Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni 14th, 2010

Dear Friends …

Anda kenal Miriam Makeba? Wow … banyak banget yang mengangguk sambil tersenyum. Great, jadi Anda tahu siapa dia. Saya pernah mendengar namanya, tapi baru benar-benar tertarik pada kisah hidup Makeba ketika beberapa hari yang lalu membaca tentang wanita hebat ini di koran.

Ya, wanita yang dilahirkan dengan nama Zenzile Miriam Makeba pada 4 Maret 1932 di Johannesburg ini memang luar biasa. Ia mendapat julukan “Mama Afrika”, ibunda bangsa Afrika. Apakah ia yang melahirkan ratusan juta kepala orang Afrika? Tentu saja tidak. Memangnya Miriam mesin giling?  Miriam Makeba dijuluki “Mama Afrika” karena ia berjuang bukan saja untuk wanita Afrika, tetapi untuk seluruh bangsa Afrika dari penindasan politik apartheid.

Kata-katanya menggetarkan : “You strike the woman and you strike the rock”. Jika Anda membentur perempuan, Anda membentur karang. Ya, perempuan-perempuan Afrika adalah sosok yang kuat, tegar, dan akan melawan jika diperlakukan dengan tidak adil.


Miriam Makeba, “Mama Afrika”

Tetapi, batu karang yang bernama Miriam Makeba adalah seorang penyanyi bersuara emas. Ia gemar mendendangkan lagu “Soleram”, yang kita kenal sebagai lagu daerah Riau. Ia melantunkan lagu-lagu jazz yang diramu dengan lagu-lagu tradisional Afrika Selatan. Ia keliling dunia, melantunkan suaranya yang merdu, dan pada saat bersamaan menggemakan semangat perlawanan terhadap politik rasialis, penindasan manusia atas manusia. Perjuangannya membuat pemerintah Afrika Selatan berang dan mencabut kewarganegaraannya. Miriam menjadi seorang stateless, tak memiliki kewarganegaraan. Ia berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, tak bisa pulang ke tanah air yang sangat dicintainya.

Wanita yang gagah berani itu wafat pada 10 November 2008 di usia 76 tahun. Ia terkena serangan jantung sesudah tampil di sebuah konser di Castel Volturno, Italia, dan dimakamkan di sana. Jauh, sangat jauh dari tanah kelahirannya, Afrika Selatan …


………….


Tak semua perempuan sekuat dan sehebat Miriam Makeba, tetapi sangat banyak perempuan yang dalam kesederhanaannya berjuang dengan caranya masing-masing. Tak penting dalam skala apa mereka berbuat, yang jelas mereka telah melakukan sesuatu, dan kita harus menghargainya.


Krismariana, Oni sang suami, dan orang lewat yang numpang mejeng …

Krismariana , salah seorang sahabat blogger, menuliskan pengamatannya yang jeli atas wanita-wanita pejuang ini. Kris seorang editor berpengalaman, sehingga tutur bahasanya sudah pasti rapi jali. Ia juga seorang yang memiliki mata hati, sehingga mampu melihat apa yang tersembunyi di balik ilusi …

Your time, Kris …

*undur diri dan menghidupkan spot light beranda untuk Kris*

………………………..

(lebih…)

Read Full Post »