Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Keraton Yogyakarta’

HADEGING NAGARI DALEM KASULTANAN

Tanggal 7 Oktober kemarin kota Yogyakarta berulangtahun yang ke 253. Yeey! Sudah cukup tua juga rupanya kota saya yang tercinta ini.

Kota Yogya tak bisa dipisahkan dari Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, karena keberadaan kota ini bermula dari didirikannya kasultanan Yogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Keraton Yogyakarta mulai dibangun pada tanggal 13 Februari 1755, yang dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan hari Kamis Kliwon, 29 Rabiulakir, wuku Lakir, Be 1680 (hebat kan orang Jawa, punya sistem kalender sendiri!). Pada 7 Oktober 1756, keraton selesai dibangun dan keluarga Sri Sultan HB I pindah ke keraton ini. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Yogyakarta.

Pada waktu itu, lokasi yang dipilih untuk mendirikan keraton masih berupa hutan belantara, bernama hutan Beringan. Konon, nama Beringan diberikan karena banyak terdapat pohon beringin besar. Sampai sekarang, pohon beringin masih menjadi pohon keramat yang terdapat di alun-alun keraton (mungkin itulah sebabnya pohon ini dijadikan lambang oleh sebuah parpol … ehehe!). Nama hutan ini diabadikan sebagai nama pasar terbesar di Yogya yang terletak di depan keraton, yaitu Pasar Beringharjo.

Nama Ngayogyakarta dalam bahasa Sansekerta berarti ‘telah selesai dibangun/dikerjakan dengan baik’. Arti lain, ‘Yogya’ berarti ‘baik’, sedangkan ‘karta’ berarti ‘rahayu’ atau ‘selamat’, maka Yogyakarta berarti ‘baik dan selamat’, atau ‘baik dan indah’. Yes …. indeed!

Sri Sultan HB I menciptakan poros filosofis Gunung Merapi – Tugu Pal Putih – Keraton – Panggung Krapyak – Laut Selatan. Penciptaan garis imajiner ini selaras dengan konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga. Secara simbolis-filosofis, poros ini melambangkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.

Cukup sekian kuliah dari saya. Pengetahuan tentang sejarah dan filosofi keraton Yogyakarta selengkapnya silahkan diikuti selama 6 semester di jurusan sejarah, antropologi, arkeologi, dan javanologi ….

Inilah poros Merapi – Tugu – Keraton – Panggung Krapyak – Laut Selatan


IMG_2364 IMG_0028

Gunung Merapi               Tugu Pal Putih

IMG_0150

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

IMG_2345 IMG_2007

Panggung Krapyak                        Laut Selatan

Bagaimanakah kota Yogya sekarang, pada usianya yang ke 253?

(lebih…)

Read Full Post »

WARISAN BUDAYA JAWA DI RUMAH BATU

Ullen Sentalu?Aneh betul kedengarannya. Seperti bukan bahasa Jawa, padahal ini nama sebuah museum budaya Jawa. Oh, ternyata Ullen Sentalu adalah akronim dari “Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku”. Halah, apa pula itu artinya? Dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kata-kata di atas diterjemahkan menjadi Pelita Hidup Bagi Perjalanan Manusia. Wooo gitu toh …..

Museum Ullen Sentalu terdapat di tengah obyek wisata Kaliurang, Yogyakarta. Museum ini menyimpan sejarah budaya Jawa, khususnya yang berkaitan dengan raja-raja Yogyakarta dan Surakarta. Apa isinya? Mari kita lihat. Yuuuk …

Sudah pasti sebelum masuk kita harus beli tiket dulu. Eh, ternyata tiketnya lumayan mahal : Rp. 25.000 untuk dewasa, dan Rp. 15.000 untuk anak-anak serta pelajar/mahasiswa. Tapi desain tiketnya sungguh menarik, indah dan ‘berkelas’, tidak seperti umumnya tiket museum yang tidak beda dengan karcis retribusi parkir. Dari desain tiket yang berkelas, saya langsung ‘curiga’ (halah!) isi museum ini juga berkelas.


img_0536

Loket penjualan tiket Museum Ullen Sentalu, berupa bangunan dengan dinding batu

img_0363 Tiket masuk yang ‘berkelas’

(lebih…)

Read Full Post »