Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April 18th, 2010

Byurr … !! Kecipak, Kecipuk …

KAYUHKAN LENGAN, AYUNKAN KAKI, MELUNCUR ….

Kapankah anda untuk pertama kalinya mengetahui tentang renang? (jangan bilang ketika baca posting ini ya!)

Saya pertama kali mengetahui tentang renang dari televisi, ketika umur saya baru 7 tahun. Pada waktu itu saya sungguh terheran-heran, bagaimana bisa orang mengambang bahkan meluncur di atas air, dan tidak tenggelam? Bukankah air tidak bisa menahan berat tubuh kita? Buktinya, kalau ada sepotong daging dicemplungkan ke panci, daging tersebut pasti akan tenggelam sampai ke dasar. Apa rahasianya ya?

Tahukah anda, sejak kapan manusia bisa berenang?

Ternyata, sejak zaman Prasejarah, nenek moyang kita sudah pandai berenang. Catatan pertama tentang aktivitas berenang manusia ditemukan pada Zaman Batu (Stone Age), berupa lukisan yang diperkirakan sudah berusia 7000 tahun. Di zaman modern, renang mulai dikompetisikan di Eropa sekitar tahun 1800. Pada waktu itu baru dikenal renang dengan gaya dada (breast stroke). Di ajang Olimpiade Modern, renang mulai dipertandingkan pada tahun 1896 di Athena. Pada saat ini dikenal 4 gaya renang, yaitu gaya kupu-kupu (butterfly), gaya dada (breast stroke), gaya bebas (free style / front crawl), dan gaya punggung (back stroke). Organisasi renang dunia, Federation Internationale de Natation Amateur (FINA), didirikan pada tahun 1908 untuk menetapkan segala peraturan dalam olah raga renang.

Renang adalah olah raga yang sangat bagus. Air menopang berat badan, sehingga tidak ada beban dan tekanan pada tulang dan persendian, dan tubuh bisa bergerak bebas. Olah raga ini sering dipakai untuk rehabilitasi bagi orang yang baru saja menderita sakit, seperti stroke. Selain untuk olah raga, renang juga merupakan salah satu bentuk relaksasi. Meluncur di air dengan tenang, mengayunkan kaki dan melambaikan tangan, sambil merasakan desir lembut air menerpa kulit, apalagi jika dilakukan di alam dengan udara bersih, matahari cerah, dan langit biru, sungguh akan membuat kita segar lahir batin (tentu saja nggak pakai acara hidung kemasukan air atau kaki kram … hihi).


Dik … jangan ketiduran ya, boboknya nanti di rumah aja.  Ikutin Mama yang asyik berenang tuh … (foto : Wikipedia)

(lebih…)

Read Full Post »