Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Kanker Payudara’

JALAN PULANG YANG TAK NYAMAN

Setiap hari, diperkirakan 20 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks.

Ia seorang ibu yang tulus ikhlas mengasihi ketiga anaknya dengan sepenuh jiwa. Ia seorang isteri yang mencurahkan segenap cinta dan perhatian kepada suaminya. Ia juga seorang pekerja yang gigih memutar otak dan memeras keringat untuk membantu ekonomi keluarga. Ia masih cukup muda, cantik, dan santun. Semua orang menyukainya dan berharap ia terus hadir di antara mereka. Namun kanker serviks stadium IVB merenggut hidupnya dari sisi orang-orang yang dicintai dan mencintainya. Air matapun tumpah tak terbendung mengiringi kepergiannya.

Ia adalah salah seorang kerabat saya, yang berpulang beberapa minggu lalu.

Kanker. Nama penyakit itu membuat siapapun miris. Penderitaan yang panjang dan kematian segera terbayang jika orang mendengar penyakit itu datang. Bagi wanita, kanker payudara dan kanker serviks adalah momok paling mengerikan, dan merupakan penyebab kematian terbesar. Saya telah melihat tiga wanita yang saya kenal (dua di antaranya kerabat saya) meninggal, dan tiga lagi berhasil sembuh setelah menjalani operasi dan pengobatan.

Seminggu setelah menghadiri pemakaman kerabat saya, saya memeriksakan diri ke Yayasan Kucala, sebuah yayasan yang khusus menangani penyakit kanker. Saya melakukan papsmear dan palpasi payudara untuk mendeteksi adanya kanker. Sebelumnya, pada tahun 2005 saya pernah melakukan mammografi di MMC, Melaka – Malaysia, dan hasilnya baik. MenurutĀ Wikipedia , mammografi adalah proses pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X dosis rendah (umumnya berkisar antara 0,7 mSv). Mammogram menggunakan radiasi ion untuk menghasilkan gambar. Radiolog kemudian menganalisa gambar untuk menemukan adanya pertumbuhan sel yang abnormal.


Alat mammogram (foto : jpinternational.com), pemeriksaan payudara dengan mammogram (foto : sjra.com), dan hasil mammografi tampak di layar komputer (foto :centralcarolinahosp.com)

Adapun Papanikolau Test atau Papsmear adalah metode screening ginekologi yang digunakan untuk mendeteksi kanker serviks (mulut rahim) yang disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV). Tes ini dilaksanakan dengan mengambil sedikit jaringan sel serviks untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pengambilan sel serviks itu sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar 1 – 2 menit, dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Hasil pemeriksaan papsmear saya membutuhkan waktu satu minggu, tetapi dari pemeriksaan palpasi mamae, dokter (wanita) yang memeriksa saya menemukan sesuatu yang agak ‘tebal’. Untuk mendapatkan hasil yang pasti, Bu Dokter memberikan surat pengantar kepada saya untuk melakukan ultra sonografi (USG) di laboratorium klinik. USG ini menggantikan mammografi, karena proses mammografi tidak mengenakkan (menyakitkan) bagi pasien yang diperiksa.

Jreeng … ! Sempat agak tercekat, tapi saya pasrah saja, dan langsung pergi ke laboratorium klinik yang saya pilih.

(lebih…)

Read Full Post »