Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April 4th, 2008

MAYAT NOMOR 1251

Sepeninggal ibu kembali pikiranku dipenui oleh Warni, suami dan anaknya.Tidak lama mereka hadir di antara keluarga kami, tetapi apa yang terjadi selama waktu itu sungguh sukar terhapus dari kenanganku, terutama karena aku ikut terlibat dalam sebab-sebab kemalangan mereka.

Sudah setahun lewat Warni dan Topo, anaknya, pergi dari rumah kami. Tapi saat terakhir kali aku melihat mereka pamit rasanya baru terjadi kemarin. Masih segar dalam ingatanku wajah Warni yang sedih dan kuyu, juga mata Topo yang menyala oleh dendam dan sakit hati. Bahkan masih kuingat baju warna biru bergaris putih yang dipakai Warni pada saat itu, ikat rambutnya, pucat pipinya, suram matanya …

Mata itu! Ya Allah, mata itu! Aku melihatnya! Belum lama! Sudah berubah menjadi kelereng yang hampa dan mati, tetapi mata itu adalah mata yang dulu, yang selalu menatap hidupnya dengan suram dan putus asa ….

(lebih…)

Read Full Post »