Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April 11th, 2008

MAKAN APA, MAKAN DIMANA, MAKAN SIAPA …

Ini mungkin lelucon yang tidak lucu : orang miskin berpikir “Makan APA aku besok?”, orang kaya berpikir “Makan DIMANA aku besok?”, sedangkan Sumanto berpikir “Makan MAYAT SIAPA aku besok?” (sekedar mengingatkan bagi yang mungkin lupa, Sumanto adalah manusia pemakan mayat yang membuat bahkan vampir pun mules …)

Pertanyaan “makan apa aku besok” menghantui pikiran semakin banyak rakyat Indonesia. Harga bahan makanan sekarang ini bukan main mahalnya. Minyak goreng yang pada tahun 2007 masih Rp. 6.500 per liter, sekarang Rp. 13.000,- . Telur yang semula Rp. 6.000 per kg, sekarang Rp. 12.000,-. Terigu yang setahun lalu Rp. 3.500,- sekilo, sekarang Rp. 7.000,- . Beras dari Rp. 4.000 menjadi Rp. 6.000,-

Bagi para pria yang tidak pernah berurusan dengan belanja dapur, atau bagi para wanita yang dompetnya sedemikian tebal sehingga pengeluaran berlipat dua pun tetap tak terasa, heboh tentang kenaikan harga bahan makanan ini mungkin ibarat suara angin yang antara terdengar dan tiada. Tapi bagi sekian puluh juta rakyat yang selama ini harus berakrobat untuk mempertahankan hidup, semakin mahalnya harga-harga membuat nafas kian sesak ….

(lebih…)

Read Full Post »

Read Full Post »

Berayun Dengan Langkah Waltz

WALTZ, CARA MUDAH TERBANG KE AWAN ….

Pernah melihat gemerisik dan kibaran gaun indah dalam warna-warna pelangi yang dikenakan oleh penari waltz ketika berputar dan berayun? Wow, it’s wonderful. Ayunan langkah itu bersenyawa dengan alunan musik yang mempesona, bagai sihir yang mampu menggerakkan kaki bahkan orang yang tak pernah tahu bagaimana cara berdansa.

Johann Strauss adalah komposer yang mempopulerkan waltz dengan karya-karya musik ciptaannya pada tahun 1800an di Vienna, Austria. Strauss menciptakan sangat banyak komposisi musik berirama waltz, seperti “Blue Danube”, “Tales From The Vienna Woods”, “Emperor”, dan sederet panjang lainnya. Dansa waltz yang berkembang di Vienna adalah waltz klasik yang berirama cepat. Penari bisa menjelajah seluruh sudut ruangan ballroom yang luas dengan ayunan dan putarannya yang indah.

Waltz ala bangsawan di Vienna, dengan musik Johann Strauss

Di Amerika, waltz dipopulerkan oleh pasangan suami isteri Vernon dan Irene Castle pada tahun 1900an. Mereka memperkenalkan “Hesitation Waltz”, yang memiliki tiga beat dalam satu step. Selanjutnya waltz di Amerika mencapai puncak kepopuleran antara lain melalui film musikal “Waltz in Swing Time” yang dibintangi oleh Fred Astaire (1899-1987). Fred adalah penari Broadway, dan waltz yang dibawakannya berbeda dengan “Viennese Waltz” yang dipopulerkan Strauss.

Waltz ala Fred Astaire di panggung Broadway

Ingin tahu bagaimana langkah dasar waltz? Yuuk, gampang sekali kok …

(lebih…)

Read Full Post »