Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Hari Ibu’

Bukan Hari Ibu

SALAH KAPRAH YANG MEWABAH

Pagi tanggal 22 Desember kemarin, suami saya mencium pipi saya sambil mengucapkan “Selamat Hari Ibu ya …”. Saya, meskipun agak heran (karena biasanya dia tak pernah ingat Hari Ibu), tersenyum dan mengucapkan terimakasih.

Kemarin, di sebuah pertemuan dengan sekelompok ibu-ibu teman saya, salah seorang teman bercerita, bahwa pada tanggal 22 Desember di kantornya para karyawan wanita saling mengucapkan “Selamat Hari Ibu” (beberapa sambil cipika-cipiki tentunya, budaya impor yang semakin lama semakin terasa ‘lokal’ … ). Ia menolak ucapan itu, dan dengan sedikit masygul mengatakan bahwa ia bukan seorang ‘ibu’, karena ia tidak pernah melahirkan anak.

Setiap tanggal 22 Desember, ketika sebagian masyarakat Indonesia (karena banyak juga yang tidak ‘ngeh’, terutama di kampung-kampung) merayakan Hari Ibu, saya merasa nyesek. Bukan karena saya tidak punya anak, sehingga seperti teman di atas, merasa tidak berkepentingan dengan Hari Ibu, tapi karena kecewa atas salah kaprah yang tak kunjung usai tentang pemaknaan Hari Ibu. Sebagaimana pernah saya tulis setahun yang lalu di Selamat Hari Ibu , peringatan Hari Ibu di Indonesia berbeda secara substansial dengan Mother’s Day di Amerika.

Hari Ibu di Indonesia adalah untuk memperingati Konggres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta, yang diikuti oleh organisasi-organisasi perempuan dari seluruh Indonesia. Konggres ini mengusung semangat kebangsaan, anti-kolonialisme, kemanusiaan, dan perjuangan harkat serta peran perempuan dalam kehidupan bernegara serta bermasyarakat. Sungguh merupakan kebangkitan semangat perempuan Indonesia yang visioner dan memiliki perspektif luas.

Namun sejak zaman Orde Baru, visi dan perjuangan peran perempuan yang luas tersebut direkduksi menjadi peran domestik sebagai ‘ibu rumah tangga’ saja. Melalui Dharma Wanita, peran perempuan ditarik ke belakang sekedar sebagai ‘pendamping suami’. Peringatan Hari Ibu lalu disamakan dengan Mother’s Day di Amerika, yang memang merupakan hari untuk memberikan penghargaan kepada perempuan sebagai ibu yang telah melahirkan anak-anak.


Rangkaian bunga dan bingkisan yang biasa diberikan kepada seorang ibu pada Mother’s Day (foto : Wikipedia)

(lebih…)

Read Full Post »

PESTA PAUD DAN LANSIA YANG CERIA

Ini kisah seru tentang perayaan Hari Ibu yang saya ikuti. Meskipun agak terlambat, rasanya sayang jika tidak saya ‘laporkan’ kepada teman-teman. Better late than never, ya toh  … ?

Peringatan Hari Ibu ini digagas oleh TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Saka Widya dan warga RW 01 Kelurahan Pakel, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta. Lokasi perayaan hanya sekitar 20 meter dari rumah kediaman Ibu Dyah Suminar. Karena Ibu Walikota tidak hadir (tentunya sedang menghadiri acara yang lebih besar, minimal tingkat provinsi, gitu) maka saya memberanikan diri mewakili (mewakili rakyat, bukan mewakili beliau … haduh, mana berani lah … ).

Acara dengan tema “Ibu Sehat Negara Kuat” ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 21 Desember 2008, melibatkan seluruh warga RW 01 dari balita hingga lansia, bapak-bapak maupun ibu-ibu. Anak-anak membuat berbagai macam makanan dan kerajinan yang akan dijual kepada para tamu. Uniknya, makanan tersebut tidak dibeli dengan uang beneran, tetapi dibayar dengan ‘uang palsu’ yang disediakan panitia. Setiap pengunjung harus membawa buku, mainan, atau apa pun (boleh baru maupun bekas) untuk ditukar dengan ‘upal’ (uang palsu) tersebut. Upal ini tidak memiliki nilai nominal, dan transaksi pembelian boleh dilakukan melalui tawar menawar. Misalnya, sebuah pisang bakar ditawarkan seharga 2 lembar upal, maka saya menawar untuk mendapatkan dua buah pisang seharga 3 lembar upal.


img_0188

Aduh … pisang bakarnya enak banget. Ibu beli dua ya, tapi nawar dulu … (foto : Mahyudin AM)

(lebih…)

Read Full Post »