Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember 10th, 2009

PAMERAN, PAMERAN, WINDOW SHOPPING

Saya suka ke Jakarta. Sebagaimana seharusnya orang udik, saya suka melihat highrise building yang megah, fly over yang bersimpang susun, taman-taman yang hijau, dan billboard yang berwarna-warni. Memang ndesit banget. Hawong di Yogya ndak ada je

Tanggal 4 Desember kemarin saya ke Jakarta lagi. Ngapain? Nonton pameran. Ya, saya memang paling suka nonton pameran. Pameran selalu menyajikan kumpulan karya terbaik, di bidang apapun. Kapan lagi bisa melihat dan mengetahui karya-karya terbaik kalau bukan di pameran? Tentu saja kita bisa mendatangi langsung ke penciptanya, tapi itu berarti kita harus pergi ke banyak tempat. Jika pameran itu berskala nasional, bukankah lebih mudah mengunjungi satu tempat untuk melihat karya dari seluruh Indonesia, daripada mendatangi satu per satu lokasi dimana karya itu dibuat?

Dari sebuah pameran, kita bisa banyak belajar, mendapatkan beragam informasi. Jika nonton pameran, maka sasaran saya adalah buklet, leaflet, brosur, dan apa pun yang berisi informasi. Di Jakarta, hampir setiap minggu apa pameran di berbagai tempat. Maka jika anda tinggal di Jakarta, dan nggak pernah nonton pameran, wooo … rugi sangat!

Saya sama sekali tidak tahu jalan di Jakarta (lha wong orang udik). Yang saya agak kenal cuma seputar Pasar Baru dalam radius satu kilometer, di sekitar rumah kakak saya tempat saya sering menginap (kalau pas nggak nginap di hotel). Meskipun sama sekali tidak tahu jalan dan tidak kenal lokasi, saya pede aja jalan-jalan keliling Jakarta sendirian. Nekad? Nggak juga. Saya percayakan hidup mati saya pada sopir taksi Silver Bird atau Blue Bird. Begitu masuk taksi, saya catat nama driver dan nomor taksinya, dan saya smskan ke kakak saya diiringi pesan “Kalau ada apa-apa dengan saya, laporkan taksi ini ke Presiden”.

Orang bilang Jakarta itu panas, kumuh, macet. Herannya, saya kok selalu melihat Jakarta yang hijau, indah, lapang, dan lancar. Agaknya saya selalu dibimbing malaikat selama di Jakarta, sebab (seingat saya) nggak pernah ngalami macet yang bener-bener cet. Agak lambat sedikit memang kerap, tapi nggak pernah sampai berjam-jam. Atau, barangkali saya melewati bagian Jakarta yang ‘salah’, yang tidak menampilkan Jakarta yang sesungguhnya …


Langit biru, landscape yang lapang, taman hijau … gimana saya percaya Jakarta itu kumuh, coba?

Jadi, nonton pameran apa saya kemarin?

(lebih…)

Read Full Post »