Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2009

Buah Hati

RENUNGAN UNTUK SAHABAT

Suatu hari, seorang sahabat saya muncul ke rumah dengan mata sembab dan wajah pias (setelah menelpon dengan suara panik, mengatakan ia sangat ingin bertemu saya) . Wajahnya yang ayu alami tampak sangat bingung dan sedih.

“Suamiku … minta ijin … untuk menikah lagi. Ia … ingin punya anak. Katanya, setelah perempuan itu punya anak … ia akan menceraikannya … ia hanya ingin anaknya … ia masih mencintai aku, tapi ia ingin punya anak …. bagaimana menurutmu? Aku harus mengijinkan tidak?” ia berkata terbata-bata.

Saya begitu tercekat sehingga sejenak tidak sanggup berkata apa-apa. Pantaslah ia mendesak untuk bertemu dengan saya, minta pendapat saya. Karena kami sama-sama tidak punya anak,  ia merasa saya akan bisa memahami permasalahan yang dihadapinya, memahami kegalauan hatinya.

“Kamu ingin pendapatku?” saya bertanya sambil memandangnya lekat-lekat. Sahabat saya mengangguk dengan mata mulai berlinangan.

“No way!” jawab saya tanpa ragu sedikit pun.

Ia terkejut melihat ketegasan sikap saya, dan tampak limbung oleh kebimbangan.

“Suamiku bilang … ia berhak untuk memiliki anak. Wajar dong, sebagai laki-laki ia menginginkan keturunan untuk melanjutkan sejarah kehidupannya di dunia, untuk mewarisi semua hasil kerja kerasnya. Ia sangat mencintai aku, ia ingin aku selalu berada di sampingnya, karena itu ia tak mau menceraikan aku. Ia hanya ingin punya anak, itu saja. Kalau aku tidak mengijinkan, katanya aku egois. Jika aku benar-benar mencintai dia, bukankah aku harus mau berkorban apa pun untuknya? Lagi pula, aku tidak bisa memberinya anak, jadi aku harus tahu diri … “

Astaghfirullah ….   Saya mengucapkan istighfar, berusaha meredakan emosi yang bergejolak. Setelah berhasil menenangkan diri, saya genggam tangan sahabat saya. Saya bicara perlahan, agar ia (juga saya sendiri) tetap bisa berpikir dengan jernih, tetap bisa melihat permasalahan ini dengan adil. Adil bagi siapa? Tentu saja bagi semua pihak.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Orang-Orang Tercinta

KELUARGA, SUMBER CINTA

Jika kita ditanya, siapakah orang-orang yang paling kita cintai dalam hidup ini? Maka jawaban kita jelas dan pasti : keluarga kita. Nah, siapakah keluarga kita itu? Disini jawaban mulai berbeda-beda, karena definisi keluarga bisa tidak sama untuk setiap orang. Ada keluarga inti, ada keluarga besar. Keluarga besar bisa berarti semua kerabat yang memiliki pertalian darah, bisa juga mencakup siapa pun yang sudah kita anggap sebagai keluarga meskipun tidak ada hubungan genetis.

Jika kita belum menikah, maka keluarga inti adalah ayah, ibu, dan saudara-saudara kandung. Jika kita sudah menikah, maka keluarga inti adalah suami, isteri, dan anak-anak.

Nah, siapakah keluarga saya? Ini dia foto zaman baheula, foto pertama yang merekam saya dan keluarga saya. Masih hitam putih, maklum foto ini dibuat tahun 1967 (alamak, 42 tahun yang lalu … ). Ayah sudah wafat beberapa bulan sebelumnya, sehingga saya tidak memiliki foto bersama ayah saya. Foto ini dibuat atas prakarsa kakak sulung saya, setelah dikejutkan oleh wafatnya ayah yang relatif belum terlalu tua (53 tahun), dan menyadari bahwa salah satu dari anggota keluarga bisa dipanggil Tuhan kapan saja, sehingga kami perlu memiliki dokumentasi selagi semua masih ada.


4

Silahkan tebak, yang manakah saya? (halah, sebodo! siapa juga mau repot-repot nebak lo!)

(lebih…)

Read Full Post »

Nostalgia Anita

RASA CINTA ITU TERNYATA MASIH ADA

Kerinduan para fiksi-is (maksud saya penulis cerita fiksi) terhadap Anita ternyata masih sedemikian besar. Anita yang memang cantik dan mempesona pernah hadir di hati sekian juta penggemarnya di seluruh Nusantara, khususnya para remaja, lebih khusus lagi, remaja putri. Nostalgia indah dan kerinduan terhadap Anita ini terbukti pada reuni untuk mengenang Anita yang diadakan pada 15 Februari lalu di Jakarta. Undangan yang hanya disebarluaskan lewat sms, email, dan face book ternyata berhasil mengumpulkan lebih dari 100 penulis fiksi dari berbagai kota. Sebagian di antaranya sudah lama tidak lagi menulis fiksi (termasuk saya … hehehe …), tapi toh tetap antusias untuk datang.

Siapakah Anita? Seperti apa sosoknya, sehingga mampu memikat demikian banyak orang? Cantik? Langsing? Gemulai?

Wajah Anita berubah setiap kali ia muncul. Lho?? Ya, wajah Anita berubah setiap kali terbit, karena wajahnya selalu dihiasi ilustrasi cover story, yang biasanya dianggap sebagai cerpen terbaik pada volume tersebut. Setiap kali terbit, Anita biasanya memuat sekitar 13 – 15 cerpen, dan judul cerpen terbaik (menurut redaksi, tentunya) dipakai sebagai judul volume tersebut. Cerpen saya beberapa kali terpilih sebagai cover story (ceileee …  sombong  gue yee …)


img_1432

Ilustrasi dalam cerpen (kiri) dan ilustrasi cover Anita “Matahari Masih Akan Terbit” dengan model artis remaja Yessy Gusman (kanan)

(lebih…)

Read Full Post »

Kopdar Jakarta … Wow!

MBAK ENNY, MBAK IMELDA, YOGA …. YOU ARE WONDERFUL!

Minggu siang, 15 Februari 2009, adalah hari yang sangat mengesankan bagi saya. Bagaimana tidak. Saya memperoleh kesempatan bertemu dengan tiga bloger yang saya kagumi : Mbak Enny Edratna, Mbak Imelda Ikkyu_san, dan Yoga. Meskipun kopdar ini berlangsung di Jakarta (tepatnya di Sizzler American Grill) tetapi yang mengundang adalah saya. Lho, kok? Hehe … iya, karena kebetulan saya pas ada di Jakarta, maka saya sok ‘gaya’ mengundang orang-orang Jakarta (Mbak Imelda malah datang dari Tokyo …. nah lo, hebat kan saya?).

Saya datang ke Sizzler setengah jam sebelum acara. Ya iyalah, wong saya yang ngundang, saya ingin make sure bahwa tempatnya oke. Mbak Enny datang tepat jam 11.00, absolutely on time, maklum mantan orang bank (emang ada hubungannya?). Saya langsung mengenali beliau bahkan sewaktu Mbak Enny masih ada di balik pintu resto. Yang berikutnya datang adalah Yoga, yang langsung saya kenali dari senyumnya yang manis.

Mbak Imel terlambat 15 menit, tetapi seluruh dunia maklum, karena dia membawa dua putranya, lengkap dengan kereta bayi dan segala botol susu. Kalau saya yang membawa dua balita, mungkin saya akan terlambat satu jam … hehehe. Dari foto-foto di blognya, semua sudah tahu bahwa ‘sist’ yang satu ini cantik, tetapi ketika bertemu dengan sosok aslinya, wow …… ternyata bukan cantik, tapi cantiiiiik sekaleeee …


img_1369

Lho, lomba jongkok to ini? Kalau sudah jongkok kok lupa berdiri …

(lebih…)

Read Full Post »

Pamit Sebentar ….

EXCUSE ME FOR A MOMENT …

Dear friends …

Mohon maaf, untuk beberapa hari ke depan saya pamit sebentar dari dunia maya, untuk pindah ke dunia fana.  Setelah beberapa bulan tidak terbang, saya rindu melihat mega-mega berarak di langit. Rindu untuk kembali berjalan dan melihat sesuatu yang baru.

Perjalanan selalu memberikan sensasi yang menyenangkan bagi saya. Ada perasaan bebas, merdeka, serasa menghadapi petualangan dan tantangan, pokoknya excite!


img_0741

Ruang tunggu keberangkatan bandara Adi Sucipto. Perjalanan saya akan dimulai dari sini.

img_0260

Agar mau terbang, burung besi ini harus diberi minum dulu

img_0610

Inilah pemandangan yang selalu membuat saya terpesona. Bagaimana ya rasanya berguling-guling di tengah mega-mega putih itu  …

img_0753

Lapisan mega seperti ini selalu mengingatkan saya pada tokoh Gatotkaca dan Gundala Putera Petir (halah! jaduuul …!)

img_0743

Mega di waktu subuh, antara Jakarta – Ambon

Emang mau kemana sih, heboh bener? Ah, deket-deket aja kok, ke Batavia dan Buitenzorg. Oalaaah …

Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman yang komentarnya belum sempat saya tanggapi. Saya pergi nggak bawa lappie, karena selama perjalanan rasanya juga tidak akan sempat membukanya, jadi cuma berat-beratin tas aja. Nobel dulu juga nggak pernah pakai komputer, toh bisa menciptakan bom atom (apa hubungannya, coba?).

Tapi biarpun saya pergi, beranda tetap welcome. Jika berkenan, silahkan membaca posting lama yang mungkin belum sempat dibaca. Boleh jadi topiknya sudah kurang hangat, tapi kalau dimasukin microwave atau dikukus sebentar, mungkin masih bisa dinikmati. Nah, kalau ternyata postingan itu sudah basi, kasihkan aja ke ayam. Kalau ayamnya mati, yo embuh

See you …

Read Full Post »

WARISAN BUDAYA JAWA DI RUMAH BATU

Ullen Sentalu?Aneh betul kedengarannya. Seperti bukan bahasa Jawa, padahal ini nama sebuah museum budaya Jawa. Oh, ternyata Ullen Sentalu adalah akronim dari “Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku”. Halah, apa pula itu artinya? Dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kata-kata di atas diterjemahkan menjadi Pelita Hidup Bagi Perjalanan Manusia. Wooo gitu toh …..

Museum Ullen Sentalu terdapat di tengah obyek wisata Kaliurang, Yogyakarta. Museum ini menyimpan sejarah budaya Jawa, khususnya yang berkaitan dengan raja-raja Yogyakarta dan Surakarta. Apa isinya? Mari kita lihat. Yuuuk …

Sudah pasti sebelum masuk kita harus beli tiket dulu. Eh, ternyata tiketnya lumayan mahal : Rp. 25.000 untuk dewasa, dan Rp. 15.000 untuk anak-anak serta pelajar/mahasiswa. Tapi desain tiketnya sungguh menarik, indah dan ‘berkelas’, tidak seperti umumnya tiket museum yang tidak beda dengan karcis retribusi parkir. Dari desain tiket yang berkelas, saya langsung ‘curiga’ (halah!) isi museum ini juga berkelas.


img_0536

Loket penjualan tiket Museum Ullen Sentalu, berupa bangunan dengan dinding batu

img_0363 Tiket masuk yang ‘berkelas’

(lebih…)

Read Full Post »

DARI  KOESWOYO HINGGA ERWIN GUTAWA

Anda lahir tahun berapa?

Hah, ada sensus penduduk nih? Yep, sensus penduduk generasi Koes Plus. Jika pada tahun 1972 – 1976 anda sudah berusia di atas 10 tahun, dan penggemar musik, maka sungguh keterlaluan jika anda tidak mengenal Koes Plus. Barangkali waktu itu anda tinggal di puncak gunung Jayawijaya, atau di rimba belantara Kalimantan. Jika anda tinggal di kota kecamatan saja, yang sudah bisa menangkap siaran radio, insyaallah anda tahu siapa itu Tony, Yok, Yon, dan Murry.

Saya tinggal di Yogya (kota yang jelas cukup maju, kota pelajar gitu loh …), punya radio di rumah, dan penggemar musik. Tahun 1973, saya kelas 1 SMP (Oh God … ! How old I am!), dan saya hafal hampir semua lagu-lagu Koes Plus. Begitu mabuknya saya pada lagu-lagu tiga pemuda ganteng anak Pak Koeswoyo itu, sehingga saya menuliskan lirik lagu-lagu Koes Plus di sebuah buku tulis, dan membuat gambar yang sesuai di bawahnya. Suatu ketika, saya membawa buku itu ke sekolah, dan menunjukkannya pada guru seni suara saya (ya ampun, cari perhatian banget deh!!). Pak Guru saya takjub (halah!) melihat buku itu, dan memamerkannya kepada seluruh anak di kelas. Sayang, sekolah saya adalah sekolah khusus putri, sehingga ‘karya hebat’ saya itu tidak mengakibatkan ada seorang murid lelakipun jatuh cinta kepada saya …. wahaha!

Koes Plus memang pantas disebut sebagai legenda musik pop Indonesia. Mereka telah menelurkan 89 album rekaman, terdiri atas 953 lagu yang semuanya mereka ciptakan sendiri! Saya ulang : 89 album dengan 953 lagu ciptaan mereka sendiri. Manakah ada grup musik yang bisa menyamai rekor mereka hingga saat ini?


img_0674

Tonny Koeswoyo, Murry, Yon Koeswoyo (berdiri) dan Yok Koeswoyo (duduk). Alamak, celana Tony itu hasil merobek bendera ya …

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »