Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September 14th, 2008

Siesta

BOBO’ SIANG YANG MENYEHATKAN

Bobo’ siang? Telinga kita mungkin langsung berdiri mendengar kata itu. Wait a minute! Ini bukan BBS (Bobo Berdua Siang) yang dilakukan pasangan ‘tak halal’ dengan mencuri waktu istirahat siang di tempat kerja, tapi BS (Bobo’ Siang) beneran yang dilakukan sendirian …

Sekitar 30 – 40 tahun yang lalu, kebiasaan tidur siang masih berlaku di lingkungan masyarakat kita. Siang hari, sekitar jam 14.00 hingga jam 16.00, rumah orang tua saya akan sunyi senyap. Semua orang tidur. Anak-anak sudah pulang sekolah, ayah sudah pulang kantor, ibu sudah selesai dengan pekerjaan rumah tangga. Sore hari, kehidupan akan dimulai kembali. Semua anggota keluarga mengerjakan tugasnya masing-masing : anak-anak menyapu lantai dan halaman rumah serta menyiram tanaman, ayah membersihkan sepeda atau memperbaiki segala sesuatu yang rusak, ibu mempersiapkan makan malam. Sesudah itu semua mandi dan duduk bersama minum teh, kadang sambil menikmati pisang goreng atau ubi rebus, biasanya sambil bertukar cerita tentang apa yang dialami hari itu. Sore-sore demikian juga waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan kepada famili dan handai taulan. Begitulah pola hidup tempo doeloe, yang sempat saya alami dan selalu menjadi kenangan manis.

Siesta adalah bahasa Spanyol yang berarti ‘tidur siang’. Kata ‘siesta’ berasal dari bahasa Latin hora sexta , yang artinya adalah ‘enam jam’. Maksudnya adalah enam jam sebelum tenggelamnya matahari, dengan kata lain waktu tengah hari atau ‘istirahat siang’. Dengan menyebarnya budaya Spanyol ke negara-negara Amerika Latin, maka siesta pun menjadi kebiasaan di negara-negara tersebut.

Selain di Amerika Latin, tidur siang juga menjadi kebiasaan di Filipina, China, Vietnam, India, Italy, Yunani, Kroasia, Malta, Timur Tengah, Afrika Utara, dan tentu saja, Indonesia.

Lukisan Gustave Courbet (1844) : nikmatnya tidur siang dalam ayunan di bawah pohon

(lebih…)

Read Full Post »