Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 8th, 2010

Merapi Menggeliat

Merapi sedang unjuk rasa. Ia menggeliat, menggeram, dan memuntahkan isi perutnya. Magma yang sudah bertahun-tahun membuat perutnya mulas, sekarang tersembur keluar menjadi lava, dibarengi dengan awan panas, lahar panas, kerikil dan abu vulkanik. Segala jenis makhluk yang hidup di lerengnya, pohon, hewan, dan manusia, lebur kocar-kacir.

Sudah pasti Merapi tak bermaksud membuat makhluk-makhluk yang menumpang hidup di pinggang dan di kakinya sengsara. Ia sekadar menjalankan proses alamiah yang sudah ditentukan Sang Maha Pencipta. Ia sekadar memenuhi siklus geologi dan vulkanologi bumi, mengubah permukaan bumi dengan lapisan baru, yaitu endapan vulkanik yang pada saatnya nanti akan membuat bumi menjadi subur makmur.

Bahwa pada proses perubahan permukaan bumi itu banyak hewan dan manusia sengsara, itulah kehidupan. Ada sisi baik, ada sisi buruk. Kita bersimpati, menundukkan muka, dan ikut merasakan duka yang sedalam-dalamnya bagi saudara-saudara kita di lereng Merapi yang tak sempat menyelamatkan diri, yang kehilangan keluarga, rumah, sawah, ternak, dan segala milik mereka. Tabahlah, kuatkan diri, bersabar, dan tetap percaya pada kemurahan Allah. Tidak akan selamanya air mata itu mengalir, akan ada waktunya semua kesedihan berakhir.


Korban Merapi berlumur abu, berurai air mata. Tabahlah Bapak, Ibu, dan saudara-saudaraku … (foto : Ferganata Indra Riatmoko, Kompas)

(lebih…)

Read Full Post »