Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei 14th, 2008

Ganti Image Header

BIAR NGGAK NGELANGUT …

Mulai malam ini image header blog saya ganti dengan yang lebih ‘cerah’ dan ‘bersemangat’. Gambar default dari theme yang saya pilih (Misty Look) terkesan ngelangut, sedih, sayu. Saya ingin suasana yang lebih ceria dan hidup, seperti karakter saya (halah!). Saya memperoleh beberapa foto dari buku “Tropical Houses, Living in Natural Paradise” karya Tim Street – Porter. Banyak foto buaguus-buaguus, sampai saya kebingungan mau milih yang mana. Akhirnya terpilih 4 ‘nominator’, salah satunya yang saya set sekarang ini. Beranda pada image header yang saya pilih terdapat pada bangunan milik Count de Mauny, terletak di pulau Taprobane, Ceylon.

Empat nominator tersebut saya tampilkan foto seutuhnya di bawah ini. Anda suka yang mana?

Good Hope

Tangalle

Taprobane

Panchoran

Kalau foto di bawah ini beranda rumah saya sendiri (jelas nggak masuk nominasi …)

Rumah Merpati


Read Full Post »

Kotak angpao, siap menerima tanda kasih

TANDA KASIH YANG HARUS BERSIH

“Tanpa mengurangi rasa hormat, mohon tanda kasih tidak diwujudkan dalam bentuk barang ataupun karangan bunga”

Demikian kalimat ditulis dengan sedikit malu-malu (dulu) di undangan pernikahan. Atau, pada salah satu sudut undangan ditampilkan gambar celengan. Maksudnya sama, dan jelas : agar para tamu undangan memberikan tanda kasihnya dalam bentuk fresh money. Jangan lagi berupa gelas, album, termos, atau barang-barang lain yang mungkin tidak cocok dengan kebutuhan pengantin, dan hanya akan merepotkan jika ternyata banyak barang yang sama. Bayangkan kalau sang pengantin menerima lima termos nasi, empat blender, dan delapan panggangan roti! Memangnya mau buka dapur umum?

Angpao, atau amplop uang, sudah menjadi tanda kasih pernikahan yang sangat umum sejak satu dekade ini (meskipun pada awalnya terasa ‘kurang sopan’ dan ‘matre’). Uang memang luwes, dan uang selalu manis dilihat maupun dipegang. Sulit mencari orang yang tidak suka uang. Dengan uang di tangan, dunia serasa ada dalam genggaman … (laah, kita nginjak apa dong, kalau dunia ada di genggaman?)

Tapi hati-hati, angpao pernikahan sekarang menjadi sasaran penyelidikan KPK. Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR yang baru saja menikah untuk yang kedua kali (tapi bukan poligami lho, isteri yang pertama telah berpulang), mempersilahkan angpao pernikahan yang diterimanya diperiksa KPK. Minggu ini KPK juga akan memeriksa sumbangan pernikahan puteri Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Bujubuneng, asamalakata …. !!

(lebih…)

Read Full Post »