Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘mozart’

MOZART, DARI ELVIRA MADIGAN HINGGA BAYI CERDAS

Jika anda penggemar musik, mungkin anda pernah mendengarkan, dan menyukai komposisi musik Mozart, meskipun mungkin anda tidak tahu bahwa musik itu adalah karya Mozart. Saya sendiri baru tahu bahwa musik yang saya dengar dari RRI melalui radio di rumah, ketika saya kanak-kanak dulu, adalah musik Mozart. Lama kemudian, setelah saya dewasa dan memiliki kasetnya (waktu itu CD belum kocap), baru saya ngeh kalau musik yang saya dengar itu adalah Elvira Madigan, atau Eine Kleine Nachtmusik, atau Symphony No. 40 in G Minor, atau Piano Sonata in A Major

Cara paling sempurna untuk menikmati musik Mozart adalah pada malam yang hening, di ruangan besar berjendela lebar, sambil duduk menyandarkan kepala di sofa empuk, boleh juga sambil memejamkan mata. Setelah mendengarkan satu CD Mozart, biasanya lengan saya akan pegal-pegal. Lho, apa hubungannya? Soalnya, sambil mendengarkan, saya suka menggerakkan tangan bak dirijen, mengikuti irama musik (penyakit gila nomor 27 … hehe!)

Mozart hidup sekitar 250 tahun yang lalu (tapi bukan berarti saya juga sudah hidup sejak 250 tahun yang lalu … saya bukan mummy yang hidup lagi!). Ia lahir di Salzburg, Austria, pada 27 Januari 1756. Nama lengkapnya adalah Wolfgang Amadeus Mozart. Amadeus berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘kesayangan Tuhan’. Oleh orang tuanya, ia sering dipanggil dengan sebutan ‘Woferl’. Ayah Mozart, Leopold, adalah seorang pemusik. Mozart memiliki seorang kakak perempuan yang juga pandai bermain musik, bernama Maria Anna dan sering dipanggil ‘Nannerl’.

Pada umur 3 tahun (betul : ti-ga ta-hun!) Mozart sudah bisa memainkan not pada clavier, sejenis piano. Pada umur 4 tahun ia mulai mengalahkan Nannerl dalam memainkan harpsichord. Dan pada umur 5 tahun ia sudah bisa memainkan piano dengan sebuah komposisi lengkap!


Mozart 2

Mozart kecil, dilukis pada tahun 1763 oleh Pietro Antonio Lorenzoni

(lebih…)

Read Full Post »

BIARKAN MUSIK MENGHIDUPKAN JIWA KITA

Tiba-tiba saja saya bertemu kembali dengan seorang sahabat baik, yang sudah lama sekali tak saya ketahui kabar beritanya. Dia sudah menjadi manajer senior di sebuah perusahaan asing, setiap tahun beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negri untuk meeting mewakili perusahaannya, dan setiap akhir minggu menghabiskan waktu di lapangan golf. Dia ke kantor mengendarai mobil buatan Jerman yang paling top, dan rumahnya megah seperti foto-foto di buku interior. Dia insinyur Teknik Kimia yang cemerlang, dan aktivis organisasi yang selalu menjadi leader dimana pun dia berada. Pokoknya, he’s great!

Karena saya suka berbagi hal-hal yang menurut saya bagus kepada teman-teman, saya emailkan beberapa lirik lagu indah kepada beliau ini, seperti “Bridge Over Troubled Water”nya Simon & Garfunkel dan “The Greatest Love of All” yang dinyanyikan George Benson (Whitney Houston juga menyanyikan lagu ini). Herannya, dear friend ini tak merespon kiriman lagu saya. Ketika saya tanya kenapa dia tak berkomentar tentang lirik-lirik indah yang saya kirimkan, teman ini mengaku bahwa he knows nothing about song. Baginya nyanyi, musik, dan segala ‘anak cucu’ ekspresi seni adalah dunia antah berantah yang gelap …

simon-garfunkel

Simon & Garfunkel, pelantun lagu indah “Bridge Over Troubled Water”

Saya berandai-andai. Andai teman saya ini mengaktifkan juga otak kanannya, yang berkaitan dengan intelegensia seni dan kreativitas, maka sekarang ini dia tidak akan menjadi manajer senior. Dia akan menjadi Presiden Direktur !! I believe so.

(lebih…)

Read Full Post »