Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret 14th, 2010

Pengalaman Pertama

GAGAL TOTAL …

Konon, pengalaman pertama selalu luar biasa. Luar biasa menyenangkan, atau luar biasa menyakitkan. Menyenangkan tentunya kalau sukses, dan menyakitkan pastinya kalau gagal. Nah, saya baru saja memiliki pengalaman pertama gagal total! Bagaimana rasa hati saya? Hiks … hiks … kecewa dan sakit banget!

Sesudah “24 Sauh”, proyek berikutnya yang akan dikerjakan adalah menulis novel bersama. Proyek baru ini disambut dengan antusias oleh teman-teman. Beberapa teman memang tidak bisa ikut karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tapi beberapa penulis baru bergabung, menggantikan posisi penulis yang absen. Saya, meskipun seharusnya juga sibuk (sumpe, seharusnya saya bahkan prei ngeblog!), tetap nekad bergabung. Setelah dua puluh tahun ‘mati suri’, jiwa kepengarangan agaknya ditiupkan kembali ke dalam tubuh saya. Saya seperti hidup untuk yang ke dua kalinya. Penuh semangat dan gairah!



Menandatangani novel untuk sahabat (foto : Yoga)

Asyik juga kayaknya menulis novel berantai. Saling menyambung, saling menimpali. Masing-masing dengan kreativitas, imajinasi, dan keunikan gaya yang sudah menjadi ciri khas setiap penulis. Rasanya sudah tidak sabar lagi menunggu giliran, menyambung kisah yang sudah ditulis teman sebelumnya. Komunikasi intens pun dijalin lewat threat di Facebook.

Bab pertama ditulis oleh seorang teman, yang sekaligus menjadi pemrakarsa dan koordinator proyek. Supaya semua teman bisa mengikuti jalan cerita sejak awal, maka Bab I tersebut dikirimkan ke e-mail masing-masing teman. Saya membuka attachment berisi Bab I dan dengan penuh antusias membaca baris demi baris …..

Alinea pertama hingga ke tiga biasa saja. Namanya juga baru pembukaan. Ibarat artis tampil di panggung, baru mengambil nafas, membangun suasana, dan menjajagi penonton. Alinea ke lima, sang artis mulai beraksi, dan kening saya berkerut. Alinea ke delapan, mata saya terbelalak. Alinea ke sepuluh, saya tersedak. Alinea ke tiga belas, duduk saya mulai melorot di kursi. Alinea ke enam belas, ke dua puluh, ke sekian ….. saya benar-benar terhenyak! Huwaaaaa ….. !!

Saya shock berat! Tubuh lunglai, tulang belulang serasa berlepasan. Semangat pun runtuh berantakan …

(lebih…)

Read Full Post »