Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Kalender Masehi’

Setelah umat Islam di Indonesia ‘tersenyum’ dengan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1431 H (2010 M) pada tanggal yang sama, Hari Raya Idul Adha tahun ini kembali dirayakan pada tanggal yang berbeda. Sebagian sudah sholat Ied pada tanggal 16 November, sebagian lagi baru pergi ke masjid pada tanggal 17. Penyebab perbedaan ini, sebagaimana pernah saya ulas di “Minggu Atau Senin” adalah perbedaan cara penentuan tanggal, yaitu dengan cara hisab dan rukyah.

Ada satu artikel menarik yang saya baca di harian Kompas (16 November), yang membuka wawasan baru bagi saya, sehingga ingin saya share di sini. Bagi teman-teman yang sudah sempat membacanya juga, mungkin bisa ikut urun pendapat.

Selama ini, ternyata banyak dari kita (khususnya saya … 🙂 ) yang mencampur adukkan antara sistem kalender Masehi yang berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari, dengan sistem kalender Hijriyah yang berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Tanggal (dan perbedaan waktu) pada sistem kalender Masehi ditentukan berdasarkan garis bujur, yaitu garis yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan, dengan titik nolnya di Greenwich (Inggris). Indonesia terletak di Bujur Timur, sehingga kita melihat matahari lebih dahulu daripada orang Inggris. Waktu Indonesia (untuk WIB) lebih cepat 7 jam dari Greenwich, dan lebih cepat 4 jam dari Makkah (Arab Saudi).

Nah, jika dihitung dengan sistem kalender Hijriyah, perbedaan waktu itu tidak mengikuti garis bujur, melainkan mengikuti garis ketinggian hilal 0 derajad. Ohya … hilal adalah kenampakan bulat sabit pertama, yang menandakan awal bulan baru. Menurut logika kalender Masehi, waktu di Indonesia selalu lebih dulu 4 jam dari waktu di Makkah, sehingga kalau Arab Saudi sudah merayakan Idul Adha, maka Indonesia seharusnya juga sudah. Tetapi berdasarkan garis ketinggian hilal yang dipakai sebagai dasar pada kalender Hijriyah, waktu Arab Saudi  dan waktu Indonesia bisa sama, lebih cepat, atau lebih lambat.


Garis bujur (vertikal bengkok-bengkok) yang memisahkan tanggal 6 November 2010 dan 5 November 2010, dan garis ketinggian hilal 0 derajad yang melintang di atas Indonesia, Asia selatan dan Afrika utara (foto : Kompas)


Dari gambar di atas terlihat bahwa dua tempat yang terletak di garis bujur yang sama, yang menurut sistem kalender Masehi memiliki waktu sama, dalam sistem kalender Hijriyah bisa memiliki waktu yang berbeda. Garis kalender Hijriyah memiliki 235 variasi yang berbeda setiap bulannya. Garis penanggalan bulan ini akan kembali ke tempat yang sama dalam kurun sekitar 19 tahun. Satu lagi yang berbeda, kalender Masehi dimulai sesudah tengah malam (jam 00.00), sedangkan kalender Hijriyah dimulai sesudah matahari tenggelam.

Rumit? Sebenarnya menarik, bagi yang suka Astronomi (seperti saya … 😀 ). Tapi supaya teman-teman tidak keburu hengkang dari posting ini karena bosan, iya deh … saya sudahi saja penjelasan tentang sistem kalender Masehi dan Hijriyah (yang sebetulnya baru sekelumit).

 

Orbit bumi, bulan, dan matahari (foto : dipinjam dari sini)

Bulan sabit di atas ufuk (foto : dipinjam dari sini)

(lebih…)

Read Full Post »