Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2011

Batu Night Spectacular. Woow … namanya memancing rasa penasaran. Se-spektakuler apa sih malam di Batu yang dingin ini?

Setelah beristirahat sejenak di hotel, mandi dan sholat, jam 18.30 kami berangkat ke BNS dengan jalan kaki. Lho, jalan kaki? Iya, karena hotel kami terletak persis di sebelah BNS, di Jl. Oro-oro Ombo. Oro-oro Ombo artinya ‘lapangan yang luas’. Mungkin dulunya kawasan itu berupa tanah kosong yang luas, sebelum disulap menjadi lokasi wisata, restoran dan hotel.

Dari luar, BNS sudah terlihat gemerlapan bermandikan cahaya lampu. Tiket masuknya cukup murah, Rp. 12.500,-. Hanya saja untuk masuk ke berbagai arena permainan, pengunjung harus membeli tiket lagi, yang harganya berkisar Rp. 10.000,- sampai Rp. 20.000,-. Tetapi tanpa masuk ke arena permainanpun, pengunjung dapat menikmati suasana yang semarak dan gemerlapan.

Batu Night Spectacular (foto dipinjam dariΒ sini )

Karena kelaparan, kami langsung menuju ke food court untuk menenangkan perut yang sudah meronta-ronta. Di sini, kita harus menukarkan uang dengan kartu elektronik yang dipakai untuk membayar makanan di stand-stand yang kita pilih. Menu yang tersedia cukup beragam, dan harganyapun masuk akal.Β 

Food court ini berbentuk memanjang, dan plafondnya merupakan screen film yang panjangnya 50 meter dengan lebar sekitar 6 meter. Karena berada di plafond, tentu saja kita harus mendongak untuk menonton film yang diputar. Malam itu disajikan film yang mengeksplor keindahan bawah laut. Durasinya tidak lama, hanya sekitar 5 menit (ya iyalah … kalo sampai 2 jam insya’allah pengunjung bakal sakit leher semua πŸ˜€ ).

Yang lebih menarik adalah atraksi Air Mancur Menari di ujung food court. Air mancur itu bergerak dengan berbagai pola yang berubah-ubah, meliuk, memancar tinggi, melambai, meloncat, mengikuti irama lagu yang diputar. Dengan permainan lighting yang apik, atraksi dancing fountain ini menjadi salah satu andalan yang dibanggakan BNS.

Woow …. airnya menari!

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Jika mendengar nama kota Batu, apa yang muncul dalam benak Anda? Dingin? Yes indeed. Apel? Of course. Bunga-bunga indah? Sure. Tapi sekarang imajinasi Anda harus ditambah dengan satu kosa kata baru : incredible!

Batu telah mengejutkan saya dengan menyajikan “Jawa Timur Park 1” dan “Jawa Timur Park 2”. Mengapa namanya bukan “Taman Jawa Timur”? Entahlah. Mungkin karena investornya orang ‘sono’. Mungkin juga karena apa yang ditampilkan di sana memang berkelas internasional. Tempat wisata yang memadukan konsep pendidikan dan rekreasi ini diresmikan pada 2 Maret 2002 oleh Menristek Ir. H.H. Hatta Rajasa. Lho, ternyata sudah cukup lama juga, tapi kok sepertinya belum begitu dikenal di luar Jatim? Atau saya saja yang kurang gaul ‘kali ya … πŸ˜€

Taman di tepi jalan yang cantik dan rapi bak keluar dari salon menyambut kami memasuki kota Batu

Jawa Timur Park 1, kami dataaang … πŸ˜€

Untuk masuk ke Jatim Park 1 dan 2, kita bisa membeli tiket terusan ataupun pethilan (halah, bahasa apa ini :P). Tiket terusan lebih murah, Rp. 80.000,- sedangkan untuk tiket pethilan, masing-masing Rp. 50.000,- untuk JTP 1 dan JTP 2 . Eh, harga tiket segitu mahal nggak sih? Tapi percayalah, kita tidak akan menyesal mengorek kantong agak dalam (asal jangan sampai robek … hihi), karena apa yang kita peroleh sangat sepadan. Setelah melihat seluruh isi JTP 1 dan JTP 2, saya bahkan mengatakan tiket itu terlalu murah. Beneran, karena isinya sangat bagus, dan saya membayangkan investasi yang diperlukan untuk membangun JTP 1 dan JTP 2 ini pasti sangat besar.

Oke, yuk kita masuk ke dalam. Ohya, kami masuk ke JTP 1 terlebih dahulu …

(lebih…)

Read Full Post »

Sahabat, kerabat, dan penggemar TV (halah … πŸ˜€ )

Ma’af yang sebesar-besarnya, hampir sebulan lamanya TV tidak mengudara. Bukan karena apa-apa, tapi semata karena penyiarnya lagi cuti bergaya :P. Mohon ma’af juga, sudah sebulan saya tidak sempat bertandang ke rumah teman-teman semua. Terimakasih bagi teman-teman yang masih setia menanti, mungkin beberapa kali mampir kemari, menanya kabar memberi atensi …

Hari ini TV kembali on air, dengan sebuah cerita perjalanan yang baru saja saya lakukan. Semoga saya bisa segera merajut kembali tali silaturahmi dengan teman-teman yang sudah lama saya kangeni *swear*

….

Akhir Mei kemarin tiba-tiba saja saya nyadar bahwa tanggal 2 Juni, hari Kamis, adalah libur nasional berkenaan dengan Kenaikan Isa Almasih. Praktis hari Jum’at menjadi ‘harpitnas’, sehingga ada libur 4 hari sampai hari Minggu. Spontan saya memutuskan untuk merealisasikan rencana jelajah Jatim yang sudah lama tertunda. Segera saja saya search hotel via internet di tiga kota tujuan saya : Kediri, Batu, dan Malang. Reservasi hotel selanjutnya saya lakukan by phone, maklum saya masih tergolong manusia kuno yang lebih mantep berkomunikasi dengan manusia juga, yang bisa langsung menjawab dengan suara πŸ™‚Β 

Alkisah, saya bersama seorang keponakan dan kakak ipar berangkat pada hari Kamis, 2 Juni jam 05.30 pagi, dengan mobil yang dikemudikan sopir saya. Rute yang kami ambil adalah Yogya-Solo-Ngawi-Nganjuk-Kediri. Jam 07.00 kami tiba di Solo, mampir sarapan nasi liwet yang uenaak dan murah meriah di pinggir jalan. Nasi liwet ini disajikan dalam pincuk daun pisang, bener-bener tradisional. Lauknya sederhana saja, sayur labu siam yang diiris tipis panjang seperti mie, telur dan daging ayam. Tapi karena nasinya sudah dibumbui, jadi terasa nikmat sekali di lidah. Khas Solo deh …

Nyam … nyam … nyam …

Meski porsinya kelihatan sedikit, ternyata kenyang buangeets …

(lebih…)

Read Full Post »