Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober 13th, 2009

INCREDIBLE ARTS PERFORMANCE!

Warning :

Posting ini berisi sangat banyak foto. Saya juga mengkhianati komitmen saya semula untuk membatasi tulisan sekitar 1.000 kata. Posting kali ini cukup panjang, 2.900 kata. Jadi kalau anda berniat serius membacanya (terimakasih jika bersedia menyiksa diri demikian), matikan dulu kompor di dapur, tutup kran air, kandangkan ayam-ayam serta kambing yang berkeliaran di dalam rumah (hah??!), dan siapkan secangkir kopi di tangan (nggak boleh sama rokok ya … )


Rabu, 7 Oktober 2009

Kegagalan saya yang tragis untuk menonton kirab budaya pada hari Rabu sore (kisah lengkapnya di sini ) membuat saya bertekad untuk sukses nonton Jogja International Performing Arts Festival 2009 (JIPA Fest 2009) pada malam harinya. Festival akbar ini sudah dimulai pada malam sebelumnya, yaitu tanggal 6, tapi saya baru membaca liputannya di koran pada tanggal 7 pagi. Lagi-lagi telat informasi ….

JIPA Fest 2009 dilaksanakan di gedung Societet Art Hall Taman Budaya Yogya, yang terletak di sebelah timur Taman Pintar. Ini gedung kuno peninggalan Belanda yang sudah direnovasi. Di sebelah selatan gedung Societet terdapat gedung baru yang lebih besar, yaitu Concert Hall.

Malam pertama (yang tidak sempat saya tonton itu) menampilkan pantomimer kawakan Jemek Supardi dari Yogya dan tari Kinanti Sekar Rahina. Dari luar negri, tampil Andrea K. Schlehwein (Austria), Nam Jeong Ho (Korea) dan Kazeo Takemoto (Jepang). Karena nggak nonton, saya nggak punya otoritas untuk cerita.

Pada malam kedua, acara dibuka oleh Bimo Dance Theater dari Yogya. Kelompok seni ini mengawali pertunjukannya dengan menampilkan musik perkusi yang dimainkan oleh empat orang. Gebukan gendang menghentak dalam irama yang dinamis, dan mendapat applaus meriah dari penonton.


IMG_2279

Dua di antara empat pemain musik perkusi yang mengawali tampilan Bimo Dance, dan terus mengiringi sepanjang tarian

Saya benar-benar dibuat terpukau oleh tarian yang menyusul kemudian. Sejumlah penari perempuan dan laki-laki tampil di panggung dalam komposisi gerakan yang luar biasa indah. Enerjik, full power, tapi sangat lentur dan indah. Gerakannya adalah perpaduan dari tari Jawa klasik dan tari modern. Kostum yang simpel, tanpa aksesori apa pun, justru menonjolkan olah tubuh prima para penari. Ada seorang penari kecil yang lucu, aneh, sekaligus menakutkan, karena gerak dan penampilannya seperti wewe, hantu perempuan bermuka tembok yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Jawa.


IMG_2285

‘Wewe’ kecil ini gerakan tubuh dan tarikan wajahnya sangat ekspresif …

(lebih…)

Read Full Post »