Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober 11th, 2010

Yogya – Solo cuma dipisahkan jarak 60-an kilometer, tapi perlu waktu puluhan tahun bagi saya untuk menjelajah kota yang merupakan saudara kandung kota Yogya ini. Setelah mengunjungi banyak kota di luar Jawa, luar Indonesia, dan luar Asia (luar bumi belum πŸ˜€ ) saya merasa sungguh malu kalau belum pernah ke Solo. Maka, beberapa waktu yang lalu saya menyempatkan diri plesir ke Kraton Surakarta, Masjid Agung, kampung batik Kauman, dan Pasar Klewer. Sebenarnya pengin ke benteng Vastenburg juga, tapi sudah kesorean. Lagipula konon benteng peninggalan Belanda itu kini dimiliki swasta dan terbengkelai 😦

Tujuan pertama kami adalah Kraton Surakarta, yang terletak di tengah kota Solo. Kraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744, untuk menggantikan istana di Kartasura yang rusak akibat Geger Pecinan (pemberontakan orang Cina) pada tahun 1743. Istana baru ini didirikan di desa Sala, 14 km sebelah timur Kartasura, yang kemudian diberi nama Surakarta (awas, jangan bingung antara Kartasura dan Surakarta πŸ˜€ ). Istana ini menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kerajaan Mataram oleh Sunan PB II kepada VOC di tahun 1749. Setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755 yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Yogyakarta danΒ  Surakarta, kraton ini dijadikan istana resmi Kasunanan Surakarta.


Kori Kamandungan dengan Bale Roto di depannya, dan panggung Sangga Buwono menjulang tinggi di belakang

Panggung Sangga Buwana terdiri atas 5 lantai setinggi 30 meter

(lebih…)

Read Full Post »