Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September 25th, 2008

Kriing, Kriing …! Pos!

PAK POS, PENYAMBUNG CINTA DAN RINDU

Separuh perjalanan hidup saya rasanya bisa dilacak di kantor pos. Ketika masih kecil imut (ireng klumut = hitam lusuh) saya rajin ke kantor pos untuk menabung. Maklum, sebagai pramuka yang baik saya kan harus punya buku tabungan (meskipun isinya cuma beberapa rupiah, dan frekuensi menabung balapan dengan frekuensi menarik tabungan … ).

Menginjak remaja, saya datang ke kantor pos untuk menguangkan wesel dari majalah Gadis, Femina, Kartini, dll untuk honorarium menulis cerpen. Ketika menerima wesel pertama dari majalah Gadis, saya baru berumur 15 tahun. Karena belum punya KTP, saya harus melegalisir wesel tersebut ke Pak RT dan Pak RW. Bapak-bapak pejabat itu bingung ketika melihat nama yang tertulis di wesel tidak sama dengan nama saya di kartu keluarga. “Lho, iki kok jenengmu Tuti Nonka ki piye to Nduk?” mereka bertanya. Terpaksalah, dengan malu dan tersipu-sipu (asli lho malunya … ) saya jelaskan mengapa nama saya jadi aneh dan ganjil begitu (ya, kan terdiri dari 9 huruf, jadi ganjil to?). Lalu karena di kolom ‘berita’ tertulis bahwa wesel itu adalah honor cerpen berjudul “…….” yang dimuat di Gadis nomor sekian tanggal sekian, Pak RT dan Pak RW pun jadi tahu kalau saya ini tukang ngarang. Berita pun menyebar bir-to-bir (hwaduh, imajinasinya jangan kemana-mana, maksud saya : dari kata-kata yang muncul di bibir satu orang ke bibir orang yang lain lagi), membuat saya jadi selebriti kampung (halah!).

Ketika datang musim bercinta (alamak!) kantor pos pun menjadi ajang penyambung rindu asmara. Surat demi surat melayang ke dan dari kantor pos, seminggu bisa lebih dari satu kali. Meskipun pacaran sekota, komunikasi utama adalah lewat surat, karena zaman itu (beberapa abad yang lalu deh) telpon masih barang inventaris syurga yang diimpikan pun haram hukumnya. Saya juga punya banyak sahabat pena, para pembaca cerita saya yang berkirim surat, sehingga aktivitas mengirim dan menerima surat hampir terjadi setiap hari.

Sekarang, apakah hubungan mesra saya dengan pak pos masih berlanjut?

Bis surat, disinilah cinta dan rindu berlabuh …

(lebih…)

Read Full Post »