Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April 26th, 2010

Meraih Senyum Ibu

KELAHIRANKU, JANGANLAH MENJADI KEMATIAN IBUKU

Dari manakah kita dilahirkan? Tentu saja dari rahim ibu. Cerita bahwa bayi dibawa oleh burung bangau, atau keluar dari kuping, itu hanyalah cerita orang dewasa yang kebingungan menjelaskan proses kehamilan dan persalinan, ketika anaknya yang masih kecil bertanya “Dari mana adik berasal, Ma?”

Dulu, persalinan adalah peristiwa kritis, sehingga dikatakan bahwa ibu yang melahirkan harus berjuang dengan mempertaruhkan nyawanya. Di Jawa, seorang ibu yang meninggal ketika melahirkan disebut ‘kunduran’. Maksudnya (mungkin) kelahiran bayi itu membuat ia kundur (berpulang). Meskipun demikian, banyak juga ibu yang melahirkan sampai belasan kali (teman saya mempunyai saudara kandung 13 orang, sumpe!) dan semuanya berjalan lancar seperti mobil keluar dari gerbang tol …


Bayi yang baru lahir tentu diharapkan dalam kondisi sehat, begitu pula sang ibu (foto : Wikipedia)

Siapa yang tak mendambakan kebahagiaan seperti ini? Ibu dan bayi yang sehat, kamar bayi yang indah … (foto : “Menanti Kelahiran”, seri majalah Ayah Bunda)

Sekarang, di abad ke-21 ini, apakah masih ada ibu yang meninggal ketika melahirkan? Kita, yang tinggal di kota (mungkin bahkan di cluster elit perumahan mewah), yang tidak cukup hanya hidup di dunia nyata sehingga merambah dunia maya juga, mungkin tak pernah melihat dengan mata kepala sendiri peristiwa kematian seorang ibu ketika melahirkan bayinya. Tetapi di pelosok-pelosok nun jauh dari kota, yang untuk mencapai puskesmas, bidan, atau dukun bayi memerlukan perjalanan berjam-jam jalan kaki menembus hutan, nyawa ibu benar-benar dipertaruhkan ketika berjuang melahirkan bayinya. Bahkan di tengah masyarakat kota, kemiskinan yang parah membuat warga tak sanggup menjangkau pelayanan medis yang tak bisa diperoleh dengan gratis.

Saat ini, angka kematian ibu melahirkan (AKI) adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup. Angka AKI Indonesia ini tertinggi dibandingkan negara-negara tetangga kita di ASEAN. Laporan Bank Pembangunan Asia 2009 mencatat angka kematian 405 atau rata-rata 2,3 perempuan meninggal setiap satu jam (catat : bukan per hari) karena melahirkan. Angka yang mungkin tak pernah kita bayangkan!

(lebih…)

Read Full Post »