Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei 6th, 2008

Dansa Yuk Dansa ….

DEWAN JURI YANG TERHORMAT …. INILAH CHA CHA !

Setelah mengalami pengunduran waktu dan perubahan tempat, akhirnya Kompetisi Dansa yang diadakan oleh IODI Kabupaten Sleman dengan peserta se-DIY berhasil terlaksana pada hari Minggu, 4 Mei 2008. Jenis dansa yang dikompetisikan adalah dansa Latin (Cha Cha, Rumba, Samba, dan Jive), dengan kategori “Medal” dan “Beginner” untuk dansa couple dan line dance group.

Sebagaimana biasa, sebelum kompetisi dimulai, terlebih dahulu dilakukan floor test. Kesempatan ini sangat perlu dimanfaatkan peserta, selain untuk merasakan licin-kesatnya lantai dansa, mencoba musik yang akan dipakai (jangan-jangan CD nggak bisa diputar, kan gawat …), juga untuk ‘mengintip’ persiapan rival bertanding. Ketika mengikuti kompetisi internasional di Jakarta, dua keponakan saya Aan dan Iin baru pertama kali ikut bertanding. Pada waktu floor test, melihat dancer dari Philipina, Singapura dan Hongkong yang rrruaarrr biasa hebat, mereka hampir menangis karena kecut hati dan ciut nyali. Untung akhirnya semangat mereka bisa bangkit, dan berhasil mendapatkan sertifikat meskipun hanya sebagai Pemenang Harapan.

Setelah floor test, tahap berikutnya adalah inspeksi kostum. Pakaian yang akan dikenakan atlet dicek dulu oleh panitia, dan harus memenuhi persyaratan. Sebegitu pentingkah kostum ini pada event kompetisi? Oh ya! Pada kompetisi internasional, banyak pedansa Latin yang mengenakan busana ‘minimalis’, hampir memperlihatkan seluruh tubuhnya. Di Indonesia, terutama di tingkat daerah, busana diatur dengan ketat. Kostum pedansa wanita tidak boleh memperlihatkan punggung, harus berupa gaun terusan (sehingga perut mustahil kelihatan), tidak boleh sama dengan warna kulit (karena akan kelihatan seperti tanpa pakaian), dan seterusnya. Ini aturan yang sangat bagus, untuk menjaga agar dansa tidak diasosiasikan sebagai olahraga yang menonjolkan sensualitas.

(lebih…)

Read Full Post »