Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 28th, 2009

Kopdar Yogya Berlanjut …

THE BEAUTY OF BLOGGING

*Sungkem dulu ke Om Trainer karena pinjam kalimat trade mark beliau*

The beauty of blogging bener-bener berlaku di dunia maya maupun di alam baka nyata. Keindahan dunia virtual itu mengejawantah (maap kepada yang nggak ngerti bahasa Jawa) ke dalam kasunyatan (hah, bahasa Jawa lagi!), dalam bentuk kopdar. Kopdar, kopi darat, ini bukan saudaranya susu, teh, atau coklat, tapi sepupuan dengan rendezvous (halah!) atau gathering (sok ah!).

Siapa ‘bintang’ kopdar Yogya tanggal 28 November ini? Siapa lagi kalau bukan seleblog kita, Eka Situmorang-Sir . Oke, tanpa banyak prolog (takut keburu disoraki teman-teman yang mulai bosan baca ocehan saya), saya akan menyampaikan laporan pandangan mata dan sentuhan tangan saya pada kopdar tadi siang. Ini siaran tunda sekitar 9 jam, tapi masih cukup anget kok …

Memenuhi keinginan saudara muda saya, Uda Vizon ,  kopdar kami laksanakan di Bumbu Desa Resto. Saya tiba di sana paling dulu (meskipun sudah telat 15 menit dari janjian kami jam 12.00). Setelah cek ini-itu-ina, saya pun duduk manis menunggu teman-teman lain datang. Yang pertama muncul adalah Muzda . Gadis mungil-cantik ini pernah kopdar dengan saya dan Krismariana di resto ini juga, bahkan di meja yang sama. Walaah … Muzda semakin mungil aja. Kalau Muzda mengijinkan, kayaknya saya bisa mengangkat dia dengan sebelah tangan (Herculi ‘kali… ).  Selang beberapa menit, muncul Uda Vizon dan Uni Icha. Saya sempat beberapa detik ‘silap wajah’ terhadap Teuku Ryan … eh, Uda Vizon. Soalnya ‘ustadzt uda’ ini memakai baju hitam dengan beberapa tempelan badge, jadi saya pikir ada reporter Metroteve yang mampir mau makan … hihi.

Sang bintang Eka Situmorang muncul pada kloter ketiga, bersama suaminya, Adrian. Saya sempat terpesona melihat si mungil bin centil ini. Iya, iya, foto-foto di blognya memang sangat nyata memperlihatkan kenarsisan kemanisan Eka, tapi aslinya, Eka lebih cantik dan bening lho dari fotonya. Suer. Saya sempat berpelukan dengannya dan memegang lengannya ketika bercipika-cipiki. Wow … kenyal!

Siapa tamu berikutnya? Kami senang sekali ketika Bunda Dyah Suminar ketebang-ketebang (ups! bahasa Jawa lagi!) muncul, masih lengkap dengan kain batik dan selendang, wong habis njagong manten. Saya meng-sms Bunda hari Sabtu pagi, dan sebenarnya tidak terlalu berharap beliau bisa hadir mengingat kesibukan beliau yang pasti sangat padat. Eee … lha kok ternyata beliau bisa rawuh. Rejeki, rejeki!

Nah, yang muncul terakhir adalah Wijna , anak muda yang perilakunya rada aneh bin ajaib. Mungkin dia memiliki titisan darah Majapahit, sehingga di zaman global dan serba virtual ini, dia rela dan bahagia menghabiskan hidupnya dengan nguplek-uplek  candi dan segala benda peninggalan nenek moyang dari zaman dahulu kala. Dan coba tebak apa pendidikannya? Sarjana Matematika UGM! Hwalah, apakah dibutuhkan kuliah di jurusan Matematika sekian lama untuk bisa menghitung jumlah batu dan bata penyusun candi? Hanya wajah penuh ketawa Wijna jawabnya …


Sebelum makan poto dulu aah …  Uni Icha, Uda Vizon, Adrian, Wijna, Muzda, Tuti, Bunda Dyah, dan Eka.

Apa yang heboh pada kopdar kali ini? Jangan kemana-mana, kisah akan berlanjut setelah teman-teman mengklik ‘Lanjut Baca’ di bawah ini …

(lebih…)

Read Full Post »