Feeds:
Pos
Komentar

Anda doyan apel batu? Jangan khawatir, ini bukan apel yang terbuat dari batu, atau apel yang kerasnya kayak batu, tapi apel dari kota Batu. Apel memang sudah menjadi icon kota Batu, dan tidak afdhol rasanya ke Batu tanpa mencicipi apel langsung metik dari pohonnya.

Hari ke tiga Jatim Trip kami berkunjung ke Kusuma Agro, perkebunan apel sekaligus obyek wisata yang dilengkapi dengan hotel dan berbagai wahana rekreasi. Jaraknya cukup dekat, hanya sekitar 15 menit dari Jatim Park 2. Ada berbagai paket wisata yang ditawarkan, dan kami memilih paket yang mencakup wellcome drink juice apel, berkeliling kebun apel dan strawberry, menikmati sandwich strawberry, dan makan apel dan jeruk sepuasnya (hahah … ๐Ÿ˜€ ). Tiket untuk paket ini Rp. 34.000,- per orang. Ini paket murah, karena di atasnya ada harga paket-paket yang lebih mahal. Kami juga ditawari untuk berkeliling kebun dengan mobil, karena kalau jalan kaki cukup jauh. Untuk itu setiap orang dikenai biaya Rp. 10.000,-. Okelah, daripada keringatan … hihi.

Wellcome drink yang kami terima ternyata hanya satu pot kecil juice apel seukuran 50 cc. Okelah, ndak papa, meskipun saya agak heran, kok pelit banget nih … :D. Kami kemudian berkeliling kebun apel dengan mobil. Di beberapa tempat terdapat kandang-kandang berisi monyet dan burung, sayang tampak kurang terawat.

Pergantian musim yang tidak menentu tahun ini membuat produksi apel kurang bagus, sehingga pengunjung tidak bisa memetik apel dari pohon. Sebagian pohon apel sedang dalam proses perawatan. Batangnya dicat putih untuk membasmi jamur, dan ranting-rantingnya dipotong agar tumbuh tunas baru. Siklus berbuah pohon-pohon apel ini diatur bergiliran, sehingga pada setiap saat selalu ada areal yang siap dipanen.

ย  Bunga Kana merah menyemarakkan hamparan kebun apel (kiri) dan kebun stawberry (kanan)

Wah … pohon-pohon apel ini genit juga ya, pake bedakan segala ๐Ÿ˜›

Lanjut Baca »

Batu Night Spectacular. Woow … namanya memancing rasa penasaran. Se-spektakuler apa sih malam di Batu yang dingin ini?

Setelah beristirahat sejenak di hotel, mandi dan sholat, jam 18.30 kami berangkat ke BNS dengan jalan kaki. Lho, jalan kaki? Iya, karena hotel kami terletak persis di sebelah BNS, di Jl. Oro-oro Ombo. Oro-oro Ombo artinya ‘lapangan yang luas’. Mungkin dulunya kawasan itu berupa tanah kosong yang luas, sebelum disulap menjadi lokasi wisata, restoran dan hotel.

Dari luar, BNS sudah terlihat gemerlapan bermandikan cahaya lampu. Tiket masuknya cukup murah, Rp. 12.500,-. Hanya saja untuk masuk ke berbagai arena permainan, pengunjung harus membeli tiket lagi, yang harganya berkisar Rp. 10.000,- sampai Rp. 20.000,-. Tetapi tanpa masuk ke arena permainanpun, pengunjung dapat menikmati suasana yang semarak dan gemerlapan.

Batu Night Spectacular (foto dipinjam dariย sini )

Karena kelaparan, kami langsung menuju ke food court untuk menenangkan perut yang sudah meronta-ronta. Di sini, kita harus menukarkan uang dengan kartu elektronik yang dipakai untuk membayar makanan di stand-stand yang kita pilih. Menu yang tersedia cukup beragam, dan harganyapun masuk akal.ย 

Food court ini berbentuk memanjang, dan plafondnya merupakan screen film yang panjangnya 50 meter dengan lebar sekitar 6 meter. Karena berada di plafond, tentu saja kita harus mendongak untuk menonton film yang diputar. Malam itu disajikan film yang mengeksplor keindahan bawah laut. Durasinya tidak lama, hanya sekitar 5 menit (ya iyalah … kalo sampai 2 jam insya’allah pengunjung bakal sakit leher semua ๐Ÿ˜€ ).

Yang lebih menarik adalah atraksi Air Mancur Menari di ujung food court. Air mancur itu bergerak dengan berbagai pola yang berubah-ubah, meliuk, memancar tinggi, melambai, meloncat, mengikuti irama lagu yang diputar. Dengan permainan lighting yang apik, atraksi dancing fountain ini menjadi salah satu andalan yang dibanggakan BNS.

Woow …. airnya menari!

Lanjut Baca »

Jika mendengar nama kota Batu, apa yang muncul dalam benak Anda? Dingin? Yes indeed. Apel? Of course. Bunga-bunga indah? Sure. Tapi sekarang imajinasi Anda harus ditambah dengan satu kosa kata baru : incredible!

Batu telah mengejutkan saya dengan menyajikan “Jawa Timur Park 1” dan “Jawa Timur Park 2”. Mengapa namanya bukan “Taman Jawa Timur”? Entahlah. Mungkin karena investornya orang ‘sono’. Mungkin juga karena apa yang ditampilkan di sana memang berkelas internasional. Tempat wisata yang memadukan konsep pendidikan dan rekreasi ini diresmikan pada 2 Maret 2002 oleh Menristek Ir. H.H. Hatta Rajasa. Lho, ternyata sudah cukup lama juga, tapi kok sepertinya belum begitu dikenal di luar Jatim? Atau saya saja yang kurang gaul ‘kali ya … ๐Ÿ˜€

Taman di tepi jalan yang cantik dan rapi bak keluar dari salon menyambut kami memasuki kota Batu

Jawa Timur Park 1, kami dataaang … ๐Ÿ˜€

Untuk masuk ke Jatim Park 1 dan 2, kita bisa membeli tiket terusan ataupun pethilan (halah, bahasa apa ini :P). Tiket terusan lebih murah, Rp. 80.000,- sedangkan untuk tiket pethilan, masing-masing Rp. 50.000,- untuk JTP 1 dan JTP 2 . Eh, harga tiket segitu mahal nggak sih? Tapi percayalah, kita tidak akan menyesal mengorek kantong agak dalam (asal jangan sampai robek … hihi), karena apa yang kita peroleh sangat sepadan. Setelah melihat seluruh isi JTP 1 dan JTP 2, saya bahkan mengatakan tiket itu terlalu murah. Beneran, karena isinya sangat bagus, dan saya membayangkan investasi yang diperlukan untuk membangun JTP 1 dan JTP 2 ini pasti sangat besar.

Oke, yuk kita masuk ke dalam. Ohya, kami masuk ke JTP 1 terlebih dahulu …

Lanjut Baca »

Sahabat, kerabat, dan penggemar TV (halah … ๐Ÿ˜€ )

Ma’af yang sebesar-besarnya, hampir sebulan lamanya TV tidak mengudara. Bukan karena apa-apa, tapi semata karena penyiarnya lagi cuti bergaya :P. Mohon ma’af juga, sudah sebulan saya tidak sempat bertandang ke rumah teman-teman semua. Terimakasih bagi teman-teman yang masih setia menanti, mungkin beberapa kali mampir kemari, menanya kabar memberi atensi …

Hari ini TV kembali on air, dengan sebuah cerita perjalanan yang baru saja saya lakukan. Semoga saya bisa segera merajut kembali tali silaturahmi dengan teman-teman yang sudah lama saya kangeni *swear*

….

Akhir Mei kemarin tiba-tiba saja saya nyadar bahwa tanggal 2 Juni, hari Kamis, adalah libur nasional berkenaan dengan Kenaikan Isa Almasih. Praktis hari Jum’at menjadi ‘harpitnas’, sehingga ada libur 4 hari sampai hari Minggu. Spontan saya memutuskan untuk merealisasikan rencana jelajah Jatim yang sudah lama tertunda. Segera saja saya search hotel via internet di tiga kota tujuan saya : Kediri, Batu, dan Malang. Reservasi hotel selanjutnya saya lakukan by phone, maklum saya masih tergolong manusia kuno yang lebih mantep berkomunikasi dengan manusia juga, yang bisa langsung menjawab dengan suara ๐Ÿ™‚ย 

Alkisah, saya bersama seorang keponakan dan kakak ipar berangkat pada hari Kamis, 2 Juni jam 05.30 pagi, dengan mobil yang dikemudikan sopir saya. Rute yang kami ambil adalah Yogya-Solo-Ngawi-Nganjuk-Kediri. Jam 07.00 kami tiba di Solo, mampir sarapan nasi liwet yang uenaak dan murah meriah di pinggir jalan. Nasi liwet ini disajikan dalam pincuk daun pisang, bener-bener tradisional. Lauknya sederhana saja, sayur labu siam yang diiris tipis panjang seperti mie, telur dan daging ayam. Tapi karena nasinya sudah dibumbui, jadi terasa nikmat sekali di lidah. Khas Solo deh …

Nyam … nyam … nyam …

Meski porsinya kelihatan sedikit, ternyata kenyang buangeets …

Lanjut Baca »

Ulang tahun selalu menjadi hari istimewa bagi siapapun juga. Bagaimana cara seseorang memperingati hari ulang tahunnya? Sudah pasti macam-macam. Pada umumnya dengan makan bersama, atau lebih meriah lagi dengan pesta. Tapi saya pernah menjumpai seseorang memperingati hari ulang tahunnya dengan cara yang sangat istimewa, yaitu dengan memberi kado kepada ibundanya. Mengapa justru ibu yang diberi kado? Ya, bukankah pada saat seseorang lahir, ibu adalah orang yang paling berjasa dan berjuang paling keras menghantarkan sang bayi hadir ke dunia? Wanita istimewa yang memiliki cara istimewa untuk merayakan ulang tahun ini adalahย Uni Icha , istri tercinta Uda Vizon.

Saya sendiri biasanya memperingati ulang tahun dengan cara sederhana : makan bersama orang-orang terdekat. Oh ya, ulang tahun saya adalah tanggal 10 Mei kemarin. Bagi teman-teman yang belum tahu, masih terbuka kesempatan untuk mengucapkan selamat dan mengirim doa loh …ย  (apalagi mengirim kado … hahaha ๐Ÿ˜› ).

Tahun ini, saya merasa sudah bukan waktunya lagi memperingati ulang tahun dengan bersenang-senang. Dengan semakin bertambahnya usia, saya ingin memperingati hari kelahiran dengan cara yang lebih ‘kontemplatif”, lebih berupa penghayatan rasa syukur atas hidup yang telah diberikan Allah SWT. Merefleksi kembali apa yang sudah saya lakukan bagi sesama. Ya iyalah, mosok sudah tambah tua kok masih tetap pecicilan ๐Ÿ˜›

Yang pertama-tama, saya menziarahi makam ayah dan bunda saya, orang-orang tercinta yang telah menjadi perpanjangan tangan Allah menghadirkan saya ke dunia.


Di sinilah ayah dan bunda saya beristirahat bersama …

Lanjut Baca »

Rasanya bisnis Multi Level Marketing (MLM) bukan hal baru bagi kita. Sebagian di antara kita mungkin bahkan pernah menjalankannya. Ada yang sukses (selamat ya … ๐Ÿ™‚ ), tapi pasti banyak pula yang gagal (gak apa-apa, kegagalan adalah sukses yang tertunda, bukan? ๐Ÿ™‚ ).

Saya sendiri pernah berkali-kali ditawari bisnis MLM (antara lain Am**y, C*I, tapi belum pernah menjalankannya. Paling-paling menjadi konsumen beberapa produk tersebut, itupun karena nggak enak kepada kenalan atau saudara yang menawarkannya (dengan sedikit memaksa ๐Ÿ˜‰ ).

Kenapa saya kurang tertarik pada bisnis MLM?

Pertama, harga produk MLM biasanya ajubile mahalnya, bisa tiga-empat kali lipat dari produk sejenis yang dijual bebas di pasar. Mereka selalu mengatakan bahwa produk mereka luar biasa bagus, jauh lebih bagus dari semua produk yang sudah ada. Tapi siapa yang pernah menguji ke’luarbiasa’an produk tersebut? Saya kok lebih percaya pada produk perusahaan multinasional atau perusahaan nasional (misalnya Uni***er, Ind***od, dll.) yang sudah teruji di pasar selama puluhan tahun, sebab produk yang mampu bertahan lama di pasar bebas tentunya sudah teruji oleh masyarakat. Dan yang jelas, harganya lebih rasional … ๐Ÿ™‚


Beberapa produk MLM (gambar dipinjam dari sini)


Lanjut Baca »

Super Mario

Sejak kecil kita memiliki duri, dan sudut-sudut tajam pada pribadi kita, sehingga tanpa sengaja kita melukai orang-orang yang dekat dan bahkan yang menyayangi kita.

……

Pendidikan dari orang tua dan guru, dan anjuran para ulama dan penasehat, ditujukan untuk memangkas dan menumpulkan duri dan ketajaman pribadi kita, agar kita menjadi pribadi lembut yang diterima dengan baik di ruang perjamuan hati sesama.

Mario Teguh

(Dikutip dari Facebook Mario Teguh, 20 April 2011)

Mario Teguh (foto dipinjam dari sini)


Anda kenal Mario Teguh? Tidak? Ehm … tidak ada salahnya sekali-sekali Anda menonton televisi atau membuka Facebook untuk mengenal kalimat-kalimat motivasinya ๐Ÿ™‚

Lanjut Baca »

Kartini, Siapakah Dirimu?

Setiap tanggal 21 April, kita memperingati hari lahirnya RA Kartini. Tetapi tahukah kita siapa Kartini yang sesungguhnya, bagaimana pemikiran-pemikirannya? Pernahkah kita membaca surat-surat Kartini, satu-satunya dokumentasi tertulis yang menjadi sumber sejarah tentang hidup, gagasan, dan perasaannya?

Rasanya aneh sekali mengagumi Kartini sebagai pahlawan, memperingati hari lahirnyaย setiap tahun dengan seremoni, tanpa benar-benar memahami kisah hidupnya dan apa yang diperjuangkannya dulu.

Saya pernah memiliki buku “Surat-Surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk bangsanya” karya Sulastin Sutrisno, terbitan tahun 1979, tapi buku itu sudah lama hilang entah dipinjam siapa ๐Ÿ˜ฆ . Karena ingin membaca lagi pemikiran Kartini, saya mencari ke beberapa toko buku dan menemukan dua judul, yaitu “R.A. Kartini, Biografi Singkat 1879 – 1904” tulisan Imron Rosyadi, dan “Panggil Aku Kartini Saja” karya Pramoedya Ananta Toer. Buku Imron Rosyadi sudah selesai saya baca, tapi buku Pramoedya belum sempat saya buka. Dan karena dikejar deadline, harus posting tanggal 21 April, apa boleh buat, saya menulis posting ini hanya berdasarkan buku Imron Rosyadi saja ๐Ÿ˜ฆ . Buku ini terbitan April 2010, dan cukup banyak mengutip dari berbagai sumber, jadi saya pikir cukup valid sebagai referensi *menghibur diri*ย  ๐Ÿ˜›


Dua buku tentang R.A. Kartini yang saya dapatkan

Lanjut Baca »

Dear Papa …

Dear Papa …

Alangkah indahnya sapaan itu. Papa, papi, daddy, bapak, ayah, abah, babe, romo, atau apapun panggilan yang digunakan, semuanya menunjuk pada seorang lelaki yang telah menyebabkan kita ada di dunia. Sosok ayah bisa berbeda untuk setiap orang, tetapi nampaknya kita sepakat untuk mengatakan bahwa sosok ayah jaman dulu berbeda dengan ayah jaman sekarang. Jaman dulu, ayah cenderung menjadi sosok yang ditakuti, disegani, sekaligus dihormati oleh seluruh keluarga. Kini, sosok ayah telah banyak berubah. Ayah jaman sekarang lebih santai, lebih luwes, lebih bebas mengekspresikan kedekatan dan cinta kasihnya kepada anak-anak.

“Dear Papa” adalah buku yang diinisiasi olehย Lala Purwono, berisi surat-surat seorang anak kepada ayah mereka. Adalah hal yang biasa jika anak perempuan dekat dengan ayahnya. Di sisi lain, anak lelaki pun banyak yang memiliki hubungan dekat dengan ayah mereka. Tetapi tak kurang-kurang anak lelaki yang meskipun diam-diam mengagumi dan mencintai ayah mereka, hubungan mereka cenderung kaku dan tak bisa saling berbuka hati. Menjadi menarik ketika anak-anak lelaki yang jarang berbicara dengan ayahnya itu lalu menulis surat yang mengungkapkan perasaan mereka dengan jujur. Ada kekikukan, ada kecanggungan. Tetapi toh akhirnya yang kita baca adalah kedalaman perasaan seorang anak, kadang sarat dengan ungkapan sentimental, dan itu selalu saja mengharukan …


Dear Papa … ย 

ย 

Lanjut Baca »

Menari Bersama Bintang

Mulai bulan Maret kemarin, setiap Malming saya punya acara baru yang tidak bisa diganggu-gugat : nonton Dancing With The Stars. Acara ini ditayangkan Indosiar, merupakan kerjasama dengan BBC Worldwide dari program asal bernama Strictly Come Dancing. Menurut Wikipedia, hingga November 2010 program ini sudah dibeli lisensinya oleh 32 negara (sekarang pastinya sudah bertambah).

DWTS adalah kompetisi dansa yang diikuti oleh 12 pasangan selebriti/public figure dengan seorang professional dancer, terdiri atas 6 pasangan selebriti pria dengan professional dancer wanita, dan 6 selebriti wanita dengan professional dancer pria. Mereka berkompetisi dengan sistem eliminasi, hingga di babak grand final tersisa 3 pasang penari. Ada dua jenis tarian yang dikompetisikan, yaitu Ballroom Dance (Waltz, Quickstep, Tango, Slow Foxtrot, Viennese Waltz) dan Latin Dance (Chacha, Rhumba, Jive, Samba, Paso Doble). Seru … ๐Ÿ™‚


Foto dipinjam dari sini

Lanjut Baca »