Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei 20th, 2008

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya !!

(Foto : tutinonka. Diambil di halaman Monumen Yogya Kembali, tanggal 19 Mei 2008 jam 14.00, ketinggian balon sekitar 25 meter. Kamera Canon A630)

Read Full Post »

BANGUNAN, SUDUT MATA, DAN MATAHARI

Sebenarnya menggelikan kalau saya mengajak Anda memotret, karena pengetahuan saya tentang fotografi masih secuil kuku semut saja. Tapi egp-lah (emang gue pikirin … halah .. !!). Saya hanya ingin menggelitik Anda yang selama ini mungkin belum tertarik pada dunia fotografi untuk — mudah-mudahan — tergerak membeli kamera (pinjam juga boleh deh …. ) dan mulai membidik segala sesuatu di sekitar Anda melalui viewfinder kamera.

Gedung dan bangunan adalah obyek yang paling mudah difoto, karena mereka diam tak bergerak, sabar menunggu kita belajar mengoperasikan kamera (bandingkan dengan memotret anak kecil atau binatang yang susah banget diatur). Tapi memotret outdoor gedung memiliki musuh yang tak bisa kita taklukkan, yaitu matahari. Tanpa cahaya matahari yang bagus, tak usahlah membuang waktu dan tenaga untuk memotret bangunan, karena hasilnya pasti mengecewakan.

Gedung Bank Indonesia Yogyakarta

Saat yang paling bagus untuk memotret bangunan adalah jam 7 – 9 pagi dan jam 15 – 17 sore. Pada jam-jam itu sinar matahari datang dengan sudut yang tepat untuk memberikan bayangan pada bangunan gedung, sehingga gedung akan tampak berdimensi. Gedung Bank Indonesia di atas saya foto pada jam 9 pagi (tebak : gedung tersebut menghadap ke arah mana?).

Saran yang sangat penting untuk diperhatikan adalah, jangan memotret dengan menentang sinar matahari. Selain obyek akan kelihatan gelap, langit juga akan tampak putih. Padahal langit biru dengan mega-mega putih berarak adalah idaman setiap fotografer. Langit biru akan kita dapatkan dengan memotret membelakangi matahari.

Monumen Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta

Ini contoh foto yang gagal total. Monumen ini menghadap ke barat, dan saya foto pada jam 9 pagi (iseng saja, mumpung ada di tempat itu). Saya tidak mungkin memotretnya dari depan, karena akan menentang matahari yang sinarnya menyilaukan. Oleh karena itu saya mencoba memotretnya dari arah selatan, dan hasilnya adalah foto yang jelek nggak ketulungan. Langit di bagian kanan foto tampak putih, karena ada matahari. Berangsur-angsur langit membiru ke arah kiri, ke arah yang berlawanan dengan matahari. Detail monumen sama sekali tidak muncul, tenggelam dalam kegelapan …

(lebih…)

Read Full Post »