Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2009

SUNGGUH MATI AKU MENCINTAIMU …

Warning !

Posting ini narsis pol. Pembaca dilarang protes, mencela, ataupun tertawa.  Jika tak suka, pengin niru tapi tak bisa, atau iri hati hingga pening kepala, silahkan skip atau pindah ke blog lain yang lebih berguna. See?

Gambar menyajikan sejuta cerita, konon begitu katanya. Maka pada posting kali ini saya akan memenuhi layar monitor teman-teman dengan foto, foto, dan foto. Semua foto dijamin anyar gres, fresh from the camera, usianya belum sampai 24 jam.

Oke, siyaaap? Layar panggung … tariiiik …. !!


IMG_2044

Wooiii … !! Ini pantaiku. Debur ombaknya milikku. Percik air beningnya milikku. Karang dan bukit batunya milikku. Ya, semua milikku!

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

WAKTU BERLARI TANPA KOMPROMI

Apa yang akan terjadi dengan diri kita 30 tahun ke depan? Sudah pasti tak ada seorang pun bisa meramalkannya. Yang jelas, jika diberi usia panjang, saya akan menjadi nenek-nenek. It’s ok, semoga kelak saya menjadi nenek yang sehat, masih produktif, dan masih cantik …. hehehe …

Waktu 30 tahun berlalu tanpa terasa. Tiga puluh tahun yang lalu saya lulus SMA, dan tanggal 24 September kemarin saya bertemu lagi dengan teman-teman SMA dulu dalam sebuah reuni. Ada yang berubah, ada yang tetap. Yang berubah ada yang semakin cantik, semakin ganteng, semakin gemuk, semakin kurus, semakin tua. Hebatnya, ada juga beberapa teman yang hampir tidak berubah, penampilannya masih sama seperti 30 tahun yang lalu. Barangkali mereka adalah para pemburu air ajaib yang kalau dipakai untuk mandi akan membuat awet muda, atau pemilik mesin waktu sehingga bisa melawan putaran waktu yang membuat usia bertambah …

Tak banyak foto yang saya miliki waktu SMA dulu. Waktu remaja saya memang nggak begitu suka difoto, karena waktu itu saya kayak barbel : gemuk, pendek, item, jelek, culun … bleh, pokoknya cermin dan foto adalah musuh bagi saya. Lha kok sekarang, sesudah semakin tua, malah jadi narsis pol? Itulah wolak-waliking jaman ….

Foto di bawah ini dibuat tahun 1979 di sekolah, bersama dua sahabat saya. Pada waktu itu sekolah saya, SMA Negeri I Yogyakarta (SMA paling top se Yogya, sumpe!) sedang merayakan Hari Kartini, jadi kami semua diharuskan memakai pakaian daerah.

Oke, saya akan membuat sayembara dengan foto di bawah ini (Yaelaah … ini jenis narsis apa lagi? Emang ada yang peduli pada wajah jelek saya 30 tahun lalu? Plis deh … !).


IMG_1968

Yang manakah diri saya? Tiga penebak jitu pertama akan mendapatkan hadiah …. mentraktir saya makan malam … hahahah !

(lebih…)

Read Full Post »

Hari Nan Fitri

MEMORABLE MOMENTS …

Alhamdulillah … akhirnya Pemerintah mengumumkan bahwa Iedul Fitri tahun ini jatuh pada hari Minggu, 20 September 2009, sehingga umat Islam di seluruh Indonesia dapat merayakan lebaran pada hari yang sama. Segala heboh dan hiruk pikuk perbedaan tanggal yang sempat mencuat, sirna dalam gema takbir yang mengagungkan Tuhan. Allahu Akbar!

Minggu pagi, saya dan suami sholat Ied di halaman Masjid Jami’ Karangkajen. Ini adalah kali pertama masjid yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah saya tersebut melaksanakan sholat Ied. Biasanya kami sholat di lapangan Kompleks Green House, sekitar 500 meter dari rumah. Karena Masjid Jami’ lebih dekat, kami memutuskan untuk sholat di sana, sekalian ‘ganti suasana’ dan ‘survei lokasi’.

Sungguh menyesal saya lupa tidak membawa kamera ataupun ponsel, sehingga tidak bisa mengabadikan suasana sholat. Padahal ada beberapa moment yang sebenarnya menarik untuk difoto, seperti anak lelaki kecil umur 2 tahunan yang ganteng dan lucu sekali memakai baju koko dan kopiah, atau induk ayam dan lima anaknya yang dengan santai mencari makan di samping saya …

Selesai sholat, kami ziarah ke makam ayah dan bunda saya yang terletak persis di belakang masjid. Di pemakaman ini juga disemayamkan Kyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Pahlawan Nasional. Makam ayah bunda saya hanya berjarak sekitar 5 meter dari makam Kyai Haji Ahmad Dahlan. Untung suami saya membawa ponsel, sehingga bisa memotret di makam.


ziarah ibu 1

Bapak dan Ibu tercinta, semoga Allah memberi tempat yang terbaik bagi Bapak Ibu berdua di sisiNya …

IMG_1743

Ayah dan bunda saya dimakamkan dalam satu lubang. Ayah wafat tahun 1967, bunda saya berpulang tahun 2008. Setelah 41 tahun terpisah, akhirnya beliau berdua kembali bersama …

(lebih…)

Read Full Post »

Minggu atau Senin?

BANYAK JALAN MENUJU LEBARAN

Anda pilih Minggu atau Senin? Kalau pilih hari Minggu, berarti ikut Mas Hisab, dan kalau pilih hari Senin, anda pengikut Om Rukyat (lho, kok laki-laki semua, bias jender nih … hehe).

Saya pilih lebaran hari Minggu saja, jadi selesai puasanya lebih cepat sehari (hahahah … !). Hari Minggu sudah bisa pakai baju baru (yaelaah!), makan lapat dengan sambal goreng daging sapi (nyam … nyam …). Besoknya, kita silaturahmi ke saudara-saudara yang berlebaran hari Senin, makan ketupat dan opor ayam.  Puasa Syawal? Ntaaar ….

Menteri Agama RI menyampaikan maklumat, bahwa kemungkinan besar lebaran akan jatuh hari Minggu, tanggal 20 September 2009. Menurut perhitungan hisab, pada hari Sabtu sore hilal sudah akan terlihat dengan tinggi sekitar 3 derajad di atas ufuk. Meskipun demikian, penentuan resmi datangnya 1 Syawal harus melalui Sidang Itsbat yang baru akan dilaksanakan pada hari Sabtu malam, tanggal 19 September 2009 setelah dilakukan pengamatan hilal melalui rukyat.

Sudah sejak berabad-abad lamanya ( eh, belum selama itu ding …) penentuan awal puasa, Iedul Fitri, dan juga Iedul Adha, selalu mengalami perbedaan di antara berbagai golongan. Di Indonesia, dua kelompok besar yang seringkali berbeda pendapat adalah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Perbedaan ini seringkali membuat orang awam bingung, dan memberikan kesan bahwa umat Islam tidak ‘kompak’.

Padahal, beda itu nggak apa-apa. Syah-syah saja. Dan semuanya benar, karena masing-masing memiliki dasar yang kuat. Lagipula, Tuhan itu Maha Pemurah dan Maha Pengasih kok. Masak hanya karena beda menghitung tanggal, salah satu masuk neraka. Nggak lah.

Muhammadiyah menghitung tanggal dengan metode hisab (awas, bukan ‘hisap’ lho!), sementara Nahdlatul Ulama menentukan awal bulan dengan metode rukyat (catat : bukan ‘rakyat’). Metode hisab berdasarkan pada ilmu astronomi (ilmu Falak) untuk menentukan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Sedangkan metode rukyat adalah melihat kenampakan hilal, yaitu bulan sabit pertama setelah terjadinya ijtimak (matahari dan bulan berada pada posisi konjungsi).


IMG_1807

Para ahli hisab (bukan ahli hisap loh … itu mah perokok) di kantor PP Muhammadiyah menentukan tanggal pada kalender Hijriah dengan perhitugan astronomi menggunakan software khusus.

MELIHAT RUKYAT 1

Mencari hilal dengan metoda rukyat. Teropongnya canggih bo’ … (foto diambil dari  sini )

(lebih…)

Read Full Post »

Seragam

PENTING NGGAK PENTING

Berapa banyak baju seragam yang anda miliki? Buanyaak? Seragam apa saja? What? Anda nggak punya baju seragam? Waduuh … pasti anda bukan orang Indonesia!

Heran, kita ini suka banget berseragam. Mulai dari TK sampai SMU, bahkan ada mahasiswa perguruan tinggi yang masih diharuskan memakai seragam. Belum lagi seragam kerja, seragam organisasi, seragam manten, seragam olah raga, seragam haji, seragam ini-itu … Bahkan ada sekelompok orang (biasanya sih ibu-ibu … hihi) yang kompak membikin seragam tanpa alasan dan tujuan tertentu. Pokoknya bikin baju kembaran! Mantep tenan …

Sebagian orang tidak suka — bahkan benci — berseragam. Pada umumnya mereka adalah seniman, dan orang-orang yang mendambakan kebebasan diri dari segala macam ikatan. Tetapi sangat banyak juga orang yang suka-rela dan bahagia berseragam.

Mengapa orang suka memakai baju seragam?


IMG_0505

Haah, gadis kembar 4? Wah … gimana dulu sang emak ngasih ASInya ya?

IMG_2286

Orange! Orange! Walaah … jeruk keprok kok pakai kain batik …

(lebih…)

Read Full Post »

Tuhan, Kau Dimana?

AKU BERTANYA

Tuhan, dimanakah Kau berada, ketika bencana-bencana ini terjadi? Kucari wajahMu, kuingin melihat kehendakMu.

Apakah Kau murka kepada kami, sehingga mengirimkan hukuman yang demikian pedih? Pasti kami banyak dosa, pasti kami telah durhaka. Ampunilah kami. Kau Maha Bijaksana, maka semoga Kau beri kami kekuatan, agar dapat mengatasi bencana ini dengan sabar. Kau Maha Pemurah, maka semoga Kau limpahkan rizkiMu agar kami dapat membangun kembali semua yang telah sirna. Kau Maha Pengasih, maka semoga Kau berikan tempat terbaik di sisiMu bagi saudara-saudara kami yang telah kau panggil, dan semoga kau sembuhkan pedih hati kami karena kehilangan orang-orang yang kami kasihi.


IMG_1747

Rumah-rumah roboh, nyawa hilang dan harta benda musnah tak bersisa (foto : dok. harian “Kedaulatan Rakyat”, Yogyakarta)

Atau, Tuhanku …

Apakah Kau ingin menunjukkan fenomena alam kepada kami, agar kami mempelajarinya dan berperilaku sesuai dengan hukum alamMu? Bahwa lapisan kerak bumi terdiri atas lempeng-lempeng yang bergerak, dan jika lempeng-lempeng tersebut saling bertumbukan maka akan menimbulkan gempa yang mampu menghancurkan segalanya dalam sekejap mata? Apakah ini caraMu memberitahu kami, bahwa alam semesta ini demikian luas dan memiliki kekuatan tiada tara, sehingga tidak pantas manusia sombong dan berpongah diri?


IMG_1751

Longsor akibat gempa telah menelan rumah dan mengubur manusia di bawah tumpukan batu (foto : dok. harian “Kompas”, Jakarta)

Aku juga bertanya-tanya ….

Yang menurunkan bencana kemarin ini, Tuhan yang mana? Apakah Tuhan orang Islam, Tuhan orang Nasrani, Tuhan orang Hindu, atau Tuhan yang mana? Jika misalnya yang menurunkan bencana ini Tuhan orang Islam, mengapa Tuhan-Tuhan agama lain diam saja, padahal umat Mereka juga ikut menderita? Atau Tuhan berbagai agama sudah berunding, dan sepakat seia-sekata untuk memberi pelajaran kepada umatNya masing-masing?

Bagaimana ini?


IMG_2346 IMG_2352 IMG_0474

Masjid Istiqlal Jakarta, Gereja Kathedral Jakarta, Vihara Watu Gong Semarang (foto : dok. Tuti Nonka)


Read Full Post »

Naluri Membunuh

SENJATA-SENJATA PAMUNGKAS HIDUP MANUSIA

Apakah manusia memang diciptakan dengan naluri membunuh build in di dalam dirinya?

Pembunuhan pertama di dunia ini dilakukan oleh putra Adam, yaitu Kabil, kepada adiknya, Habil. Kabil membunuh Habil karena rasa iri dan dengki. Peristiwa pembunuhan itu kemudian diwariskan, terjadi terus-menerus sepanjang sejarah manusia. Jika dulu manusia saling membunuh hanya dengan senjata batu, kemudian meningkat dengan pedang, kini manusia saling membunuh dengan senjata yang jauh lebih canggih, antara lain senapan mesin dan alat-alat pembunuh masal yang sekarang digunakan dalam perang.

Heboh penyitaan sejumlah senjata produksi Pindad (Pusat Industri Angkatan Darat) oleh petugas bea cukai Filipina beberapa hari yang lalu mengejutkan kita dengan berbagai hal. Pertama, kita terkejut bahwa kita (Indonesia) ternyata menjual senjata ke negeri lain. Kedua, kita terkejut bahwa ternyata kita memiliki pabrik pembuatan senjata yang cukup canggih. Ketiga, kita terkejut ketika dikatakan bahwa senjata produksi Pindad itu diberi merk Galil, salah satu senjata buatan Israel. Untunglah, bahwa keterkejutan ke tiga itu (bahwa Pindad memalsukan merk senjata Israel) ternyata salah.


IMG_1802

Senjata-senjata produksi Pindad yang ditemukan di kapal oleh petugas Bea Cukai Filipina

Jujur, saya kagum, juga bangga, bahwa diam-diam ternyata Pindad mampu memproduksi senjata yang cukup canggih. Apakah ini ada hubungannya dengan naluri membunuh yang diwariskan oleh anak Adam? Wah, saya berani memastikan : bukan. Saya takut dan miris dengan segala hal yang berkaitan dengan pembunuhan, kekerasan, dan kekejaman. Saya ngeri bersentuhan dengan senjata-senjata pembunuh.  Saya menghindari nonton film semacam Rambo, atau film-film perang yang penuh dar-der-dor dan mempertontonkan darah muncrat …

Lha, kok saya tertarik menulis tentang senjata-senjata Pindad?

Di tengah krisis kebanggaan nasional yang sekarang melanda bangsa kita (termasuk diri saya), karena korupsi yang terjadi di setiap lini, lingkungan dan sumber daya alam yang (di)rusak, para politikus dan pejabat yang hanya mementingkan diri sendiri, dan berbagai kerusakan lain yang melanda negeri ini, saya ‘terhibur’ mengetahui bahwa ternyata kita mampu memproduksi sesuatu yang hebat juga.


IMG_1895

Berbagai jenis senapan laras panjang produksi Pindad

(lebih…)

Read Full Post »