Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Teropong’ Category

Jamur, Santapan Para dewa

Jika mendengar kata ‘jamur’, apa yang muncul dalam image Anda? Sesuatu di kulit yang perlu diobati dengan Kal**nax? Hiiiy … nggak deh. Pojok-pojok tempat lembab yang lama tidak dibersihkan? Weew …. tidaak! Atau lebih baik dari dua hal di atas, jaringan putih yang mengubah kedelai menjadi tempe? Bolehlah …

Jika itu image yang muncul dalam benak Anda, ada baiknya segera diganti dengan ini : sate yang bergelimang bumbu sedap, pepes yang pedas dan gurih, atau tongseng yang lezat menggoyang lidah.Yummy …..


Ya, jamur adalah jenis makanan sehat yang lezat, dan sekarang banyak digemari berbagai kalangan masyarakat. Sudah pernah mencicipi? Jika belum, silahkan coba. Strongly recommended!

(lebih…)

Read Full Post »

Hati-hati Kehilangan!

Dear Friends …

Saya termasuk manusia kelompok GP (gaptek powl). Maklumlah, saya produk lama yang telat umur mengenal IT. Waktu kelas 1 SD saya bahkan masih menulis di sekolah dengan sabak dan grip. Anak jaman sekarang pasti bengong, apa itu sabak dan grip? Oke, kalau gitu saya jadikan kuis aja deh. Teman-teman yang bisa menjelaskan apa itu sabak dan grip akan mendapatkan hadiah spesial dari saya … 😀

Saya mengenal software sebatas yang saya perlukan saja, seperti MS Word, Power Point, SPSS, Excel, MS Project. Sudah nggak ada waktu untuk belajar yang lain-lain. Internet pun sejujurnya belum begitu lama saya akrabi, yaitu sejak saya punya blog. Oh ya! Punya blog ini benar-benar lompatan besar bagi saya. Seorang teman, yang tahu betul kegaptekan saya, tidak percaya saya bisa mengelola sebuah blog … hehehe 😀

Maka ketika Ria mengirimkan tulisan tentang IT, saya sueneeng banget. Apalagi di TV belum pernah ada posting tentang IT. Ria memang ahlinya, dan bukan hanya di belakang komputer, gadis manis ini piawai juga  memasang instalasi jaringan. Wow! Bidang kerja yang langka bagi perempuan. Salut deh!

Hadirnya tulisan Ria di TV bagi saya seperti pucuk dicinta ulam tiba. Ngomong-ngomong, kita semua tahu arti pepatah ‘pucuk dicinta ulam tiba’. Tapi apa sih sebenarnya ‘pucuk’ dan ‘ulam’ yang disebut dalam pepatah itu? Ada yang tahu? Kuis ke dua untuk posting kali ini …   Silahkan, hadiahnya menarik loh! 😀


Ini bukan pegawai PLN loh, tapi Ria yang lagi kerja …

Jago IT yang manis, ramah, dan baik hati …. eh, masih lajang pula 🙂


Sambil menunggu ada pembaca yang berminat menjawab kuis saya, ayuk kita simak penuturan Ria soal back-up file. Penting loh! Karena file itu bisa tak ternilai harganya.

*menyerahkan keyboard komputer ke Ria*


………………………

(lebih…)

Read Full Post »

Pemirsa TV penghuni bumi …

Semua dari kita pasti tahu, bumi kita cuma satu. Kita tidak bisa pindah ke bumi yang lain. Di bumi yang satu ini, kita hidup gratis, menghirup udara gratis, menyedot air gratis, menangkap sinar matahari gratis. Bumi ikhlas, rela, dan penuh cinta memberikan semuanya pada kita. Tapi apa balasan kita kepada Ibu Bumi ini? Kita koyak tanahnya yang subur, kita babat hutannya yang hijau, kita hisap airnya, dan kita membuat oven raksasa yang membuat bumi menjadi panas!

Lady Clara Sihotang, gadis rimba yang cantik ini (karena lahir di tengah rimba Kalimantan), adalah arsitek yang sekarang berkarir di BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Loh, arsitek kok ngurusin iklim? Ya boleh aja toh, tentara bagian masak aja ada kok. Jejak ke’arsitek’an Clara bisa kita runut dengan jelas melalui tulisan-tulisan tentang arsitektur yang sangat banyak di blognya. Sesuai dengan bidang kerjanya, Clara menulis tentang global warming. Tulisannya bagus, sangat informatif, membuat kita tiba-tiba tersadar, betapa kejamnya perilaku kita selama ini kepada bumi dan alam. Meskipun panjang, tulisan Clara sungguh perlu dibaca. Jadi, jangan berhenti membaca sebelum selesai tuntas … tas … tas …!


Namanya Lady Clara, jadi meskipun lahir di rimba dan bukan putri raja, Clara adalah seorang lady … 🙂


Nah, silahkan bertutur tentang sapi dan vampir itu, Cla. Apakah ini tentang vampir yang menyedot darah sapi? Atau tokoh vampir Edward Cullen makan steak sapi? Atau dracula kesetrum listrik? Halah … sudahlah, dari pada ngaco, yuk kita ikuti saja pitutur sang Lady …

*menyerahkan mik kepada Clara, dan duduk manis di sisi panggung*

……………

(lebih…)

Read Full Post »

Coltan

Ladies and gentleman …

Setelah TV menampilkan tiga tamu pria segala usia : Ata yang muda (tapi bisa apa saja), Pak Eko yang berstatus opa (tapi oke punya), dan Om Nh yang lagi matang-matangnya (tinggal dipetik saja … 🙂 ), kali ini dengan bangga saya menampilkan sahabat wanita saya, Nana Harmanto

Saya menyukai tulisan-tulisan Nana di blognya. Topiknya sederhana, tapi tulisannya mengalir indah, seperti sungai kecil yang bening di bawah rindangnya hutan bambu (wuii … !). Ketika membaca artikel yang dikirimkan Nana, saya cukup surprised, karena berbeda dengan tulisan-tulisan yang biasa dia posting di blognya.  Artikel “Coltan” sangat informatif, kaya dengan foto-foto menarik, dan menggugah kesadaran kita akan banyak hal. Daftar referensi yang dipakai Nana membuat saya bangga sekaligus terharu : Nana telah menulis artikel ini dengan sangat sungguh-sungguh. Terimakasih Nana *ngusap air mata* (sori, lebay … 😦  )

Ladies and gentleman, please welcome : Nana!

*undur diri dari beranda, nyiapin kopi dan kacang rebus buat pembaca TV*

.……………………….

Nana dan saya … (buat yang merasa foto dirinya terpotong, maap yee … kirim artikel dulu kalo mau fotonya muncul di TV … hihi 😀 )

(lebih…)

Read Full Post »

Mabuk

NONTON 300 JAM

Saya sedang mabuk. Mabuk apa? Asmara? Hwaaaa …. kalau itu mah mau banget, hihi. Sayangnya bukan. Mabuk minuman keras? No way. Apa enaknya meneguk minuman keras, coba? Lebih enak minum minty chocolate float yang lembut, right? Mabuk nonton Shah Rukh Khan? Hyahaha … itu sudah lewat, dear!

Saya mabuk nonton rekaman video sepanjang sekitar 300 jam. Saya ulang : tiga ratus jam! Apakah saya tiba-tiba diangkat menjadi anggota BSF, Badan Sensor Film? Oh, no! Mboten mawon. Tiga ratus jam nonton film Indonesia yang penuh pocong dan suster ngesot sambil keramas bisa membuat saya mati berdiri. Memang sih suatu saat saya akan mati juga, tapi kayaknya lebih enak mati sambil tiduran deh.

Rekaman sepanjang sekitar 300 jam itu adalah hasil penelitian saya selama lebih dari 6 bulan. Aktornya 30 orang, semuanya laki-laki, tapi jangan harap ada yang sedikit saja mirip Shah Rukh Khan (ampyuun … SRK lagi! hiks!). Ke 30 aktor itu semuanya berpakaian klombor dan lusuh, berakting di tengah debu, pasir, bata, dan semen. Maklum sajalah, mereka adalah pekerja bangunan.


“Masang batanya nggak boleh bareh ya, Pak”. Bu Sutradara sedang memberi pengarahan kepada para aktor …

(lebih…)

Read Full Post »

Masehi Dan Hijriyah

MATAHARI DI TANGAN KIRI, REMBULAN DI TANGAN KANAN


Kalender 2010 Bank Mandiri (foto : Tuti)

Tahun 2010 baru saja kita mulai. Jika ramalan suku Maya bahwa tahun 2012 dunia bakal kiamat benar-benar terbukti, maka hidup kita di bumi tinggal 2 tahun lagi. Woiii … yang belum nikah, yang belum lulus sekolah, yang belum banyak beribadah, ayo cepetaaan …. ! Keburu kiamat loh!! Bagi yang punya utang, bikin reschedulling aja, bayar utangnya mundur sesudah tahun 2012 … hahah!

Tahun 2010 ini adalah tahun dalam kalender Masehi, disebut juga kalender Gregorian. Penanggalan yang dipakai secara internasional ini diperkenalkan oleh Aloysius Lilius, dan dideklarasikan oleh Pope Gregory XII pada 24 Februari 1582. Awal pemakaiannya sendiri adalah pada tanggal 15 Oktober 1582. Lho, jadi sebelum itu pakai kalender apa? Sebelumnya, dipakai kalender Julian. Kalender Gregorian adalah penyempurnaan dari kalender Julian dengan menambahkan tahun Kabisat, yaitu penambahan 1 hari setiap 4 tahun pada bulan Februari, sehingga pada tahun Kabisat bulan Februari berumur 29 hari.


Relief yang menggambarkan ketika Pope Gregory XII mendeklarasikan kalender Gregorian (foto : Wikipedia)

Kalender Masehi diterima secara aklamasi oleh masyarakat internasional, meskipun kalender ini sebenarnya mengandung beberapa ‘keanehan’ …

Kalender Masehi berasal dari kalender Romawi, yang kemudian diambil oleh orang Kristen (disebut juga orang Masehi). Karena berasal dari kalender Romawi, maka nama-nama bulan dan hari dalam kalender ini diambil dari nama dewa-dewa Romawi serta angka-angka dalam bahasa Romawi, yaitu : Martius (dewa Mars), Aprilis (dewa Aperire), Maius (dewa Maia), Junius (dewa Juno), Quintilis (bulan ke 5), Sextilis (bulanke 6), September (bulan ke 7), Oktober (bulan ke 8), November (bulan ke 9), Desember (bulan ke 10), Januarius (dewa Janus), dan Februarius (dewa Februus).

Adapun nama-nama hari adalah Sunday (matahari), Monday (bulan), Tuesday (Tioe, anak dewa Wodan), Wednesday (dewa Wodan), Thursday (dewa Donar, anak dewa Wodan), Friday (Frigga, istri dewa Wodan), dan Saturday (Saturnus). Wooow … hebat bener Dewa Wodan ini, anak-istri dan namanya sendiri diborong untuk menamai hari! Kalau saya sih menafsirkan Tuesday adalah dari Tuti-day, nama saya … hihi.

Apa yang aneh dari kalender Masehi? Ini lho …

(lebih…)

Read Full Post »

JALAN KAKI DARI JAWA KE SUMATRA

Kelak, kita akan bisa berjalan kaki dari Jawa ke Sumatra. Kalau mau, naik kebo juga boleh. Naik kuda lumping? Boleh juga sih, siapa tahu malah dapat duit hasil ngamen sepanjang jalan (asal jangan mecahin lampu jembatan untuk dimakan … )

Jalan kaki melintasi Selat Sunda? Yes, absolutely! Sudah pasti bukan berjalan di atas permukaan air (memangnya David Copperfield?), tapi melintasi jembatan yang membentang di atas Selat Sunda. Memang masih merupakan impian, tapi ini mimpi yang sangat mungkin menjadi kenyataan.

Jembatan Selat Sunda digagas pertama kali oleh Prof. Sedyatmo (almarhum), seorang guru besar ITB, pada tahun 1960 (wow … sunguh luar biasa wawasan ke depan beliau!). Jembatan itu disebut “Tri Nusa Bimasakti” yang berarti ‘penghubung antara tiga pulau’, yaitu Sumatra-Jawa-Bali. Pada tahun 1965 Presiden Soekarno memerintahkan kepada ITB untuk membuat desain dan melakukan uji coba. Desain awal penghubung ketiga pulau ini berupa tunnel (terowongan bawah laut), yang diserahkan kepada Presiden Soeharto tahun 1989. Selanjutnya, pada tahun 1997 Presiden Soeharto memerintahkan kepada BJ Habibie selaku Menristek untuk mewujudkan proyek prestisius tersebut. Apa boleh buat, sejarah mencatat bahwa pada tahun itu Presiden Soeharto meletakkan jabatan, sehingga proyek Jembatan Selat Sunda pun tertunda.

Pada tahun 1990an, Prof Wiratman Wangsadinata dan Dr. Ir. Jodi Firmansyah melakukan pengkajian kembali pada perencanaan penghubungan Sumatra dan Jawa. Hasil kajian mereka menyatakan bahwa jembatan lebih layak dari pada terowongan bawah laut. Selain karena ahli-ahli konstruksi Indonesia sudah menguasai teknologi pembuatan jembatan dengan baik, terowongan dinilai lebih riskan terhadap bahaya gempa bumi serta kebakaran. Jumlah kendaraan yang bisa melewati terowongan juga terbatas karena dalam konsepnya mobil diangkut dengan kereta, sementara melalui jembatan mobil bisa melintas langsung. Lagipula, dengan adanya jembatan Indonesia akan memiliki land mark yang akan menjadi simbol kebanggaan bangsa.


Gambar rencana jembatan Selat Sunda, rancangan Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata (foto : Kompas/www.jembatanselatsunda.com)

(lebih…)

Read Full Post »

How Big Can You Be?

OVERWEIGHT, OBESITY, BMI

Hughes mencampakkan 300 bajunya, karena sudah tidak cocok lagi dengan ukuran badannya. Apa pasal? Pasalnya, berat presenter berbadan subur ini sudah berkurang dari 130 kg menjadi 95 kg, susut 35 kg dalam waktu 9 bulan. Hebaatt!! Ini prestasi yang benar-benar harus diapresiasi, karena sungguh tidak mudah menurunkan berat badan sebanyak itu secara alamiah (tanpa obat-obatan maupun lipo suction). Hughes bertekad akan menurunkan berat badannya 20 kg lagi, agar mencapai berat ideal. Salut untuk Hughes!

Hughes, yang dulu merasa pede dengan ukuran tubuhnya, bahkan sampai membuka butik ‘Big is Beautiful’ yang khusus menyediakan baju-baju berukuran super besar, akhirnya merasa perlu mengecilkan tubuhnya. Ia termotivasi untuk pindah dari ‘kelas berat’ ke ‘kelas terbang’ karena terpilih sebagai juru bicara Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) pada Indonesian Song Festival 2009 dan ASEAN Song & Culture Festival 2010 mendatang. Sebagai juru bicara festival, sudah pasti ia akan menjadi sorotan kamera, dan meskipun kamera akan mampu ‘memuat’ seberapapun besar tubuhnya, agaknya Hughes tak suka ‘menyita tempat’ di panggung, di kamera, maupun di halaman media cetak ….


Hughes 130 kg (foto dari sini ) dan Hughes 95 kg (foto : Nur Ichsan)

Dunia entertainmen Indonesia makin hari memang makin ramah kepada ‘orang-orang besar’. Tentu ini fenomena yang positif, karena entertainer bukan lagi semata dilihat dari penampilannya, tetapi juga talenta dan kapabiliti yang mereka punyai. Selain Hughes, tercatat beberapa artis berbadan ektra lebar yang juga sukses memenuhi layar kaca, seperti TikaPanggabean (Poject Pop) dan Rina Gunawan. Tika, yang semula membebani timbangan dengan 108 kg, akhirnya rela mengurangi lemak di tubuhnya, dan sekarang berbobot 92 kg saja. Rina Gunawan, belum terdengar kabar akan mengepras ukuran baju.


Tika Panggabean dan Rina Gunawan (foto dari sini )

Ukuran tubuh seseorang dikategorikan menjadi underweight, overweight dan obesity, yang ditentukan oleh angka BMI (Body Mass Index). Anda tahu berapa angka BMI anda? Ayuk kita lihat …

(lebih…)

Read Full Post »

RUMAH AMAN DARI GEMPA

Rasanya hampir semua dari kita — terutama ibu-ibu yang memiliki anak kecil — mengenal Teletubbies, empat boneka lucu yang beberapa tahun lalu ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta. Boneka-boneka yang diperankan oleh manusia ini memiliki karakter khas, yaitu warna kostum yang berbeda. Kelucuan tingkah laku Tinky Winky (ungu), Dipsy (hijau), Laa Laa (kuning) dan Po (merah) mampu memikat tidak saja anak-anak, tapi juga remaja bahkan orang tua.”Berpelukaaan!!” adalah seruan khas Teletubbies, yang sempat populer di kalangan masyarakat pada waktu itu.

Film untuk balita ini disiarkan oleh BBC antara tahun 1997 – 2001, produksi Ragdoll Production. Anne Wood dan Andre Davenport menulis sebanyak 365 episode Teletubbies.  Tinky Winky, Dipsy, Laa Laa dan Po tinggal di sebuah rumah yang dikelilingi hamparan padang rumput hijau dengan aneka bunga. Rumahnya berbentuk bulat, dengan teropong menjulang dari atapnya.


rumah teletubbies 2 Rumah Teletubbies Teletubies bagus

Teletubbies dan rumahnya yang lucu, membuat siapapun ingin berlari dan berguling-guling di rumputnya yang hijau … (foto-foto diambil dari sini )

Nah, rumah Teletubbies ini pun bisa dijumpai tidak jauh dari Yogya, tepatnya di dusun Nglepen, Prambanan. Lho, memangnya Teletubbies syuting di Yogya? Oh, bukaaan …! Rumah Teletubbies yang ada di Yogya ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan boneka-boneka lucu itu, tapi berhubungan dengan gempa.  Rumah-rumah berbentuk bulat ini adalah sumbangan dari World Association of Non-Govermental Organization (WANGO) dan Domes for the World Foundation (DFTW) untuk korban gempa di dusun Sengir, yang rumahnya hancur akibat gempa 27 Mei 2006.


Rumah Dome Hawa 2

Rumah-rumah ‘teletubbies’ di dusun Nglepen, Prambanan, Yogya (foto : diambil dari Blog Hawa )

Meskipun sebenarnya tidak terlalu mirip dengan rumah Teletubbies yang tertutup rumput hijau, bentuknya yang bulat membuat rumah dome ini mengingatkan orang akan rumah boneka-boneka lucu itu.

Bagaimana cara membuat rumah bulat itu, mengapa rumah ini tahan gempa, dan nyamankah tinggal di dalamnya?

(lebih…)

Read Full Post »

TIM SAR, PAHLAWAN YANG SERING TERLUPAKAN

Dalam setiap bencana apapun dan di manapun, orang-orang yang selalu bekerja keras tanpa kenal lelah adalah anggota Tim SAR (Search And Rescue). Sudah pasti nyawa manusia ada di tangan Tuhan, tetapi melalui kerja keras merekalah seringkali nasib korban bergantung : masih bisakah terselamatkan, atau keburu dijemput Malaikat Maut.

Pada gempa besar yang meluluh-lantakkan Sumbar baru-baru ini, kita lihat betapa berat dan sulitnya tugas Tim SAR dalam mengevakuasi korban yang tertimbun dalam reruntuhan gedung, ataupun terbenam dalam longsoran tanah. Tanpa mengenal lelah, meskipun dengan peralatan seadanya, orang-orang berjiwa mulia ini terus bekerja tanpa henti, seringkali dengan mengabaikan makan dan waktu istirahat mereka sendiri.

Solidaritas kemanusiaan juga sangat besar ditunjukkan para relawan dari berbagai negara. Pada musibah gempa dan tsunami di Aceh, gempa di Yogya, dan gempa di Sumbar kali ini, tim SAR dari Jepang, Uni Emirat Arab, Jerman, Swiss, Qatar, Inggris, Australia, dan Korea, serentak datang dengan membawa berbagai bantuan.


IMG_2213

Tim SAR berdiskusi untuk mencari cara terbaik mengevakuasi korban dari dalam reruntuhan hotel Ambacang, Padang

Operasi SAR yang tercatat paling awal dilakukan adalah pada tahun 1656 terhadap kapal dagang Vergulde Draeck di lepas pantai Australia. Tiga tim dikirim untuk menyelamatkan kapal berbendera Belanda tersebut, namun kapal gagal diselamatkan.

Kini, Tim SAR dari berbagai negara telah dilengkapi dengan peralatan canggih, sehingga upaya penyelamatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.


Heli rescue Canada Heli rescue Jerman

Helikopter dan kapal rescue milik Canada (kiri) dan Jerman (kanan). Foto diambil dari sini

(lebih…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »