Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘kopdar’

Neverland

NEVERLAND YANG BUKAN DONGENG

Jika Peter Pan memiliki Neverland sebagai pulau tempat dia bisa bermain dan menemukan kegembiraan tiada tara, saya memiliki Tuti Nonka’s Veranda, sebuah ruang maya dimana saya benar-benar merasa menemukan diri saya. Segala pikiran, perasaan, obsesi, dan renungan yang selama ini hanya saya simpan di dalam hati dan pikiran, menemukan media ekspresi yang leluasa di blog.  Melalui blog pula, saya bertemu dengan banyak teman baru, bertukar sapa, saling menimba pengalaman, dan bercanda. Sungguh blog adalah neverland bagi saya, yang membuat saya merasa seperti Peter Pan : ingin selamanya berada di sana.

Dalam perjalanannya, setelah me’maya’ pertama kali pada Februari 2008, blog ini alhamdulillah tumbuh dengan sehat. Dari data statistik, ada naik-turun jumlah pengunjung. Demikian juga jumlah posting per bulan dan jumlah komen yang masuk. Selama tahun 2009 saya posting 98 tulisan, jauh menurun dibanding tahun 2008 yang berjumlah 190. Penurunan ini selain disebabkan meningkatnya kesibukan, juga karena dengan meningkatnya jumlah komen yang masuk membuat saya harus mengalokasikan waktu lebih banyak untuk menjawab komen. Meskipun demikian saya selalu senang menjawab komen, karena di situlah media interaksi saya dengan teman-teman, yang menjadi tujuan saya blogging. Menjawab komen tidak selalu mudah, karena kadang-kadang ada komen yang ‘sulit’, yang harus saya pikirkan dulu agar bisa memberikan jawaban yang tepat. Saya juga harus menyediakan waktu untuk blogwalking, membalas kunjungan teman-teman yang sudah berkunjung di blog saya. Dalam blogwalking, saya selalu membaca benar-benar posting teman yang saya kunjungi sebelum memberikan komen, agar bisa memberikan komen yang tepat. Komen yang cuma basa-basi atau ‘ngasal’, pasti mengecewakan teman pemilik blog, bukan?


Grafik hits mengalami naik turun. Hits tertinggi terjadi pada 3 Desember 2009, yaitu 913 hits. Hari Sabtu dan Minggu biasanya grafik menurun, teman-teman pada libur ngeblog.

Saya berharap, pada usia 2 tahun, Februari 2010, jumlah posting saya bisa mencapai 300.

Hal lain yang membuat blogging menjadi neverland bagi saya adalah kopdar. Selama tahun 2009 saya telah melakukan 11 kali kopdar dengan teman-teman, yang semuanya meninggalkan kesan tersendiri. Saya selalu berharap bahwa sesudah kopdar dengan seorang/beberapa teman blogger, persahabatan di dunia blog akan menjadi lebih erat dan hangat. Sebagian besar harapan saya terwujud, meskipun ada juga beberapa teman yang sesudah kopdar justru tidak pernah lagi bersapa di blog. Saya sedih jika memikirkan teman-teman yang ‘hilang’ ini. Rasanya kopdar yang sudah dilakukan menjadi sia-sia dan tak ada artinya. Rasanya persahabatan yang pernah dijalin itu hanya fatamorgana. Namun sudah pasti saya tidak bisa memaksakan persahabatan dengan teman-teman yang sudah tidak tertarik lagi untuk bersahabat dengan saya. Maka yang bisa saya lakukan adalah ‘merelakan’ mereka pergi … hiks!

Siapa sajakah yang pernah kopdar dengan saya selama tahun 2009? Inilah albumnya … jreeeng!

(lebih…)

Read Full Post »

Kopdar Yogya Berlanjut …

THE BEAUTY OF BLOGGING

*Sungkem dulu ke Om Trainer karena pinjam kalimat trade mark beliau*

The beauty of blogging bener-bener berlaku di dunia maya maupun di alam baka nyata. Keindahan dunia virtual itu mengejawantah (maap kepada yang nggak ngerti bahasa Jawa) ke dalam kasunyatan (hah, bahasa Jawa lagi!), dalam bentuk kopdar. Kopdar, kopi darat, ini bukan saudaranya susu, teh, atau coklat, tapi sepupuan dengan rendezvous (halah!) atau gathering (sok ah!).

Siapa ‘bintang’ kopdar Yogya tanggal 28 November ini? Siapa lagi kalau bukan seleblog kita, Eka Situmorang-Sir . Oke, tanpa banyak prolog (takut keburu disoraki teman-teman yang mulai bosan baca ocehan saya), saya akan menyampaikan laporan pandangan mata dan sentuhan tangan saya pada kopdar tadi siang. Ini siaran tunda sekitar 9 jam, tapi masih cukup anget kok …

Memenuhi keinginan saudara muda saya, Uda Vizon ,  kopdar kami laksanakan di Bumbu Desa Resto. Saya tiba di sana paling dulu (meskipun sudah telat 15 menit dari janjian kami jam 12.00). Setelah cek ini-itu-ina, saya pun duduk manis menunggu teman-teman lain datang. Yang pertama muncul adalah Muzda . Gadis mungil-cantik ini pernah kopdar dengan saya dan Krismariana di resto ini juga, bahkan di meja yang sama. Walaah … Muzda semakin mungil aja. Kalau Muzda mengijinkan, kayaknya saya bisa mengangkat dia dengan sebelah tangan (Herculi ‘kali… ).  Selang beberapa menit, muncul Uda Vizon dan Uni Icha. Saya sempat beberapa detik ‘silap wajah’ terhadap Teuku Ryan … eh, Uda Vizon. Soalnya ‘ustadzt uda’ ini memakai baju hitam dengan beberapa tempelan badge, jadi saya pikir ada reporter Metroteve yang mampir mau makan … hihi.

Sang bintang Eka Situmorang muncul pada kloter ketiga, bersama suaminya, Adrian. Saya sempat terpesona melihat si mungil bin centil ini. Iya, iya, foto-foto di blognya memang sangat nyata memperlihatkan kenarsisan kemanisan Eka, tapi aslinya, Eka lebih cantik dan bening lho dari fotonya. Suer. Saya sempat berpelukan dengannya dan memegang lengannya ketika bercipika-cipiki. Wow … kenyal!

Siapa tamu berikutnya? Kami senang sekali ketika Bunda Dyah Suminar ketebang-ketebang (ups! bahasa Jawa lagi!) muncul, masih lengkap dengan kain batik dan selendang, wong habis njagong manten. Saya meng-sms Bunda hari Sabtu pagi, dan sebenarnya tidak terlalu berharap beliau bisa hadir mengingat kesibukan beliau yang pasti sangat padat. Eee … lha kok ternyata beliau bisa rawuh. Rejeki, rejeki!

Nah, yang muncul terakhir adalah Wijna , anak muda yang perilakunya rada aneh bin ajaib. Mungkin dia memiliki titisan darah Majapahit, sehingga di zaman global dan serba virtual ini, dia rela dan bahagia menghabiskan hidupnya dengan nguplek-uplek  candi dan segala benda peninggalan nenek moyang dari zaman dahulu kala. Dan coba tebak apa pendidikannya? Sarjana Matematika UGM! Hwalah, apakah dibutuhkan kuliah di jurusan Matematika sekian lama untuk bisa menghitung jumlah batu dan bata penyusun candi? Hanya wajah penuh ketawa Wijna jawabnya …


Sebelum makan poto dulu aah …  Uni Icha, Uda Vizon, Adrian, Wijna, Muzda, Tuti, Bunda Dyah, dan Eka.

Apa yang heboh pada kopdar kali ini? Jangan kemana-mana, kisah akan berlanjut setelah teman-teman mengklik ‘Lanjut Baca’ di bawah ini …

(lebih…)

Read Full Post »