, yang diciptakan oleh para imigran dari Eropa. Beberapa teori mengatakan bahwa kata ‘tango’ berasal dari bahasa Latin ‘tangere’ yang berarti ‘menyentuh’. Teori lain mengatakan ‘tango’ berasal dari bahasa Perancis ‘tanguer’ yang berarti ‘berayun’.

Ada pepatah di Argentina yang mengatakan bahwa  orang-orang Buenos Aires adalah orang Italia yang berbahasa Spanyol, berpikir secara Inggris, dan berorientasi ke Perancis. Masyarakat kelas atas di Buenos Aires selalu menginginkan untuk pergi ke Eropa, terutama Perancis. Pada akhirnya, mereka memang menyebarkan dansa tango ke ruang-ruang dansa (ballroom) di Paris.

Di London, tango ditampilkan oleh George Grossmith dan Phyllis Dare pada pentas musikWest End, The sunshine Girl, pada tahun 1912. Pada tahun 1914 tango ditampilkan di hadapan Queen Mary pada pesta untuk menghormati Grand Duke Michael of Russia.

Tango juga muncul dalam film-film, dipelopori oleh Carlos Gardel. Dua penari yang sukses mempolerkan tango melalui film adalah Fred Astaire dan Ginger Rogers dalam film “Flying Down to Rio” yang diproduksi pada tahun 1933. Adapun Bernardo Bertolucci membuat film “Last Tango in Paris” pada tahun 1972.

Read Full Post »

Shall We Dance?

Susan Sarandon (Beverly), Richard Gere (John Clarke), dan Jenifer Lopez (Paulina)

KETIKA MALAM TIBA-TIBA MENJADI INDAH …

Apa yang bisa membangkitkan gairah dan mendatangkan kebahagiaan bagi seorang pria setengah baya, yang selama puluhan tahun hidup monoton dalam kerja keras dan merasa jemu serta lelah dengan hidupnya?

Lantai dansa. Irama musik, ayunan kaki, putaran tubuh, lambaian lengan ….

John Clarke (diperankan Richard Gere) adalah seorang pengacara yang sibuk. Perkawinannya dengan Beverly (diperankan Susan Sarandon) yang dikaruniai dua anak berjalan dengan baik, tetapi ada kalanya ia merasa sepi dan hampa. Setiap kali pulang dari kantor dengan naik kereta api, ia melewati sebuah tempat kursus dansa, dan melihat seorang instruktur wanita berdiri di belakang jendela tempat kursus itu. Suatu ketika, entah apa yang mendorongnya, ia turun dari kereta dan masuk ke tempat kursus itu. Sejak malam itu, hidupnya berubah. Hari Rabu malam, jadwal kursus dansa di tempat Miss Mitzi, menjadi saat-saat paling membahagiakan bagi Clark.

Lantai dansa di ruang kursus Miss Mitzi membuat Clark tiba-tiba menemukan sesuatu yang membuatnya hidup. Paulina (diperankan Jennifer Lopez), sang instruktur dansa, tak pelak menjadi magnet kuat yang membuat adrenalin Clark mengalir deras. Tetapi Clark merasa tidak pantas mengungkapkan kebahagiaannya itu kepada isteri dan anak-anaknya. Everything is okay in his marriage, jadi mengapa ia masih merasa kurang bahagia dan harus mencari kebahagiaannya di luar?

Perkawinan adalah proses yang tidak pernah selesai. Ketika kebersamaan dengan pasangan hidup sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi rutinitas yang monoton, kehampaan lalu merayap perlahan-lahan, menunggu kesempatan untuk muncul ke permukaan dan menuntut jalan keluar. Sesuatu yang mampu mendatangkan sensasi, meletupkan ekstase …

(lebih…)

Read Full Post »

Iklan Boster

BOSTER ….. NDOBOS BANTER

Siapa mau punya dua istri, tapi yang satu monyet, dan yang satu lagi kambing? Bagi yang mau, jangan percaya ada tarif telepon murah. Lho, jadi harus tidak percaya? Kata iklan operator telepon itu, harus!! Soalnya kalau nggak percaya, bakalan punya istri monyet dan kambing. Mau?

Lho, lho! Ini logika apa? Logika boster … ndobos banter.

Dari sisi kreativitas, iklan operator telepon itu cukup menggelitik. Dari sisi keberhasilan penyampaian pesan, tergantung pada persepsi orang yang menonton iklan tersebut. Orang yang syaraf humornya peka akan menangkap kelucuan ide penggagas iklan. Orang yang lugu dan selalu ‘berada di jalan yang benar’ akan bingung, mengapa orang kawin dengan monyet (seperti surat pembaca di Kompas yang ditulis oleh seorang ibu). Orang yang moralis akan tersinggung dan menilai iklan itu melecehkan martabat manusia sebagai makhluk yang paling mulia di dunia (mosok kawin sama binatang). Alim ulama mungkin akan langsung istighfar sambil bergumam astaghfirullah, dosa … dosa ….

Apa pun persepsi orang, yang jelas iklan ‘orang beristri monyet dan kambing’ itu adalah salah satu iklan boster, iklan yang menjual ‘ndobos’ (kebohongan) secara ‘banter’ (kuat). Dan iklan-iklan sejenis itu bertubi-tubi menyergap kita di berbagai media, dari koran sampai teve.

Salah kita juga, di’ndobosi’ diam saja …..

(lebih…)

Read Full Post »

RUMAH KECIL DI SUDUT HALAMAN

Halaman rumah kami memang luas. Di sertifikat tanah, tercantum luasnya 1.100 meter persegi. Pohon nangka, jambu air, mangga, pepaya, pisang, belimbing, jeruk nipis, jeruk peras, srikaya, sawo dan beberapa tanaman hias menyejukkan halaman rumah kami dari sengatan matahari bahkan di musim kemarau yang paling terik. Bila sedang musim buah, anak-anak tetangga akan menyerbu untuk meminta jambu air atau mangga. Biasanya kami suruh mereka memanjat sendiri, sekalian memetik untuk kami. Tetapi lama kelamaan mereka datang setiap hari, dan ribut bukan main sehingga istirahat siang kami terganggu. Akhirnya setelah satu-dua kali memberi kesempatan kepada anak-anak untuk memanjat, Ibu menjual buah-buah itu kepada tukang ‘tebas’ yang biasa berkelilling kampung. Dengan demikian keributan anak-anak berakhir, dan Ibu mendapatkan tambahan uang belanja. Selain jambu air dan mangga, tidak ada pohon buah lain yang menarik perhatian anak-anak, sehingga lami dapat mengurusinya dengan tenang.

Bangunan rumah kami terletak di tengah, dengan halaman di kanan, kiri, dan depan rumah. Di belakang ada juga halaman sempit yang dipergunakan Ibu untuk memelihara ayam dan bebek. Setelah berusia dua puluh lima tahun, rumah kami masih kelihatan tegar dan kokoh, bahkan dibandingkan dengan rumah-rumah baru yang muncul di sekitar rumah kami. Tinggi puncak atap tujuh meter dari tanah, lancip dan di’kerpus’. Temboknya setebal satu baru. Semua rangka atap, jendela serta pintu-pintu terbuat dari kayu jati berlapis dua yang tebal. Bahkan cat jendela dan pintu yang sudah setua usiaku masih utuh dan berkilat seperti sedia kala. Ayah dan Ibu bukan orang kaya, tetapi mereka membangun rumah dengan bersungguh-sungguh. Lebih dari segala ketegaran bentuknya, rumah ini adalah kecintaan kami sekeluarga.

Kami pindah ke rumah ini beberapa saat sebelum aku lahir. Rumah ini adalah sahabatku, pelindungku, tempatku bermain, belajar, melewatkan tangis dan tawa …

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »