Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei 16th, 2009

BU, MBAK, TANTE, ATAU DIK?

Tugas seorang sales adalah menjual produk sebanyak-banyaknya, dengan segala cara. Nah, cara itu kadang simpatik, tapi kadang juga menyebalkan. Saya paling sebbaall jika seorang sales menawarkan produknya dengan menyebut saya ‘Bu Haji’ (mungkin karena saya berjilbab ya … ). Apalagi kalau sales tersebut ‘bandel’, terus menguntit dan melancarkan rayuan meskipun saya sudah bilang ‘tidak, terimakasih’. Hmmmh!!

Di kalangan masyarakat tertentu, panggilan ‘Pak Haji’ dan ‘Bu Haji’ memang merupakan panggilan kehormatan. Predikat ‘haji’ menjadi kebanggaan dan menunjukkan status sosial tinggi di masyarakat tersebut. Lho, piye to? Haji kan ibadah, kuwajiban seorang umat kepada Tuhan, kok jadi simbol status sosial? Kok jadi seperti gelar kehormatan?

Ketika seorang sales memanggil ‘Bu Haji’ untuk merayu seorang calon konsumen, pastilah ia berharap, atau menduga, calon konsumen tersebut merasa tersanjung dengan sebutan tersebut, lalu terbujuk untuk membeli produk yang ditawarkannya. Bagi saya, panggilan ‘Bu Haji’ justru membuat saya merasa risih, membuat saya merasa ‘gimana’ gitu, pokoknya nggak nyaman deh!

So, mbak-mbak dan mas-mas sales, mbok ya jangan latah memanggil setiap orang yang berjilbab dengan sebutan ‘Bu Haji’. Ada sebutan lain yang lebih ampuh untuk membujuk saya membeli suatu produk, meskipun semula saya mungkin tidak berminat membelinya …


IMG_1116

Dua orang sales promotion girl di sebuah supermarket. Tapi bukan mereka lho yang memanggil saya ‘Bu Haji’ ….  (*foto hanya sebagai ilustrasi*)

(lebih…)

Read Full Post »