Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 15th, 2009

AGAR TAK CUMA SAKIT YANG DIDAPAT

Kata-kata mutiara di atas saya peroleh dari sebuah buku saku berjudul “Inspiring Words” yang disusun oleh Ida Prastiowati, diterbitkan oleh Penerbit Indonesia Cerdas, Yogyakarta. Buku kecil ini (10 x 14 cm) menghimpun kata-kata mutiara, kata-kata emas, dan kata-kata berlian dari para tokoh di seluruh dunia, meskipun ada juga yang anonim. Nah, kalimat indah di atas diucapkan oleh Oswald Avery.

Siapakah Oswald Avery? Saya bertanya kepada Paman Google, dan menemukan informasi yang cukup memadai dari Wikipedia . Avery adalah warga negara Amerika berasal dari Canada. Ia dilahirkan pada 21 Oktober 1877 dan wafat pada 2 Februari 1955. Avery adalah seorang ahli biologi molekular, immunochemistry, gen dan chromosom. Ia bekerja di Rockefeller University Hospital, New York City.


Oswald Avery Oswald Avery (1877 – 1955)

Saya sangat terkesan pada kata-kata Avery, dan pernah memuatnya di status Face Book beberapa waktu yang lalu. Peristiwa tak mengenakkan yang menimpa saya beberapa hari kemarin, yang pernah saya tulis dalam dua posting terakhir (yang kemudian saya hapus), mengingatkan saya kembali pada kata-kata Avery.

Sebenarnya kata-kata Avery bukan sesuatu yang sangat baru. Sebelumnya kita pasti sudah pernah mendengar kalimat sejenis, yang intinya adalah : ambilah hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Kalimat Avery jadi mengesankan karena saya membayangkannya secara visual :

Ketika kita jatuh terjerembab, tubuh berdebum ke bumi, dan wajah mencium tanah (mungkin dengan hidung berdarah), jangan langsung bangkit dan kembali berjalan. Ketika wajah kita begitu dekat ke permukaan tanah, itulah kesempatan bagi kita untuk mengamati apa yang ada di atas permukaan tanah itu, yang selama ini mungkin tak pernah kita perhatikan (misalnya, semut ternyata memiliki pinggang yang sangat ramping … ).

Lalu perlahan-lahan kita duduk, mengamati permukaan tanah di sekitar kita dalam area yang lebih luas. Mencari sebab kenapa kita jatuh : mungkin ada lobang yang tidak kita lihat, mungkin ada batu yang kita sandung, mungkin karena ada tali melintang yang sengaja dipasang orang untuk menjegal kita, tapi mungkin juga karena kita berjalan dengan gembelengan dan pethakilan.

Nah, apa pun sebab yang membuat kita jatuh, jangan berdiri tanpa ‘memungut sesuatu’¬† dari tempat kita jatuh. Sudah pasti yang harus kita pungut adalah sesuatu yang bermanfaat, misalnya koin yang tercecer, sandal jepit yang tertinggal, ataupun tali melintang yang sudah membuat kita jatuh (lumayan kan buat bikin tali jemuran di rumah …). Nah, jatuh kita bisa menjadi berkah melimpah kalau yang kita temukan adalah berlian segede durian …

Sekarang pertanyaannya adalah : bagaimana kalau teman yang berjalan di sebelah kita jatuh? Pe-er untuk direnungkan, dan dikumpul secepatnya ke meja Bu Guru …


Read Full Post »

It’s All Over …

MARI KITA LUPAKAN SEMUANYA, KAWAN

Dua posting terakhir saya “Plagiat dan Fitnah” serta “Ricky Menjawab” sudah mengundang komentar yang terlalu jauh, sudah menjadi ‘bola liar’ yang ditendang kemana-mana. Untuk menghentikan semuanya, dan mengembalikan beranda saya kepada ‘wajah aslinya’, saya memutuskan untuk menarik kedua posting tersebut.

Kepada teman-teman yang sudah memberikan perhatian, tanggapan, dan dukungan, saya mengucapkan terimakasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah merepotkan teman-teman.

Marilah kita kembali ke atmosfir perbincangan kita semula, yang berisi saling tukar informasi, bercanda, dan saling menyapa dalam keakraban …


Read Full Post »