Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Haloo Kawan’ Category

Lombok Ijo

Saya pernah bercerita pada salah seorang saudara tentang keakraban dan kebahagiaan saya memiliki teman-teman di dunia maya. Dia, yang tak pernah merambah dunia maya, heiran bin takjub. Kok bisa sih dekat dengan orang yang belum pernah ketemu? Hmmm … belum tahu dia … 😉 . Karena dunia kami rupanya memang berbeda, saya tidak menjelaskan lebih lanjut, karena toh dia tidak akan bisa memahami perasaan saya (halah … 😀 ).

Moment paling ‘mendebarkan’ dalam pergaulan di dunia maya adalah kopdar. Ya, bertemu dengan teman-teman yang sebelumnya hanya dikenal di awang-awang, selalu mendatangkan perasaan ingin tahu yang menaikkan tingkat adrenalin dalam darah. Seperti apa ya mereka di dunia nyata? Samakah dengan image yang selama ini terbangun dalam benak kita?

…………

Beberapa hari yang lalu Titik mengirimkan message ke FB saya, mengajak saya ikut kopdar yang diadakan Julie si Gerhana Coklat. Waw …! Kontan saya menjawab “Iya, oke, yess!”. Julie memang pernah mengajak saya kopdar di salah satu komentar posting saya, tapi karena waktu itu saya lagi sibuk (gaya deh … 😮 ) saya tidak sempat menjawab, dan baru saya jawab beberapa hari kemudian ketika saya komen balik di blog Julie. Maka ajakan Titik langsung saya sambut dengan penuh semangat dan suka cita 🙂

Sebelumnya, Mida yang baru saja pindah ke Yogya juga sudah kontak-kontakan dengan saya. Tapi karena waktu itu saya sedang sibuk banget (gaya lagi! 😮 ), dan Mida juga masih wara-wiri Cirebon-Yogya, saya usul ketemuannya besok saja kalau sudah sama-sama longgar. Toh dia bakal menetap di Yogya, jadi waktunya masih panjang. Begitu Titik dan Julie mengajak kopdar, maka saya langsung mengajak Mida untuk gabung sekalian. Mida menyambut dengan gembira, meskipun diiringi catatan bernada kecemasan : Wah, belum sempat kurus nih, malah sudah kopdar. Hahaha … 😀 . Tenang saja Mid, nanti duduk di sebelahku, biar ada teman ‘belum kurus’ … 😛

Saya menanyakan ke Titik, siapa saja yang sudah konfirm akan datang. Titik bilang : Julie, AnnaAis, dia sendiri. Ditambah Mida dan saya, saya pikir kami akan ketemuan berenam. Ini kopdar yang mengasyikkan, karena saya belum pernah bertemu dengan semuanya.

………..

(lebih…)

Read Full Post »

Sahabat Maya

Sahabat bisa kita temukan di mana-mana : di dunia nyata maupun di dunia maya. Bahkan, sahabat yang awalnya hanya kita kenal di dunia maya, pada akhirnya bisa juga menjadi sahabat di dunia nyata. Ajaibnya, sahabat di dunia maya ada kalanya lebih akrab dibanding teman yang sudah sekian lama ada di sekeliling kita di dunia nyata. Mengapa demikian? Karena di dunia maya (khususnya di blog) kita bisa mengenal aktivitas, karakter, pemikiran, sampai perasaan seseorang lewat tulisannya, sementara di dunia nyata belum tentu kita bisa berbicara seleluasa itu dengan seorang teman.

Tidak semua orang mau membuka jati dirinya di dunia maya. Banyak yang menjaga ketat privacynya, sehingga orang tidak tahu siapa nama aslinya, dimana dia tinggal, apa profesinya, boro-boro foto dirinya. Sebaliknya, ada juga yang tampil bak rumah kaca, setiap orang bisa melihat foto wajahnya (yang bahkan berganti setiap minggu … 🙂 ), tahu apa profesinya, mengenal keluarganya sampai ke pembantu, binatang peliharaan, tetangga, dan teman-temannya. It’s okay, adalah hak setiap orang untuk menentukan sampai seberapa jauh dia membuka dirinya di dunia maya.

Saya sendiri merasa tidak ada yang perlu saya sembunyikan tentang diri saya. Foto saya bertebaran dengan narsisnya (maaf jika membuat teman-teman mules … 😀 ). Pekerjaan saya jelas. Umur saya semua orang tahu. Saya bersuami dan tidak punya anak. Tapi memang ada yang tidak saya buka, yaitu alamat rumah dan nomor henpon. Bukan apa-apa, takut saja bakal sering dapat kiriman kue (ya’olooh … ge-er powl 😮 ), kan bisa bikin saya tambah endhut …  hihi ..


Narsis lageee …. 😀


(lebih…)

Read Full Post »

Kasih


Lihat …. ! Itu di bawah sana Pakde Cholik dan Om Naher lagi sibuk nyatetin peserta lomba. Kita lindungin pake awan yuk, biar nggak kepanasan … 🙂


KASIH

Ermy Kullit

 

Malam ini Kasih, teringat aku padamu

seakan kau hadir di sisi menemaniku

kuyakinkan diri ini agar tiada sepi

kulewatkan hari di dalam mimpiku

 

Seandainya mungkin ku mampu terbang ke awan

detik ini juga ku akan melayang ke sana

kan kubawa pulang dirimu yang selalu kusayang

bersama, berdua kita bahagia

 

Kasih dengarlah hatiku berkata

“Aku cinta kepada dirimu, Sayang”

kasih, percayalah kepada diriku

hidup matiku hanya untukmu

 

Artikel ini diikutsertakan dalam kontes Lagak dan Lagu di BlogCamp

 

Read Full Post »

The Amazing Three Days

SAHABAT ADA DIMANA-MANA

Apa arti sahabat atau teman bagi Anda?

Jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka jawab saya : sahabat adalah kekayaan yang sangat berharga. Persahabatan membuat hidup menjadi indah dan kaya warna, kebahagiaan menjadi berlipat ganda, dan kesedihan hilang tanpa terasa. Sahabat menjadi tempat berbagi, sekaligus tempat menerima.

Sahabat ada dimana-mana. Ya. Jika kita membuka hati, kita akan menemukan sahabat dimana-mana. Tidak selalu secara fisik ada di dekat kita, bahkan bisa jadi kita tidak pernah berjumpa dengan mereka, tetapi interaksi yang terjalin dengan tulus akan membuat sahabat terasa ada di sisi hati kita.

Untuk sahabat-sahabatlah, saya sengaja datang ke Jakarta pada tanggal 1, 2, dan 3 Agustus lalu. Berawal dari undangan kopdar Mbak Imelda pada tanggal 2 Agustus, saya ‘melebarkan sayap’ untuk sekaligus membuat serangkaian janji dengan sahabat-sahabat yang lain. Sekali merengkuh dayung bukan hanya tujuh pulau tercapai, melainkan sekaligus juga menangkap ikan dan mengangkat harta terpendam dari kapal karam … 😀


Mbak Imel, sahabat yang selalu saya kagumi dan saya sayangi


(lebih…)

Read Full Post »

Linda dan Henny

SAHABAT-SAHABAT

Dear Friends … 🙂

Sesuai dengan janji saya (eh, janji Henny ding …) pada posting Lemak Nian Oiiii …! , saya akan memilih satu komentator yang paling heboh, dan Henny akan mengirimkan paket pempek kepada komentator pilihan saya. Nah, memilih satu orang dari sekian banyak komentator, yang semuanya heboh-heboh (dan kayaknya semua pengin dapet pempek … hihihi … 😀 ) sungguh bukan pekerjaan yang mudah bagi saya. Penginnya sih ngasih ke banyak orang, tapi karena paketnya cuma satu, yah … apa boleh buat, saya terpaksa harus jadi Ratu Tega … 😀

And the winner is ……….. Elindasari ! Kriteria penilaiannya banyak, macem-macem, berlapis-lapis, sudah berdasarkan UUD 45, Keppres, dan Kepmen, jadi kalau ada teman-teman yang merasa penilaian ini kurang adil, silahkan mengajukan banding ke Mahkamah Agung atau uji materiil ke Mahkamah Konstitusi …

Inilah dia pempek Henny yang sudah terhidang di meja makan  Mbak Linda. Foto yang indah ini saya pinjam dari posting di blog Mbak Linda. Hmmm ….. siapa nggak nelan ludah, coba?


Elindasari, sang Bintang


Orang baik akan bernasib baik, begitu alam menjalankan hukumnya. Henny, yang begitu baik hati mau mengirimkan paket pempek kepada seseorang yang belum dikenalnya, terbukti mendapatkan kebaikan yang sama dengan kebaikan yang telah disebarkannya. Ketika membuka TV beberapa waktu yang lalu, saya bersorak girang ‘menangkap’ komentator pada angka cantik, 6996. Dan siapakah komentator cantik tersebut?

Henny … ! 😀



Sayang sekali, sulit menemukan foto Henny di Henny’s Site. Satu-satunya foto yang ada sudah pernah saya upload ketika Henny memenangkan kuis menebak foto ibu kandung saya di Congratulation , dan satu-satunya foto Henny bersama saya sudah saya pajang pula pada posting “Lemak Nian Oiii”. Yang banyak saya temukan di blog Henny adalah foto Ping, putri kecilnya yang cantik nan lucu. Dan karena Henny begitu cinta kepada putri kecilnya ini, maka pastilah dia tak keberatan foto Ping saya upload di sini.



Ping bermain hulahop. Ayo Ping … goyang pinggulmu! Yang digoyang-digoyang yang …

Henny memiliki toko boneka dan berbagai pernik untuk membuat kreasi yang serba indah. Apapun yang dihasilkan dari tangannya, adalah sesuatu yang cantik, indah, dan pastinya memiliki nilai personal. Rangkaian bunga, kartu ucapan, kotak hadiah, sampul buku, semuanya, adalah karya-karya indah hasil kreasi tangan terampilnya. Ini adalah salah satu kartu ucapan yang saya impikan …


Nah, untuk Henny akan saya kirimkan bingkisan juga, karena telah menjadi komentator ke 6996. Bingkisannya apa? Ups … rahasia dong, just between me and Henny … 😀

Ohya, sebelum pempek Yuk Henny dinikmati Yuk Elindasari, saya sudah terlebih dulu menikmatinya. Dikirim langsung dari Palembang ke Yogya, saya terima masih hangat (meskipun hangatnya karena dekat mesin pesawat kali ya … 😀 ). Tapi betul, pempek itu dikirim pagi dan tiba di rumah saya sore hari, jadi memang masih fresh. Langsung dikukus sebentar, digoreng, dan ….. nyam nyam …

Hmmm …. indahnya berbagi dengan para sahabat 🙂


Read Full Post »

Congratulation!

TV BANJIR HADIAH …. !

Bukan hanya Jakarta yang bisa dilanda banjir, Tutinonka’s Veranda juga bisa banjir …! Dan banjirnya dijamin nggak bikin orang minggir. Banjir hadiah gitu looh … meskipun belum ketahuan hadiahnya apa. Yang jelas bukan air bah pembawa musibah …

Ada delapan teman blogger yang dengan suka cita akan saya persembahi bingkisan hati (‘persembahi’? bener nggak sih kosa katanya? kayaknya belum pernah denger deh … 😀 ). Betul, bingkisan hati, karena saya persembahkan dengan sepenuh hati dan ampela saya (ayam ‘kali … 😉  )

Siapakah mereka? Layar panggung, tariiik ….. !


Ceileeh … kecemetenye! Mene teheeen …

Anak muda ganteng yang senyumnya maut ini, siapa lagi kalau bukan Septarius E. Lestiant (nama aslinya masih dirahasiakan, menunggu saat yang tepat untuk dibuka ke publik 😀 ). Chef yang jago masakan Perancis dan Itali ini selalu mengajak kita tersenyum di blognya, Senyum Septa . Ata saya paksa menerima hadiah karena tertangkap tangan menjadi komentator TV ke 6666.


Selanjutnya, lima teman berikut ini adalah para pemenang lomba menulis memoar “Me And Mom” yang diprakarsai oleh Elindasari. Untuk menjaga keamanan dan keselamatan Dewan Juri dari protes peserta yang tidak menang, sekaligus mencegah terjadinya ‘uang terimakasih’ yang tak halal dari pemenang lomba, maka nama, alamat, dan nomor telepon seribu anggota Dewan Juri dirahasiakan sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.

Urut-urutan nama berikut disusun semata-mata berdasarkan abjad, bukan peringkat juara, karena kelimanya adalah juara kembar yang lahir bareng melalui operasi bedah caesar.


Arman Tjandra Widjaja , pria kelahiran Surabaya ini sekarang tinggal di Los Angeles bersama istri dan seorang putranya. Mengaku sebagai ahli hitung-hitungan tapi kerja di bidang komputer-komputeran (bukan komputer beneran dong …. 😉  ). Kisahnya tentang sang mami yang ditulis dengan menggebu-gebu sekaligus sarat dengan cinta yang lembut membuat Dewan Juri takluk dan ikhlas menyerahkan hadiah kepadanya …


Ayik Karyadi, bunga yang mekar semerbak di lereng gunung Lawu ini bangga dengan statusnya sebagai FTM (Full Time Mother). Ibu dari Karin dan Aisz ini sudah berabad-abad mabuk berat dengan jejaring FB, alias FBholic. Sambil tidurpun Mbakayu ini bisa nytatus loh. Tapi TV nggak punya hubungan diplomatik dengan FB, jadi seribu orang anggota Dewan Juri memutuskan Mbak Ayik sebagai salah satu pemenang setelah membaca puisi Mbak Ayik, yang membuat mereka baku hantam rebutan tissue untuk mengusap air mata …


Bundadontworry , mantan pramugari sebuah maskapai penerbangan nasional terbesar di Indonesia, ibu dua putra yang punya hobi menulis, membaca dan memasak (waw …. saya bisa langganan katering dong Bun? 🙂 ). Kenangan Bunda Lily terhadap kesantunan ibundanya meluluhkan hati Dewan Juri, hingga seribu orang anggota Dewan Juri secara aklamasi menghaturkan hadiah kepada beliau.


Delia , gadis manis dari Batam ini baru saja berulang tahun yang ke 25 tanggal 8 Juni kemarin. Peminat bidang Ekonomi dan Psikologi yang sekarang menetap di negara jiran ini sukses membuat Dewan Juri mengacungkan empat jempol (jempol tangan dan jempol kaki) membaca kisah dukungan ibundanya yang penuh cinta dan kepercayaan, yang tidak khawatir putrinya sekolah tinggi meskipun berisiko ‘jauh jodoh’. Alhamdulillah, studi Delia lancar, calon pendampingpun sudah siap melamar … 🙂


Retie , penyuka warna biru dan merah, menggemar musik yang hobi membaca dan memasak (juga seorang istri yang sangat berbahagia). Ia sungguh beruntung karena memiliki dua ibu yang mencintai dia dan adik-adiknya dengan tulus ikhlas, yang ia cintai pula dengan sama tulusnya. Dewan Juri sepakat menyewa truk bak terbuka dan berbondong-bondong mengantarkan hadiah kepadanya …


Nah, dua teman yang lain memenangkan hadiah karena sukses menebak yang mana ibu kandung saya dalam foto.  Masing-masing dengan reasoning yang mengagumkan, yang membuat Dewan Juri bengong dan tak mampu membantah sepatah katapun. Inilah kedua wanita cerdas itu …


Clara , gadis hutan … eh, maksudnya gadis keturunan Batak yang lahir di pedalaman hutan Kalimantan ini sukaaa …. sekali kepada anjing. Pernah sampai memiliki 5 anjing sekaligus, meskipun sekarang tinggal 1 ekor yang enjoy tinggal bersamanya (nama anjingnya memang  Enjoy … 😀 ). Tapi untuk pasangan hidup, jangan khawatir Clara tetap memilih dari jenis manusia. Denger-denger, Clara bekerja di BMKG (kantor apaan tuh Cla?)


Henny Rupita , ibunda putri cantik bernama Ping ini tinggal di Lubuk Linggau (hayo … silahkan tebak, di provinsi mana itu?). Pemilik toko boneka dan pernah-pernik yang serba indah ini mendandani blognya dengan cantik molek. Hobi membaca dan menulis, sudah pasti. Takut naik pesawat, tapi pernah bela-belain datang jauh-jauh dari Lubuk Linggau untuk menemui saya di Yogya (ge-er deh … 😀  )


Bagi teman-teman yang fotonya saya pajang di atas (moga-moga tambah ngetop … 😀 ) dipersilahkan untuk mengirimkan alamat yang mudah dicapai oleh kurir atau pos (artinya tidak di pucuk pohon atau di dasar sungai  … ) ke alamat email saya, atau lewat message di Facebook. Mudah-mudahan saya tidak lupa untuk membukanya … 😀

Bagi teman-teman yang belum berhasil menggondol hadiah, nggak usah sedih sampe nangis di pojokan, apalagi nekat cari baygon ke warung di ujung jalan. Percayalah, ibunda gak akan marah kok. Bilang aja, Dewan Jurinya baru terserang virus linglung …

Congratulation! Selamat!


Read Full Post »

Me And Mom

Dear friends …

Yuhuiiii … kembali kita menikmati libur panjang dari Jum’at sampai Minggu. Happy time yang pasti ditunggu-tunggu oleh setiap orang, karena inilah saatnya untuk berkumpul dan melewatkan waktu bersama orang-orang tercinta. Have a nice weekend everybody ….

Elindasari, sahabat saya yang memberi nama blognya Bintang , hadir mengisi hari libur kita dengan tulisannya yang indah. Mbak Linda, begitu saya memanggilnya, adalah seorang Quantity Surveyor (haiyah, profesi apa pulak itu? mmm … itu tuuh, ahli analisis nilai bangunan … ‘kali aja 😀 ) bidang Mechanical Engineering untuk highrise building, yang bekerja di sebuah perusahaan konstruksi besar di Jakarta. Wanita cantik kecil mungil yang kicaunya membuat burung murai melongo ini juga seniman serba bisa, mulai dari melukis, menari, menulis puisi. Wis to, pokok’e komplit-plit …  kabeh dipek dewe … 😀


Perpaduan oranye dan tosca, manis juga ya?  (ya iyalah … gulanya sekilo! 😀 )

Iya, iya … udah nggak sabar to mau baca tulisan Mbak Linda? Monggo Mbak, silahken …

*nyerahin sapu panggung kepada Sang Bintang*

……………………………………………….


ME AND MOM, HOW ABOUT YOU?


Timang-timang, anakku sayang,

Permata hati, bunda seorang,

Jadilah kau anak yang pandai sayang,

Anak yang berbakti pada ayah & bunda,

Timang-timang, anakku sayang,

Cinta kasih ayah dan bunda,

Lekas besar, anakku yang tersayang,

Jadi anak sholeha kebanggaan bunda,

Timang-timang, anakku sayang,

Buah hati bunda seorang,

Lekas tidur anakku yang tersayang,

Esok lagi kita bersenda gurau,

Dst…

(lebih…)

Read Full Post »

Neverland

NEVERLAND YANG BUKAN DONGENG

Jika Peter Pan memiliki Neverland sebagai pulau tempat dia bisa bermain dan menemukan kegembiraan tiada tara, saya memiliki Tuti Nonka’s Veranda, sebuah ruang maya dimana saya benar-benar merasa menemukan diri saya. Segala pikiran, perasaan, obsesi, dan renungan yang selama ini hanya saya simpan di dalam hati dan pikiran, menemukan media ekspresi yang leluasa di blog.  Melalui blog pula, saya bertemu dengan banyak teman baru, bertukar sapa, saling menimba pengalaman, dan bercanda. Sungguh blog adalah neverland bagi saya, yang membuat saya merasa seperti Peter Pan : ingin selamanya berada di sana.

Dalam perjalanannya, setelah me’maya’ pertama kali pada Februari 2008, blog ini alhamdulillah tumbuh dengan sehat. Dari data statistik, ada naik-turun jumlah pengunjung. Demikian juga jumlah posting per bulan dan jumlah komen yang masuk. Selama tahun 2009 saya posting 98 tulisan, jauh menurun dibanding tahun 2008 yang berjumlah 190. Penurunan ini selain disebabkan meningkatnya kesibukan, juga karena dengan meningkatnya jumlah komen yang masuk membuat saya harus mengalokasikan waktu lebih banyak untuk menjawab komen. Meskipun demikian saya selalu senang menjawab komen, karena di situlah media interaksi saya dengan teman-teman, yang menjadi tujuan saya blogging. Menjawab komen tidak selalu mudah, karena kadang-kadang ada komen yang ‘sulit’, yang harus saya pikirkan dulu agar bisa memberikan jawaban yang tepat. Saya juga harus menyediakan waktu untuk blogwalking, membalas kunjungan teman-teman yang sudah berkunjung di blog saya. Dalam blogwalking, saya selalu membaca benar-benar posting teman yang saya kunjungi sebelum memberikan komen, agar bisa memberikan komen yang tepat. Komen yang cuma basa-basi atau ‘ngasal’, pasti mengecewakan teman pemilik blog, bukan?


Grafik hits mengalami naik turun. Hits tertinggi terjadi pada 3 Desember 2009, yaitu 913 hits. Hari Sabtu dan Minggu biasanya grafik menurun, teman-teman pada libur ngeblog.

Saya berharap, pada usia 2 tahun, Februari 2010, jumlah posting saya bisa mencapai 300.

Hal lain yang membuat blogging menjadi neverland bagi saya adalah kopdar. Selama tahun 2009 saya telah melakukan 11 kali kopdar dengan teman-teman, yang semuanya meninggalkan kesan tersendiri. Saya selalu berharap bahwa sesudah kopdar dengan seorang/beberapa teman blogger, persahabatan di dunia blog akan menjadi lebih erat dan hangat. Sebagian besar harapan saya terwujud, meskipun ada juga beberapa teman yang sesudah kopdar justru tidak pernah lagi bersapa di blog. Saya sedih jika memikirkan teman-teman yang ‘hilang’ ini. Rasanya kopdar yang sudah dilakukan menjadi sia-sia dan tak ada artinya. Rasanya persahabatan yang pernah dijalin itu hanya fatamorgana. Namun sudah pasti saya tidak bisa memaksakan persahabatan dengan teman-teman yang sudah tidak tertarik lagi untuk bersahabat dengan saya. Maka yang bisa saya lakukan adalah ‘merelakan’ mereka pergi … hiks!

Siapa sajakah yang pernah kopdar dengan saya selama tahun 2009? Inilah albumnya … jreeeng!

(lebih…)

Read Full Post »

Proklamasi Sepasang Blogger

BRO & NA, AKHIRNYA … GO PUBLIC JUGA

Saya menatap langit di luar jendela dengan kebat-kebit. Mendung hitam bergantung tebal, hujan pun mulai jatuh tetes demi tetes. Sejenak kemudian, geledek meledak beruntun, menggetarkan telinga dan menciutkan hati. Aduh!

Tapi jangankan hanya hujan air, hujan duit pun akan saya terjang (sambil membentangkan sprei untuk nangkepin duit yang jatuh) untuk menemui mereka. Laut kan kudaki, gunung pun kuseberangi (yeee … terbalik buk!). Kami sudah janjian untuk ketemu hari Minggu sore ini. Pertemuan yang sudah saya tunggu sejak berminggu-minggu lalu, sudah menjadi bunga-bunga mimpi saya (haiyah!). Maka, tanpa sedikit pun rasa gentar, bahkan dengan penuh semangat, saya berangkat ke sebuah tempat makan yang terletak di Jalan Kaliurang.

Di Yogya terdapat ratusan tempat makan, tapi saya cukup pusing juga ketika mencari tempat makan dengan suasanayang nyaman untuk berbincang-bincang, menyuguhkan beragam makanan enak, sekaligus mudah dijangkau dari segala penjuru. Maklumlah, Uda Vizon tinggal di Kweni-Bantul, sementara Krismariana tinggal di Sleman. Saya sendiri tinggal di kota (ya’elaah …), demikian juga Bro Neo dan Nana. Resto Bumbu Desa sebenarnya cukup ideal, tapi saya sudah dua kali mengundang kopdar di sana. Rasanya nggak kreatif banget kalau kopdar kali ini bertempat di Bumbu Desa lagi. Jadi, saya memilih Food Fezt.

Saya sudah banyak kali bertemu dengan Uda Vizon dan Uni Icha. Pokoknya kalau ada kopdar di Yogya, mereka berdua, pasangan serasi nan saling mencintai ini, pasti selalu hadir. Krismariana dan suaminya yang ramah, Oni, juga sudah pernah bertemu saya setahun yang lalu. Nah, yang baru kali ini akan saya temui adalah Bro Neo dan Nana Harmanto . Kebetulan mereka pulang ke Yogya (dari sebuah kota nun jauh di bagian selatan Sulawesi) untuk liburan Natal dan tahun baru, jadi kesempatan ini langsung kami sambar untuk mengadakan kopdar.

Seperti apakah wajah teman-teman kutu komputer (saudaranya kutu buku) ini? Ini dia foto resmi yang dibuat dengan mempekerjakan secara paksa-tersiksa seorang staf  Food Fezt. Berhubung yang kopdar kali ini adalah orang-orang santun yang cukup malu untuk berpose heboh, maka foto pun dibuat dengan posisi konvensional alias minim gaya, kayak foto kakek nenek kita dulu …


Lho, para suami kok berdirinya di belakang wanita yang ‘salah’ (bukan istri masing-masing). Tebak, yang mana suami saya?

(lebih…)

Read Full Post »

Kopdar Yogya Berlanjut …

THE BEAUTY OF BLOGGING

*Sungkem dulu ke Om Trainer karena pinjam kalimat trade mark beliau*

The beauty of blogging bener-bener berlaku di dunia maya maupun di alam baka nyata. Keindahan dunia virtual itu mengejawantah (maap kepada yang nggak ngerti bahasa Jawa) ke dalam kasunyatan (hah, bahasa Jawa lagi!), dalam bentuk kopdar. Kopdar, kopi darat, ini bukan saudaranya susu, teh, atau coklat, tapi sepupuan dengan rendezvous (halah!) atau gathering (sok ah!).

Siapa ‘bintang’ kopdar Yogya tanggal 28 November ini? Siapa lagi kalau bukan seleblog kita, Eka Situmorang-Sir . Oke, tanpa banyak prolog (takut keburu disoraki teman-teman yang mulai bosan baca ocehan saya), saya akan menyampaikan laporan pandangan mata dan sentuhan tangan saya pada kopdar tadi siang. Ini siaran tunda sekitar 9 jam, tapi masih cukup anget kok …

Memenuhi keinginan saudara muda saya, Uda Vizon ,  kopdar kami laksanakan di Bumbu Desa Resto. Saya tiba di sana paling dulu (meskipun sudah telat 15 menit dari janjian kami jam 12.00). Setelah cek ini-itu-ina, saya pun duduk manis menunggu teman-teman lain datang. Yang pertama muncul adalah Muzda . Gadis mungil-cantik ini pernah kopdar dengan saya dan Krismariana di resto ini juga, bahkan di meja yang sama. Walaah … Muzda semakin mungil aja. Kalau Muzda mengijinkan, kayaknya saya bisa mengangkat dia dengan sebelah tangan (Herculi ‘kali… ).  Selang beberapa menit, muncul Uda Vizon dan Uni Icha. Saya sempat beberapa detik ‘silap wajah’ terhadap Teuku Ryan … eh, Uda Vizon. Soalnya ‘ustadzt uda’ ini memakai baju hitam dengan beberapa tempelan badge, jadi saya pikir ada reporter Metroteve yang mampir mau makan … hihi.

Sang bintang Eka Situmorang muncul pada kloter ketiga, bersama suaminya, Adrian. Saya sempat terpesona melihat si mungil bin centil ini. Iya, iya, foto-foto di blognya memang sangat nyata memperlihatkan kenarsisan kemanisan Eka, tapi aslinya, Eka lebih cantik dan bening lho dari fotonya. Suer. Saya sempat berpelukan dengannya dan memegang lengannya ketika bercipika-cipiki. Wow … kenyal!

Siapa tamu berikutnya? Kami senang sekali ketika Bunda Dyah Suminar ketebang-ketebang (ups! bahasa Jawa lagi!) muncul, masih lengkap dengan kain batik dan selendang, wong habis njagong manten. Saya meng-sms Bunda hari Sabtu pagi, dan sebenarnya tidak terlalu berharap beliau bisa hadir mengingat kesibukan beliau yang pasti sangat padat. Eee … lha kok ternyata beliau bisa rawuh. Rejeki, rejeki!

Nah, yang muncul terakhir adalah Wijna , anak muda yang perilakunya rada aneh bin ajaib. Mungkin dia memiliki titisan darah Majapahit, sehingga di zaman global dan serba virtual ini, dia rela dan bahagia menghabiskan hidupnya dengan nguplek-uplek  candi dan segala benda peninggalan nenek moyang dari zaman dahulu kala. Dan coba tebak apa pendidikannya? Sarjana Matematika UGM! Hwalah, apakah dibutuhkan kuliah di jurusan Matematika sekian lama untuk bisa menghitung jumlah batu dan bata penyusun candi? Hanya wajah penuh ketawa Wijna jawabnya …


Sebelum makan poto dulu aah …  Uni Icha, Uda Vizon, Adrian, Wijna, Muzda, Tuti, Bunda Dyah, dan Eka.

Apa yang heboh pada kopdar kali ini? Jangan kemana-mana, kisah akan berlanjut setelah teman-teman mengklik ‘Lanjut Baca’ di bawah ini …

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »