Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei 7th, 2008

BBM BAKAL NAIK LAGI, LAGI, DAN LAGI …

Akhirnya Presiden SBY mengumumkan bahwa pemerintah bakal menaikan (lagi) harga BBM. Harga minyak dunia memang melambung tak terkendali. Di pasar dunia, harganya sudah melewati angka 110 dollar AS per barrel, jauh di atas asumsi yang dipakai sebagai dasar dalam perhitungan APBN. Dengan harga minyak sebesar 110 dollar AS per barrel, subsidi untuk BBM, listrik, dan pangan mencapai Rp. 250 triliun. Dibandingkan volume belanja APBN 2008 sebesar Rp. 978 triliun, angka subsidi ini terlalu besar, hampir mencapai 25%. Karena itu, pilihannya adalah menaikkan harga BBM bersubsidi (Tony Prasetiantono, Kompas, 7 Mei 2008).

Banyak dari kita yang bingung : bukankah Indonesia negara penghasil minyak, dan mestinya diuntungkan dengan kenaikan harga minyak dunia? Dengan sedih harus kita terima kenyataan, bahwa kondisi sudah berubah. Pada tahun 1980an kita pernah memproduksi minyak 1,6 juta barrel per hari dengan tingkat konsumsi dalam negeri hanya 600.000 barrel per hari, sehingga kita memiliki surplus yang cukup besar. Tetapi sejak tahun 2003 kita sudah harus mengimpor minyak untuk menutupi kebutuhan dalam negeri. Produksi minyak Indonesia saat ini sekitar 900.000 barrel perhari, padahal konsumsi kita 1,3 juta barrel per hari. Sudah pasti kekurangan sebesar 400.000 barrel per hari itu harus ditutup dengan impor.

Sampai hari ini, pemakai premium bersubsidi masih bisa memperoleh premium dengan harga Rp. 4.500 per liter. Tetapi pertamax, yang merupakan BBM nonsubsidi sudah berkola-kali naik. Tanpa pemberitahuan, dan tanpa kira-kira. Sekarang harga pertamax biasa sudah melejit menjadi Rp. 8.950 per liter, sementara pertamax plus sudah Rp. 9.000,- lebih sekian ratus. Sebagai pemakai pertamax, saya gero-gero, teraduh-aduh karena dompet saya robek dan jebol ….

(lebih…)

Read Full Post »