Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Fashion’ Category

Big Is Great

Desainer mode adalah kelompok yang paling diskriminatif memperlakukan wanita. Semua gaun indah yang mereka rancang adalah untuk wanita dengan tinggi 170 dan berat 55. Di luar ukuran itu, silahkan minggir, Anda jadi penonton saja. Atau, jika ingin mengenakan gaun saya, diet dulu sampai terkapar, atau silahkan pergi ke dokter bedah plastik agar badan Anda dipermak!

Diskriminasi seperti itu harus dilawan. Dan saya akan masuk barisan demonstran pada kesempatan pertama. Oh bukan, bukan karena saya jelek dan gemuk (nah, mulai deh narsisnya … 😛 ), tapi karena tidak realistis menafikan kenyataan bahwa tidak semua wanita bertubuh ideal. Tidak adil menutup kesempatan bagi wanita-wanita over size untuk tampil cantik penuh percaya diri.

Karena itu, saya antusias ketika menerima undangan launching “Plus Size Plus Cantiknya” dari Al Fath, salah satu cabang khazanah busana milik Bunda Dyah Suminar. Slogan yang dikibarkan, Plus Size Plus Cantiknya dan My Size Is My Beauty adalah bentuk keberpihakan, dukungan, dan encouragement kepada para wanita bertubuh besar yang selama ini cenderung dicemoh, bahkan dilecehkan. Gemuk? It’s okey. Be happy with your size, you have every right to look great with that!

Saya tiba di Al Fath tepat jam 11 siang, sesuai yang tertera dalam undangan. Setelah menunjukkan undangan yang saya terima kepada mbak-mbak cantik penjaga meja tamu, dan menandatangani daftar tamu (wow, nama saya sudah ada dalam daftar, terimakasih Bunda Dyah … 🙂 ) saya menerima tas berisi snack dan souvenir mug cantik. Toko rupanya buka seperti biasa, dan saya merasa ‘istimewa’ di antara pengunjung lain dengan menenteng tas tersebut, karena menunjukkan bahwa saya adalah tamu undangan *ge-er powl* 😀


Brosur dan mug souvenir “Plus Size Plus Cantiknya”

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

I Love Hat

TOPI SAYA BUNDAR …..

Waktu berumur 5 tahun, saya diajari kakak saya menyanyikan lagu “Topi Saya Bundar”. Teman-teman mungkin ada yang mengenal lagu ini. Menyanyikannya sambil menggerakkan kedua lengan membentuk lingkaran besar.

Topi saya bundar

Bundar topi saya

Kalau tidak bundar

Bukan topi saya

Hahaha …. lagu kok liriknya cuma dilobak-labik, eh … dibolak-balik. Maklum, lagu untuk balita. Mungkin karena sejak kecil diperkenalkan dengan lagu ‘topi saya bundar’, saya selalu jatuh cinta melihat topi-topi yang cantik. Sayangnya, kesempatan untuk memakai topi tidak terlalu sering saya peroleh. Jadi topi-topi itu saya simpan saja sebagai koleksi.

Kesempatan memakai topi baru saya peroleh ketika jalan-jalan ke Eropa. Selain karena udara dingin, di negeri ‘sono’ tampil agak ‘nyeleneh’ kan nggak apa-apa, maklum namanya juga wisatawan …

Lho, manekin yang satu kok ada di luar kaca etalase?

(lebih…)

Read Full Post »