Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember 6th, 2009

Alamaaak … !

PE-ER  YANG  BERTUMPUK DAN TERMINAL 3

Dua hari saya tidak membuka blog (Jum’at & Sabtu) karena pergi ke Jakarta dan Bandung. Hari Minggu siang ini, setelah lunas membayar hutang tidur (plus bunga dan buahnya), saya membuka beranda. Alamaaak …. suegeerr!

Banyak sekali komentar yang masuk, dan menunggu untuk saya jawab. Ada 58 komentar, baik untuk posting terbaru maupun untuk posting-posting sebelumnya. Terimakasih, hatur nuhun, matur sembah nuwun untuk teman-teman semua yang telah sudi meluangkan waktu dan tenaga menuliskan komentar. Namun saya mohon teman-teman bersabar dan berlapang dada menunggu komentarnya saya jawab satu persatu. Juga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika saya belum sempat berkunjung balik ke blog teman-teman. Insya Allah, segera setelah selesai menjawab semua komen, saya akan ngelencer ke blog semua teman-teman.

Karena terkesan membaca posting Om Trainer tentang Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta , saya sengaja memakai penerbangan Mandala Airlines (meskipun sebenarnya ada maskapai lain yang masih menyediakan tiket promo dengan harga lebih murah sekitar 100 ribu). Begitulah Om Trainer telah sukses meracuni saya. Karena pesawat domestik yang mendarat di Terminal 3 hanya Mandala dan Air Asia, maka saya pilih Mandala. Saya pengin lihat terminal baru ini, yang konon bagus dan megah.

Penerbangan dari Yogya yang seharusnya jam 06.10 delay sekitar 30 menit karena ada latihan terbang dari AAU (Akademi Angkatan Udara). Saya pernah memprotes latihan terbang yang mengganggu penerbangan umum ini kepada seorang teman saya yang menjadi petinggi di TNI AU, malah dijawab : “Harusnya masyarakat berterimakasih kepada TNI AU karena diperbolehkan numpang ikut memakai Adisucipto, yang memang milik TNI AU. Kalau nggak mau terganggu, ya bikin bandara sendiri saja!”  Welhadalaaah …

Begitulah, jadi saya mendarat di Terminal 3 sudah jam 07.30. Sebagaimana yang diceritakan Om Trainer, terminal yang mulai dioperasikan pada 15 April 2009 ini bersih (ya iyalaah … wong masih baru), luas, dan terlihat megah. Terminal ini dibangun dengan konsep eco modern airport, maksudnya bandara yang berwawasan lingkungan. Warna hijau mendominasi interior maupun eksterior, membuat suasana sejuk dan nyaman. Interior terminal banyak memakai kaca sehingga memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal, dan mengurangi pemakaian listrik pada siang hari. Saat ini baru diselesaikan Pier 1 dengan luas 30.000 meter persegi yang mampu menampung 4 juta penumpang setiap tahun. Direncanakan, nantinya Terminal 3 akan memiliki 5 Pier.


Interior Terminal 3 di bagian kedatangan. Luas, bersih, dan sejuk dengan dominasi warna hijau

Menurut Hariyanto, Kepala Cabang Utama PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, di terminal 3 dipastikan tidak ada ojek atau motor yang parkir di depan terminal. Juga tidak ada porter, tapi disediakan 300 troli yang bisa digunakan penumpang untuk mengangkut bagasi mereka. Jika penumpang terlalu lelah untuk berjalan sampai ke pintu keluar, naik troli ini pun lumayan juga kayaknya (jika tidak malu …)

Ruang keberangkatan terletak di lantai satu, dengan 30 gerai untuk check in. Ruang tunggu keberangkatan ada di lantai dua. Adapun ruang kedatangan terletak di lantai satu sebelah kanan. Kelak, Terminal 3 yang dibangun untuk penerbangan murah ini akan melayani penumpang dari 97 penerbangan keberangkatan dan kedatangan.


Ruang keberangkatan yang terletak di lantai satu. Saat ini belum begitu ramai, karena baru ada dua maskapai penerbangan yang beroperasi di Terminal 3.

Desain bangunan Terminal 3 ini terkesan modern dan dinamis, dengan tiang-tiang baja menyilang yang menyangga atap. Sepintas mengingatkan kita pada Kuala Lumpur International Airport, yang arsitekturnya juga didominasi dengan tiang-tiang baja menyilang (tapi harus diakui KLIA lebih megah …). Ohya, pemesanan taksi maupun bis bisa dilakukan di bagian dalam. Sedikit kritik, tempat menunggu taksi di bagian depan terminal tidak diberi peneduh, sehingga ketika saya antri menunggu taksi BB, haduuh … panasnya cukup menyengat!

Berapa biaya pembangunan Terminal 3? Agak simpang siur. Detik.news menulis 330 milyar, nasional.kompas.com melaporkan 300 milyar, sedangkan cetak.kompas.com mendapatkan angka 285 milyar. Mana yang betul? Entahlah …


Konstruksi bagian depan yang didominasi oleh tiang-tiang baja menyilang

Ohya, saya minta maaf tidak mengontak teman-teman yang ada di Jakarta. Karena saya di Jakarta pada hari kerja, yaitu hari Jum’at, saya pikir tidak bisa kopdar dengan teman-teman. Ngapain saya ke Jakarta dan Bandung? Ceritanya panjang, jadi besok saja ya (yee … emang ada yang nanya?)

(Sumber data : http://www.detiknews.com, http://tourism-indonesia.blogspot.com, http://nasional.kompas.com, http://cetak.kompas.com )

Read Full Post »